Ova Emilia
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Published : 86 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Berita Kedokteran Masyarakat

Hubungan penggunaan IUD (intrauterin device) dengan pola aktivitas seksual pada perempuan di Kota Kupang Liufeto, Koheresto G.; Wahab, Abdul; Emilia, Ova
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 5 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.248 KB) | DOI: 10.22146/bkm.17803

Abstract

Latar Belakang: Intra Uterin device (IUD) adalah alat kontrasepsi yang banyak digunakan di Indonesia. Pemakaian alat kontrasepsi IUD bukanlah alat sempurna. Masih terdapat banyak komplikasi yang bisa terjadi antara lain perdarahan, keputihan, radang panggul, dismenore dan kenyamanan seksual. Kenyamanan seksual sangatlah penting untuk kehidupan berkeluarga, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas seksual pada perempuan yang menggunakan IUD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan pola aktivitas seksual pada perempuan yang menggunakan IUD dengan perempuan yang tidak menggunakan KB di Kota Kupang.Metode: Jenis penelitian observasional dengan rancangan crossectional dan digunakan kuesioner untuk mengumpulkan data. Sampel sebanyak 190 perempuan usia subur di Kota Kupang di ambil secara random. Hubungan penggunaan IUD dengan pola aktivitas seksual dianalisis dengan Chi Square dan dilanjutkan dengan analisis multivariate menggunakan regresi logistik. Keseluruhan tes menggunakan confidence interval (CI) 95% dan tingkat kemaknaan sebesar p<0,05.Hasil: Analisis hubungan antara penggunaan IUD dengan pola aktivitas seksual p-value = 0,15, OR(CI 95%) = 1,52(0,85-2,71). Tidak ada beda pola aktivitas seksual pada perempuan yang menggunakan IUD dengan yang tidak menggunakan KB. Selain itu variabel yang bermakna secara statistik adalah variabel Usia (OR=1,07;CI95%=1,02-1,12), paritas (OR=1,64;CI95%=1,25-2,15), lama menikah (OR=1,08;CI95%=1,03-1,13) dan efek dari penggunaan IUD (OR=2,28;CI95%=0,94-1,33). Sementara itu variabel pekerjaan dan lama menggunakan IUD tidak bermakna secara statistik.Kesimpulan: Penggunaan kontrasepsi jenis IUD tidak mempengaruhi aktivitas seksual perempuan. Namun efek dari penggunaan IUD mememiliki pengaruh terhadap aktivitas seksual, tetapi efek tersebut akan berkurang bahkan hilang dalam kurun waktu lebih dari 1 tahun penggunaan IUD. Rekomendasi yang diberikan dalam penelitian ini adalah perlu dilakukan analisis tentang efek penggunaan IUD terhadap pola aktivitas seksual pada akseptor.
Intervensi pada perilaku bidan tentang pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan menggunakan layanan pesan singkat Lionita, Widya; Emilia, Ova; Lestari, Trisasi
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.796 KB) | DOI: 10.22146/bkm.11653

Abstract

Intervention on midwife behavior about early initiation of breastfeeding practice using short message servicePurposeThis research examined the effects of an intervention by delivering short message service towards midwife behavior.MethodsThis research was a quasi-experimental study with pre and post test design using control group. A total of 64 midwives in Palembang participated until data extraction. About 18 themes of short messages were delivered through participants’ mobile phone. Data were analyzed by univariate, bivariate, and linear regression tests.ResultsResults showed that the intervention improved early breastfeeding perceptions by about 7.3% (p= 0.0308). Participants’ knowledge was increased after intervention although there was no significant mean difference between groups. Almost all participants (over 80%) practiced imperfect early breastfeeding, especially in giving information since antenatal care, short-duration, and directing baby for sucking mother’s nipple.ConclusionNot all of participants facilitated early breastfeeding in every birth because of other factors such as unsupported mother and infant’s condition. Early initiation of breastfeeding is not easily implemented by health staff. It is better that midwives could motivate mothers to breastfeed within 1 hour since antenatal care. The important keys are having high commitment and confidence which contribute to midwives’ belief for practicing every step in every birth. We concluded that this research should be continued for long-term-analysis to give more significant results.
Stres dan kejadian premenstrual syndrome pada mahasiswi di asrama sekolah Fatimah, Akifah; Prabandari, Yayi Suryo; Emilia, Ova
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.01 KB) | DOI: 10.22146/bkm.8452

