Ova Emilia
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Published : 60 Documents
Articles

Hubungan penggunaan IUD (intrauterin device) dengan pola aktivitas seksual pada perempuan di Kota Kupang Liufeto, Koheresto G.; Wahab, Abdul; Emilia, Ova
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 5 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.248 KB) | DOI: 10.22146/bkm.17803

Abstract

Latar Belakang: Intra Uterin device (IUD) adalah alat kontrasepsi yang banyak digunakan di Indonesia. Pemakaian alat kontrasepsi IUD bukanlah alat sempurna. Masih terdapat banyak komplikasi yang bisa terjadi antara lain perdarahan, keputihan, radang panggul, dismenore dan kenyamanan seksual. Kenyamanan seksual sangatlah penting untuk kehidupan berkeluarga, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas seksual pada perempuan yang menggunakan IUD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan pola aktivitas seksual pada perempuan yang menggunakan IUD dengan perempuan yang tidak menggunakan KB di Kota Kupang.Metode: Jenis penelitian observasional dengan rancangan crossectional dan digunakan kuesioner untuk mengumpulkan data. Sampel sebanyak 190 perempuan usia subur di Kota Kupang di ambil secara random. Hubungan penggunaan IUD dengan pola aktivitas seksual dianalisis dengan Chi Square dan dilanjutkan dengan analisis multivariate menggunakan regresi logistik. Keseluruhan tes menggunakan confidence interval (CI) 95% dan tingkat kemaknaan sebesar p<0,05.Hasil: Analisis hubungan antara penggunaan IUD dengan pola aktivitas seksual p-value = 0,15, OR(CI 95%) = 1,52(0,85-2,71). Tidak ada beda pola aktivitas seksual pada perempuan yang menggunakan IUD dengan yang tidak menggunakan KB. Selain itu variabel yang bermakna secara statistik adalah variabel Usia (OR=1,07;CI95%=1,02-1,12), paritas (OR=1,64;CI95%=1,25-2,15), lama menikah (OR=1,08;CI95%=1,03-1,13) dan efek dari penggunaan IUD (OR=2,28;CI95%=0,94-1,33). Sementara itu variabel pekerjaan dan lama menggunakan IUD tidak bermakna secara statistik.Kesimpulan: Penggunaan kontrasepsi jenis IUD tidak mempengaruhi aktivitas seksual perempuan. Namun efek dari penggunaan IUD mememiliki pengaruh terhadap aktivitas seksual, tetapi efek tersebut akan berkurang bahkan hilang dalam kurun waktu lebih dari 1 tahun penggunaan IUD. Rekomendasi yang diberikan dalam penelitian ini adalah perlu dilakukan analisis tentang efek penggunaan IUD terhadap pola aktivitas seksual pada akseptor.
Spatial Patterns Associating Low Birth Weight with Environmental and Behavioral Factors Donal, Donal; Hartono, Hartono; Hakimi, Mohammad; Emilia, Ova
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 6, No 1: March 2017
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/.v6i1.6530

