Anna C. Erungan
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

Utilization of Karagenan and Chitosan in Kurisi (Nemipterus nematophorus) Fish Meat Ball Manufacturing by Cold Storage and Frozen Temperature Zahiruddin, Winarti; Erungan, Anna C.; Wiraswanti, Ira
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat potensial untuk memenuhi kebutuhan protein. Tetapi sifatnya yang mudah rusak menyebabkan ikan kurang diminati masyarakat, untuk itu perlu diupayakan pengolahan daging ikan menjadi produk yang dapat tahan lama. Salah satu produk olahan daging ikan adalah bakso yang disinggahi menggunakan pengawet sintetik. Oleh karena itu dilakukan usaha untuk mencari alternatif pengganti bahan pengawet sintetik dengan bahan pengawet alami yaitu kitosan dan karagenan. Penggunaan sodium tripolifosfat (STPP) dalam pembuatan bakso sudah dibatasi. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha untuk mengurangi penggunaan bahan kimia dan menggantinya dengan bahan alami yaitu karagenan. Konsentrasi kitosan yang digunakan yaitu 0%; 0,1% sedangkan konsentrasi karaginan yang digunakan yaitu 0%; 0,5% dan 1%. Perlakuan dengan konsentrasi kitosan 0,1% dan karagenan 0,5% lebih unggul dalam membentuk gel dan daya awet dengan dibandingkan perlakuan penambahan STPP 15%. Perlakuan tersebut umumnya memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan perlakuan penambahan STPP 0,15%. Analisis mikrobiologi bakso ikan yang dihasilkan masih di bawah SNI 01-3819-1995 selama penyimpanan 3 minggu pada suhu dingin, dan 8 minggu pada suhu beku. Nilai pH bakso ikan pada perlakuan ini selama penyimpanan suhu dingin dan beku mengalami penurunan (semakin asam).Kata kunci: bakso, karagenan, kitosan, kurisi
Analisis Pengambilan Keputusan Uji Organoleptik dengan Metode Multi Kriteria Erungan, Anna C.; Ibrahim, Bustami; Yudistira, Alvi Nur
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 8, No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode penilaian pangan yang menggunakan panca indera adalah penilaian organoleptik dan secara umum disebut uji sensori. Penilaian dengan indera tersebut, banyak digunakan untuk menilai mutu komoditas hasil pertanian termasuk perikanan dan bahan pangan. Data hasil uji organoleptik selama ini dianalisis secara statistik dengan menggunakan metode uji kualitatif. Hasil uji yang diperoleh hanya menunjukkan perbedaan pengaruh yang diberikan oleh masing-masing perlakuan. Dari berbagai perlakuan yang diberikan, uji statistik tidak dapat memperlihatkan perlakuan mana yang merupakan perlakuan terbaik atau perlakuan yang paling disenangi oleh panelis. Oleh karena itu, diperlukan suatu analisis data yang dapat membantu memecahkan permasalahan tersebut. Salah satu metode dengan kriteria jamak yang telah banyak dipakai adalah Proses Hirarki Analitik (PHA) yang dikembangkan oleh Thomas L Saaty. Metode ini dapat memecahkan permasalahan yang kompleks, dimana kriteria yang diambil cukup banyak. Pengolahan data organoleptik menggunakan PHA dilakukan dengan membandingkan data organoleptik antar-alternatif produk pada tiap parameter yang sama. Selain itu juga membandingkan data pembobotan antar parameter organoleptik. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan perkalian matriks dan dari hasil perkalian matriks tersebut akan diperoleh suatu urutan prioritas global dari seluruh produk berdasarkan pertimbangan seluruh parameter yang ada. Dari percobaan pengolahan data menggunakan PHA pada ikan kaleng diperoleh suatu urutan tingkat kesukaan terhadap masing-masing produk. Bahkan dalam dua ulangan yang dilakukan, penilaian akhir yang dihasilkan menunjukkan pola urutan yang sama.Keywords : hasil perikanan, uji organoleptik, metode multi kriteria
Biokinetic Parameter Values of Denitrification Process of Fishery Industrial Wastewater on Differentiated COD/TKN Ratios Ibrahim, Bustami; Erungan, Anna C.; Heriyanto, .
