Mochammad Facta
Program S1 Teknik Elektro, Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jln. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang, Indonesia

Published : 97 Documents
Articles

Progress in Artificial Intelligence Techniques: from Brain to Emotion Sutikno, Tole; Facta, Mochammad; Arab Markadeh, G.R.
TELKOMNIKA Telecommunication, Computing, Electronics and Control Vol 9, No 2: August 2011
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.774 KB)

Abstract

Pengaruh Pengaturan Intensitas Cahaya yang Berbeda Terhadap Kelimpahan Dunaliella sp. dan Oksigen Terlarut dengan Simulator TRIAC dan Mikrokontroller AT89S52 Facta, Mochammad; Zainuri, Muhammad; Sudjadi, Sudjadi; Emak, Sakti Pancar
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 11, No 2 (2006): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.064 KB)

Abstract

Energi matahari dibutuhkan oleh phytoplankton dilaut dalam proses fotosintesis. Laju fotosintesis akan meningkat bila intensitas cahaya meningkat dan menurun bila intensitas cahaya berkurang, sehingga cahaya berperan sebagai faktor pembatas utama dalam fotosintesis atau produktvitas primer. Penelitian ini dilakukan untuk pembuatan dan pengujian pengaturan intensitas cahaya lampu buatan untuk proses fotosintesis fitoplankton Dunaliella sp. Cahaya lampu diatur intensitasnya mengikuti pola cahaya matahari dengan panjang gelombang 0.4?m- 0.7?m menggunakan rangkaian konverter AC-AC. Konverter AC-AC tersebut menggunakan rangkaian TRIAC yang pemicuannya dikontrol dengan mikrokontroler AT89S52. Hasil pengujian menunjukkan bahwadari perlakuan siklus on-off (A), siklus 3 jam (B) dan siklus matahari buatan (C), menunjukkan bahwa respon fotosintesis yang paling bagus dan efisien adalah perlakuan dengan siklus matahari buatan (C)Kata kunci : Intensitas cahaya buatan, fitoplankton Dunaliella sp., microcontroller, AC-AC converterSun light intensity plays an important role to photosynthesis process in the sea water. The photosynthesis rates will be high when the light intensity is high and it will be down when the light intensity decreases.Therefore light play significant role as the limiting factor in primary productivity of photosynthesis. The research purpose is to provide the artificial lighting lamp for phytoplankton. (Dunaliella sp.) photosynthesis process. The lighting lamp intensity is controlled in order to be similar with sunlight intensity pattern that has wavelength 0.4 mm 0.8mm by using AC - AC converter circuit. The AC-AC converter uses TRIAC triggered by AT89S52 microcontroller. The experimental result indicates that the artificial lighting controller can be used to support phytoplankton photosynthesis process. This is indicated by the dissolved oxygen (DO) and the density of phytoplankton which tend to follow the pattern of the given lighting intensity.Key words: artificial lighting, phytoplankton Dunaliella sp., microcontroller, AC-AC Converter
INVERTER MULTI LEVEL TIPE JEMBATAN SATU FASA TIGA TINGKAT DENGAN MIKROKONTROLER AT89S51 A. Warsito, A. Warsito; M. Facta, M. Facta; Aptono. T.Y, Aptono. T.Y
TEKNIK Volume 28, Nomor 2, Tahun 2007
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2444.979 KB)