Abstract

Low birth weight (LBW) is a significant public health problem in the world. It was estimated globally by the World Health Organization (WHO) that prevalence of LBW was 15% of all births. In Murung Raya district LBW cases remain high. This paper aimed to identify and discuss the relationship between environmental risk factors with LBW in Murung Raya.A spatial analysis was conducted with 150 women as the total participantswho were recruited through the incidence data in 2013-2014. The questionnaires, medical records, and geographic data were measured by Stata software, ArcGis, SatScan, and Geoda. The study results indicated there was significant correlation between health behavior and environmental variables with the strength of external neighborhood effect across LBW risk factors. More intense clustering of high values (hot spots) was found through the spatial analysis showing that most of the cases were located near the defined buffer zone. This research demonstrates that the spatial pattern analysis provided greater statistical power to detect an effect that was not apparent in the previous epidemiology studies.
Determinan Abortus di Indonesia Kuntari, Titik; Wilopo, Siswanto Agus; Emilia, Ova
Kesmas The National Journal of Public Health Vol. 4 No. 5 April 2010
Publisher : Kesmas The National Journal of Public Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abortion has become a main problem in public health because of its impact on maternal morbidity and mortality. There is no comprehensive data on abortion in Indonesia. So far, data were based on survey with limited coverage. Unsafe abortion is responsible to 11 percent of maternal mortality in Indonesia. This research objective is to determine factors related to abortion in Indonesia. The study was an observational method with cross sectional design. These data are gathered from Indonesian Demography and Health Survey 2002–2003. Data analysis used univariate, bivariate and multivariate analysis with logistic regression. The risk of an abortion increased in line with the increasing of maternal age. Women with 0-2 parity have higher risk than multiparity (OR=5.2, IK95%=3.49-7.89). Employed women have higher risk than unemployed (OR=2.7, IK95%=2.10-3.58). The risk of abortion increased among women married at 30 years old or over (OR=1.8, IK95%=1.30-2.48). There is no significant association between history of abortion, education, socioeconomic and risk of abortion.Key words: Abortion, trend of abortion, abortion’s determinant, Indonesia
SIKAP MENGENAI KESELAMATAN PADA RESIDEN DAN PERAWAT DI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN Emilia, Ova
Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol 14, No 04 (2011)
Publisher : Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.257 KB)

Abstract

Background: Provider attitudes about issues pertinent topatient safety may be related to errors and adverse events.Residents as the main health provider in teaching hospitalsplay an important factors for assuring patient safety.Objective: To assess the attitudes of residents towards patientsafety and compare the attituted to other health providersnurse/midwive) in the Obstetrics Gynaecology Outpatient Clinic.Methods: This was a survey conducted in a teaching hospitalat Yogyakarta. Safety Attitude Questionnare (SAQ)-A questionnairewas adapted into Indonesian setting to assess attitudesamong residents and nurses at Obstetrics Gynaecologyoutpatient clinic. All residents and health providers were invitedto participate in this survey.Results: Total of 71 respondents involved in this survey (consistedof 79% of total residents and 82% of total nurses). TheSAQ-A questionnaire which was used here had comparableinternal consistency with the previous study. In general attitudestowards patient safety were higher among nurses/midwive than residents. Significant differences revealed relatedto perception to management and stress recognition.Perception to management score was the lowest compared toother scales (19,6% residents versus 33,3% nurses withpositive attitudes). There was no differences for other scalesbut still with low attitude scores. Aspects related to “informationtransfer between residents and consultant”, “clinic referralsystem” and “care in test results management” were perceivedas poor by residents and nurses.Conclusion: Residents have lower attitudes towards patientsafety compare to nurses/midwive. This study shows theimportance of providing orientation among residens beforetheir training program to improve patient safety attitude.Key Words: attitude towards patient safety, safety attitudesquestionnaire, teaching hospital
Gambaran Faktor Risiko Prolaps Organ Panggul Pasca Persalinan Vaginal di Daerah Istimewa Yogyakarta Pangastuti, Nuring; Sari, Dwi Cahyani Ratna; Santoso, Budi Iman; Agustiningsih, Denny; Emilia, Ova
Majalah Kedokteran Bandung Vol 50, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15395/mkb.v50n2.1321

