Articles

Found 11 Documents
Search

Inhibitors Screening of β-lactamase Axinella Sponge Simbion Bacteria sp.

Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.415 KB)

Abstract

Salah satu jenis antibiotik yang umum digunakan dalam pengobatan adalah β-laktam. Saat ini terdapat banyak bakteri patogen pada manusia yang resisten terhadap antibiotik β-laktam. Bakteri patogen yang resisten terhadap antibiotik β-laktam adalah bakteri yang mampu memproduksi enzim β-laktamase. Tujuan penelitian ini adalah menapis produk alami inhibitor β-laktamase dari mikroorganisme simbion Axinella sp. Berdasarkan penelitian yang dilakukan sebelumnya, telah diisolasi dan diidentifikasi secara biokimia 7 isolat bakteri simbion sponge Axinella sp. Penapisan inhibitor β-laktamase dilakukan dengan metode agar difusi menggunakan bakteri target E.coli dan S.aureus resisten ampisilin koleksi Laboratorium Bioteknologi Hasil Perairan. Pengukuran resistensi terhadap E.coli dan S.aureus dilakukan pada konsentrasi ampisilin >32 μg/ml. Dari 7 isolat bakteri simbion yang ditapis secara intraseluler dan ekstraseluler, 4 isolat pada ekstraselulernya positif menghambat pertumbuhan bakteri patogen E.coli dan S.aureus. 4 bakteri simbion tersebut adalah Bacillus sp., Halomonas sp., Alteromonas sp. dan Alteromonas sp. Identifikasi molekuler bakteri simbion dan karakterisasi golongan senyawa inbitor β-laktamase sedang dalam proses penelitian.Keywords : bakteri simbion Axinella sp., inhibitor β-laktamase, E.coli, S.aureus

Inhibitors Screening of β-lactamase Axinella Sponge Simbion Bacteria sp.

Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.415 KB)

Abstract

Salah satu jenis antibiotik yang umum digunakan dalam pengobatan adalah β-laktam. Saat ini terdapat banyak bakteri patogen pada manusia yang resisten terhadap antibiotik β-laktam. Bakteri patogen yang resisten terhadap antibiotik β-laktam adalah bakteri yang mampu memproduksi enzim β-laktamase. Tujuan penelitian ini adalah menapis produk alami inhibitor β-laktamase dari mikroorganisme simbion Axinella sp. Berdasarkan penelitian yang dilakukan sebelumnya, telah diisolasi dan diidentifikasi secara biokimia 7 isolat bakteri simbion sponge Axinella sp. Penapisan inhibitor β-laktamase dilakukan dengan metode agar difusi menggunakan bakteri target E.coli dan S.aureus resisten ampisilin koleksi Laboratorium Bioteknologi Hasil Perairan. Pengukuran resistensi terhadap E.coli dan S.aureus dilakukan pada konsentrasi ampisilin >32 μg/ml. Dari 7 isolat bakteri simbion yang ditapis secara intraseluler dan ekstraseluler, 4 isolat pada ekstraselulernya positif menghambat pertumbuhan bakteri patogen E.coli dan S.aureus. 4 bakteri simbion tersebut adalah Bacillus sp., Halomonas sp., Alteromonas sp. dan Alteromonas sp. Identifikasi molekuler bakteri simbion dan karakterisasi golongan senyawa inbitor β-laktamase sedang dalam proses penelitian.Keywords : bakteri simbion Axinella sp., inhibitor β-laktamase, E.coli, S.aureus

POLA KONSUMSI PANGAN RUMAH TANGGA PETANI KELAPA DALAM DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI KECAMATAN MENDAHARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR

Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis Vol 17, No 1 (2014): jurnal Sosio Ekonomika Bisnis
Publisher : Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui pola konsumsi pangan rumah tangga petani kelapa dalam, (2) Mengetahui tingkat kecukupan konsumsi energi dan protein rumah tangga petani kelapa dalam per kapita per hari, 3) Mengetahui pengaruh penerimaan dan jumlah anggota rumah tangga terhadap pola konsumsi pangan rumah tangga petani kelapa dalam. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dari tanggal 14 April sampai 14 Mei Tahun 2014. Data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan infrensial. Metode yang digunakan yaitu metode survey dengan wawancara secara langsung menggunakan metode recall 24 jam dan food frequency yang dilakukan dalam tiga kali perhitungan serta pengisian kuisioner yang telah dipersiapkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh bahwa : (1) Pola konsumsi pangan rumah tangga petani kelapa dalam di Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur, terdiri dari kelompok pangan padi-padian yang paling sering dikonsumsi adalah jenis nasi 3 kali sehari, dari kelompok pangan hewani  adalah jenis ikan 4–6 kali seminggu dan dari kelompok pangan nabati adalah jenis sayuran 2 kali sehari. (2) Tingkat kecukupan konsumsi energi rumah tangga petani kelapa dalam di Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur belum mencapai standarisasi yang dianjurkan oleh PPH Nasional Tahun 2020 yaitu sebesar 1847,6 kkal/kap/hari, namun tingkat kecukupan konsumsi protein rumah tangga petani kelapa dalam sudah melebihi standarisasi yang dianjurkan oleh WNPG VIII Tahun 2004 yaitu sebesar 52,3 gram/kapita/hari (2000 kkal/kap/hari dan 52 gram/kap/hari). (3) Penerimaan dan jumlah anggota rumah tangga berpengaruh signifikan terhadap pola konsumsi rumah tangga petani kelapa dalam di Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kata Kunci :  Pola Konsumsi, Energi, Protein

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KENTANG DI KECAMATAN JANGKAT KABUPATEN MERANGIN

Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis Vol 18, No 1 (2015): jurnal Sosio Ekonomika Bisnis
Publisher : Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani kentang. Penelitian ini dilakukan di dua Desa yang ada di Kecamatan Jangkat dengan menggunakan 72 petani sampel yang terdiri dari 34 petani di Desa Pulau Tengah, dan 38 petani di Desa Renah Alai. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa rata-rata produksi usahatani kentang di Kecamatan Jangkat sebesar 15.211 kg per hektar per musim tanam. Pendapatan usahatani kentang di daerah penelitian per musim tanam sebesar Rp. 23.438.004 per musim tanam, sedangkan pendapatan usahatani kentang per hektar per musim tanam  sebesar Rp. 24.521.148 per hektar per musim tanam.Kata Kunci : Kentang, Produksi, Pendapatan

ANALISIS RISIKO USAHATANI TANAMAN PANGAN DI DESA MEKAR SARI KECAMATAN KUMPEH KABUPATEN MUARO JAMBI

Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis Vol 18, No 1 (2015): jurnal Sosio Ekonomika Bisnis
Publisher : Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kegiatan usahatani dan menganalisis seberapa besar nilai pendapatan serta risiko usahatani tanaman pangan jagung dan padi sawah pada kegiatan spesialisasi dan diversifikasi yang dilakukan oleh petani di Desa Mekar Sari. Metode penarikan sampel menggunakan metode Cluster sampling dengan jumlah sampel 79 responden. Analisis data menggunakan metode pendekatan analisis risiko dengan perhitungan varian, standar deviasi dan koefisien variasi dari pendapatan masing-masing komoditi pada kegiatan spesialisasi dan diversifikasi serta koefisien korelasi. Hasil pembahasan dari kegiatan diversifikasi yang dilakukan petani jagung dan padi sawah yaitu dengan sistem bergilir dalam waktu satu tahun dengan biaya produksi yang berbeda-beda sedangkan nilai risiko spesialisasi dari komoditi padi sawah sebesar Rp. 5.692.454 sehingga pendapatan setelah risiko sebesar Rp. 11.199.101. Pada komoditi jagung nilai risiko sebesar Rp. 4.789.398 sehingga pendapatan setelah risiko sebesar Rp. 10.463.462. Nilai risiko diversifikasi dari komoditi padi sawah dan jagung sebesar Rp. 4.935.774 sehingga pendapatan setelah risiko sebesar Rp. 21.744.089. Nilai koefisien korelasi kombinasi lebih besar daripada satu yang berarti perubahan antara dua kombinasi padi sawah dan jagung selalu bergerak searah. Kegiatan diversifikasi dua komoditi tidak dapat meminimalkan risiko melainkan dapat menaikkan risiko dengan kenaikan tanaman padi sebesar 15,2 % sedangkan tanaman jagung sebesar 12,9%. Kata Kunci : Usahatani Tanaman Pangan, Pendapatan, Risiko