Abstract

Inverter is a power electronics circuit which is used to convert DC voltage and current to AC voltage andcurrent. In conventional inverter, most commonly used, only has three level voltage, those are +Vdc, -Vdc,and zero. Meanwhile both square inverters and SWPM inverter has big harmonic distortion. In SPWMinverter scheme, high frequency switching must be used to minimize total harmonic distortion (THD). Multilevel inverter is a type of inverter that has more than one level of voltage and current output.The major advantages of multi level inverters are a good voltage waveform, small harmonic dirtortion,switching component operated under low frequency, and it can supply a big power.This paper will discuse the construction of single phase three level multi level inverters, hardware testinginclude output waveform THD, and the comparisson of multilevel inverter with other conventional invertersscheme suc as PWM inverters modulation, and square waveform inverter. Atmel’s AT89S51 microcontrollerused to control switching scheme in this multi level inverter. By this power electronic circuit, it is expected alow cost and reliable multi level inverters prototipe.
PERBANDINGAN TEGANGAN TEMBUS MEDIA ISOLASI UDARA DAN MEDIA ISOLASI MINYAK TRAFO MENGGUNAKAN ELEKTRODA BIDANG-BIDANG Syakur, Abdul; Facta, Mochammad
TRANSMISI Vol 7, No 2 (2005): TRANSMISI
Publisher : TRANSMISI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi memiliki peranan yang sangat penting dalam sistem tenaga listrik. Isolasi sangat diperlukan untuk memisahkan dua atau lebih penghantar listrik yang bertegangan sehingga antara penghantar-penghantar tersebut tidak terjadi lompatan listrik atau percikan. Bahan isolasi akan mengalami pelepasan muatan yang merupakan bentuk kegagalan listrik apabila tegangan yang diterapkan melampaui kekuatan isolasinya. Kegagalan yang terjadi pada saat peralatan sedang beroperasi bisa menyebabkan kerusakan alat sehingga kontinuitas sistem terganggu. Udara merupakan bahan isolasi yang banyak digunakan pada peralatan tegangan tinggi misalnya pada arrester sela batang yang terpasang di saluran transmisi, selain itu udara juga digunakan sebagai media peredam busur api pada pemutus tenaga (CB = Circuit Breaker). Sementara bahan isolasi cair banyak digunakan sebagai isolasi dan pendingin pada trafo karena memiliki kekuatan isolasi lebih tinggi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai tegangan tembus yang terjadi pada media isolasi udara dan minyak cenderung meningkat seiring pertambahanjarak sela. Selain itu juga dilakukan pengujian pada minyak bekas dan minyak baru. Hasil pengujian menunjukkan tegangan tembus pada minyak baru lebih tinggi daripada minyak bekas dan tegangan tembus isolasi udara lebih kecil daripada tegangan tembus minyak.Kata kunci : isolasi udara, isolasi minyak
PENGEREMAN DINAMIK PADA MOTOR INDUKSI TIGA FASA Warsito, Agung; Facta, Mochammad; B P, M Anantha
TRANSMISI Vol 8, No 1 (2006): TRANSMISI
Publisher : TRANSMISI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.502 KB)

Abstract

Motor induksi tiga fasa banyak digunakan oleh dunia industri karena memiliki beberapa keuntungan antara lain motor ini sederhana, murah dan mudah pemeliharaannya. Pada penggunaan motor induksi sering dibutuhkan proses menghentikan putaran motor dengan cepat, terutama aplikasi untuk konveyor. Untuk menghentikan putaran rotor, torsi pengereman diperlukan yang dapat dihasilkan secara mekanik maupun secara elektrik.Pengereman untuk menghentikan putaran motor induksi dapat dirancang secara dinamik,yaitu sistem pengereman yang dilakukan dengan membuat medan magnetik motor stasioner.Keadaan tersebut dilaksanakan dengan menginjeksikan arus DC pada kumparan stator motor induksi tiga fasa setelah hubungan kumparan stator dilepaskan dari sumber tegangan suplai AC. Metode pengereman dinamik memiliki keuntungan antara lain kemudahan pengaturan kecepatan pengereman terhadap motor induksi tiga fasa dan kerugian mekanis dapat dikurangi. Dengan mengaplikasikan pengereman dinamik pada motor induksi tiga fasa didapatkan hasil proses menghentikan putaran motor induksi lebih cepat dibandingkan tanpa pengereman dinamik
Suplai DC Terpisah untuk Multilevel Inverter Satu Fase Tiga Tingkat Menggunakan Buck Converter Warsito, Agung; Facta, Mochammad; A.W., Donny
TRANSMISI Vol 10, No 1 (2008): TRANSMISI
Publisher : TRANSMISI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.627 KB)