Abstract

Prolaps organ panggul merupakan salah satu bentuk disfungsi dasar panggul pada perempuan. Disfungsi dasar panggul adalah keadaan terganggunya fungsi dasar panggul merupakan salah satu kondisi kesehatan yang banyak dikeluhkan perempuan. Lebih dari 46% perempuan dengan riwayat persalinan vaginal mengalami disfungsi dasar panggul,dan peningkatan jumlah paritas berkorelasi dengan peningkatan kejadian prolaps organ panggul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik faktor risiko prolaps organ panggul pasca persalinan vaginal di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dilakukan pada Januari–Maret 2018. Hasil penelitian didapatkan 51 subjek penelitian dengan persalinan vaginal yang dapat dilakukan pemeriksaan POPQ pada 3 bulan pascapersalinan. Prolaps organ panggul didapatkan pada sebagian besar pasien pascasalin, yaitu sejumlah 46 orang, prolaps uteri 33 orang, sistokel 44 orang, serta rektokel pada 46) orang. Hanya 5 orang yang tidak memiliki gambaran prolaps organ panggul pada 3 bulan pascapersalinan.Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor risiko prolaps organ panggul pascapersalinan vaginal di Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri atas faktor intrinsik (usia ibu, panjang genital hiatus maupun perineal body), dan ekstrinsik (paritas, indeks massa tubuh overweight dan obes, kenaikan berat badan selama hamil >15 kg, serta dilakukan episiotomi dan terjadi robekan perineum). Upaya pencegahan terutama edukasi, perbaikan gaya hidup, pengendalian indeks massa tubuh, pengaturan diet, olahraga penguatan otot dasar panggul, pembatasan jumlah kehamilan dan persalinan, serta pertolongan persalinan sesuai Asuhan persalinan normal. Kata kunci: Disfungsi dasar panggul, faktor risiko, persalinan vaginal, prolaps organ panggul Risk Factors for Pelvic Organ Prolapse in Women with History of Vaginal Delivery in YogyakartaPelvic organ prolapse is one form of pelvic floor dysfunctions in women that impairs the pelvic floor function and also one of the most frequently conditions complained by women. More than 46% women with history of vaginal delivery have experienced pelvic floor dysfunction where higher number of parity correllates to increased pelvic organ prolapse incident. The aim of this study was to understand the  characteristic risk factors of pelvic organ prolapse incident post vaginal delivery in Special Region of Yogyakarta. The study ws performed during the period of January to March 2018 on 51 subjects with history of vaginal delivery evaluated using POPQ in 3 months postpartum. Pelvic floor dysfunction was present in most postpartum patients, i,e, 46 people while 33 experienced uterine prolapse, 44 experienced cystocele, and 46 experienced rectocele. Only 5 subjects had no pelvic floor dysfunction in any form. Risk factors for pelvic organ prolapse in post vaginal delivery in the Special Region of Yogyakarta consist of intrinsic factors (maternal age, genital length of hiatus, and perineal body), and extrinsic factors (parity, overweight status and obese status based on body mass index, weight gain during pregnancy exceeding 15 kg,  episiotomy and the occurrence of perineal rupture). Prevention actions include  education followed by lifestyle improvement, control of body mass index, dietary regulation, exercise, restrictions on the number of pregnancies and childbirth, and safe delivery according to normal birth care standard.Key words: Pelvic floor dysfunction, pelvic organ prolapse, risk factors, vaginal delivery
Determinan Abortus di Indonesia Kuntari, Titik; Wilopo, Siswanto Agus; Emilia, Ova
Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 4 No. 5 April 2010
Publisher : Faculty of Public Health Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.87 KB) | DOI: 10.21109/kesmas.v4i5.173