KAJIAN PENDAPATAN USAHATANI KARET YANG MENGGUNAKAN STIMULAN DAN NON STIMULAN DI KECAMATAN PELEPAT ILIR KABUPATEN BUNGO

Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis Vol 18, No 2 (2015): jurnal Sosio Ekonomika Bisnis
Publisher : Jurnal Sosio Ekonomika Bisnis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui berapa besar produksi, biaya, penerimaan, dan pendapatan  yang diperoleh dari usahatani karet  yang menggunakan stimulan dan non stimulan,(2) mengetahui menganalisis perbedaan rata-rata pendapatan usahatani karet yang menggunakan stimulan dan yang tidak menggunakan stimulan di Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo. Penarikan sampel dilakukan dengan metode acak (Stratified Random Sampling) dengan jumlah  sampel 60 orang. Pengujian  secara statistik yaitu dengan menggunakan uji beda rata-rata (T-test). Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Biaya usahatani karet  yang menggunakan stimulan yaitu Rp 8.729.229 ha/th lebih kecil di bandingkan biaya usahatani karet  yang tidak menggunakan stimulan Rp 11.128.388 ha/th. Kemudian produksi  karet stimulan 2.933 kg/ha/th lebih tinggi dibandingkan  karet non stimulan 2.834 kg/ha/th. Penerimaan usahatani karet stimulan yaitu Rp 24.295.033 ha/th lebih besar di bandingkan usahatani karet non stimulan yaitu Rp 23.248.388 ha/th, dan Pendapatan usahatani karet di daerah penelitian yang menggunakan stimulan Rp 16.015.804 ha/th jauh lebih besar di bandingkan usahatani karet yang tidak menggunakan stimulan Rp 12.118.467 ha/tahun. (2) Hasil uji  beda rata-rata pendapatan usahatani karet stimulan lebih besar di bandingkan usahatani karet  yang tidak menggunakan stimulan  dengan t hitung (4,264) lebih besar dibandingkan t tabel (2,002) perbedaan pendapatan di sebabkan oleh adanya perbedaan tingkat produksi, total biaya produksi dan penerimaan pada usahatani karet. Kata Kunci : Usahatani Karet, Stimulan, dan Non Stimulan

POLA KONSUMSI PANGAN RUMAH TANGGA PETANI KELAPA DALAM DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI KECAMATAN MENDAHARA KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR

Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 17 No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui pola konsumsi pangan rumah tangga petani kelapa dalam, (2) Mengetahui tingkat kecukupan konsumsi energi dan protein rumah tangga petani kelapa dalam per kapita per hari, 3) Mengetahui pengaruh penerimaan dan jumlah anggota rumah tangga terhadap pola konsumsi pangan rumah tangga petani kelapa dalam. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dari tanggal 14 April sampai 14 Mei Tahun 2014. Data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan infrensial. Metode yang digunakan yaitu metode survey dengan wawancara secara langsung menggunakan metode recall 24 jam dan food frequency yang dilakukan dalam tiga kali perhitungan serta pengisian kuisioner yang telah dipersiapkan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh bahwa : (1) Pola konsumsi pangan rumah tangga petani kelapa dalam di Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur, terdiri dari kelompok pangan padi-padian yang paling sering dikonsumsi adalah jenis nasi 3 kali sehari, dari kelompok pangan hewani  adalah jenis ikan 4–6 kali seminggu dan dari kelompok pangan nabati adalah jenis sayuran 2 kali sehari. (2) Tingkat kecukupan konsumsi energi rumah tangga petani kelapa dalam di Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur belum mencapai standarisasi yang dianjurkan oleh PPH Nasional Tahun 2020 yaitu sebesar 1847,6 kkal/kap/hari, namun tingkat kecukupan konsumsi protein rumah tangga petani kelapa dalam sudah melebihi standarisasi yang dianjurkan oleh WNPG VIII Tahun 2004 yaitu sebesar 52,3 gram/kapita/hari (2000 kkal/kap/hari dan 52 gram/kap/hari). (3) Penerimaan dan jumlah anggota rumah tangga berpengaruh signifikan terhadap pola konsumsi rumah tangga petani kelapa dalam di Kecamatan Mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kata Kunci :  Pola Konsumsi, Energi, Protein

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KENTANG DI KECAMATAN JANGKAT KABUPATEN MERANGIN

Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 18 No 1 (2015): januari 2015
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani kentang. Penelitian ini dilakukan di dua Desa yang ada di Kecamatan Jangkat dengan menggunakan 72 petani sampel yang terdiri dari 34 petani di Desa Pulau Tengah, dan 38 petani di Desa Renah Alai. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa rata-rata produksi usahatani kentang di Kecamatan Jangkat sebesar 15.211 kg per hektar per musim tanam. Pendapatan usahatani kentang di daerah penelitian per musim tanam sebesar Rp. 23.438.004 per musim tanam, sedangkan pendapatan usahatani kentang per hektar per musim tanam  sebesar Rp. 24.521.148 per hektar per musim tanam.Kata Kunci : Kentang, Produksi, Pendapatan

