Amir Fadhilah
Staf Pengajar Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

STRUKTUR DAN POLA KEPEMIMPINAN KYAI DALAM PESANTREN DI JAWA Fadhilah, Amir
Hunafa: Jurnal Studia Islamika Vol 8, No 1 (2011): Pendidikan Islam
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The world of pesantren and the Islamic clerics’  charisma  is one of the interesting phenomena to be studied. The style of clerics’ life and religious students  is so great that it makes Islamic boarding  school posess a multi-dimensional  function: The Kyais not only are not only required as priests in religious  ceremonies  and rituals , but also often  required her presence  to  resolve  the case or the difficulties  that  befall  the community. In this context,  the role of the Islamic clerics  is increasingly rooted  in the community when their presences  are believed  to bring fortune. The existence of  structures  and patterns of  authority  (leadership) clerics  in the Islamic  world  remain  sustainable,  because  the Islamic clerics  have  internal social nets  (among  the religious schools)  and   external  social netwoeks (with  the world   outside  pesantren),  includes  genealogical  network,  ideological network,  intellectual  network, theological  network, and spiritual network.Kata Kunci: pola kepemimpinan kyai, pesantren, kharismatik dan jaringan
KEARIFAN LOKAL DALAM MEMBENTUK BUDAYA PANGAN LOKAL KOMUNITAS MOLAMAHU PULUBALA GORONTALO Fadhilah, Amir
AL-TURATS Vol 19, No 1 (2013): Al-Turats Januari 2013
Publisher : AL-TURATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1692/497

Abstract

The perspective of culture considers food not only as a physiological and biological aspect of human  but also includes it in a food culture system. Food culture system includes how food is produced, distributed and consumed. It also implicitly tells how the people tries to fulfill their need of food, social and cultural aspect in order to preserve their life, as a family and society. The culinary tradition which based on local food is a form of local genius as a description of how people lives in many patterns. These patterns present collective identity in concepting food as social function.
BUDAYA PANGAN ANAK SINGKONG DALAM HIMPITAN MODERNISASI PANGAN: Eksistensi Tradisi Kuliner Rasi (Beras Singkong) Komunitas Kampung Adat Cireundeu Leuwi Gajah Cimahi Selatan Jawa Barat Fadhilah, Amir
AL-TURATS Vol 20, No 1 (2014): Al-Turats Januari 2014
Publisher : AL-TURATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1692/1056

Abstract

Perspektif budaya memandang makanan bukanlah sesuatu yang dipandang semata-mata berhubungan dengan aspekfisiologis dan biologis manusia melainkan secara menyeluruh terserap dalam suatu sistem budaya pangan. Sistembudaya pangan (makanan) mencakup kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi makanan yang di dalamnya tersiratpemenuhan kebutuhan manusia- -primer, sosial, dan budaya dalam rangka melangsungkan kehidupan dan meningkatkankesejahteraan diri, keluarga, dan masyarakatnya, Tradisi kuliner berbasis pangan lokal merupakan bentuk kearifan localsebagai gambaran pola-pola hidup masyarakat yang mampu menghadirkan identitas kolektivitas dan representasi sosialbudaya dalam mengkonsepkan makanan, fungsi sosial makanan di tengah-tengah himpitan dan pengaruh modernisasipangan dari budaya luar.
Kearifan Lokal dalam Membentuk Daya Pangan Lokal Komunitas Molamahu Pulubala Gorontalo Fadhilah, Amir
Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas
Publisher : Faculty of Adab and Humanities, Islamic State University Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/al-turas.v19i1.3696

Abstract

Abstrak Perspektif budaya memandang makanan bukanlah sesuatu yang dipandang semata-mata berhubungan dengan aspek fisiologis dan biologis manusia melainkan secara menyeluruh terserap dalam suatu sistem budaya pangan. Sistem budaya pangan (makanan) mencakup kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi makanan yang di dalamnya tersirat pemenuhan kebutuhan manusia- -primer, sosial, dan budaya dalam rangka melangsungkan kehidupan dan  meningkatkan kesejahteraan diri, keluarga, dan masyarakatnya. Tradisi kuliner berbasis pangan lokal merupakan bentuk kearifan local sebagai gambaran pola-pola hidup masyarakat yang mampu menghadirkan identitas kolektivitas dan representasi sosial budaya dalam mengkonsepkan makanan, fungsi sosial makanan. ---Abstract The persepective of culture considers food not only as a physicological and biologial aspect of human  but also includes it in a food culture system. Food culture system includes how food is produced, distributed and consumed. It also implicitly tells how the people tries to fulfill their need of food, social and cultural aspect in order to preserve their life, as a family and society. The culinary tradition which based on local food is a form of local genius as a description of how people lives in many patterns. These patterns present collective identity in concepting food as social funcion.
Media Sosial dalam Pembentukan Ketahanan Sosial Masyarakat Adat Kesepuhan Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Fadhilah, Amir
Buletin Al-Turas Vol 18, No 2 (2012): Buletin Al-Turas
Publisher : Faculty of Adab and Humanities, Islamic State University Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/al-turas.v18i2.4298