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian Fishery Industries has been developed very rapidly. This can cause negative effect such as increase in wastewater that involved highly organic substrates that will danger the environment. This effluent must be treated before flowed it to environment and usually treated by biological wastewater treatment through nitrification and denitrification process simultaneously using activated sludge. This study conducted denitrification process using activated sludge with treatment using different COD/TKN ratios which are 2.44, 2.96, and 3.26 and monitored in Hydraulic Retention Time (HRT) 4.5, 3.5, 2.5, 2.0, 1.5, 1.0, 0.75, 0.5 and 0.25 day. Result showed that for determining the biokinetic parameters such as Ks, Kno (Monod Constant saturated), Y (yield), kd (endogenous decay) also μm result for range of COD/TKN ratios 2.44–3.26 are 3.04 are 14.93–17.26 mg/lCOD, 1.21-1.60 mg/l NO3, 0.171-0.193 mg VSS/mg COD, 0.014-0.062 day-1 and 1.64–0.97 day-1. These biokinetic parameters can be used to improve the wastewater treatment plant.Keywords: activated sludge, biokinetic parameter, denitrification
Pemanfaatan Filtrat Taoge untuk Mereduksi Kadar Urea Ikan Cucut (Carcharinus sp) Erungan, Anna C.; Zahiruddin, Winarti; Diaseniari, .
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 8, No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan cucut merupakan ikan yang potensi produksinya cukup tinggi namun pemanfaatannya belum optimal. Terbatasnya pemanfaatan daging ikan cucut karena adanya sejumlah urea pada daging yang mudah terurai menjadi amoniak dan menimbulkan bau pesing, sehingga ikan ini kurang disukai konsumen. Pengurangan kadar urea pada daging dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan bahan alami, antara lain taoge yang didalamnya terdapat kandungan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas filtrat taoge dalam mereduksi kadar urea ikan cucut. Perlakuan yang digunakan adalah perendaman potongan daging ikan cucut pada filtrat taoge 20 ml, 40 ml, 60 ml, 80 ml, dan 100 ml dengan waktu perendaman 1, 2 dan 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filtrat taoge dapat digunakan untuk mereduksi kadar urea ikan cucut. Semakin tinggi volume perendam dan makin lama waktu perendaman kadar urea yang tereduksi semakin meningkat.Kata kunci: ikan cucut, saponin, taoge
Pengaruh Suhu dan Lama Pengovenan terhadap Karakteristik Cumi-Cumi (Loligo sp) Kertas Trilaksani, Wini; Erungan, Anna C.; Mardi, Satya
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cumi-cumi merupakan salah satu komoditas perikanan yang cukup penting setelah ikan dan udang, akan tetapi tidak semua jenis cumi-cumi disukai oleh masyarakat terutama yang berdaging liat dan tebal. Tekstur dan rasa yang khas serta kandungan protein yang cukup tinggi (15,6 gram / 100 gram) menjadikan cumi-cumi sangat potensial untuk dikembangkan sebagai produk olahan camilan yang bergizi. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh suhu dan lama pengovenan terhadap karakteristik mutu cumi-cumi kertas, mendapatkan cumi-cumi kertas yang di sukai dan mempunyai kadar air dan aw yang rendah sehingga mempunyai daya simpan (shelf life) yang lama. Dua perlakuan diberiakan pada penelitian ini yaitu suhu pengovenan (90, 100 dan 110)o C dan lama pengovenan (23, 35, dan 45) menit. Hasil pengamatan menunjukan bahwa produk mempunyai kadar air berkisar antara 2,70%-6,24% yang terendah yaitu produk dengan perlakuan pengovenan 110oC selama 30 menit. Nilai aw berkisar anatara 0,34-0,42, yang terendah pada produk dengan perlakuan pengovenan 110oC selama 25 menit. Hasil pengukuran nilai L (kecerahan) menunjukan bahwa perlakuan suhu mempengaruhi kecerahan produk, semakin tinggi suhu pengovenan menyebabkan semakin rendah nilai kecerahan produk. Semua perlakuan memberi pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadaf nilai a dan b sehingga warna produk cenderung sama kemerahan dan kekuninggan. Hasil uji organoleptik menunjukan produk yang paling disukai adalah produk yang di oven pada suhu 100oC selama 25 menit, dengan aw 0,4; kadar air 5,46%; protein 66,52%; lemak 6,11%;abu 5,16%;karbohidrat 16,75% dan garam 2,08%.Kata kunci: cumi-cumi, karakteristik, pengovenan, dan suhu.
