Dini Ermavitalini
Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Science, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

Respon Pertumbuhan Embrio Somatik Kedelai (Glycine max) Varietas Argomulyo dan Wilis Terhadap Cekaman NaCl Secara In-vitro Sari, Rafika Lailiyatul Kurnia; Ermavitalini, Dini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan embrio somatik kedelai varietas Argomulyo dan Wilis sebagai respon interaksi antara varietas dan konsentrasi cekaman NaCl. Parameternya adalah jumlah embrio somatik yang terbentuk pada akhir induksi pembentukan embrio somatik setelah satu bulan masa subkultur. Data dianalisis dengan uji Anova Two-Way kemudian dilanjutkan uji Tukey tingkat kepercayaan 95%. Varietas yang digunakan adalah varietas Argomulyo dan varietas Wilis. Konsentrasi NaCl yang digunakan adalah 0 mM, 50 mM, 100 mM, dan 200 mM dengan penambahan ZPT 2,4-D dan NAA 5 mg/L.Hasil penelitian ini adalah interaksi antara varietas dan konsentrasi NaCl tidak berpengaruh nyata terhadap pembentukan embrio somatik kedelai
Eliminasi Sugarcane Mosaic Virus Melalui Kemoterapi Pada Tebu (Saccharum officinarum) Varietas NXI-2T Secara In Vitro Andriani, Marina; Ermavitalini, Dini; Nurmalasari, Nurmalasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ribavirin, yang mampu  mengeliminasi SCMV secara keseluruhan, melalui hasil uji serologi DAS-ELISA dan untuk mengetahui konsentrasi ribavirin yang tidak menimbulkan gejala phytotoxic pada tebu (S._officinarum) varietas NXI-2T, yang ditunjukan dengan data pengamatan tentang pertumbuhan tunas dan panjang tunas tertinggi. Eksplan berasal jaringan meristem apikal tebu (S. officinarum) varietas NXI 2T yang telah terbukti terinfeksi SCMV penyebab penyakit mozaik. Eksplan diinokulasikan pada media antiviral ribavirin dengan konsentrasi 0 ppm, 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm dan 40 ppm selama 6 minggu. Kemudian, eksplan ditanam pada media pertumbuhan hingga menjadi planlet dan diamati tinggi tunas serta jumlah tunas eksplan selama 6 minggu. Berdasarkan pengamatan respon pertumbuhan eksplan dengan parameter tinggi tunas dan jumlah tunas, morfologi eksplan  serta hasil uji keberadaan SCMV pada eksplan tebu (S. officinarum) varietas NXI-2T setelah perlakuan, diperoleh hasil yaitu pada penanaman planlet tebu (S. officinarum) varietas NXI 2T media antiviral ribavirin 10 ppm hingga 40 ppm tidak menimbulkan penghambatan respon pertumbuhan eksplan dan gejala phytotoxic secara permanen serta, media antiviral ribavirin yang mampu mengeliminasi SCMV sebesar 100%  adalah dengan konsentrasi ribavirin 30 ppm dan 40 ppm pada media antiviral dengan lama perlakuan kemoterapi selama 6 minggu. Sehingga, konsentrasi ribavirin yang optimum untuk mengeliminasi SCMV pada tebu (S. officinarum) varietas NXI 2T adalah 30 ppm dan 40 ppm
Pengaruh Media MS dengan Penambahan Glutamin 100 ppm Terhadap Respon Pertumbuhan dan Perkembangan Kultur Tunas Aksilar Tebu (Saccharum officinarum) varietas NXI 1-3, HW-1 dan THA secara In Vitro Asharo, Rizal Koen; Ermavitalini, Dini; Nurmalasari, Nurmalasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan perkembangan eksplan tunas aksilar tebu (Saccharum officinarum) varietas NXI1-3, HW-1 dan THA pada media MS dengan penambahan glutamin 100 ppm selama 4 minggu secara in vitro. Parameter data kualitatif yang digunakan telah diatur kedalam keterangan indeks tahapan pertumbuhan dan perkembangan eksplan. Sedangkan parameter data kuantitatif yang digunakan yaitu jumlah daun, panjang daun terpanjang, lebar daun terlebar, dan jumlah buku-buku. Data yang diperoleh untuk tiap varietas tebu akan dianalisis dengan uji t dua sampel berpasangan (paired sample t-test) pada taraf kepercayaan 95%. Glutamin 100 ppm yang ditambahkan dalam media MS digunakan oleh eksplan untuk donor nitrogen dalam biosíntesis komponen organik bernitrogen. Sehingga penambahan glutamin 100 ppm mampu memicu respon pertumbuhan dan perkembangan tunas lebih cepat dibandingkan tanpa penambahan glutamin. Hasil pengamatan pertumbuhan dan  perkembangan secara kualitatif penambahan 100 ppm glutamin pada eksplan tunas aksilar tebu (Saccharum officinarum) varietas NXI 1-3 rentang 4 minggu pada kultur in vitro memberikan pengaruh terutama pada minggu ke-1 dan ke-4, sedangkan pada varietas HW-1 dan THA pada minggu ke-2 dan ke-4. Pada hasil pengamatan pertumbuhan dan  perkembangan secara kuantitatif di minggu keempat penambahan 100 ppm glutamin juga memberikan pengaruh terhadap jumlah daun, panjang daun, lebar daun dan jumlah buku-buku pada eksplan tunas aksilar tebu (Saccharum officinarum) varietas NXI 1-3 dan HW-1, sedangkan pada varietas THA memberikan pengaruh terhadap jumlah daun, panjang daun, dan lebar daun namun tidak untuk jumlah buku-buku
Pengaruh Penambahan Kombinasi Konsentrasi ZPT NAA dan BAP terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Biji Dendrobium Taurulinum J.J Smith Secara In Vitro Paramartha, Aisya Intan; Ermavitalini, Dini; Nurfadilah, Siti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Jurnal Sains dan Seni ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh NAA dan BAP yang efektif untuk perkembangan biji D. taurulinum secara in vitro. Kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh NAA yang dipakai adalah  (0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,5 mg/L) dan BAP (0,1; 0,3; 0,5 mg/L)  dengan perlakuan tanpa penambahan Zat Pengatur Tumbuh sebagai kontrol. Penelitian menunjukkan bahwa setelah 5 bulan inokulasi hasil terbaik ditunjukkan pada medium tanpa penambahan ZPT dengan 100% biji berkembang menjadi planlet. Pada penambahan berbagai kombinasi Zat Pengatur Tumbuh didapatkan hasil dominasi pertumbuhan hanya mampu membentuk protocorm. Hal ini membuktikan bahwa suatu organ dan jaringan tumbuhan mengandung hormon endogen yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organ atau jaringan tersebut hingga tahapan yang paling sempurna walaupun tidak ditambahkan zat pengatur tumbuh dari luar
Induksi Kalus Daun Nyamplung (Calophyllum inophyllum Linn.) pada Beberapa Kombinasi Konsentrasi 6-Benzylaminopurine (BAP) dan 2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid (2,4-D) Indah, Putri Nur; Ermavitalini, Dini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Sains dan Seni ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) 2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid (2,4-D) dan 6-Benzylaminopurine (BAP) yang paling optimal menginduksi kalus dari eksplan daun Calophyllum inophyllum Linn. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi 2,4-D yang terdiri dari 0 ppm; 0,5 ppm; 1 ppm; 1,5 ppm dan 2 ppm dan faktor kedua adalah konsentrasi BAP yaitu 0 ppm; 1 ppm; 2 ppm; dan 3 ppm. Parameter pengamatan yang diamati, antara lain berat segar kalus (mg), hari saat muncul kalus (HSI), dan warna serta tekstur kalus. Berat segar kalus dianalisis menggunakan ANOVA two-way. Sedangkan hari saat muncul kalus dan warna tekstur kalus dianalisis secara deskriptif. Pengamatan dilakukan pada 45 hari setelah inokulasi (HSI). Hasil uji ANOVA two-way menunjukkan bahwa konsentrasi 2,4-D, BAP serta interaksi antara kedua faktor tersebut berpengaruh terhadap berat segar kalus daun             C. inophyllum Linn. (P ≤ 0,05). Perlakuan kombinasi konsentrasi 2,4-D 0,5 ppm + BAP 2 ppm merupakan kombinasi konsentrasi ZPT yang paling optimal untuk kandungan berat segar kalus yaitu 197,8 mg dan untuk hari muncul kalus lebih cepat yaitu pada 13 HIS. Sedangkan pengamatan terhadap warna dan tektur kalus menunjukkan paling banyak kalus berwarna coklat tua dan bertekstur kompak pada perlakuan yang membentuk kalus
Identifikasi Mikoriza dari Lahan Desa Poteran, Pulau Poteran, Sumenep Madura Octavianti, Eka Novi; Ermavitalini, Dini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikoriza merupakan suatu bentuk simbiosis mutualisme antara cendawan dengan perakaran tanaman yang dapat membantu peningkatan penyerapan unsur-unsur hara tanah yang dibutuhkan oleh tanaman, berperan sebagai penghalang biologi terhadap infeksi patogen akar, dan memperpanjang fungsi perakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis MVA yang terdapat pada sampel tanah Desa Poteran. Identifikasi mikoriza dari lahan Desa Poteran dilakukan dengan menggunakan metode tuang saring basah kemudian diamati dengan mikroskop cahaya dan diidentifikasi hingga tingkat genus dengan menggunakan buku panduan Working with Mycorrhizas in FoPrestry and Agriculture serta dipertegas dengan menggunakan website INVAM. Karakteristik yang diamati adalah bentuk spora, warna spora dan ornamen spora. Hasil dari identifikasi mikoriza Desa Poteran ditemukan tiga genus spora yaitu genus Glomus, Acaulospora dan Gigaspora.
Identifikasi Mikoriza dari Lahan Desa Cabbiya, Pulau Poteran, Sumenep Madura Sari, Rizky Ratna; Ermavitalini, Dini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikoriza merupakan asosiasi simbiotik antara akar tanaman dengan cendawan. Mikoriza mampu meningkatkan penyerapan unsur hara tanaman, memperpanjang fungsi perakaran, lebih tahan terhadap kondisi kering dan serangan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis mikoriza dari lahan Desa Cabbiya, Pulau Poteran, Sumenep Madura menggunakan metode teknik penyaringan basah. Identifikasi dilakukan hingga tingkat genus berdasar karakter morfologi meliputi bentuk, warna, serta ornamen menggunakan buku panduan “Working with Mycorrhizas in Forestry and Agriculture” serta dipertegas dengan website INVAM. Hasil identifikasi dianalisa menggunakan metode deskriptif. Dari hasil identifikasi ditemukan empat genus mikoriza, yaitu Glomus, Gigaspora, Acaulospora, dan Scutellospora.
Efect of Gamma 60Co Irradiation on The Growth, Lipid Content and Fatty Acid Composition of Botryococcus sp. Microalgae Ermavitalini, Dini; Yuliansari, Niki; Prasetyo, Endry Nugroho; Saputro, Triono Bagus
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 9, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v9i1.6783

Abstract

Botryococcus sp. is one of microalgae species that has a high lipid content as much as 75% of their dry weight. But, lipid production by microalgae is regulated by their environmental condition (pH, light, temperature, nutrition, etc). Mutagenesis induced by Gamma 60Co irradiation can be utilized to alter the Botryococcus sp. genetic to get microalgae mutant strain that can produce a higher lipid content than the wild strain. Botryococcus sp. was irradiated with different doses of gamma ray of 60Co (0, 2, 4, 6, and 10 Gy), and the effect on the growth, lipid content, and fatty acid composition of microalgae were observed. Research design used is random complete (RAL) with 95 % confident level for quantitive analysis based on the biomass and lipid contents. More over fatty acid composition was analyzed by Gas Cromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Results showed that Gamma irradiated gave an effect on growth and lipid content of Botryococcus sp. But between the control treatment (0 Gy) with microalgae irradiated dose of 2 Gy, 4 Gy and 6 Gy were not significantly different. Whereas between the control with 10 Gy irradiated was significantly different. The highest biomassa and lipid content are found in 10 Gy irradiated microalgae with 0.833 gram biomass and 41% lipid content. Fatty acid profile of Botryococcus sp. control has 6 fatty acids while 10 Gy irradiated microalgae has 12 fatty acids, with the long-chain fatty acids increased, whereas short-chain fatty acids decreased.
In Vitro Selection of Local Maize (Zea mays) on NaCl Stress and Its Genetic Characterization using RAPD Saputro, Triono Bagus; Finariyah, Fathin; Dianawati, Siti; Sholihah, Nur Fadlilatus; Ermavitalini, Dini
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 8, No 3 (2016): December 2016
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v8i3.6934

Abstract

Maize (Zea mays) is one of graminae plants that widely spread for many purposes wheter in food industry, feed, or bioenergy. Those high utilization required an increment in production, but unfortunately the needs were not meet to the demands since conversion of agricultural area increase lately. Indonesia has 99.093 km of shoreline that recognize as marginal land where the salinity is high as well. This research try to obtain tolerant variant from two local cultivars that planted in Madura Island. Manding and Talango varieties were used as an explant for callus induction stage in MS supplemented with 2.4 D. The result show that 4 ppm of 2.4 D were the best concentration to induce the callus in both varieties. The induced callus were exposed to medium MS that contain NaCl (0, 2500, 5000, and 7500 ppm). In 7500 ppm of NaCl, Manding variety has 100% of surviving callus, while Talango variety only 66.7%. Furthermore, Manding variety shows a better performance in callus weight improvement with 170 mg, while Talango shows no improvement of callus weight. The result of RAPD analysis indicate that the genome characteristic were different between initial callus and surviving callus. Out of ten primers, only five primers shows polymorphism i.e OPA 13, OPB 07, OPC 02, OPK 20, and OPU 19. Manding can be further developed as high tolerance variety in Salinity stress, thus it proposed to be developed furthermore.How to CiteSaputro, T. B., Finariyah, F., Dianawati, S., Sholihah, N. F., & Ermavitalini, D. (2016). In Vitro Selection of Local Maize (Zea mays) on NaCl Stress and Its Genetic Characterization using RAPD. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 8(3), 344-352.
Pengaruh Cekaman Nitrogen dan Fotoperiode terhadap Kurva pertumbuhan Kultur Nannochloropsis sp. Dwirejeki, Sumarni; Ermavitalini, Dini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i1.41642

Abstract

Konsumsi energi meningkat dari tahun ke tahun dan 95% terpenuhi dari bahan fosil yang jumlahnya terbatas. Biodiesel sebagai alternatif sumber energi dari tanaman jarak (Jatropha curcas) dan kelapa sawit memiliki kemampuan oksidasi yang rendah pada suhu dingin, produksi lipid membutuhkan waktu lama serta kandungan lipid yang berkisar 35% dan 75,6%. Di sisi lain, Nannochloropsis sp. dapat memproduksi lipid mencapai 90% dari berat kering biomassa pada kondisi tercekam, panen lebih cepat, mudah dibudidayakan. Waktu panen kultur Nannochloropsis sp. dapat direkayasa berdasarkan nutrisi, suhu, aerasi, salinitas, fotoperiode. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh cekaman nitrogen dan fotoperiode terhadap lama waktu panen kultur. Nannochloropsis sp., dikultur pada kondisi normal untuk mendapatkan masa starter (setengah eksponensial kultur). Kultur Nannochloropsis sp. pada masa starter diberikan perlakuan kombinasi nitrogen pada pupuk Conway terdiri dari 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% NaNO3 dengan fotoperiode (terang:gelap) 12:12, 16:8 dan 24:0. Kultur Nannochloropsis sp. dengan nitrogen terbatas memiliki fase eksponensial yang lebih singkat sedangkan pada perlakuan fotoperiode dengan terang lebih lama, kultur memiliki nilai OD yang paling tinggi. Waktu panen paling cepat yaitu perlakuan dengan nitrogen 0%, nilai OD paling tinggi pada pemberian nitrogen 100% pada berbagai fotoperiode.