Abstract

Dalam file scan
Kearifan Lokal Dalam Membentuk Budaya Pangan Lokal Komunitas Molamahu Pulubala Gorontalo Fadhilah, Amir
Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas
Publisher : Faculty of Adab and Humanities, Islamic State University Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/al-turas.v19i1.4202

Abstract

Abstract: The perspective of cultire  considers food not only as a phsycological andbiological aspect of human but also includes it in a food culture system. Food cultresystem includes how food is produced, distrubted and consumed. It also imlicity tellshow the people tries to fulfill their need of food, social and cultural aspect inorde to preserve their life, as a family and society. The culinary tradition whichbased on local food is a form of local genius as a description of how people livesin many patterns. These patterns present collective identity in concepting food assoial function.
Budaya Pangan Anak Singkong dalam Himpitan Modernisasi Pangan : Eksistensi Tradisi Kuliner Rasi (Beras Singkong) Komunitas Kampung Adat Cireundeu Leuwi Gajah Cimahi Selatan Jawa Barat Fadhilah, Amir
Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas
Publisher : Faculty of Adab and Humanities, Islamic State University Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/al-turas.v20i1.3742

Abstract

Abstrak Perspektif budaya memandang makanan bukanlah sesuatu yang dipandang semata-mata berhubungan dengan aspek fisiologis dan biologis manusia melainkan secara menyeluruh terserap dalam suatu sistem budaya pangan. Sistem budaya pangan (makanan) mencakup kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi makanan yang di dalamnya tersirat pemenuhan kebutuhan manusia- -primer, sosial, dan budaya dalam rangka melangsungkan kehidupan dan meningkatkan kesejahteraan diri, keluarga, dan masyarakatnya, Tradisi kuliner berbasis pangan lokal merupakan bentuk kearifan local sebagai gambaran pola-pola hidup masyarakat yang mampu menghadirkan identitas kolektivitas dan representasi sosial budaya dalam mengkonsepkan makanan, fungsi sosial makanan di tengah-tengah himpitan dan pengaruh modernisasi pangan dari budaya luar. ---Abstract Perspective view of food culture is not something that is seen solely associated with physiological and biological aspects of humans but thoroughly absorbed in a system of food culture. Culture system of food (food) includes production, distribution, and consumption of food in it the fulfillment of human needs-implied-primary, social, and culture in order to sustain life and improve the well-being of self, family, and community, local food-based culinary tradition is forms of local knowledge as a picture of life patterns that can deliver a collective identity and social representation in conceptualizing food culture,  the social function  of food in the middle  of the crush and modernization of food from foreign cultures.
BUDAYA POLITIK KYAI DI PEDESAAN Fadhilah, Amir
ALQALAM Vol 24 No 1 (2007): January - April 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i1.1655

Abstract

Kyai pesantren di pedesaan memiliki tipologi yang bervariasi. Berdasarkan perannya, kyai pesantren di Kabupaten Pekalongan dapat dikategorikan ke dalam: kyai kitab, kyai spiritual (tarekat), kyai hikmah, kyai politik dan kyai advokatif. Bentuk dan orientasi aktivitas politik kyai dapat dibedakan menjadi tiga kategori, (1) budaya politik kyai pesantren parokial (apathies), menutup diri terhadap aktivitas politik dan sistem politik yang berlaku di masyarakat; (2) budaya politik kyai pesantren subyek (partisipan pasif), tidak menutup diri terhadap aktivitas politik, tetapi tidak berpartisipasi aktif; dan (3) budaya politik kyai pesantren partisipan, kyai pesantren berperan aktif dalam berbagai kegiatan politik. Studi ini menunjukkan bahwa budaya politik kyai pesantren beragam dan berubah-ubah menyesuaikan dengan kondisi yang ada disekitar lingkungannya.