Pemanfaatan Gracilaria sp. dalam Pembuatan Permen Jelly Salamah, Ella; Erungan, Anna C.; Retnowati, Yuni
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 9, No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu hasil perikanan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan menjadi sumber devisa nonmigas. Salah satu produk diversifikasinya yaitu produk permen jelly rumput laut dari jenis Gracilaria sp. Perlakuan pada penelitian ini yaitu penambahan rumput laut 35 %, 40 %, 45 % dan 50 %. Pada penentuan produk terbaik dengan menggunakan metode PHA, permen jelly dengan penambahan rumput laut 40 % terpilih menjadi produk yang terbaik dengan nilai kepentingan paling tinggi yaitu 27,4%. Karakteristik fisik dan kimia permen jelly rumput laut yang terbaik adalah sebagai berikut: kekerasan 587,5 gf; elastisitas 0,87; pH 4,50; aw 0,730; kadar air 12,90%, kadar abu 0,03% dan kadar gula total 64,23%. Untuk permen jelly pembanding adalah  sebagai berikut: kekerasan 1725 gf; elastisitas 0,88; pH 3,59, aw 6,676; kadar air 6,54%, kadar abu 0,02% dan kadar gula 65,24%. Berdasarkan standar mutu permen jelly, kadar air dan kadar abu memenuhi syarat mutu yang ditetapkan yaitu maksimal 20% dan 3%. Uji mikrobiologi terhadap permen jelly sampai pada akhir penyimpanan pada hari ke-21 masih dibawah 105 koloni/gram produk yaitu 8,7x102 koloni/gram produk. Penerimaan panelis dari awal sampai akhir penyimpanan berkisar antara agak suka sampai suka. Nutrisi yang dapat disumbangkan untuk memenuhi angka kecukupan gizi dengan mengkonsumsi permen jelly dengan takaran saji sebanyak 4 gram adalah protein 0,591%, lemak 0,005%, karbohidrat 1,049% dan energi 3,51 Kalori.Kata kunci: gracilaria, jelly
Design of the Prototype Instrument for Measuring Freshness of Fish Based on Resistance Subrata, I Dewa Made; Ibrahim, Bustani; Erungan, Anna C.; Tunas, Steven G.
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol 15, No 2 (2001): Buletin Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The freshness of the dead fish is very difficult to be known visually whereas the use of chemical analyses is not only time consuming but also is not readily available at for market. Therefore, it is considered necessary to find out a newmethod for that purpose. In this. research, a prototype instrument for measuring freshness of the dead fish was designed based on the fish electrical resistance. The sensor was made of a couple of steel wires with diameter of 0.5 mm. During measurement, the wires sensor was inserted into the fish body with the distance of 2 cm to each other. Result of the research showed linear relationship between dead fish freshness and its resistance. The linear relationship was also found between water content of the fish body and its resistance.
