Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH JENIS SEDIMEN WETLAND DALAM REDUKSI SULFAT PADA LIMBAH AIR ASAM TAMBANG (AAT) Fahruddin, Fahruddin
JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 10, No 1 (2009): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB)

Abstract

Increasing mining activities in several regions in Indonesia, began to faceproblems, namely of environmental pollution. One of the mining waste that is liquid sulfur, or acid mine water, which can lower the pH of the water and dissolves heavy metals. Countermeasures for the chemical method is to use lime, but this is less effective. The method is good and is environmentally friendly way by using biological bacteria sulphate reduction bacteria (SRB) that naturally there are many in the sediment wetland. Goal of this research is to find the type of sediment wetland most effectively increase the pH and decrease the concentration of sulphate in acid mine water. The sediment wetland is used mangroves, swamp, rice fields, and beaches. Treatment bioreaktor made on the filled with sediment underneath the compost isgiven further incubation for 50 days. The observation of pH and content of sulphate based on the value of OD spektrofotometer and known pH increased to the highest in the pH of 7.3 is in the swamp sediment treatment, while the only other treatment until the pH 6-6,7. Increasing the pH in accordance with the decrease in the rate of SO4 is most sharply in the swamp sediment treatment as well as the most effective treatment.
PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI FAHRUDDIN, FAHRUDDIN
JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 5, No 1 (2011): JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Publisher : PPs UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family is an informal education that is essential for early childhood education, the integrity of a family, especially mother and father very much needed so that what parents strived to help children internalize the moral values, perceived as a relief to be recognized and understood, precipitated, and personalized in child. children who feel the unity in the family to bear the understanding of the world "parently" parents in the act of abiding morality and intact. That is, the efforts of parents to internalize morality values into the childrens self is not just information, but can be arrested truth. Every parent wants a child who has a good personality. Personality that needs to be fostered and formed. Mother is an adult figure who gave birth to a child, the most longed to have a child who had a good personality. Happiness and prosperity will be enjoyed if the parents successfully foster child with a good personality and grow to form adulthood perfect.Keywords: the role of families, early childhood education
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR METODE DISKUSI BERBASIS KETERAMPILAN GENERIK SAINS DENGAN METODE CERAMAH Fahruddin, Fahruddin; N, I Dewa Putu; Viyanti, Viyanti
Jurnal Pembelajaran Fisika Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Pembelajaran Fisika
Publisher : Jurnal Pembelajaran Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.443 KB)

Abstract

The objective of this research was to find out the average differences of students’ learning results between those who used discussion method based on science generic skill and lecturing learning method. This research used true experimental design with posttest-only control design. The results showed that: a) there were average difference results of students’ who learn physic between discussions method based on science generic skill and those who used lecturing learning method; b) the students’ learning results that used discussions method based on science generic skill are higher (82.00) than those who used lecturing learning method (70.55).Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar siswa antara metode diskusi berbasis keterampilan generik sains dengan metode pembelajaran ceramah. Desain eksperimen pada penelitian ini menggunakan bentuk True Experimental Design dengan tipe Posttest-Only Control Design. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan adalah a). ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa pada pembelajaran fisika antara metode diskusi berbasis keterampilan generik sains dengan metode pembelajaran ceramah. b). Hasil belajar siswa yang menggunakan metode diskusi berbasis keterampilan generik sains lebih tinggi dibandingkan yang menggunakan ceramah. Dengan rata-rata nilai hasil belajar pada kelas yang menggunakan metode diskusi berbasis keterampilan generik sains 82,00 sedangkan pada kelas yang menggunakan metode pembelajaran ceramah 70,55.Kata kunci: ceramah, hasil belajar siswa, keterampilan generik sains, metode diskusi.
Pelatihan Program Parenting untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru PAUD Di Kota Mataram Tahun 2018 Fahruddin, Fahruddin; Astini, Baiq Nilawati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 1, No 1 (2018): Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i1.206