Abstract

DC chopper or DC to DC converter is a power electronics circuit which convert DC voltage to desired variable DC voltage. This paper presents the making of DCChopper in Buck converter type which is used as separated DC power supply for one phase multilevel inverter in three level. This Buck converter produce variable voltage which can be adjusted by duty cycle control in order to meet one phase multilevel inverter need. Duty cycle is obtained by using pulse width modulation technique with constant  frequency range 2 kHz. This separated DC power supply is made from three Buck converter which is consist of three MOSFET as switching components. Triggering signal for MOSFET is produced and controlled by microcontroller AT89S51. This system is made in open loop with one phase multilevel inverter as the load. As a result, this DC chopper is able to supply multilevel inverter with duty cycle varitation for the first and third stage Buck converter is 20%  - 65%, and 50% - 95% for the seccond stage Buck converter.Key words:  buck converter, duty cycle, multi-level inverter, PWM, mikrokontroller
Inverter Multi Level Tipe Jembatan Satu Fasa Tiga Tingkat Dengan Mikrokontroler AT89S51 Yuwono, Eko Aptono Tri; Warsito, Agung; Facta, Mochammad
TRANSMISI Vol 13, No 4 (2011): TRANSMISI
Publisher : TRANSMISI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.101 KB)

Abstract

Inverter merupakan peralatan yang mengubah besaran lisrik searah (DC) menjadi besaran listrik bolak-balik (AC). Inverter pada umumnya hanya memiliki tiga level tegangan, yaitu +Vdc,-Vdc, dan nol. Inverter gelombang kotak maupun inverter SPWM mempunyai distorsi harmonisa yang cukup besar. Pada inverter SPWM, untuk menekan nilai distorsi harmonisa harus menggunakan frekuensi switching yang tinggi. Inverter multi level merupakan jenis inverter yang dapat menghasilkan beberapa level tegangan maupun arus. Inverter multi level pada prinsipnya merupakan susunan beberapa inverter yang dirangkai secara bertingkat atau cascade. Kelebihan utama inverter jenis ini adalah bentuk gelombang tegangan yang baik, menghasilkan distorsi harmonisa yang kecil, komponen switching bekerja pada frekuensi yang rendah, dan dapat menangani daya besar. Pada tugas akhir dirancang prototype inverter multi level tiga tingkat satu fasa, dengan kemampuan variabel frekuensi antara 25 Hz sampai 100 Hz dengan step 5 Hz. Output tegangan inverter multi level adalah resultan dari output tegangan inverter yang menyusunnya. THD inverter multi level jauh lebih kecil dibandingkan inverter SPWM maupun inverter kotak. Penambahan beban menyebabkan nilai THD bertambah, hal ini disebabkan karena terjadi pembagian beban yang tidak merata pada tiap inverter. Efisiensi inverter multi level pada tugas akhir ini berkisar antara 37% sampai 70%. Pengontrolan inverter multi level ini menggunakan mikrokontroler produksi atmel AT89S51. Keyword : inverter, inverter multi level, PWM, harmonisa, THD, mikrokontroler
PENGGUNAAN FEM (FINITE ELEMENT METHOD) DALAM MEMETAKAN MEDAN LISTRIK PADA PERMUKAAN ISOLATOR JENIS PIN DAN POST 20 KV SERTA UDARA DI SEKITARNYA Warsito, Agung; Facta, M.; Azmi, Safarul
TRANSMISI VOL 10, NO 4 (2008): TRANSMISI
Publisher : TRANSMISI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7425.223 KB)

