Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : Natural Science: Journal of Science and Technology

Studi Keanekaragaman Spesies Nyamuk Anopheles sp. Di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah

Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Number 2 (August 2014)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.321 KB)

Abstract

The aim of this study is to determine the diversity of morphological and genetic variation of the Anopheles sp. This study was conducted in the periode of November 2013 - February 2014 in two (2) malaria endemic areas; Labuan Village, in North Donggala and Lalombi Village, in South Banawa of South Donggala Regency. Sample collection was done around cattle cage throughout the night between 18:00 to 6:00. The capture period was 15 minutes oh each, and it was done in every hour. The collection was done by using an aspirator and the sampel was stored in paper cup prior covered by gauze pads. Morphological identification of samples was performed at Entomology Laboratory, Vector Borne Disease Research and Development Unit Donggala. Identification was done based on Oconnor and Soepanto (1981). Analysis of genetic was done by RAPD-PCR method. Morphological identification found that there were three (3) species of mosquitoes from the two (2) sites, namely An. tesselatus, An. subpictus, and An. vagus. The highest spesies diversity index obtained in the Lalombi village with H = 1,07 and the lowest value in the Labuan village with a value of  H = 0,33. RAPD analysis showed that there were similarity on DNA amplification band patterns on An. tesselatus from the village of Labuan  and it from  Lalombi. But interestingly, there were different on DNA amplification pattern of An. vagus from these two sites.  This  results indicating that the there was genetic variation on An. vagus from these two different villages, even though its have similarity in morphological characters.

Longhorn beetle (Coleoptera: Cerambycidae) in Enclave Area, Lore Lindu National Park, Central Sulawesi

Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai kumbang antena panjang di area Enclave Taman Nasional Lore Lindu pada bulan Desember 2013 sampai Mei 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kumbang antena panjang di perkebunan kakao dan kopi, area Enclave Taman Nasional Lore Lindu, serta distribusi, tambuhan inang dan habitatnya. Koleksi kumbang antena panjang menggunakan perangkap Artocarpus trap. Terdapat 6 species kumbang antena panjang yang ditemukan di perkebunan kakao dan kopi, yaitu Gnoma pulverea, Acalolepta celebensis, A. fasciata, A. montana, A. rusticatrix, and Epepeotes plorator celebensis

Studi Keanekaragaman Nyamuk Anopheles spp. Pada Kandang Ternak Sapi Di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah

Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Number 3 (December 2015)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.159 KB)

Abstract

Informasi jenis nyamuk Anopheles spp. masih kurang dilaporkan di kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan ciri-ciri morfologi nyamuk Anopheles spp. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2015 di 5 kelurahan di kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari metode survei untuk menentukan lokasi penangkapan dan metode deskriptif untuk menentukan ciri-ciri morfologi Anopheles spp. Pengoleksian sampel dilakukan setiap jam sepanjang malam pada pukul 21.00-05.00 dengan lama penangkapan 45 menit di sekitar kandang ternak sapi di 5 kelurahan di Kota Palu. Parameter yang diamati meliputi, suhu dan kelembaban udara. Identifikasi morfologi sampel dilakukan di Laboratorium Biologi F-MIPA Universitas Tadulako dengan menggunakan kunci determinasi nyamuk O’Connor dan Soepanto (1999). Analisis data menggunakan program Paleontological Statistic versi 2.17c. Hasil identifikasi didapatkan 4 spesies yaitu Anopheles barbirostris, Anopheles indefinitus, Anopheles ludlowae, Anopheles maculatus dari 2 subgenus dengan jumlah 59 individu. Indeks Keanekaragaman (Hʹ) tertinggi diperoleh dengan nilai Hʹ = 0,69 pada pukul 22.00 dan indeks kemerataan (E) tertinggi dengan nilai E = 1,0 pada pukul 22.00, 23.00 dan 05.00.

Inventarisasi Udang Air Tawar Genus Caridina Di Sungai Poboya Palu, Sulawesi Tengah

Online Journal of Natural Science FMIPA Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Number 1 (March 2016)
Publisher : Online Journal of Natural Science FMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.23 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisir spesies udang air tawar genusCaridina disungai Poboya,Palu, Sulawesi Tengah.Koleksi dilakukan menggunakan jaring tangan, dan tangan kosong. Hasil identifikasi sampel di Laboratorium Biologi Dasar Universitas Tadulako menunjukan bahwa terdapat tiga spesies udang air tawar genusCaridina diSungai Poboya, yaitu Caridina sulawesi Cai & Ng, 2009, Caridina laoagensis Blanco, 1939, dan Caridina villadolidi Blanco, 1939. Berdasarkan siklus hidupnya, Caridinasulawesi merupakan spesies udang air tawar yang bersifat land lock species (tidak membutuhkan air payau/air laut), sedangkan spesies Caridina laoagensisdan Caridinavilladolidi masih membutuhkan air payau/air laut dalam menyelesaikan proses siklus hidupnya. Saat ini kondisi lingkungan Sungai Poboya sangat memprihatinkan, karena debit air yang mulai berkurang dan daerah resapan semakin luas, disebabkan oleh tingkat eksploitasi sungai yang sangat tinggi.Hal tersebut mengakibatkan air sungai tidak mengalir sampai ke laut secara kontinyu sehingga dapat mengancam kelangsungan hidup udang air tawar spesies Caridina laoagensis dan Caridina villadolidi, karena dapat mengurangi bahkan menghilangkan akses telur Caridina untuk mencapai air payau/air laut. Apabilakondisi ini terus terjadi dan kedua spesies tersebut tidak mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang ada, maka dalam jangka panjang, kedua spesies Caridinaini dikhawatirkan akan terancam punah dari Sungai Poboya untuk selamanya.