Abstract

Abortus menjadi masalah yang penting dalam kesehatan masyarakat karena berpengaruh terhadap morbiditas dan mortalitas maternal. Di Indonesia, belum ada data yang komprehensif tentang kejadian abortus, berbagai data yang ada sebelumnya berdasarkan survei dengan cakupan yang relatif terbatas. Abortus yang tidak aman bertanggung jawab terhadap 11% kematian ibu di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode observasional menggunakan disain studi cross sectional. Data penelitian diperoleh dari data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2002-2003. Analisis data dilakukan secara bertahap yaitu: analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa risiko abortus meningkat seiring dengan peningkatan usia ibu. Wanita dengan paritas 0-2 berisiko lebih tinggi untuk mengalami abortus dibandingkan wanita dengan paritas 3 atau lebih (OR=5,2, IK 95%=3,49-7,89). Wanita yang bekerja berisiko 2,7 kali lebih tinggi untuk mengalami aborsi daripada wanita yang tidak bekerja (OR= 2,7 , IK 95%= 2,10-3,58). Selain itu, risiko abortus meningkat pada wanita yang menikah pada usia 30 tahun atau lebih (OR=1,8, IK95%= 1,30-2,48). Risiko abortus tidak berhubungan bermakna dengan riwayat abortus sebelumnya, tingkat pendidikan dan tingkat sosial ekonomi.Kata kunci : Abortus, tren abortus, determinan abortus, IndonesiaAbstractAbortion has become a main problem in public health because of its impact on maternal morbidity and mortality. There is no comprehensive data on abortion in Indonesia. So far, data were based on survey with limited coverage. Unsafe abortion is responsible to 11 percent of maternal mortality in Indonesia. This research objective is to determine factors related to abortion in Indonesia. The study was an observational method with cross sectional design. Thesedata are gathered from Indonesian Demography and Health Survey 2002–2003. Data analysis used univariate, bivariate and multivariate analysis with logistic regression. The risk of an abortion increased in line with the increasing of maternal age. Women with 0-2 parity have higher risk than multiparity (OR=5.2, IK95%=3.49-7.89). Employed women have higher risk than unemployed (OR=2.7, IK95%=2.10-3.58). The risk of abortion increased among women married at 30 years old or over (OR=1.8, IK95%=1.30-2.48). There is no significant association between history of abortion, education, socioeconomic and risk of abortion.Key words : Abortion, trend of abortion, abortion’s determinant, Indonesia
Kinerja Akseleran dalam Rotasi Klinik: suatu Kajian terhadap Pencapaian Kompetensi Klinik Mahasiswa Kedokteran Wardhani, Sri Linuwih Susetyo; Kekalih, Aria; Dwiprahasto, Iwan; Emilia, Ova; Prabandari, Yayi Suryo; Kumara, Amitya
Jurnal Psikologi Vol 41, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.903 KB)

Abstract

Sebagian kecil mahasiswa fakultas kedokteran adalah mahasiswa dengan riwayat pernah mengikuti program akselerasi ditingkat pendidikan dasar dan menengah, dan kelompok ini disebut sebagai akseleran. Akseleran merupakan siswa berbakat dan memiliki inteligensi serta kemampuan akademik yang tinggi, namun, akseleran umumnya imatur baik sosial, emosional maupun fisik. Dengan demikian dapat diprediksi akan mengalami penurunan kompetensi ketika berada pada tahap rotasi klinik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi kinerja akseleran dalam pencapaian kompetensi di rotasi klinik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian campuran, dengan pendekatan kualitatif lebih dominan. Responden penelitian ialah mahasiswa fakultas kedokteran di semester tujuh dan delapan dengan riwayat pernah mengikuti program akselerasi. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa kemampuan dasar akseleran berada pada skala baik dan baik sekali; sikap kerja cukup hingga baik, sedangkan kepribadian pada komponen stabilitas emosi serta daya tahan stres berada pada skala kurang hingga cukup. Nilai median kompetensi klinik akseleran sedikit lebih tinggi dibandingkan non-akseleran, tetapi secara satistik perbedaannya tidak bermakna. Kesimpulan penelitian adalah, kinerja akseleran dalam rotasi klinik cukup baik, namun akseleran menghadapi masalah non-akademik terutama aspek kepribadian yang dapat memengaruhi nilai akademik. Perlu pertimbangan seleksi calon mahasiswa kedokteran terhadap akseleran dengan menggunakan pemeriksaan psikologik untuk menilai kematangan kepribadian. Kata kunci: akseleran, kompetensi klinik, seleksi calon mahasiswa
Intervensi pada perilaku bidan tentang pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan menggunakan layanan pesan singkat Lionita, Widya; Emilia, Ova; Lestari, Trisasi
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.796 KB) | DOI: 10.22146/bkm.11653