Abstract

Stress and premenstrual syndrome events in female college students in boarding schoolsPurposeThis study aimed to determine the correlation between stress and premenstrual syndrome events in female college students who live in Islamic boarding schools.MethodThis study used a cross-sectional design. Respondents were female college students who live in boarding schools and met inclusion criteria as a respondent. Data collection technique was simple random sampling.ResultsThere were correlations between stress and premenstrual syndrome, and the external variable which was related with premenstrual syndrome was age of menarche. Prevalence of female college students who experienced stress was 34.9% and prevalence of premenstrual syndrome was 32.8%. Severe symptoms experienced by respondents were physical symptoms (22.3%) such as breast tenderness, headache, joint or muscle pain, bloating, weight gain, fatigue or weakness (21.6%), and decreased interest of doing activities at home/dorm (18.1%).ConclusionFemale college students who experienced stress have more potential to experience premenstrual syndrome than female college students who did not experience stress.
Pengaruh peer education dan audio-visual diskusi interaktif terhadap kemampuan kognitif penyelesaian masalah kehamilan tidak diinginkan Juwartini, Dwi; Ismail, Djauhar; Emilia, Ova
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 10 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.723 KB) | DOI: 10.22146/bkm.12415

Abstract

Effects of peer education and interactive group discussion on cognitive ability in dealing with unwanted pregnancy PurposeThis study aimed to determine the effectiveness of peer education methods and interactive discussions through audiovisual media on cognitive ability change in solving the problem of unwanted pregnancy.MethodsThis quasi-experimental study used a randomized control trial design involving 99 students. The instrument used was a questionnaire, with the module method of peer education and interactive discussions through audiovisual media, agency and facilitator.ResultsAdolescent reproductive health education after considering living with family consistently had a significant effect on increasing the average value of cognitive ability to solve the problem of unwanted pregnancy. Living with family can predict the cognitive ability of teenagers in solving the problem of unwanted pregnancy by 15%.ConclusionInteractive discussions through audiovisual media and peer education modules enhance adolescents’ cognitive ability to solve unwanted pregnancy problems, and are significantly influenced by family factors.
Bias Provider Dan Peluang Terjadinya Unmet Need KB Pada Pasangan Usia Subur di Kecamatan Kraton Kota Yogyakarta Novianto, Asep; Emilia, Ova; Dasuki, Djaswadi
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.26753

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke-4 di dunia. Jika laju pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan maka dimungkinkan akan terjadi ledakan penduduk. Salah satu program untuk menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia yaitu dengan program Keluarga Berencana (KB). Salah satu masalah dalam pengelolaan program KB yaitu masih tingginya angka unmetneed KB pada pasangan usia subur. Salah satu faktor penyebab unmet need karena takut efek samping KB, hal tersebut dimungkinkan karena masih rendahnya kualitas interaksi provider KB dalam memberikan informasi tentang alat dan obat kontrasepsi yang mengacu pada Method Information Index (MII) dan juga standar elemen pelayanan keluarga berencana lainnya, sehingga banyak pelayanan dan informasi KB dilakukan bias oleh provider (penyedia dan pemberi layanan) KB.Tujuan: Mengetahui hubungan bias provider dengan kejadian unmetneed KB pada pasangan usia subur di Kecamatan Kraton Kota Yogyakarta.Metode: Rancangan penelitian cross sectional, dengan responden pasangan usia subur di Kecamatan Kraton Kota Yogyakarta dan memenuhi kriteria inklusi, dengan subjek penelitian sebanyak 121 orang. Teknik pengambilan data dengan multi stage random sampling. Analisis data dengan univariabel, bivariabel menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan (p<0,05) dan  tingkat kepercayaan 95% CI. Analisis multivariabel menggunakan uji statistik regresi logistic. Penelitian ini  dilakukan pada bulan Mei-Juni 2017.Hasil: Menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna baik secara statistik maupun praktis antara bias provider dengan kejadian unmetneed KB pada pasangan usia subur di Kec.Kraton dengan nilai p<0,05 (p=0,00) OR 3,2 (95%; 1,71-2,63). Hasil analisis bias provider setelah mempertimbangkan dukungan suami, pekerjaan dan jumlah anak berpengaruh sebesar 15% didalam peluang terjadinya unmetneed KB.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara bias provider dengan peluang terjadinya unmetneed KB pada pasangan usia subur. Kata Kunci: Bias Provider, Unmet need KB, Pasangan Usia Subur.
Peran kelas ibu hamil terhadap pemberian ASI Eksklusif di Gunung Kidul Andayani, Dwi; Emilia, Ova; Ismail, Djauhar
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 7 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.264 KB) | DOI: 10.22146/bkm.18048