Abstract

Abstract. Electric field is the area which still be influenced electricity from certain electric charge. Based on WHO recommendation in 1990, electric field limits which is allowed at public during 24 hours per day is 5 kV/m. Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) has big electric field intensity. Therefore, required a study to map the electric field and know the distance that a man is enabled to stay at that electric field limits. The analysis to map the electric field at this final report is by using the Finite Element Method GEM). FEM is a numerical method for solving problems of engineering and mathematical physics. The analysis is assist by using MATLAB 7.0.1 and ANSYS 9.0 as benchmarking prograrn. From the result of simulation, the transformation of electric mast construction at pin type insulator had an effect on the electric field intensity value only at the direction from middle position of conductor upward. The electric mast construction using post type insulator has bigger electric field intensity than the electric mast construction using pin type insulator if evaluated from the same distance. Keywords : electric field, finite element method, and distribution line
PERANCANGAN PEMBANGKIT TEGANGAN TINGGI IMSPULS UNTUK MENGURANGI JUMLAH BAKTERI PADA CAIRAN SUSU PERAH Purba, Irpan Logitra; Facta, Mochammad; Syakur, Abdul
TRANSIENT TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013
Publisher : TRANSIENT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.139 KB)

Abstract

Abstrak Susu merupakan salah satu bahan makanan yang dibutuhkan oleh tubuh.Susu memilik gizi yang tinggi karena mengandung protein, lemak, vitamin, mineral dan laktosa serta enzim-enzim Salah satu metode yang digunakan untuk sterilisasi susu yaitu dengan menggunakan metode Ultra High Temperature (UHT). susu disterilkan menggunakan Ultra High Temperature (UHT) yaitu dengan suhu berkisar 1350-1450Celcius. Tegangan tinggi impuls dibuat menggunakan cuk converter dan flyback converter akan diterapkan pada reaktor yang memiliki elektroda tidak seragam jarum(tembaga)-plat(stainless steel) yang saling berhadapan.  Hasil dari pengujian menunjukkan alat dapat menghasilkan tegangan tinggi impuls 3 sampai 7 kV. Energi yang dikonsumsi alat ini yaitu sangat kecil 42 watt/detik, tegangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan tegangan tinggi tidak memerlukan tegangan yang besar tetapi hanya membutuhkan tegangan rendah dan pada penelitian ini menggunakan tegangan maksimal 45volt untuk mendapatkan tegangan tinggi 7kV, variasi tegangan inputan yang digunakan untuk flyback converter diatur dengan cuk converter yaitu 10,70 volt, 16,96 volt, 20,30 volt, 26,61 volt, 32, 055  volt dengan masing masing dutycylce 20%, 27%, 31%, 37%, dan 42 %. Tegangan tinggi yang dihasilkan 3,76kvolt, 4kV, 5,20kV ,6kV dan 7,40kV. Tegangan tinggi yang dihasilkan mampu mengurangi jumlah bakteri dalam susu perah dan masih sesuai dengan standar SNI 2000 tentang jumlah bakteri di dalam susu. Kata Kunci : UHT,  sterilisasi susu, tegangan tinggi impuls,   Abstract Milk is one of the liquid food needed by our body and it has a high nutrient because it contains protein, fat, vitamins, minerals and lactose . One of method to sterilize milk Ultra High Ttemperature (UHT ) however the UHT carried out interval  1350-1450Celcius,can  decreased quality of milk... The high voltage impulses is created cause cuk converter and flyback converter that will be applied to reactor . The reactor has no uniform electrical field where electrode are constructed from cooper needle -stainless sreelt. Result of the test show that eqipment has capability  to generate high voltage impuls 3 and 7 kV and frekuensi from 4 and 7kHz.  The enegy is consumed by this equipmentcircuit is small normally 42 watt/s and it doesn’t need high voltage may  generate 7kV.Variation in input voltage flyback converter is set by cuk converter, through 10,70 volt, 16,96 volt, 20,30 volt, 26,61 volt, 32, 55  volt with each duty cycle 20%, 27%, 31%, 37% and 42%. The  high voltage output during sterilizatiom are 3,76kV, 4kV, 5,20kV, 6kV and 7,40kV. Proposed circuit  can reduce bacterial population in pure milk below the referenced standart SNI 2000 Keyword : UHT,  sterilization of milk, high voltage impulses
SIMULASI KINERJA INVERTER - RECTIFIER KELAS D – E BERBASIS PSIM Wibowo, Bayu Arie; Facta, Mochammad
TRANSIENT TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013
Publisher : TRANSIENT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.911 KB)

