Articles
26
Documents
EVALUASI KEBIJAKSANAAN PEMBANGUNAN REGIONAL KOTA PADANG PANJANG (PENDEKATAN EXPORT BASE MODEL)

Media Ekonomi Vol 21, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Economic development is an essential factor to development in the country because development was not just about economy fenomena but include material and financial problem in the life many people. So that implementation of suitable policies succeed to achieve many object and purpose of effective development need good planning and evaluation. For example Padang Panjang City, location quotient showed that basic sector is electricity and transportation. base on the result the goverment have to take a policy that actually develop the basic sector until give a big value added to income of the city non basic sector must be develop together with basic sector because connected to economic growth .Keywords : Economic development, location quotient, basic sector electricity

Sintesis Tris(4-metoksifenil)tolilsilan dengan Teknik Reaksi Kopling Menggunakan Katalis Paladium Tersier Tributil Fosfin

VALENSI Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Kimia Valensi Volume 3//No.1//Mei 2013
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.857 KB)

Abstract

Telah disintesis senyawa tris(4-metoksifenil)tolilsilan (TMT) dengan teknik reaksi kopling menggunakan tolilsilan dan 4-iodida anisol yang dikatalis senyawa paladium. Reaksi dilakukan dalam kondisi inert dan suasana basa. Senyawa TMT hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan kromatografi gas-spektrometri massa dan spektrometer 1H dan 13C NMR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa TMT hasil sintesis memiliki rendemen sebesar 30%. Pengukuran menggunakan kromatografi gas-spektrometri massa menghasilkan nilai m/z sebesar 440. Spektrum 1H NMR menunjukkan lima puncak proton ekivalen dan spektrum 13C NMR menghasilkan sepuluh puncak karbon ekivalen. Hasil karakterisasi tersebut bersesuaian dengan struktur senyawa TMT hasil sintesis.   Kata kunci: tris(4-metoksifenil)tolilsilan, reaksi kopling, paladium

Sintesis Satu Langkah Senyawa Oksotrinuklir dengan Terminal Ligan Piridin [Ru3O(OOCC6H5)6(C5H5N)3]ClO4

VALENSI Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Kimia Valensi Volume 3//No.2//November 2013
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.263 KB)

Abstract

Abstrak Telah disintesis senyawa oksotrinuklir dengan terminal ligan piridin [Ru3O(OOCC6H5)6(C5H5N)3]ClO4. Senyawa oksotrinuklir hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer FT-IR dan spektrometer massa. Hasil identifikasi dengan spektrofotometer FT-IR menunjukkan senyawa oksotrinuklir hasil sintesis memiliki vibrasi khas pada bilangan gelombang 698 cm-1. Pengukuran menggunakan spektrometer massa menkonfirmasi bahwa senyawa oksotrinuklir memiliki ligan terminal piridin yang mudah terfragmentasi yang ditandai dengan puncak ion molekul pada m/z 1283,14 dan puncak ion fragmen pada m/z 1205,09 yang mengindikasikan lepasnya satu molekul piridin sebagai terminal ligan. Kata kunci : senyawa oksotrinuklir, sintesis satu langkah, ruthenium, piridin.   Abstract Synthesis of oxotrinuclear with pyridine as terminal ligand [Ru3O(OOCC6H5)6 (C5H5N)3]ClO4 has been carried out. Oxotrinuclear compound from synthesis was characterized using FT-IR spectrophotometer and mass spectrometer. The FTIR spectrum shows that oxotrinuclear compound has vibration at wavelength 698 cm-1 and mass spectrometer spectrum shows oxotrinuclear compound has pyridine as terminal ligand which easily fragmented indicated by molecular ion peak at m/z 1283.14 and ion fragment peak at m/z 1205.09. These values revealed one molecule of pyridine lost from terminal ligand. Keywords : oxotrinuclear compound, one step synthesis, ruthenium, pyridine.

The effects of protein energy malnutrition (PEM) on sperm quality and spermatogenesis of male rats injected by testosterone enanthaie+)

Medical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (1997): January-March
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1572.926 KB)

Abstract

[no abstract available]

Analisis Saluran Pemasaran dan Marjin Pemasaran Bahan Olahan Karet Rakyat (Bokar) di Kabupaten Kampar

Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.557 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran yang paling efisien yang digunakan oleh petani karet di lokasi penelitian dan untuk mengetahui besarnya nilai keuntungan masing-masing lembaga pemasaran pada setiap saluran pemasaran. Metode penelitian untuk melihat efisiensi pemasaran digunakan analisis margin pemasaran, farmer’s share, dan Profitability Index. Penentuan responden dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 84 orang, yaitu petani karet 75 orang dan pedagang perantara 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran paling efisien berdasarkan nilai marjin pemasaran, farmer’s share dan tingkat keuntungan (profitability index) yang diperoleh terdapat pada saluran pemasaran III di Desa Ridan, dengan nilai keuntungan pemasaran sebesar Rp. 1.037,5 margin pemasaran sebesar Rp.1.905 dan nilai farmer’s share sebesar 77,91% dengan efisiensi pemasaran 20,19%.