ANALISIS RISIKO USAHATANI TANAMAN PANGAN DI DESA MEKAR SARI KECAMATAN KUMPEH KABUPATEN MUARO JAMBI

Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 18 No 1 (2015): januari 2015
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kegiatan usahatani dan menganalisis seberapa besar nilai pendapatan serta risiko usahatani tanaman pangan jagung dan padi sawah pada kegiatan spesialisasi dan diversifikasi yang dilakukan oleh petani di Desa Mekar Sari. Metode penarikan sampel menggunakan metode Cluster sampling dengan jumlah sampel 79 responden. Analisis data menggunakan metode pendekatan analisis risiko dengan perhitungan varian, standar deviasi dan koefisien variasi dari pendapatan masing-masing komoditi pada kegiatan spesialisasi dan diversifikasi serta koefisien korelasi. Hasil pembahasan dari kegiatan diversifikasi yang dilakukan petani jagung dan padi sawah yaitu dengan sistem bergilir dalam waktu satu tahun dengan biaya produksi yang berbeda-beda sedangkan nilai risiko spesialisasi dari komoditi padi sawah sebesar Rp. 5.692.454 sehingga pendapatan setelah risiko sebesar Rp. 11.199.101. Pada komoditi jagung nilai risiko sebesar Rp. 4.789.398 sehingga pendapatan setelah risiko sebesar Rp. 10.463.462. Nilai risiko diversifikasi dari komoditi padi sawah dan jagung sebesar Rp. 4.935.774 sehingga pendapatan setelah risiko sebesar Rp. 21.744.089. Nilai koefisien korelasi kombinasi lebih besar daripada satu yang berarti perubahan antara dua kombinasi padi sawah dan jagung selalu bergerak searah. Kegiatan diversifikasi dua komoditi tidak dapat meminimalkan risiko melainkan dapat menaikkan risiko dengan kenaikan tanaman padi sebesar 15,2 % sedangkan tanaman jagung sebesar 12,9%. Kata Kunci : Usahatani Tanaman Pangan, Pendapatan, Risiko

KAJIAN PENDAPATAN USAHATANI KARET YANG MENGGUNAKAN STIMULAN DAN NON STIMULAN DI KECAMATAN PELEPAT ILIR KABUPATEN BUNGO

Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 18 No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui berapa besar produksi, biaya, penerimaan, dan pendapatan  yang diperoleh dari usahatani karet  yang menggunakan stimulan dan non stimulan,(2) mengetahui menganalisis perbedaan rata-rata pendapatan usahatani karet yang menggunakan stimulan dan yang tidak menggunakan stimulan di Kecamatan Pelepat Ilir Kabupaten Bungo. Penarikan sampel dilakukan dengan metode acak (Stratified Random Sampling) dengan jumlah  sampel 60 orang. Pengujian  secara statistik yaitu dengan menggunakan uji beda rata-rata (T-test). Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Biaya usahatani karet  yang menggunakan stimulan yaitu Rp 8.729.229 ha/th lebih kecil di bandingkan biaya usahatani karet  yang tidak menggunakan stimulan Rp 11.128.388 ha/th. Kemudian produksi  karet stimulan 2.933 kg/ha/th lebih tinggi dibandingkan  karet non stimulan 2.834 kg/ha/th. Penerimaan usahatani karet stimulan yaitu Rp 24.295.033 ha/th lebih besar di bandingkan usahatani karet non stimulan yaitu Rp 23.248.388 ha/th, dan Pendapatan usahatani karet di daerah penelitian yang menggunakan stimulan Rp 16.015.804 ha/th jauh lebih besar di bandingkan usahatani karet yang tidak menggunakan stimulan Rp 12.118.467 ha/tahun. (2) Hasil uji  beda rata-rata pendapatan usahatani karet stimulan lebih besar di bandingkan usahatani karet  yang tidak menggunakan stimulan  dengan t hitung (4,264) lebih besar dibandingkan t tabel (2,002) perbedaan pendapatan di sebabkan oleh adanya perbedaan tingkat produksi, total biaya produksi dan penerimaan pada usahatani karet. Kata Kunci : Usahatani Karet, Stimulan, dan Non Stimulan