Abstract

Abstrak Konverter DC-DC merupakan salah satu jenis rangkaian elektronika daya yang berfungsi untuk mengkonversi tegangan masukan searah konstan menjadi tegangan keluaran searah yang dapat divariasikan berdasarkan perubahan duty cycle rangkaian kontrolnya. Rangkaian DC Chopper selama ini biasa dimanfaatkan untuk penyediaan tegangan keluaran DC yang bervariasi besarannya sesuai dengan permintaan beban. Meski demikian, penggunaan DC Chopper masih menyisakan kelemahan, yakni kurang sesuai ketika digunakan untuk mengkonversi DC bertegangan rendah ke tegangan yang lebih tinggi karena terlalu besarnya koefisien M (Vout/Vin), dengan nilai sekitar 18,3. Dampak dari itu adalah ketidakstabilan tegangan dan sulitnya membuat gelombang pemicuan dengan duty cycle mencapai 0,95. Pada penelitian ini, penulis mencoba menyajikan simulasi dan analisa rangkaian inverter rectifier kelas D-E dengan harapan dapat menjadi solusi atas kekurangan rangkaian DC Chopper, terutama saat digunakan untuk mengkonversi arus DC bertegangan rendah ke tegangan yang lebih tinggi. Simulasi dan analisa dilakukan menggunakan perangkat lunak PSIM 9.0, meliputi percobaan pengaturan tegangan tanpa menggunakan trafo, pengaturan pembebanan tanpa menggunakan trafo, pengaturan tegangan menggunakan trafo, serta pengaturan pembebanan menggunakan trafo, dengan parameter yang diamati berupa kualitas tegangan DC (ripple) dan efisiensi.Dari hasil pengujian menggunakan simulasi PSIM yang dirancang, efisiensi yang diperoleh sangat tinggi pada semua kondisi beban, berkisar antara 90,248 % - 99,995 %. Pengecualian terjadi saat nilai RL = 1,805 MΩ, yang efisiensinya hanya mencapai 68 % - 77 %. Nilai ripple dari gelombang keluaran pada semua percobaan juga sangat rendah, yang besarnya tidak lebih dari 1,2 %. Kata Kunci: Inverter, Rectifier, Kelas DE, PSIM Abstract DC-DC converter is a type of power electronics circuits that used to convert a constant DC input voltage to a variable DC output voltage based on duty cycle changes in the control circuit. Nowadays, DC Chopper is commonly used to supply DC output voltage that varies according to the load demand. However, the use of DC Chopper still has some weakness, which are less appropriate when used to convert a DC low-voltage to a higher DC voltage, because coefficient M (Vout / Vin) is too big that hover around 18.3. It causes voltage instability and difficulty of making trigger wave with duty cycle 0.95. In this research, the author tries to present the simulation and analysis of class D-E inverter rectifier. Hopefully this concepts of DC-DC converter can be a solution to the shortage of DC Chopper, especially when used to convert a DC low-voltage to a higher DC voltage. Simulation and analysis performed using PSIM 9.0 software which includes several experiments, such as voltage regulation without using a transformer, load regulation without using a transformer, voltage regulation using a transformer, as well as load regulation using a transformer, with the observed parameters such as the quality of DC voltage (ripple) and efficiency.From the test results using PSIM simulation designed, extremely high efficiency is obtained at all load conditions, ranging from 90.248% - 99.995%. An exception occurs when the value of RL = 1.805 MΩ, the efficiency is only reached 68% - 77%. Value of output voltage rippleon all experiments are also very low, which amount is not more than 1.2%. Keywords: Inverter, Rectifier, DE class, PSIM