Keanekaragaman Hymenoptera pada Kebun Kakao di Lembah Napu, Sulawesi Tengah, Indonesia

Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Number 3 (December 2016)
Publisher : UNIVERSITAS TADULAKO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.728 KB)

Abstract

Salah satu daerah di Indonesia yang menjadi sentra produksi kakao nasional adalah Sulawesi. Peningkatan produktivitas kakao berfokus pada pengendalian hama dan penyakit, optimalisasi penerapan teknologi budidaya, penggunaan jenis tanaman tertentu atau peremajaan tanaman yang telah tua, namun belum mempertimbangkan agen yang membantu dalam proses penyerbukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis lebah pada kebun kakao di Lembah Napu, Sulawesi Tengah. Koleksi Hymenoptera dilakukan pada siang dan malam hari menggunakan sweep net dan light trap. Ditemukan sebanyak 4 spesies Hymenoptera yang termasuk dalam 2 famili yaitu Apis cerana., Apis dorsata, Ceratina sp., Champsomeris sp. Kelimpahan individu tertinggi di plot 2 yaitu 53 individu (49.07%), diikuti plot 1 yaitu 37 individu (34.26%) dan plot 3 dengan kelimpahan terendah yaitu 18 individu (16.67%). Keanekaragaman serangga tertinggi di Plot 2 yaitu H=1.19, diikuti plot 1 yaitu H=1.12 dan plot 3 dengan nilai terendah H=0.98. Kemerataan serangga tertinggi di plot 3 dengan nilai E=0.34, diikuti plot 1 dengan nilai E=0.31, dan plot 2 dengan nilai terendah E=0,30. Lebah yang memiliki ukuran tubuh kecil yaitu Ceratina sp. dengan ukuran 8-10 mm. Namun dari segi perilaku kunjungan, Ceratina sp. tidak mengunjungi bunga kakao, sehingga lebah tersebut belum dapat disimpulkan sebagai lebah penyerbuk kakao yang potensial, meskipun memiliki ukuran yang kecil.

Keanekaragaman Kumbang Antena Panjang (Coleoptera: Cerambycidae) pada Beberapa Perkebunan di Polokarto, Jawa Tengah

Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Number 1 (March 2017)
Publisher : UNIVERSITAS TADULAKO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.712 KB)

Abstract

Kumbang antena panjang merupakan serangga penting dalam ekosistem karena ketergantungannya pada sumber makanan di berbagai spesies tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kumbang antena panjang pada berbagai perkebunan di Polokarto, Jawa Tengah. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan perangkap cabang tumbuhan nangka (Artocarpus trap). Sebanyak 409 individu terkoleksi, terdiri dari 4 tribe, 5 genus dan 10 spesies. Spesies yang paling melimpah disetiap habitat adalah Sybra alternans (163 individu), kemudian diikuti oleh Pterolophia melanura (96 individu). Keanekaragaman tertinggi pada habitat kebun campuran (H= 1,846) kemudian diikuti pada kebun tebu (H= 1,723) dan paling rendah pada kebun jati (H= 1,51). Kesamaan komunitas berdasarkan indeks kesamaan Bray-Curtis, tertinggi antara habitat kebun campuran – kebun jati (0,795).

Karakteristik Spermatozoa Beberapa Spesies Kura-Kura (Testudinata) di Sulawesi Tengah

Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 7, No 1 (2018): Volume 7 Number 1 (March 2018)
Publisher : UNIVERSITAS TADULAKO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.276 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sperma Cuora amboinensis dan dua spesies kura-kura endemik Sulawesi,Leucocephalon yuwonoi dan Indotestudo forstenii. Sperma dikoleksi menggunakan teknik maserasi pada bagian cauda epididimis.Pengamatanmakroskopis meliputi pemeriksaan warna, pH dan konsistensi, serta pemeriksaan mikroskopis meliputi, motilitas, morfologi, morfometri dan konsentrasi sperma.Hasil pengamatanmakroskopis pada sperma C. amboinensis yakni sperma berwarna putih, pH 6 dan konsistensi agak kental, sperma L. yuwonoi berwarna krem, pH 7 dan konsistensi agak kental sedangkan sperma I. forstenii berwarna putih susu, pH 7 dan konsistensi kental. Hasilpemeriksaan mikroskopis menunjukan bahwa motilitas sperma tertinggi adalah sampel dari I. forstenii,yakni 39,18 %. Morfologi kepala sperma pada ketiga spesies kura-kura berbentuk vermiform dan terdapat butiran sitoplasma pada midpiece. Abnormalitas tertinggi ditemukan pada spermaL. yuwonoi yaitu 60,80% . Konsentrasi sperma tertinggi adalah pada sampel dariI. forstenii, sebesar ± 1,52 × 108 sel/ml. Morfometri sperma C.amboinensismemiliki panjang35,2 μm, sperma L. yuwonoi memiliki panjang 35,8 μm, sedangkan sperma I. forstenii dengan panjang16,2μm