Abstract

Intervention on midwife behavior about early initiation of breastfeeding practice using short message servicePurposeThis research examined the effects of an intervention by delivering short message service towards midwife behavior.MethodsThis research was a quasi-experimental study with pre and post test design using control group. A total of 64 midwives in Palembang participated until data extraction. About 18 themes of short messages were delivered through participants’ mobile phone. Data were analyzed by univariate, bivariate, and linear regression tests.ResultsResults showed that the intervention improved early breastfeeding perceptions by about 7.3% (p= 0.0308). Participants’ knowledge was increased after intervention although there was no significant mean difference between groups. Almost all participants (over 80%) practiced imperfect early breastfeeding, especially in giving information since antenatal care, short-duration, and directing baby for sucking mother’s nipple.ConclusionNot all of participants facilitated early breastfeeding in every birth because of other factors such as unsupported mother and infant’s condition. Early initiation of breastfeeding is not easily implemented by health staff. It is better that midwives could motivate mothers to breastfeed within 1 hour since antenatal care. The important keys are having high commitment and confidence which contribute to midwives’ belief for practicing every step in every birth. We concluded that this research should be continued for long-term-analysis to give more significant results.
Kinerja Akseleran dalam Rotasi Klinik: suatu Kajian terhadap Pencapaian Kompetensi Klinik Mahasiswa Kedokteran Wardhani, Sri Linuwih Susetyo; Kekalih, Aria; Dwiprahasto, Iwan; Emilia, Ova; Prabandari, Yayi Suryo; Kumara, Amitya
Jurnal Psikologi Vol 41, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.903 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.6956

Abstract

Sebagian kecil mahasiswa fakultas kedokteran adalah mahasiswa dengan riwayat pernah mengikuti program akselerasi ditingkat pendidikan dasar dan menengah, dan kelompok ini disebut sebagai akseleran. Akseleran merupakan siswa berbakat dan memiliki inteligensi serta kemampuan akademik yang tinggi, namun, akseleran umumnya imatur baik sosial, emosional maupun fisik. Dengan demikian dapat diprediksi akan mengalami penurunan kompetensi ketika berada pada tahap rotasi klinik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi kinerja akseleran dalam pencapaian kompetensi di rotasi klinik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian campuran, dengan pendekatan kualitatif lebih dominan. Responden penelitian ialah mahasiswa fakultas kedokteran di semester tujuh dan delapan dengan riwayat pernah mengikuti program akselerasi. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa kemampuan dasar akseleran berada pada skala baik dan baik sekali; sikap kerja cukup hingga baik, sedangkan kepribadian pada komponen stabilitas emosi serta daya tahan stres berada pada skala kurang hingga cukup. Nilai median kompetensi klinik akseleran sedikit lebih tinggi dibandingkan non-akseleran, tetapi secara satistik perbedaannya tidak bermakna. Kesimpulan penelitian adalah, kinerja akseleran dalam rotasi klinik cukup baik, namun akseleran menghadapi masalah non-akademik terutama aspek kepribadian yang dapat memengaruhi nilai akademik. Perlu pertimbangan seleksi calon mahasiswa kedokteran terhadap akseleran dengan menggunakan pemeriksaan psikologik untuk menilai kematangan kepribadian. Kata kunci: akseleran, kompetensi klinik, seleksi calon mahasiswa
Spatial Analyses of Low Birth Weight Incidence, Indonesia Donal, Donal; Hartono, Hartono; Hakimi, Muhammad; Emilia, Ova
Indonesian Journal of Geography Vol 50, No 1 (2018): Indonesian Journal of Geography
Publisher : Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.22146/ijg.15951