Abstract

The influence of antenatal class implementation toward exclusive breastfeeding in Gunung Kidul Purpose This study aimed to determine the effect of the implementation of the antenatal class toward exclusive breastfeeding.Methods The research was a case-control study with a quantitative approach. This research was also supported by a qualitative approach which aimed to complement and reinforce the results obtained from the quantitative data. Sample cases were 135 exclusive breastfeeding infants aged 6-12 months, and the control sample were 135 not exclusive breastfeeding infants aged 6-12 month. Data analysis used the McNemar and conditional logistic regression tests with significance level of p = <0.05 and 95% confidence interval.Results Bivariate analysis showed that antenatal class affected exclusive breastfeeding p = 0.026 and OR = 1.80 (95% CI: 1.03 to 3.24). In the results of multivariate analysis after controlling by including support of her husband and the ANC p = 0.03 and OR = 1.86 (95% CI: 1.05 to 3.30). Mothers who attended antenatal class have exclusive breastfeeding rate 1.86 times higher compared to mothers who did not attend the antenatal class.Conclusion The antenatal class can directly affect exclusive breastfeeding, in spite of controlling the support of her husband and the ANC.
Paparan informasi kesehatan reproduksi melalui media pada perilaku seksual pranikah: analisis data SDKI tahun 2012 Puspasari, Puspasari; Sukamdi, Sukamdi; Emilia, Ova
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.765 KB) | DOI: 10.22146/bkm.16993

Abstract

Latar belakang: Remaja mempelajari seksualitas melalui observasi media maupun pengaruh lingkungan sosialnya. Pesan yang disampaikan media menjadi faktor yang mempengaruhi pengetahuan, perilaku dan sikap remaja dan dewasa muda. Secara umum, pengaruh paparan media dengan bebasnya memuat konten seksual, menjadi sarana terbesar dalam mempengaruhi perilaku seksual remaja. Di Indonesia sebagian besar remaja mulai berpacaran pada usia 15-17 tahun dengan aktivitas utama berpegangan tangan. Laporan SDKI tahun 2012 sub survei Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR) menyebutkan bahwa hubungan seksual pranikah pada remaja wanita sebesar 1% dan remaja pria 8,3% (BPS, 2013). Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan jenis dan intensitas paparan informasi kesehatan reproduksi melalui media terhadap perilaku seksual remaja dan dewasa muda di Indonesia.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan cross sectional study. Data yang digunakan adalah data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 sub survey Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja dan dewasa muda usia 15-24 tahun di Indonesia dengan kriteria inklusi remaja berusia 15-24 tahun yang mendapat akses informasi kesehatan reproduksi dari media baik surat kabar/majalah, radio maupun televisi dan menjawab iya pada pertanyaan seputar kesehatan reproduksi (penundaan usia kawin, HIV/AIDS, IMS, kondom, KB dan kespro).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja dan dewasa muda yang menerima jenis informasi kesehatan kategori kesehatan reproduksi memiliki prevalensi yang lebih kecil dalam melakukan hubungan seksual pranikah dibandingkan informasi kategori metode kontrasepsi atau keduanya. Intensitas paparan informasi kesehatan reproduksi yang rendah atau tidak terpapar menunjukkan prevalensi perilaku seksual pranikah yang tinggi. Faktor umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat kekayaan, perilaku merokok, minum alkohol, konsumsi napza dan keintiman berpacaran berhubungan signifikan dengan perilaku seksual pranikah remaja dan dewasa muda.Kesimpulan: jenis dan intensitas paparan informasi berhubungan signifikan dengan perilaku seksual pranikah. Intensitas paparan yang tinggi dan jenis informasi kategori kesehatan reproduksi memiliki prevalensi melakukan perilaku koitus dibandingkan kategori lainnya
Peran pengambil keputusan dalam keterlambatan rujukan maternal Bata, Verayanti Albertina; Emilia, Ova
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.625 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pengambil keputusan dalam keterlambatan rujukan maternal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, menggunakan rancangan fenomenologis. Subjek  penelitian sebanyak 5 kasus maternal yang mengalami keterlambatan rujukan di Puskesmas Padediwatu. Metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam (in-depth interview). Pengambilan keputusan dalam merujuk didominasi oleh suami. Hambatan dalam proses rujukan yaitu tidak memiliki kendaraan, jarak yang jauh dan akses jalan yang sulit, status ekonomi rendah, dan tradisi masyarakat memiliki tingkat ketergantungan terhadap orang lain sehingga status kesehatan maternal yang mengalami komplikasi tidak menjadi hal yang prioritas bagi suami. Pekerjaan suami sebagai buruh tani dan pelaut yang membuat suami tidak berada di rumah/dekat dengan istri dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga mempengaruhi proses pengambilan keputusan rujukan maternal. Penelitian ini menyimpulkan pengambilan keputusan dalam rujukan maternal masih menekankan pada budaya patriaki sehingga suami memiliki peran yang sangat dominan dalam pengambilan keputusan rujukan maternal.
Efektivitas promosi kesehatan menggunakan audiovisual terhadap perubahan persepsi ibu tentang pendidikan seks untuk anak prasekolah Septiani, Evi; Prawitasari, Shinta; Emilia, Ova
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 11 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.811 KB) | DOI: 10.22146/bkm.7528

