Euis Reni Yuslianti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH EKSTRAK ANTANAN (Centella asiatica) DIBANDINGKAN DENGAN IBUPROFEN TERHADAP KADAR HCL GASTER TIKUS Yudha Perwira Putra; Euis Reni Yuslianti
Insisiva Dental Journal Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Insisiva Dental Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan:  Ibuprofen merupakan salah satu obat anti inflamasi yang diketahui memiliki efek samping terhadap peningkatan kadar HCl lambung. Salah satu obat tradisional yang memiliki efek anti inflamasi adalah antanan (Centella asiatica). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak antanan dibandingkan dengan ibuprofen terhadap kadar HCl gaster tikus. Bahan dan Metode:  Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorik dengan 30 ekor tikus wistar jantan. Kelompok perlakuan terbagi atas kelompok yang diberi ektrak  antanan 20 mg/200 gr berat badan/oral, kelompok yang diberi ibuprofen 21,6 mg/200 gr berat badan/oral dan kelompok kontrol. Perlakuan diberikan selama 7 hari dan setelah pemberian perlakuan (hari ke-8), tikus dipuasakan selama 24 jam kemudian dilakukan pengangkatan lambung dan dilanjutkan dengan pengambilan getah lambung untuk mengetahui kadar pH dengan menggunakan metode pH meter serta metode titrasi.  Hasil dan Analisis:  Hasil penelitian didapatkan kelompok yang diberikan  ekstrak antanan (Centella asiatica) meningkatkan asam lambung dengan rata-rata  acidity  pH 1,15 sedangkan pada kelompok yang diberikan ibuprofen meningkatkan asam lambung dengan rata-rata acidity pH 1,06. Hasil analisis statistik menggunakan metode One Way ANOVA dan dilanjutkan uji lanjut Duncan (p ≤ 0.05) menunjukan bahwa ekstrak antanan dan ibuprofen mempunyai pengaruh terhadap penurunan kadar asam lambung (p =  0.00).  Kelompok perlakuan ibuprofen memberikan pengaruh yang berbeda dibandingkan dengan yang lainnya, sedangkan pada kelompok perlakuan  kontrol  memberikan pengaruh yang sama dengan kelompok perlakuan ekstrak  antanan. Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak antanan mempunyai pengaruh lebih rendah dibandingkan dengan pemberian ibuprofen dalam meningkatkan kadar HCl lambung tikus.   Kata kunci : antanan, ibuprofen, kadar HCl, pH  
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN GAMBIR (UNCARIA GAMBIR) DIBANDINGKAN DENGAN CHLORHEXIDINE GLUCONATE 0,2% TOPIKAL TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA MUKOSA PALATUM TIKUS GALUR WISTAR Dita Septiani; Euis Reni Yuslianti; Saskia Lenggogeni Nasroen
Dentika Dental Journal Vol 18 No 3 (2015): Dentika Dental Journal
Publisher : TALENTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.945 KB) | DOI: 10.32734/dentika.v18i3.1973

Abstract

Gambir (Uncaria gambir) digunakan masyarakat secara empiris dalam membantu penyembuhan luka karena memilikikemampuan antibakteri, antiinflamasi dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak etanol daungambir topikal terhadap penyembuhan luka mukosa palatum tikus galur wistar dibandingkan chlorhexidine gluconate0,2% ditinjau dari luas permukaan luka dan lama penyembuhan luka serta mengetahui dosis efektif ekstrak etanol daungambir secara topikal untuk penyembuhan luka optimal. Metode penelitian menggunakan rancangan penelitianeksperimental murni laboratoris bersifat analitik. Tikus dibagi acak menjadi tujuh kelompok yaitu kelompok kontrolnegatif, kelompok chlorexidine gluconate 0,2%, kelompok ekstrak etanol daun gambir dosis 1,75 mg, 3,5 mg, 7 mg, 14mg dan 28 mg. Luka diamati hari ke-0, 3, 7 dan 14. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun gambirberpengaruh terhadap penyembuhan luka berhubungan dengan kandungan daun gambir yaitu katekin, asamcathechutannat, quersetin, tanin, alkaloid, saponin dan gambiriin berperan sebagai antibakteri, antiinflamasi danantioksidan. Hasil tes statistik luas permukaan luka dengan uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai p=0,00 dan hasil tesstatistik efektivitas dosis dengan uji Friedman menunjukkan nilai p=0,00. Sebagai kesimpulan, ekstrak etanol daungambir dapat lebih cepat memperkecil luas dan lama penyembuhan luka dibandingkan chlorhexidine gluconate 0,2%serta didapatkan dosis efektif yaitu 28 mg.