Isolation of Triterpenoid from Katemas (Euphorbia geniculata Ortega) Stem Extracted using Methanol and Its Toxicity Test

Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry Vol 1, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.968 KB)

Abstract

Katemas (Euphorbia geniculata Ortega) known as (Mexican) Fireplants, Painted Euphorbia, Japanese poinsettia is a plant belong to Euphorbiaceae or spurge family. Traditionally, this plant is used as furgative and treat dysentry. The aims of the research were to evaluate the toxicity and to isolate one of the triterpenoid extracted using methanol from the stem of this plant. The toxicity was evaluated by mortality test against armyworm larvae (Spodoptera litura). This assay was obtained by Methanol extraction at various concentrations (0, 1, 2, 3, 4 and 5%). The isolation process was conducted by series of work steps such as extraction, fractionation and purification. Structure elucidation was determined by spectroscopy techniques. Toxicity assay exhibited highest mortality at 5 % concentration with LC50 3,92%. Spectroscopy data analysis was able to identified a type of pentacyclic triterpenoid compound namely lupeol acetate.Keyword: Euphorbia geniculata Ortega, toxicity, lupeol acetate

SINTESIS SATU LANGKAH ARILASI n-BUTIL SILIKA DENGAN ARIL IODIDA

Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah disintesis tris(4-thioanisil)n-butil silan (1) dan tris(5-metil 2-thiophen)n-butil silan (2) melalui sintesis satu langkah dalam kondisi inert. Senyawa (1) dan (2) hasil sintesis diisolasi dengan kromatografi kolom menggunakan eluen etil asetat dan dikarakterisasi menggunakan kromatografi gas-spektrometer massa (GC-MS) dan spektrometer NMR 1H dan 13C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa (1) dan (2) hasil sintesis diperoleh sebanyak 25% dan 35%. Hasil pengukuran dengan GC-MS menunjukkan puncak ion molekul m/z untuk senyawa (1) sebesar 454 dan senyawa (2) sebesar 376. Spektra 1H NMR senyawa (1) menunjukkan adanya delapan puncak proton ekivalen dimana senyawa (2) mempunyai tujuh puncak proton ekivalen. Pengukuran dengan 13C NMR menunjukkan baik senyawa (1) maupun (2) memiliki sembilan karbon ekivalen. Spektrum DEPT-135 bersesuaian dengan spektrum 13C NMR dan menunjukkan keberadaan karbon metilen dari gugus alifatik. Secara keseluruhan hasil analisis menunjukkan senyawa (1) dan (2) sesuai dengan struktur senyawa yang diusulkan.

Isolasi dan Identifikasi Komponen Utama Fraksi Kolom Aktif Sitotoksik dari Akar Acunthus Ilicifolius Linn

Jurnal Penelitian Sains No 11 (2002)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3975.916 KB)

Abstract

Penelitian tentang komponen utama fraksi kolom aktif sitotoksik dari akar Acunthus Ilicifolius Linn telah dilakukan. Fraksi kolom aktif berasal dari ekstrak heksan yang dipisahkan melalui teknik-teknik kromatografi yang memberikan nilai LC50 15,2307 ppm. Usulan struktur komponen utama tersebut adalah stigmaterol dengan rumus C29H48O, yang diperkuat oleh data fitokimia yang positif steroid, titik leleh 156-157° C, spektroskopi ultralembayung (UV) yang menunjukkan adanya transisi elektronik π à π dari C=C terisolasi, inframerah (IR) yang menunjukkan adanya gugus OH (ṽ 3438,8 cm-1), C-H alifatik (ṽ 2937,4 cm-1 – 2850,6 cm-1), C=C terisolasi (ṽ 1629,7 cm-1), rangka dasar siklopentana (ṽ 1465,8 cm-1), gugs isopropil (ṽ 1382,9 cm-1) dan C-O (ṽ 1051,1 cm-1) dan paduan kromatografi gas-spektroskopi masa (GC-MS) memberikan ion molekul pada m/e 412, puncak dasar pada m/e 55.

Spektroskopi Resonansi Magnetik Inti Karbon (13C-NMR) dari Etil, Asam Dan (2-Metoksi-4-Formil) Fenil P-Metoksisinamat

Jurnal Penelitian Sains No 6 (1999)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.603 KB)

Abstract

Spektroskopi resonansi magnetik inti karbon (13C-NMR) adalah suatu teknik yang dapat digunakan untuk menentukan susunan (jumlah) atom karbon di dalam suatu molekul organik hasil isolasi atau hasil transformasi dan sintesis. Teknik spektroskopi ini adalah teknik yang paling akhir dikembangkan setelah teknik spektroskopi resonansi magnetik inti proton (1H-NMR).Ada beberapa teknik khusus dalam pengambilan spektrum 13C-NMR dari molekul organik. Sekarang dilaporkan spektroskopi 13C-NMR dari etil, asam dan (2-metoksi-4-formil) fenil p-metoksisinamat yang ditentukan dengan model operasi tanpa penjodohan spin (proton noise-decoupled) dan penjodohan spin (spin-coupled mode atau off-resonance).

KONTRIBUSI SEKTOR TRANSPORTASI TERHADAP PEREKONOMIAN DAERAH DI PROVINSI SUMATERA BARAT

Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Alauddin University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.686 KB)

Abstract

The problem that is often faced in development planning, is the inequality and inequality in development. One of the causes, is the uneven spread of investment, either regionally or sectorally. Efforts that can be taken to reduce inequality and inequality in development, is to know the various roles sectoral in development. One sector that contributes to the nations economy, is the transportation sector. The transportation sector is included in the category of infrastructure development that serves to support all aspects and activities of development. One method that can be used to see the impact of the transport sector on the regional economy and the expansion of employment opportunities in West Sumatra is by using the I-O (Input-Output) Method. This method is able to see the inter-sectoral linkages in the economy, so it can know the performance of a sector (transportation sector) in the regional economy and the appropriate local economic policy in the future. Using the Input-Output Table of West Sumatra, an analysis has been conducted to examine the impact of the transport sector on the regional economy and the extension of employment opportunities in West Sumatra, including the transport sector in general, having a backward link index and a relatively high relative forward index. This situation will have an impact on the development of other sectors and this sector will be responsive to economic change and policy changes in other sectors. Thus, for that reason, the transportation sector deserves to be a priority and strategic sector in the development process.