Erris Erris
Staf Pengajar Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Jambi

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN DEWASA Erris, Erris; Harahap, Irma
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 24, No 3 Sep (2014)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu penyebab menurunnya kuantitas dan kualitas spermatozoa adalah stres. Bising sebagai bentuk  stres  fisik  dan  psikologis  mengaktifkan  respon  sentral  dan  perifer  sistem  endokrin.  Aktivasi sistem endokrin sumbu Hipotalamus-Hipofisis-Adrenal melibatkan neurohormon corticotropin releasing hormon(CRH), CRH menuju gonadotrophin releasing hormon (GnRH)  dan  mengganggu  aktivitas kelenjar adenohipofise untuk menghasilkan folicle stimulating hormon(FSH) dan luteinizing hormon (LH), LH dan FSH yang menurun secara umum mengganggu proses spermatogenesis dan khususnya terhadap kuantitas dan kualitas spermatozoa. Penelitian ini adalah eksperimental dengan post test control  group  design.  Variabel  yang  diperiksa  meliputi  jumlah,  motilitas  dan  morfologi  spermatozoa. Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus putih jantan dewasa (Rattus norvegicus), yang terdiri dari 3 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol, perlakuan berdasarkan perbedaan intensitas bising yaitu 65 , 85 dan 105 dB yang diberikan setiap 8 jam/hari selama 48 hari (satu tahap spermatogenesis tikus). Hasil penelitian dianalisis dengan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna (p<0.05) terhadap kuantitas dan kualitas spermatozoa tikus putih jantan dewasa (Rattus norvegicus) meliputi jumlah, persentase motil dan morfologi spermatozoa. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terlihat kebisingan dengan intensitas 65-105 dB dapat menurunkan kuantitas dan kualitas spermatozoa. Disarankan untuk penelitian lebih lanjut agar dilihat juga pengaruh kebisingan dengan melakukan pemeriksan histologi pada sel leydig, sel sertoli dan pemeriksaan kadar hormon testosteron.Kata kunci : kualitas, kuantitas, spermatozoon, tikus putih, kebisingan.AbstractOne of causes in decreasing quantity and quality of spermatozoon is stress. Noise as the physical and pshycological stress is activating the central response and periphery endocrinal system. Activating the endocrinal system which is axis of Hypothalamus-Pituitary-Adrenal involve neurohormone, corticotropin releasing hormon (CRH). CRH through gonadotrophin releasing hormon (GnRH) and infere with activity of adenohypophyse to produce folicle stimulating hormon(FSH) and luteinizing hormon(LH). LH and FSH decreased commonly disrupt the process of spermatogenesis and especially to the quantity and quality of spermatozoon. This study is experiment with post test control group design. The variable examined include number, motility and morphology. It also use 24 adult white male mice (Rattus norvegicus), denaid  in  to  three  groups  of  treatment  and  1  group  of  control.  The  treatment  group  is based to the difference of intensity of 65, 85 and 105 dB is being given 8 hours per day for 48 days (one stage of mouse spermatogenesis). The result is analyzed by ANOVA test and further by Post-Hoc-Test (Bonferroni). The result show the significant differences (p<0,05) to quantity and quality of spermatozoon of adult white male mouse (Rattus norvegicus). This study showed that the noise by intensity of 65-105 dB can descrease quantity and quality of spermatozoon.Keywords : quality, quantity, spermatozoon, adult male white mouse, noise.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MILLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NIPAH PANJANG KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR TAHUN 2015 Erris, Erris
SCIENTIA JOURNAL Vol 4 No 3 (2015): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Millitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya tinggi. prevalensi diabetesmellitus di Indonesia meningkat dari tahun 2007 yakni sebesar 1,1% menjadi 2,1% pada tahun 2013.maka perlu adanya upaya untuk pencegahan penyakit tersebut. Untuk mencegah timbulnya kasus,masyarakat perlu mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian penyakit ini.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko kejadian DM di Wilayah Kerja Puskesmas NipahPanjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain study case-control. Pengambilansampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 76, terdiri dari38 kasus 38 dan 38 control. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas Nipah PanjangKabupaten Tanjung Jabung Timur 2015.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara usia ≥ 45 tahun dengan diabetesmelitus ( p value = 0,005,OR =4,4), ada hubungan antara obesitas dengan diabetes melitus ( p value= 0,018,OR = 3,5), ada hubungan antara pola makan dengan diabetes melitus ( p value = 0,011, OR=3,7 ).Ada hubungan antara usia ≥ 45 tahun, obesitas, dan pola makan terhadap kejadian DM. Diharapkanperan serta tenaga kesehatan, masyarakat untuk mengoptimalkan fungsi preventif dan promotifdalam upaya deteksi dini terhadap penyakit diabetes mellitus.
