Articles

Found 6 Documents
Search

PENEMUAN KASUS MALARIA OLEH KADER DI DESA GUNTUR, KECAMATAN BENER, KABUPATEN PURWOREJO Utami, Basundari Sri; Marwoto, Harijani A.; Fachrudin, Fachrudin
Jurnal Ekologi Kesehatan Vol 7, No 1 Apr (2008)
Publisher : Jurnal Ekologi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/jek/article/view/1646

Abstract

The Role Of Cadre On Malaria Case Finding By Cadre In Guntur Village, Bener, Purworejo District.The village of Guntur, in Bener subdistrict, is the only one with high case incidence (HCI) among 27 villages in this area, with the annual parasite incidence (API) of 9,02 %oo in 2005. Since the active case finding done by Juru Malaria Desa (JMD) was abandoned in September 2005, an approach has been taken to overcome this situation, i.e. in October 2005, village malaria cadres ware given trainings to identify clinical malaria sign and symptoms, and also to make malaria blood smear from afinger prick. The case findings were reported to the health center, through a certain mechanism which had been developed before according to the village situation, parasitological confirmation done by microscopy examination, standard antimalaria treatment by species given to the positive cases. The study which was carried out from October 2005 to September 2006, shows that malaria case finding activity using village trained cadres could be developed properly in a remote area which is far from the access to the health facility. Eight point ninety four percent (8,94%) positive malaria cases were detected by cadre and 46,15% of the cases were import cases. As a guidance, the cadre used clinical and malaria symptoms as follows; fever (>37.5°C) with sweaty, chill, pale, nausea, vomit and muscle pain. Among that symptoms sweaty and vomit could differentiate the positive from negative cases, the presence of malaria trained cadre give a positive impact to case finding and treatment activity in this remote area.Keyword: malaria trained cadre, case finding activity
PHENOTYPIC AND GENOTYPIC PERFORMANCES OF BLACK TIGER SHRIMP, Penaeus monodon HAVING FAST GROWTH TRAITS Haryanti, Haryanti; Muzaki, Ahmad; Wardana, Ida Komang; Fachrudin, Fachrudin; Sembiring, Sari Budi Moria; Permana, I Gusti Ngurah
Indonesian Aquaculture Journal Vol 4, No 2 (2009): (December 2009)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.932 KB) | DOI: 10.15578/iaj.4.2.2009.101-108

Abstract

Shrimp breeding research focusing on fast growth traits is important to develop better phenotypic and genotypic characters of shrimp spawners. The aim of this research was to evaluate shrimp breeding technology to produce fry having fast growth traits. Selection was initiated from the breeding of wild shrimp spawners (F-0) based on full sib mating, probiotics, biosecurity, and viral diseases diagnosis. Viral disease diagnoses were performed using 7 viruses (TSV, WSSV, IHHNV, YHV, BP, MBV, and HPV) provided in the IQ-2000 kit. The result showed that 11 families of the first generation (F-1) shrimp were phenotypically varied (big, regular and small size). Number of fry from the first generation resulted from phenotypic selection that have fast growth trait ranged between 1.99% and 4.49% of the total fry population. Genotypic performance of the shrimp broodstock (F-0) and the first generation (F-1) showed different genetic variations. Heterozigosity values were 0.2872±0.0047 (female) and 0.5487±0.0103 (male) for shrimp broodstock (F-0), 0.704±0.0261 for the first generation (F-1) having fast growth trait, and 0.6224±0.023 for F-1 having slow growth. Gene markers of fast growth trait were indicated by the genes with molecular weights of 1,025; 1,280; and 1,325 basepairs and having different DNA sequences compared to that of slow growth shrimp.
PENGGUNAAN GEN PENYANDI TUMBUH CEPAT DALAM PRODUKSI BENIH UDANG WINDU Penaeus monodon Haryanti, Haryanti; Mahardika, Ketut; Fachrudin, Fachrudin; Wardana, Ida Komang; Permana, I Gusti Ngurah; Sembiring, Sari Budi Moria
Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 3 (2012): (Desember 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1198.952 KB) | DOI: 10.15578/jra.7.3.2012.345-357

Abstract

Dalam upaya mengembalikan kesuksesan produksi udang windu P. monodon maka langkah perbaikan dan antisipasi mengatasi kegagalan terus dilakukan. Di antara kegagalan yang terjadi adalah penurunan sifat genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan gen penyandi tumbuh cepat pada benih udang windu yang diproduksi melalui pembenihan. Pembenihan menggunakan sistem yang mengaplikasikan biosecurity, probiotik, pakan alami, dan buatan. Ada 35 populasi benih F-1 (PL 12-15) yang dapat diproduksi dengan jumlah yang bervariasi. Gen penyandi tumbuh cepat yang telah diperoleh pada locus PmMS-11A dari mikrosatelit/SSRs (Simple Sequence Repeats), selanjutnya digunakan sebagai indikator tumbuh cepat pada benih-benih yang diproduksi melalui amplifikasi PCR dan dikonfirmasi dengan metode SSCP (Single Strand Confirmation Polyacrilamide). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa gen penyandi tumbuh cepat dapat ditunjukkan oleh locus PmMS11-A pada benih udang windu. Tingkat keakuratan gen penyandi tumbuh cepat tersebut pada benih udang windu turunan F-1 terekspresi pada allel 144 bp. Hal ini juga ditunjukkan keakurasian prediksi dari karakter fenotipnya setelah budidaya di tambak. Produk benih yang dihasilkan sebanyak 838.021 ekor (tumbuh cepat) dan kontrol 172.526 ekor.
GEN PENCIRI TUMBUH CEPAT SEBAGAI INDIKATOR SELEKSI PADA BENIH UDANG WINDU, Penaeus monodon Haryanti, Haryanti; Fachrudin, Fachrudin; Wardana, Ida Komang; Permana, I Gusti Ngurah; Mahardika, Ketut; Sembiring, Sari Budi Moria
Jurnal Riset Akuakultur Vol 7, No 2 (2012): (Agustus 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.771 KB) | DOI: 10.15578/jra.7.2.2012.181-193