Pemanfaatan Gracilaria sp. dalam Pembuatan Permen Jelly Salamah, Ella; Erungan, Anna C.; Retnowati, Yuni
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 9, No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v9i1.1002

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu hasil perikanan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan menjadi sumber devisa nonmigas. Salah satu produk diversifikasinya yaitu produk permen jelly rumput laut dari jenis Gracilaria sp. Perlakuan pada penelitian ini yaitu penambahan rumput laut 35 %, 40 %, 45 % dan 50 %. Pada penentuan produk terbaik dengan menggunakan metode PHA, permen jelly dengan penambahan rumput laut 40 % terpilih menjadi produk yang terbaik dengan nilai kepentingan paling tinggi yaitu 27,4%. Karakteristik fisik dan kimia permen jelly rumput laut yang terbaik adalah sebagai berikut: kekerasan 587,5 gf; elastisitas 0,87; pH 4,50; aw 0,730; kadar air 12,90%, kadar abu 0,03% dan kadar gula total 64,23%. Untuk permen jelly pembanding adalah  sebagai berikut: kekerasan 1725 gf; elastisitas 0,88; pH 3,59, aw 6,676; kadar air 6,54%, kadar abu 0,02% dan kadar gula 65,24%. Berdasarkan standar mutu permen jelly, kadar air dan kadar abu memenuhi syarat mutu yang ditetapkan yaitu maksimal 20% dan 3%. Uji mikrobiologi terhadap permen jelly sampai pada akhir penyimpanan pada hari ke-21 masih dibawah 105 koloni/gram produk yaitu 8,7x102 koloni/gram produk. Penerimaan panelis dari awal sampai akhir penyimpanan berkisar antara agak suka sampai suka. Nutrisi yang dapat disumbangkan untuk memenuhi angka kecukupan gizi dengan mengkonsumsi permen jelly dengan takaran saji sebanyak 4 gram adalah protein 0,591%, lemak 0,005%, karbohidrat 1,049% dan energi 3,51 Kalori.Kata kunci: gracilaria, jelly
Design of the Prototype Instrument for Measuring Freshness of Fish Based on Resistance Subrata, I Dewa Made; Ibrahim, Bustani; Erungan, Anna C.; Tunas, Steven G.
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol 15, No 2 (2001): Buletin Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The freshness of the dead fish is very difficult to be known visually whereas the use of chemical analyses is not only time consuming but also is not readily available at for market. Therefore, it is considered necessary to find out a newmethod for that purpose. In this. research, a prototype instrument for measuring freshness of the dead fish was designed based on the fish electrical resistance. The sensor was made of a couple of steel wires with diameter of 0.5 mm. During measurement, the wires sensor was inserted into the fish body with the distance of 2 cm to each other. Result of the research showed linear relationship between dead fish freshness and its resistance. The linear relationship was also found between water content of the fish body and its resistance.
Biokinetic Parameter Values of Denitrification Process of Fishery Industrial Wastewater on Differentiated COD/TKN Ratios Ibrahim, Bustami; Erungan, Anna C.; Heriyanto, .
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v12i1.890

Abstract

Indonesian Fishery Industries has been developed very rapidly. This can cause negative effect such as increase in wastewater that involved highly organic substrates that will danger the environment. This effluent must be treated before flowed it to environment and usually treated by biological wastewater treatment through nitrification and denitrification process simultaneously using activated sludge. This study conducted denitrification process using activated sludge with treatment using different COD/TKN ratios which are 2.44, 2.96, and 3.26 and monitored in Hydraulic Retention Time (HRT) 4.5, 3.5, 2.5, 2.0, 1.5, 1.0, 0.75, 0.5 and 0.25 day. Result showed that for determining the biokinetic parameters such as Ks, Kno (Monod Constant saturated), Y (yield), kd (endogenous decay) also ?m result for range of COD/TKN ratios 2.44?3.26 are 3.04 are 14.93?17.26 mg/lCOD, 1.21-1.60 mg/l NO3, 0.171-0.193 mg VSS/mg COD, 0.014-0.062 day-1 and 1.64?0.97 day-1. These biokinetic parameters can be used to improve the wastewater treatment plant.Keywords: activated sludge, biokinetic parameter, denitrification