Abstract

The etiology of Low Birth Weight (LBW) in Murung Raya is still unclear. This study aimed to find out the relationship between environmental and health behavior risk factors of LBW in Murung Raya. 150 women were recruited through the incidence data 2013- 2014, and the questionnaires, medical records, and geographic data were measured by McNemar, ANOVA, logistic, IRR, MI, z (Gi), and NNI tests. Bivariate analysis showed significant correlation of LBW with TBA care OR= 10, drinking popa OR= 5, smoking OR= 6.1, and accessibility OR = 2.3, with adjusted OR for TBA care OR= 32.78, ANC OR= 27.52 revealing trend lines with ANOVA F=49, and clustering RR=7, MI >0 (four clusters), z (Gi) >1 (two high clusters), and NNI>1 (two high clusters). The spatial analysis provided greater statistical power to detect an effect that was not apparent in the case-control study. This study suggests that preventions, interventions and treatment for LBW not only be conducted by the current epidemiology approach but also by new modern geographic positioning analysis.
Co-Authors Abbas, Marwan Abdul Wahab Abu Bakar Agustiningsih, Denny Agustiningsih, Denny Amiruddin Amiruddin Amitya Kumara Aria Kekalih Armaijn, Fadhilah Armis Armis Ayub Irmadani Anwar, Ayub Irmadani Bahari, Rafidah Bata, Verayanti Albertina Budi Iman Santoso Djaswadi Dasuki Djauhar Ismail Donal, Donal Dwi Andayani, Dwi Dwi Cahyani Ratna Sari Eddy Hartono Edi Patmini Eti Poncorini Pamungkasari Fatimah, Akifah Fielda Djuita, Fielda Fitriyani, Nurrahma Wahyu Ganap, Eugenius Phyowai Gandes Retno Rahayu Guardian Yoki Sanjaya, Guardian Yoki Hamid, Noor Aini Abdul Hari Kusnanto Hartono Hartono Herlin Fitriani Kurniawati, Herlin Fitriani Heru Pradjatmo Ibrahim, Juliani Irwan Taufiqur Rachman Iwan Dwiprahasto Juwartini, Dwi Kartini, Farida khusnul khotimah Ksyatria, Yudhistya Ngudi Insan Leman, Michael Andreas Leo Prawirodihardjo Lidia, Hepta Lilie Fransiska Lionita, Widya Liufeto, Koheresto G. Malik, Ummu Kalzum Mandawati, Murti Marasabessy, Nurlaila Mardiwiyoto, Harsono Maria Magdalena Purba, Maria Magdalena Martinus, Martinus Martinus, Martinus Mayae Hugo Mei Neni Sitaresmi Mia Kusmiati Moch. Anwar Mohammad Hakimi Mohan, Kirubashni Mokhtar, Shulhana Mokhtar, Shulhana Mora Claramita, Mora Muhammad Hakimi Muhammad Nurhadi Rahman Nani Emma Novianto, Asep Nuraliah, Nuraliah Nuring Pangastuti, Nuring Nurlina Ina, Nurlina Paunno, Magdalena Petrana, Nurul Hikmah Phyowai Ganap, Eugenius Poedji Rochjati Popy Irawati Pratiwi, Putu Irma Puspasari, Puspasari Putranti, Rizka Aries Raharja, Supanji Rahayu, Retno Gandes Ratnawati, Lili Risanto Siswosudarmo Rukmono Siswishanto Sangun, Diannisa I E Sanip, Suhaila Septiani, Evi Shinta Prawitasari Siswanto Agus Wilopo Soehartati, Soehartati Soenarto, Srisuparyati Soerjo Hadijono Sri Herlina, Sri Sri Linuwih Susetyo Wardhani, Sri Linuwih Susetyo Sukamdi Sukamdi SUMIYATI SUMIYATI Sunarko Sunarko Surayya, Rahmi Suryadi, Efrayim Suryosubianto, B P Sutresno, Ismail Joko Titik Kuntari Trisasi Lestari, Trisasi Umar Dhani, Umar Vella Dwi Yani Widyandana Widyandana Widyandana, Doni Widyandana, Doni Yanti Yanti Yayi Suryo Prabandari Yuliana Yuliana