Co-Authors A. Warsito A. Warsito Abdul Syakur Adam Kusuma Wardana Adhi Warsito Adhitya Sukma Wijaya Aditya Mahendra Aggie Brenda Vernandez, Aggie Brenda Agung Nugroho Agung Warsito Agustinus Danu N, Agustinus Danu Airlangga Avryansyah Akbar, Airlangga Avryansyah Akhmad Fauzi Alga Bagas Setiawan Alief Makmuri Hartono Alvian Dwi Hendrawan Anggit Suko Pandu, Anggit Suko Anggun Purnomo Anindita Singgih Pambudi, Anindita Singgih Aptono. T.Y Aptono. T.Y Ardian Trilaksono, Ardian Ardyono Priyadi Aris Triwiyatno Ayu Adinda Putri, Ayu Adinda Bambang Nugrahadi P, Bambang Nugrahadi Bambang Winardi Bayu Arie Wibowo Biyan Suhardianto, Biyan Daniswara Ardy Putra, Daniswara Ardy Dedy Brian Ericson, Dedy Brian Demas Dwiyan Wahyanto, Demas Dwiyan Dionisius Vidi Nugraha Donny A.W. Eflita Yohana Eko Aptono Tri Yuwono Eko Setiawan Faisal Aji Syafriarso, Faisal Aji Febrian Nugroho Winarto, Febrian Nugroho G.R. Arab Markadeh Galih Pinaryoga, Galih Gigih Mahartoto P Guskha, Vitra Yudarma Hendra Fadholi Adi Prabowo, Hendra Fadholi Hermawan Hermawan Hermawan Ilmanda Heru Pujiyatmoko Ibnu Salam, Ibnu Idreis Abdualgader Ilham Bayu Pratama Putra Irpan Logitra Purba Iwan Setiawan Johanes Nugroho Adhi Prakosa Joko Susilo Juli Setiawan, Juli Juningtyastuti Juningtyastuti Karnoto Karnoto Karnoto Karnoto Lutfi Lastiko Wibowo M Anantha B P M. Azamul Faiz Dinul Haq, M. Azamul Faiz Dinul M. Hasbi Hazmi B., M. Hasbi Mahadi Prasetyawan Marco Arief Juarsah, Marco Arief Maria Oktavia Fitriyani, Maria Oktavia Mauridhi Hery Purnomo Milzam Andali Lababan, Milzam Andali Mohamad Irfan Anshari, Mohamad Irfan Muhamad Hami Pradipta Muhammad Iklil, Muhammad Muhammad Yudi Nugroho, Muhammad Yudi Muhammad Zainuri Munawar Agus R Munawar Agus Riyadi Nugraha Luis Heriawan, Nugraha Luis Nugroho Utomo Nugroho, Muhammad Arief Okky Rusty Wibowo Pandita Margayu, Pandita Pradana, Byan Bagas Pramudya Nur Perdana Rahman, Tharek A. Ranisa Ranisa, Ranisa Razali Ngah Renaldo Marsal Reza Heryanto S, Reza Heryanto Ridlwan Zein W N Rismanto Arif Nugroho Rizky Patra Jay, Rizky Patra Safarul Azmi Sakti Pancar Emak Sandra Aditya Kurniawan Satrio Wibowo Setiyo Nugroho Sudjadi Sudjadi Suryo Sardi Atmojo, Suryo Sardi Susatyo Handoko Susilo, Nyoto Syauqie Candra Buana, Syauqie Candra Taruna Miftah Isnain, Taruna Miftah Tatas Ardhy Prihanto, Tatas Ardhy Taufik Ardian Ramadhana, Taufik Ardian Taufik Chemistryadha Wijaya Tedjo Sukmadi Tedjo Sukmadi Teguh Prakoso Tejo Sukmadi Tole Sutikno Tri Hutomo Wahyu Arief Nugroho Wahyu Prasetya, Wahyu Yuningtyastuti Yuningtyastuti Yusuf Dewantoro, Yusuf Zainal Salam Zolkafle Buntat