HUBUNGAN KONSUMSI AIR HUJAN DENGAN KARIES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUNGKAL V KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT TAHUN 2016 Erris, Erris; Rosiana, Rosiana
SCIENTIA JOURNAL Vol 6 No 1 (2017): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan prevalensi terjadinya karies aktif pada penduduk Indonesia dibandingkan tahun 2007lalu, yaitu dari 43,4 % (2007) menjadi 53,2 % (2013). Jumlah kasus karies pada tahun 2013 sebanyak 3.512 kasus. Tahun 2014 sebanyak 3.049 kasus dan meningkat pada tahun 2015 sebanyak 4.410 kasus. Kemudian untuk kasus karies pada tahun 2014 di Puskesmas Tungkal V sebesar 175 kasuskaries dan meningkat pada tahun 2015 sebesar 264 kasuskaries. Dengan demikian dapat dilihat darijumlah masyarakat yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Tungkal V yaitu sebanyak 8.537 jiwa makadapat disimpulkan terdapat 3,09 % masyarakat menderita karies. Dalam hal ini Puskesmas Tungkal Vberada di urutan kedua.Metodologi penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional yaitu suatu penelitiandimana variabel independen mempengaruhi variabel dependen. Populasi dalam penelitian iniadalahmasyarakat yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Tungkal V yaitu 1.647 orang dan jumlahsampel 43 orang dengan Teknik Stratified Random sampling dan penelitian ini menggunakan analisisunivariat dan bivariat.Hasil penelitian sebagian responden mengkonsumsi air hujan 29 ( 67,4 %) dan mengalami karies 24(55,8%). Hubungan konsumsi air hujan dengan karies dengan p-value 0,030 < 0,05 dengan karies diWilayah Kerja PuskesmasTungkal V Kabupaten Tanjung Jabung Barat.Saran penelitian diharapkan perlu diadakan sosialisasi kepada masyarakat tentang dampakmengkonsumsi air hujan sebagai air minum dan masyarakat dapat melakukan flouridasi melalui airminum serta perlu disampaikan kepada pemerintah setempat untuk memfasilitasi tersedianya airminum yang memenuhi kriteria.  
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN NYERI PINGGANG PADA PENGERAJIN BATIK TULIS DI KECAMATAN DANAU TELUK KOTA JAMBI TAHUN 2012 Erris, Erris
SCIENTIA JOURNAL Vol 2 No 1 (2013): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : SCIENTIA JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Depkes RI (2006-2008) mengenaikejadian penyakit akibat kerja pada tahun 2005-2007, tentang 10 penyakit akibat kerja.Berdasarkan 10 penyakit terbesar pada pekerja diketahui penyakit muskuloskeletal menempatipersentase terbesar. Hal ini terkait dengan faktor ergonomik seperti posisi yang salah,frekuensi, lama kerja, desain tempat kerja yang tidak sesuai. Tujuan penelitian untukmengetahui hubungan sikap tubuh, masa kerja, dan waktu istirahat dengan keluhan nyeripinggang pada pengerajin Batik Tulis di Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi Tahun 2012.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional study,dengan populasinya seluruh pengerajin yang bekerja pada bagian pelukisan batik diKecamatan Danau Teluk Kota Jambi Tahun 2012 periode Januari-April tahun 2012, denganjumlah sampel 63 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling, instrumentpenelitiannya berupa kuesioner, dengan uji Chi-square.Hasil penelitian didapat 42 (86,66%) responden, dengan sikap tubuh yang tidak ergonomismengalami nyeri pinggang. Masa kerja lama (≥ 2 tahun) yang mengalami nyeri pinggang adalah59 (93,65%) orang, 44 (69,84%) responden yang mengalami nyeri pinggang waktu istirahatnya≤ ½ jam setelah bekerja 4 jam.Adapun simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara nyeri pinggang dengansikap tubuh (p-value = 0,000), masa kerja (p-value = 0,020), dan waktu istirahat (p-value =0,000) dengan nyeri pinggang pada pengerajin batik tulis di Kecamatan Danau Teluk KotaJambi Tahun 2012.