Abstract

Abstrak: Pendidikan anak usia dini sangat penting artinya untuk perkembangan anak selanjutnya, sehingga pelatihan program parenting untuk meningkatkan profesionalisme guru PAUD dibutuhkan kompetensi guru profesional meliputi kemampuan guru mengenal peserta didik yang dilayaninya secara mendalam. Tujuan yang ditargetkan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah Terbangunnya pengetahuan dan pemahaman guru atau pendidik PAUD pentingnya program parenting di sekolah, meningkatnya keterampilan guru atau pendidik PAUD dalam mengembangkan program parenting di sekolah/PAUD, tersusunnya program parenting di sekolah masing-masing sesuai dengan kondisi dan terimplementasikannya program parenting di sekolah/PAUD di sekolah masing-masing Untuk itu dalam mewujudkan kegiatan tersebut perlu untuk dilakukan dengan memberikan pelatihan mengenai program pengasuhan/parenting kepada guru-guru PAUD/TK di-kota mataram. Dalam pelatihan itu akan diberikan pengetahuan secara teoritis dan praktis. Pengetahuan teoritis berkenaan dengan gambaran umum tentang strategi belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan parenting tanpa memperhatikan perbedaan bidang ilmu yang digelutinya. Sedangkan kegiatan praktisnya akan dilaksanakan dengan pemberian tugas latihan kepada peserta sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing. Dalam kegiatan latihan akan dilakukan pembimbingan oleh anggota tim, sampai pada setiap peserta menghasilkan kegiatan yang menggunakan program parenting. Kata Kunci: Program Parenting, Propesionalisme Guru
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF DITINJAU DARI KEMAMPUAN AKADEMIK MAHASISWA Fahruddin, Fahruddin; Jufri, A. Wahab; Jamaluddin, Jamaluddin
ERUDIO (Journal of Educational Innovation) Vol 2, No 2 (2014): ERUDIO (JOURNAL OF EDUCATIONAL INNOVATION)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar kognitif  ditinjau dari kemampuan akademik mahasiswa.  Penelitian ini adalah penelitian  eksperimen semu dengan desain pretest-posttest non equivalen control group design dengan rancangan  faktorial 2x4. Populasi penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan Biologi semester IV STKIP Bima, sebanyak 8 kelas dengan jumlah   336 mahasiswa. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik simple random sampling, dari 8 kelas yang ada diambil  4 kelas sebagai sampel dengan jumlah 168 mahasiswa. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar kognitif. Data hasil penelitian dianalisis dengan teknik statistik  Anacova dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD, Jigsaw II, dan TGT terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa (p<0,05), 2) Ada pengaruh kemampuan akademik terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa (p<0,05), 3) Tidak ada pengaruh interaksi model pembelajaran kooperatif tipe STAD, Jigsaw II, dan TGT dengan kemampuan akademik terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa (p>0,05), 4) Hasil uji beda menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT yang signifikan perbedaan pengaruhnya terhadap hasil belajar kognitif, dibandingkan dengan tipe Jigsaw II, dan STAD (berkoofisien positif dan sig.< 0,05). 
PERBANDINGAN EFEK ANTARA DEXMEDETOMIDIN DOSIS 0.25 MCG/KGBB DAN 0.5 MCG/KGBB INTRAVENA TERHADAP DURASI BLOK ANESTESI SPINAL PADA BEDAH EKTREMITAS BAWAH Fahruddin, Fahruddin; Amri, Imtihanah; Wahyudi, Wahyudi
Healthy Tadulako Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Healthy Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.826 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai perbadingan efek pemberian dexmedetomidin dosis 0.25 mcg/kgBB dan 0.5 mcg/kgBB secara inravena terhadap durasi blok sensorik, blok motorik dan kejadian efek samping pada pasien yang menjalani bedah ekstremitas bawah dengan anestesi spinal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, dimana 40 pasien dewasa dengan kategori PS ASA I/II yang direncanakan untuk menjalani bedah elektif pada ektremitas bawah dengan anestesi spinal secara acak dibagi dalam dua kelompok. Setiap kelompok mendapatkan anestesi spinal dengan Bupivacain hiperbarik 0,5% 2,5 mL. kelompok D0,25 mandapatkan dexmedetomidin 0,25 mcg/kgBB dan kelompok D0,5 mendapatkan dexmedetomidine 0,5 mcg/kgBB yang diberikan intravena selama 10 menit, 30 menit setelah anestesi spinal dilakukan. Waktu regresi 2 segmen, waktu regresi blok motorik dan angka kejadian efek samping kemudian dicatat. Hasil menunjukkan durasi blok sensorik pada kelompok  D0,5 lebih panjang secara signfikan (145,90 ± 7,18) dibandingkan kelompok D0,25  (125,95 ± 6,93) (P = 0,000). Durasi blok motorik pada kelompok D 0,5 lebih panjang secara signfikan (151,70 ± 12,63) dibandingkan dengan kelompok D0,25 (141,85 ± 6,23) (P = 0,003). Tidak ada perbedaan angka kejadian efek samping pada kedua kelompok ( P = 0,134). Pemberian dexmedetomidin dosis 0,5 mcg/kgBB intravena memperpanjang durasi baik blok sensorik dan motorik  dibandingkan dosis to 0,25 mcg/kgBB tanpa adanya perbedaan kejadian efek samping. 
Analisa Lapisan Keras (Bedrock) dengan Menggunakan Metode Seismik Refraksi Utami, Binar; Fahruddin, Fahruddin; Siregar, Simon Sadok
Jurnal Fisika FLUX Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2009
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v6i2.3056

