Deni Elfiati
Program Studi Pasca Sarjana Fakultas Pertanian USU, Medan 20155

Published : 23 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Pertanian Tropik

EFISIENSI SERAPAN NITROGEN TIGA VARIETAS KEDELAI DENGAN PEMUPUKAN NITROGEN DAN PENAMBAHAN RHIZOBIUM PADA TANAH DENGAN STATUS HARA N RENDAH PHYSIOLOGY EFFICIECY OF NITROGEN ABSORBTION WITH THREE SOYBEAN VARIETY OF UREA AND APPLICATIONS RHIZOBIUM IN SOIL WI Hamidah, Makruf; Hanum, Hamidah; Elfiati, Deni
Pertanian Tropik Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.711 KB)

Abstract

The use of chemical nitrogen fertilizer tends to be high on soils with low nitrogen nutrient status, it can affect the balance of the global N cycle, contamination of ground water and the increasing N2O (nitric monoxide is one of the greenhouse gases). The objective of this research to compare the effect of nitrogen fertilization and application of Rhizobium on nitrogen uptake efficiency, growth and yield of three varieties of soybeans In Soil With Nutritrional Status Low Nitrogen. The research was conducted at the practice field Agricultural Extention Collage Medan, Deli Serdang North Sumatra Province in August-December, 2014. The method used is split-slip plot design with the main plot Rhizobium application and without Rhizobium, subplot is the varieties used are Burangrang, Tanggamus and Wilis. Sub-sub plot is the standard of N fertilization, that is: control, urea 50 kg / ha, 100 kg / ha and 150 kg / ha. Variable observations include: nitrogen absorption, plant dry weight, nodule and production. The results showed that the application of Rhizobium on the variety Wilis provide a significant response to the increased absorption of nitrogen, whereas the the varieties Burangrang and Tanggamus not give a significant response to increased nitrogen absorption. Urea fertilizer dose of 150 kg / ha on the use of Rhizobium inoculant tends to give a negative reaction to the Physiology Efficiecy Of Nitrogen Absorbtion (PEN), nodule, and weight of 100 grains. Physiology Efficiecy Of Nitrogen Absorbtion (PEN) of three varieties tested were not affected by the level of nitrogen fertilization and the addition of Rhizobium.Keywords: Soybean, Efficiency Nitrogen, Rhizobium
EFEKTIVITAS PEMBERIAN BEBERAPA JENIS BAHAN ORGANIK TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN MIKORIZA PADA TANAMAN KARET DI TANAH CEKAMAN KEKERINGAN Lumbantoruan, Santa Maria; Sahar, Asmarlaily; Elfiati, Deni; sitohang, