Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Arus Bocor Terhadap Perubahan Temperatur Pada Kabel Bawah Tanah 20 Kv Erhaneli, Erhaneli; Musnadi, Musnadi
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 No 1 Februari 2012
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi adalah satu faktor yang penting sekali dalam disain kabel bawah tanah. Awal dari kerusakan ini adalah kurang sempurnanya dalam pembuatan isolasi kabel tersebut. Kerusakan pada isolasi kabel akibat yang besar dari muatan listrik. Menyebabkan terbentuknya rongga, apabila isolasi tersebut melebihi tegangan dari kemampuannya maka akan terjadi kenaikan temperatur, kenaikan temperatur yang melebihi kemampuan isolasi akan memperbesar rongga udara pada kabel. Tekanan yang tinggi menyebabkan muatan listrik akan terdesak ketempat rongga udara sehingga terjadi lompatan-lompatan pada permukaan isolasi akibatnya akan terjadi arus bocor dan kekuatan isolasi akan menurun sehinga umur isolasi akan berkurang. Tujuan penelitian ini adalah melihat bagaimana pengaruh arus bocor akibat kenaikan temperatur kabel bawah tanah 20 kV pada SKTM. Berdasarkan hasil perhitungan didapat bahwa pada saat temperatur semakin besar dari temperatur normal maka arus bocor semakin besar, dan pada saat temperatur semakin kecil dari temperatur normal maka arus bocorpun semakin semakin besar.
PENGARUH PENAMBAHAN JARINGAN TERHADAP DROP TEGANGAN PADA SUTM 20 KV FEEDER KERSIK TUO RAYON KERSIK TUO KABUPATEN KERINCI Erhaneli, Erhaneli; Riski, Aldi
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 15, No 2 (2013): Volume 15 No 2 Agustus 2013
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sistem kelistrikan saat ini telah mengarah pada peningkatan efisiensi dalam penyaluran energi listrik. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi yaitu dengan mengurangi rugi daya dan meminimalkan drop tegangan pada jaringan.Drop tegangan pada sistem distribusi dapat terjadi pada jaringan tegangan menengah (JTM), transformator distribusi, jaringan tegangan rendah (JTR) dan saluran rumah. PT. PLN Rayon Kersik Tuo terletak di daerah pegunungan di wilayah Kabupaten Kerinci yang memiliki sebuah Feeder yang berkarakteristik jaringan radial murni. Feeder Kersik Tuo memiliki panjang jaringan tegangan menengah 96,8 KMS dengan beban 4,795 MVA. Karena meningkatnya pertumbuhan beban listrik maka dilakukan penambahan beban sebesar 0,8 MVA dengan panjang jaringan 10,2 KMS. Dengan penambahan jaringan ini apakah berpengaruh terhadap drop tegnagan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung drop tegangan yang terjadi pada Feeder Kersik Tuo sebelum dan sesudah panambahan jaringan, dan membandingkan hasil perhitungan dengan standar drop tegangan yang ditetapkan oleh PT. PLN (Persero) Rayon Kersik tuo sesuai dengan TMP ( Tingkat Mutu Pelayanan ) PLN Setempat yaitu 17 KV – 20 KV. Dari hasil perhitungan sebelum penambahan jaringan pada Feeder Kersik Tuo , tegangan diujung terima 17,103 kV dengan drop tegangan 14,483 %, dan setelah dilakukan penambahan jaringan maka tegangan pada ujung saluran sebesar 16,70 kV dengan drop tegangan 16,49%. Hal ini jelas tidak sesuai lagi dengan TMP setempat, dan memerlukan kajian lebih lanjut untuk mengatasi permaslan ini.
PENGARUH KAWAT TANAH TERHADAP GANGGUAN KILAT INDUKSI PADA SUTM 20 kV Erhaneli, Erhaneli; Desril, Ardi
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan kilat akibat sambaran tidak lansung atau sambaran indukasi pada saluran udara tegangan menengah (SUTM) tidak boleh diabaikan. Justru gangguan kilat akibat sambaran induksi ini lebih banyak dibandingkan dengan gangguan kilat akibat sambaran langsung. Hal tersebut disebabkan oleh karena tingkat ketahanan implus isolasi V50% dari isolator SUTM relative rendah dan karena luasnya daerah sambaran induksi, jadi jumlah sambaran kilat ind uksi juga jauh lebih banyak dibanding dengan jumlah sambaran langsung. Dalam menghitung pengaruh kawat tanah terhadap tegang an induksi diperkenalkan Faktor Perisaian (FP) yang didefenisikan sebagai hasil bagi tegangan induksi dengan kawat tanah dan tegangan induksi tanpa kawat tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengaruh kawat tanah terhadap gangguan kilat tidak lansung (induksi) pada S UTM 20 kV. Dari hasil analisa dan perhitungan yang dilakukan disimpulkan bahwa gangguan kilat induksi lebih banyak terjadi pada saluaran tanpa kawat tanah dari pada saluran yang pakai kawat tan ah. Kawat tanah dapat mengurangi gangguan induksi lebih kura ng 40,9% dari saluran yang tidak pakai kawat tanah.
PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MINIHIDRO DI DESA GUGUAK AMPEK KANDANG KECAMATAN 2X11 KAYU TANAM KABUPATEN PADANG PARIAMAN Erhaneli, Erhaneli; Rutaf, Ferdinal
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro adalah proses pengkonversian energi potensial air menjadi energi listrik yang sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, terutama di daerah – daerah yang memiliki aliran air yang cukup besar. Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ini di mulai dari studi literature yang berhubungan dengan pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Air. Kemudian melakukan survei ke lokasi yaitu di desa Guguak Kandang Ampek, untuk dapat menentukan luas penampang sungai, pengukuran debit air dan pengukuran tinggi jatuh air. Kemudian pengolahan data yang meliputi perhitungan daya, perhitungan untuk menentukan jenis atau spesifikasi peralatan mekanikal, spesifkasi peralatan elektrikal, instalasi sipil dan estimasi biaya yang akan dipakai pada perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ini. Pada perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro ini menggunakan debit air sebesar 5,67 m3 /s, tinggi jatuh air yang dipakai ialah 65 m, menggunakan jenis turbin Francis dan daya yang dapat dihasilkan sebesar 2.672,37 kVA. Generator yang digunakan adalah generator sinkron 4 kutup, dengan frekuensi 50 Hz. Desain sipilnya menggunakan tipe dam batu bronjong dengan diperkuat beton. Rumah penduduk yang dapat dialiri listrik sebanyak 2.969 unit rumah dengan setiap unit rumah mendapatkan daya listrik sebesar 900 VA. Dan estimasi biaya yang diperlukan untuk pembuatan PLTM ini sebesar Rp. 28.968.908.100.
OPTIMASI PEMASANGAN KAPASITOR DALAM PERBAIKAN FAKTOR DAYA DAN DROP TEGANGAN PADA SISTEM DISTRIBUSI 20 kV (Feeder Ekspres GH Balitan Rayon Sitiung) Menggunakan Simulasi ETAP 7,5 Erhaneli, Erhaneli; Ramadonal, Ramadonal
Jurnal Teknik Elektro ITP ISSN 2252-3472 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No 1 Januari 2015
Publisher : Jurnal Teknik Elektro ITP ISSN 2252-3472

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam meengusahaan tenaga listrik berbagai upaya dilakukan untuk memperkecil jatuh tegangan dan rugi rugi daya, salah satunya adalah pemasangan kapasitor pada saluran distribusi tenaga listrik. Pemasangan kapasitor berguna sebagai kompensator daya reaktif pada beban sehingga memperbaiki faktor daya, mengurangi jatuh tegangan sistem, mengurangi rugi-rugi daya dan memperbesar kapasitas pengeluaran daya. Feeder Ekpress GH Balitan di suply dari GI Sungai lansek dengan panjang saluran 100,8 kms dan tegangan kirim 20,8 kV. Karena jarak yang jauh maka tegangan pada sisi beban menjadi 14,9 kV. Untuk mengatasi hal tersebut telah dipasang kapasitor 3 x 300 kVAR di incoming GH Balitan sehingga tegangan pada sisi beban menjadi 16,9 kV. Tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui apakah pemasangan kapasitor tersebut sudah optimal dengan menggunakan simulasi ETAP 7,5. Dari hasil Simulasi ETAP7,5 pemasangan kapasitor 3 x 300 kVAR pada incoming Feeder Ekpress GH Balitan dapat menaikan Tegangan Ujung terima dari 14,39 kV menjadi 16,87 kV
PREDIKSI PERKEMBANGAN BEBAN LISTRIK SEKTOR RUMAH TANGGA DI KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2013-2022 DENGAN SIMULASI SPSS Erhaneli, Erhaneli; Irawan, Oki
Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X Vol 17, No 2 (2015): Volume 17 No. 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Momentum ISSN: 1693-752X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi di segala bidang yang meningkat dengan cepat serta pertumbuhan ekonomi dan penduduk membawa konsekuensi peningkatan kebutuhan akan daya listrik termasuk di Kabupaten Sijunjung. Untuk memenuhi kebutuhan daya listrik tersebut, pembangunan dan pengembangan sistem kelistrikan yang dikelola oleh PT. PLN (Persero) perlu dikembangkan sehingga mampu melayani perkembangan beban listrik dimasa datang. Salah satu cara adalah dengan melakukan prediksi perkembangan beban listrik untuk beberapa tahun ke depan sehingga diperoleh perkiraan kebutuhan akan daya listrik di masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini memprediksi perkembangan beban listrik sektor rumah tangga di Kabupaten Sijunjung tahun 2013 - 2022 berdasarkan data yang dirangkum dari data Sijunjung Dalam Angka BPS Sijunjung dari tahun 2003- 2012. Metode yang digunakan adalah Regresi Linear Sederhana dengan simulasi Program SPSS. Hasil perhitungan didapat beban listrik sektor rumah tangga di Kabupaten Sijunjung pada periode 2003-2012 untuk jumlah pelanggan adalah sebesar 210.025 pelanggan, daya tersambung sebesar 162.356.829 VA dan konsumsi listrik sebesar 181.436.794 kWH, sedangkan prediksi beban listrik sektor rumah tangga di Kabupaten Sijunjung periode 2013- 2022 adalah untuk jumlah pelanggan sebesar 332.513 pelanggan, daya tersambung sebesar 274.528.888 VA dan konsumsi listrik sebesar 501.746.829 kWH
PERHITUNGAN KERAPATAN SAMBARAN PETIR PADA SUTM 20 KV BERDASARKAN JENIS TIANG (Aplikasi Feeder-1 GH Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota) Erhaneli, Erhaneli; Febrian, Fandi
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi daerah Indonesia mempunyai tingkat kerapatan kilat yang tinggi dan curah hujan yang besar menyebabkan banyaknya gangguan yang terjadi akibat sambaran kilat baik secara langsung maupun tidak langsung. Tegangan lebih akibat sambaran kilat selain tergantung pada parameter kilat (arus puncak dan waktu muka) juga dipengaruhi oleh jenis saluran dan tiang penopang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kerapatan sambaran petir pada SUTM 20 KV berdasarkan jenis tiang. Perhitungan berdasarkan jenis tiang dan sambaran langsung maupun tidak langsung (induksi) pada saluran baik pakai kawat tanah ataupun tidak dengan aplikasi di SUTM 20 kV Feeder-1 GH Pangkalan Kabupaten Lima Puluh Kota panjang saluran 83,15 km. Hasil perhitungan disimpulkan pada saluran tanpa kawat tanah, jumlah gangguan tidak lansung (induksi) 36,6 kali/tahun pada tiang besi dan 20,3 kali/tahun. Sehingga perbandingannya 44,5% dan pada saluran pakai kawat tanah, jumlah gangguan tidak lansung (induksi) 26,8 kali/tahun pada tiang besi dan 15,4 kali/tahun pada tiang beton dengan perbandingannya 42%%. maka jumlah gangguan total satu tahun pada saluran tanpa kawat tanah 57,7 kali/tahun untuk tiang besi dan 40,7 kali/tahun untuk tiang beton dengan perbandingannya 44,5%. Pada saluran pakai kawat tanah, jumlah gangguan total 46 kali/tahun pada tiang besi dan 34,1 kali/tahun pada tiang beton Sehingga perbandingannya adalah 25,80 %
Desain Lilitan Motor Induksi 1-Fasa dengan 4 Kumparan yang Tidak Identik Sama (Studi Kasus: Daya Keluaran dan Efisiensi Motor) Anthony, Zuriman; Erhaneli, Erhaneli
Jurnal EECCIS Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan ini dimaksudkan untuk memberikan bentuk disain baru lilitan motor induksi 1-fasa dengan bentuk disain 4 kumparan yang tidak identik sama. 3 buah lilitan motor ini dibuat lebih besar dan bertindak sebagai kumparan bantu yang dipasang seri dengan kapasitor, sedangkan 1 lilitan yang lainnya bertindak sebagai kumparan utama. Motor yang digunakan sebagai pembanding adalah induksi 1-fasa 1Hp, 220 V, 50Hz, 1440 rpm, 8,3A, dengan Cs = 200µF dan Cr = 30µF. Motor induksi yang didisain juga menggunakan konstruksi yang sama dengan motor induksi pembanding, tetapi dengan bentuk lilitan yang telah dirubah. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa motor induksi 1-fasa yang didisain baru mempunyai kinerja yang lebih baik dari motor induksi 1-fasa pembanding dengan hanya menggunakan Cs = 20µF dan Cr = 25µF yang mana lebih kecil dari yang digunakan oleh motor induksi 1-fasa pembanding (konvensional).Kata Kunci— Lilitan 4-fasa, motor induksi 1-fasa, daya keluaran motor, efisiensi motor. 
A New Windings Design of 24 Slot Capacitor-Start Capacitor-Run Induction Motor Anthony, Zuriman; Erhaneli, Erhaneli
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 8, No 5: October 2018 (Part II)
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijece.v8i5.pp3463-3470

Abstract

The conventional method of a single phase induction motor windings design usually constructed the main and auxiliary windings in both slot. So, there was a complicated winding design if that compare to the three-phase induction motor. Because of that, this study was aimed to design a new windings design of a single phase induction motor that construction like a three-phase induction motor. This study was focused to design a 24 slot capacitor-start capacitor-run induction motor. The windings in the motor are divided in 3 group like a three-phase induction motor. The two windings act as a main windings and the other winding act as auxiliary winding. The current rating of the winding of the proposed single-phase induction motor was 2.74A. The performances of the proposed method were compared with the performances of a three-phase induction motor that had the same current rating. The motor used as a comparator was a three-phase induction of 380/220V, 2.74/4.7A, Y/?, cage rotor, 4 poles, 1.5 HP, 1400 RPM, 50Hz. The result of this study showed that the proposed design of single phase induction motor could be operated with better performances than the three-phase comparator induction motor?s.
Analisa Keandalan SUTT 150 kV Berdasarkan Indeks Keadalan Sistem Transmisi Pada PT. PLN (Persero) Tragi Payakumbuh Erhaneli, Erhaneli; Hendro, Brayove
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The electrical power system on the island of Sumatra that has been increasing from year to year due to population growth in line with economic growth have led to trasfer terjadi. Hal power from the plant to the central area of the higher load. SUTT (High Voltage Air Channel) is one medium of transmission of electrical energy the most widely used. Disturbances on the transmission line can hamper power supply of electrical energy. Disturbances on the transmission line caused by diverse causes. One cause of the disorder is lightning. This paper analyze the reliability of Line High Voltage (SUTT) 150 kV transmission system reliability index based on PT. PLN (Persero) Tragi Payakumbuh. From the calculation and analysis found that the reliability of the transmission system TLOD index is still below the target set by PLN. While the transmission system reliability index exceeded the target set TLOF PLN. And the most common cause during 2015 was the lightning that as many as 12 times with long blackouts 3, 32 hours and not channeled load of 188 160, kWH. To minimize the amount of interference that occurs is expected that the electricity providers improve maintenance schedules and improve knowledge tenetang interference caused by lightning so that energy can not be channeled minimized.