Abstract

Di antara penyebab terjadinya kegagalan produksi udang windu, P. monodon selain penurunan kualitas lingkungan dan penyakit adalah penurunan sifat genetik. Salah satu metode yang diterapkan dalam perbaikan mutu genetik (pertumbuhan, ketahanan terhadap penyakit) adalah dengan mendapatkan gen pengontrol sifat tertentu. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gen penciri tumbuh cepat untuk indikator atau penyandi seleksi pada benih udang windu, P. monodon. Sebelas induk udang (F-0) menghasilkan benih dengan ukuran berbeda. Untuk mendapatkan gen penciri dilakukan analisis mikrosatelit/SSRs (Simple Sequence Repeats) dengan 13 primer (F/R) pada benih udang yang tumbuh cepat, sedang, dan lambat melalui sequencing. Konfirmasi adanya gen penciri yang digunakan sebagai indikator tumbuh cepat pada benih udang selanjutnya dianalisis dengan metode SSCP (Single Strand Confirmation Polyacrilamide). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa udang tumbuh cepat dapat disandi oleh locus PmMS11-A pada fragmen DNA dengan berat molekul 144 bp. Tingkat keakuratan penyandian gen tersebut pada benih tumbuh cepat sebesar 60%, sedangkan pada benih tumbuh sedang dan lambat masing-masing hanya 20%. Hasil sequencing mikrosatelit dan konfirmasi dengan analisis SCCP menunjukkan bahwa lokus PmMS-11A merupakan gen penciri untuk pertumbuhan cepat pada udang P. monodon.
STUDI PERENCANAAN SISTEM KONTROL DRAINAGE PUMP MENGGUNAKAN PLC PADA PLTA SUTAMI Supriadi, Supriadi; Setiawidayat, Sabar; Fachrudin, Fachrudin
SENTIA 2016 Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : SENTIA 2016

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.817 KB)

Abstract

PLTA Sutami merupakan salah satu unit yang mempunyai kapasitas daya 105MW yang terbesar di lingkunganpembangkitBrantas. Seiring dengan berkembangnya teknologi, revolusi dari alat-alat konvensional menjadi alat canggih mempunyai sensitifitas dan kehandalan tinggi. PLC Zelio SR2-B121-BD merupakan PLC kontroler yang dapat mengontrol suatu sistem secara otomatis dan MaxSonar EZ1 merupakan sensor level yang dapat mengukur air dalam suatu wadah. Dengan demikian perlu dirancang ulang system Drainage pump yang mampu menghindari suatu kesalahan yang dapatberesikotinggi, dimana dalam pengoperasiannya dapatdikendalikansecaraotomatisataupun manual. Berdasarkan hasil perancangan system drainage pump yang telah dirancang, kedua drain pumpOFF saat level air berada pada posisi 0cm-49cm, drain pump1 ON dan drain pump2 OFF saat level air berada pada posisi 50cm-69cm, kedua drain pump ON saat level air berada pada posisi 70cm-99cm, sedangkan keduadrain pumpdanindikatorwarning level ON saatlevel air beradapadaposisi 100cm. Selain itu pengujian ini menyatakan bahwa tegangan output sensor level yang dibutuhkan kontroler untuk menggerakkan pump adalah pada kisaran 0.225V– 0.425V.
Analisis Uji Peforma PATS Jenis LXC 150 Dengan Jarak Lubang Header Absorber ke Kaca Bagian Dalam 40 mm Jordan, Farhan; Fachrudin, Fachrudin; Nainggolan, Benhur
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jarak absorber dengan kaca bagian dalam terhadap panas yang dapat diserap oleh Solar Water Heater. Analisa ini adalah unjuk kerja Pemanas Air Tenaga Surya (PATS) disajikan oleh respon temperatur air dalam tangki terhadap efek termosifon, respon temperatur air tangki terhadap pemanas tambahan yang dikendalikan termostat, serta unjuk kolektor surya. Hail uji termosifon menunjukkan penurunan temperatur sebesar 10.4 % dari kisaran temperatur maksimum-minimumnya. Pada uji termostat, temperatur air dalam tangki mencapai nilai temperatur acuan dalam 2 jam, tetapi mengalami lonjakan (overshoot) selama 2 jam berikutnya. Sementara itu termostat menyalakan kembali pemanas listrik tambahan pada temperatur 4 4 oC - 5 oC dibawah angka acuan. Temperatur absorber dapat mencapai 78 oC pada radiasi matahari 974 W/m2 . Perhitungan berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan faktor rugi-rugi panas dalam tangki sebesar 0.77 W/m2 .K. Angka ini menyatakan bahwa unit yang diuji memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam SNI. Hasil test menunjukkan efisiensi rata-rata 44% dan Ulc Fp = 4.51. Berdasarkan pengujian ini maka PATS yang diuji dikategorikan sebagai Kelas IV berdasarkan standard SNI 04-3021-1992.