Abstract

Effectiveness of audiovisual health promotion campaign on perception of mothers in preschool children sex educationPurposeThis study aimed to compare the effect of health promotion through a lecture method with audiovisual aides and leaflets on the change of mother’s perception about sex education to preschoolers.MethodsPre and posttests were done with 64 mothers with preschool children who attend ABA Pringwulung and Al-Islam kindergarten. ResultsThe health promotion through lecture method with audiovisual aides increased mothers’ perception score about sex education to preschoolers higher than the media leaflet.ConclusionsThis study contributes to the knowledge that developing a media campaign is important in order to change the perceptions of sex education in parents of preschoolers. This research suggested UPT P2TP2A Sleman District to continue the program of socialization and prevention of sexual violence in children by using lecture method combined with audiovisual media in conducting health promotion.
Usia saat menarche dan usia pertama kali hubungan seksual pranikah wanita dewasa muda di Indonesia: analisis data SDKI 2003-2012 Nuraliah, Nuraliah; Wahab, Abdul; Emilia, Ova
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.235 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37720

Abstract

Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk engetahui dan menganalisis hubungan usia menarche dengan usia pertama kali melakukan hubungan seksual seksual pranikah wanita dewasa muda di Indonesia. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI).  Analisis yang digunakan adalah analisis survival, Kaplan – Meier dan log rank digunakan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan usia menarche dengan usia pertama kali berhubungan seksual pranikah dan cox regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh usia menarche terhadap waktu kejadian hubungan seksual dengan nilai hazard ratio. Hasil: Rata-rata usia menarche wanita dewasa muda di Indonesia pada tahun 2003 yaitu 13,67 tahun, pada tahun 2007 yaitu 13,64 tahun, dan pada tahun 2012 yaitu 13,64 tahun. Rata-rata usia melakukan hubungan seksual pranikah wanita dewasa muda di Indonesia yaitu berkisar pada usia 19 tahun dari tahun 2003 hingga tahun 2012. Probabilitas wanita dewasa muda untuk melakukan hubungan seksual pranikah yaitu pada tahun 2003 sebesar  3%, tahun 2007 4%, dan pada tahun 2012 yaitu 4%. Pada SDKI tahun 2007 hanya variabel luar yaitu domisili, pendidikan dan status sosial ekonomi yang memiliki hubungan yang signifikan. Pada data SDKI 2012 tidak terdapat vairabel satupun yang berhubungan signifikan dengan perilaku seksual pranikah. SimpulaN: Wanita dewasa muda yang berdomisili di perkotaan memiliki