Preferensi Habitat Cacing Tanah (Oligochaeta) di Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah

Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Number 3 (December 2016)
Publisher : UNIVERSITAS TADULAKO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.512 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi habitat cacing tanah di Batui Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. Metode yang dilakukan untuk penentuan lokasi dalam pengambilan sampel yaitu purposive randomize sampling dengan melihat casting (kotoran cacing tanah), permukaan tanah yang lembab dan luas tutupan tajuk tanaman. Pengambilan sampel dilakukan pada 4 penggunaan lahan yaitu pekarangan rumah, perkebunan kelapa sawit, kebun kakao dan hutan sekunder. Pengambilan sampel menggunakan cangkul, dengan luasan permukaan tanah ukuran 25 x 25 cm. Tanah digali pada tingkat kedalaman 0 – 30 cm. Spesimen diawetkan di Laboratorium Zoologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tadulako yang diidentifikasi berdasarkan Easton (1979). Cacing tanah yang teridentifikasi tergolong ke dalam genus Planapheretima terdapat pada preferensi habitat pekarangan rumah sebanyak 7 individu dari 11 jumlah individu yang terbagi atas Planapheretima sp1, Planapheretima sp2 dan Planapheretima sp3. Empat individu lainnya di pekarangan rumah tidak dapat diidentifikasi begitu pula dengan cacing tanah yang ditemukan pada lokasi perkebunan kelapa sawit (15 individu), kebun kakao (10 individu) dan hutan sekunder (14 individu) karena masih dalam tahap juvenil.

Karakteristik Sarang Tarsius wallacei di Lebanu, Sigi, Sulawesi Tengah

Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Number 3 (December 2017)
Publisher : UNIVERSITAS TADULAKO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.962 KB)

Abstract

Tarsius wallacei Merker et al., 2010 adalah primata endemik Sulawesi yang penyebarannya terbatas di Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sarang T. wallacei di habitat alaminya di Lebanu, Sigi, Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode observasi dengan variable utama berupa jenis pohon sarang, bentuk sarang, lingkaran pohon dan serta suhu dan kelembaban sarang, sedangkan variabel penunjang berupa vegetasi di sekitar sarang. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa sarang T. wallacei di Desa Lebanu adalah pohon Ficus spp dengan karakter pohon berongga, relatif gelap dan memiliki akar gantung yang banyak. Ketinggian sarang dari permukaan tanah bervariasi  antara 4 m sampai 7 m. Suhu sarang tarsius pada pagi hari berkisar antara 23,120C-24,120C dan pada malam hari berkisar antara 24,960C–25,160C sedangkan kelembaban berkisar antara 86%-90,2% pada pagi hari dan 80,8%-81% pada malam hari. Jenis tumbuhan di sekitar sarang tarsius di dominasi oleh Leea indica dari Famili Vitaceae.

nventarisasi Jenis-Jenis Nyamuk Di Desa Alindau, Donggala, Sulawesi Tengah

Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Number 3 (December 2017)
Publisher : UNIVERSITAS TADULAKO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.713 KB)

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis nyamuk yang terdapat di Desa Alindau Kecamatan Sindue Tobata Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah. Koleksi sampel dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2015menggunakan metode landing collection technique. Lokasi sampling dibagi menjadi 4 habitat yang berbeda yaitu sawah, kebun, pantai dan pemukiman yang berada di Desa Alindau.Berdasarkan koleksi spesimen nyamuk sebanyak 232 individu, diperoleh 11 jenis yang tergolong kedalam 4 genus yaitu Aedes, Anopheles, Armigeres, dan Culex. Genus Aedesyang ditemukan terdiri dari 2 spesies yaitu Ae.albopictusdanAe.vexans sedangkangenus Anopheles sebanyak 3 spesies yaitu Anopheles indefinitus, An. peditaeniatus, dan An. vagus. Genus Armigeres ditemukan sebanyak 2 spesies yaitu Ar. kuchingensis dan Ar. subalbatus dan genus yang anggotanya paling banyak ditemukan adalah genus Culex sebanyak 4 jenis yaitu Cx. gellidus, Cx. hutchinsoni, Cx. qunquefasciatus dan Cx. vishnui.