Abstract

Each region generally has a condition of various land surface, usuallyused as information for making a geological map of the regions, but theinformation can not provide a real illustration of the depth of the hard layer(bedrock) found in the area. Thus, to determine the depth of the bedrock as theinitial information exploited for the region of Banjarbaru more, then done bymeasuring the depth of the bedrock by seismic refraction. Soil has severalcompiler layers, the deeper layer from surface is denser and each layer hasdefferent characteristics. The nature used in this research is the difference of thespeed to creep the seismic waves on each layer. By creeping the seismic waves,the information of undercoat surface is obtained depend on the speed increeping seismic waves. To find out the speed and types of layers under the soiland to know the depth of the bedrock in the region are done by using seismicequipment refraction, by initial assumption that bedrock usually is found in therelatively shallow depth in the region of Banjarbaru. From the results of the datasampling done by measuring the length of the track 72 meters and thenprocessed by using the software winsism 10 bedrock was found on the yard ofengeniring faculty Unlam Banjarbaru in depth around 6-15 meters, in the speedof spreading waves in the range of 2800-3200 (m/s) and there is nappe layer(top soil) of the seismic waves creeping velocity 300-400 (m/s) and a much watercontent-thinner layer spreading speed of seismic wave in the range of 1400-1600(m/s).
Penentuan Volume Batubara Menggunakan Metode Cross Section di PT. Astri Mining Resources Cabang Batu Ampar Kalimantan Selatan Megawati, Megawati; Wahyono, Sri Cahyo; Fahruddin, Fahruddin
Jurnal Fisika FLUX Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2017
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v14i2.4473

Abstract

Coal is a combustible sedimentary rock formed from organic deposits of plant residues and carbon, hydrogen and oxygen elements. Modeling of 3D coal distribution and coal volume calculation plays an important role in the exploration because the result of coal volume calculation can be used as consideration for mining. This research uses 6 drill point and calculation of coal volume using cross section method with the help of image processing software that is rockwork16. The result of interpretation of drill point data in the research area were 5 types of rock layers with each rock volume is claystone (25.840.000 m3), claysand (230.00 m3), Coal (5.930.000 m3), carbonaceus clay and soil.
Penggunaan Metoda Difraksi Sinar X dalam Menganalisa Kandungan Mineral Pada Batuan Ultra Basa Kalimantan Selatan Sudarningsih, Sudarningsih; Fahruddin, Fahruddin
Jurnal Fisika FLUX Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v5i2.3022

Abstract

Kalimantan Selatan mempunyai potensi batuan ultrabasa yang cukup besar, sekitar 11 milyar ton yang tersebar pada lokasi Batulicin, Kelumpang Tengah, Pulau Sewangi dan Pulau Sebuku. Sebaran batuan ultra basa di Indonesia cukup luas, mulai dari Aceh, Sumatra Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, NTT, Maluku, Irian Jaya Barat dan Papua. Luas sebaran seluruhnya mencapai 3 juta hektar. Dari sekian banyak sebaran batuan ultrabasa, diantaranya yang dekat aksesibilitasnya dengan aktifitas manusia (kota) adalah sebaran batuan ultrabasa di daerah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Papua. Pada umumnya batuan ultrabasa di tiap daerah terbentuknya memiliki komposisi mineral/kimianya yang tidak sama. Pengujian mineralogi dengan metoda difraksi sinar X (X-ray diffraction, XRD), di mana sebagian bahan batuan dianalisa untuk melihat komposisi unsurnya.Hasil analisa dengan mengunakan difraksi sinar X diketahui bahwa kandungan yang terdapat pada batuan ultrabasa (peridotit) ini adalah Ca (Mg, Fe) Si2O6; Na, Fe (Si2O6) ; Mg3 Si2 O5 (OH)4 (serpentine). Jika ditinjau dari faktor skala, maka urutan senyawa yang terkandung pada batuan ini adalah sebagai berikut: Na, Fe (Si2O6) dengan 0,997 faktor skala; Mg3 Si2 O5 (OH)4 dengan faktor skala 0,878 dan Ca (Mg, Fe) Si2O6 dengan faktor skala 0,813.
GAMBARAN PELAKSANAAN FUNGSI PERAWATAN KELUARGA PADA ANGGOTA KELUARGA YANG MENDERITA TB PARU DIPUSKESMAS Fahruddin, Fahruddin; Karim, Darwin; Wahyuni, Sri
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan Vol 6, No 1 (2019): Edisi 1 Januari - Juni 2019
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulmonary TB is a contagious infectious disease (acute or chronic) cuased by Mycobacterium Tuberculosis and is characterized by pulmonary infiltration, granulation formation and preparation, fribrosis, and cavitation on infected tissue, and hypersensitivity accompanied cell mediated (cell-mediated hypersencitivity). In 2016 there are 10,4 million pulmonary TB cases in the world, 56% pulmonary TB cases is located in India, Indonesia, China, Philippines and Pakistan. About 1,3 million people in the world passed away because pulmonary TB. Health care and maintenance function is to maintain the health condition of family members in order to still have high productivity. This function was developed into a family task in the health sector. This research functions to find out the description of the implementation family care function for family members who suffer from pulmonary TB. This reserach using descriptive research design. Research sample is 56 respondences taken based on inclusion criteria using Purposive sampling techinque. Measuring instrument used is questionnaire. The analysis used is univariate analysis to know the frequency distribution of research results showed 28 people respondences able to know, to decide, to take care, modify the environment, utilize health facilities (50,0%) and 28 people respondences are not able (50,0%). The results of this research expected to family to implement the family care function to family members especially for family members who suffer pulmonary TB.  Keywords : Implementation Description, care function family, pulmonary TB