peluang 1,9 kali melakukan hubungan seksual pranikah lebih cepat dibandingkan dengan wanita dewasa muda yang berada di pedesaan. Wanita dewasa muda dengan pendidikan tinggi memiliki peluang sebesar 0,51 kali lebih cepat melakukan hubungan seksual pranikah dibandingkan pada kelompok pendidikan rendah. Dari segi status ekonomi,  wanita dewasa muda dengan status ekonomi menengah ke atas memiliki peluang sebesar 0,3-0,4 kali lebih cepat melakukan hubungan seksual pranikah dibandingkan dengan status sosial ekonomi rendah.
Co-Authors Abbas, Marwan Abdul Wahab Abu Bakar Agustiningsih, Denny Agustiningsih, Denny Amiruddin Amiruddin Amitya Kumara Aria Kekalih Ariffianto, Adi Armaijn, Fadhilah Armis Armis Ayub Irmadani Anwar, Ayub Irmadani Bahari, Rafidah Bata, Verayanti Albertina Budi Iman Santoso Djaswadi Dasuki Djauhar Ismail Donal, Donal Dwi Andayani, Dwi Dwi Cahyani Ratna Sari Eddy Hartono Edi Patmini Eti Poncorini Pamungkasari Fatimah, Akifah Fielda Djuita, Fielda Fitriyani, Nurrahma Wahyu Ganap, Eugenius Phyowai Gandes Retno Rahayu Guardian Yoki Sanjaya, Guardian Yoki Hamid, Noor Aini Abdul Hari Kusnanto Hartono Hartono Herlin Fitriani Kurniawati, Herlin Fitriani Heru Pradjatmo Ibrahim, Juliani Ibrahim, Juliani Irwan Taufiqur Rachman Iwan Dwiprahasto Juwartini, Dwi Kartini, Farida khusnul khotimah Ksyatria, Yudhistya Ngudi Insan Leman, Michael Andreas Leo Prawirodihardjo Lidia, Hepta Lilie Fransiska Lionita, Widya Liufeto, Koheresto G. Malik, Ummu Kalzum Malik, Ummu Kalzum Mandawati, Murti Marasabessy, Nurlaila Mardiwiyoto, Harsono Maria Magdalena Purba, Maria Magdalena Martinus, Martinus Martinus, Martinus Maryanto, Budi Mayae Hugo Mei Neni Sitaresmi Mia Kusmiati Moch. Anwar Mohammad Hakimi Mohan, Kirubashni Mokhtar, Shulhana Mokhtar, Shulhana Mora Claramita, Mora Muhammad Hakimi Muhammad Nurhadi Rahman Nani Emma Novianto, Asep Nuraliah, Nuraliah Nuring Pangastuti, Nuring Nurlina Ina, Nurlina Paunno, Magdalena Petrana, Nurul Hikmah Phyowai Ganap, Eugenius Poedji Rochjati Popy Irawati Pratiwi, Putu Irma Puspasari, Puspasari Putranti, Rizka Aries Raharja, Supanji Rahayu, Retno Gandes Rahayu, Retno Gandes Ratnawati, Lili Ratnawati, Lili Risanto Siswosudarmo Rukmono Siswishanto Sangun, Diannisa I E Sanip, Suhaila Septiani, Evi Shinta Prawitasari Siswanti, Edi Patmini Siswanto Agus Wilopo Soehartati, Soehartati Soenarto, Srisuparyati Soerjo Hadijono Sri Herlina, Sri Sri Linuwih Susetyo Wardhani, Sri Linuwih Susetyo Sukamdi Sukamdi SUMIYATI SUMIYATI Sunarko Sunarko Surayya, Rahmi Suryadi, Efrayim Suryosubianto, B P Sutresno, Ismail Joko Titik Kuntari Trisasi Lestari, Trisasi Umar Dhani, Umar Vella Dwi Yani Widyandana Widyandana Widyandana, Doni Widyandana, Doni Yanti Yanti Yayi Suryo Prabandari Yuliana Yuliana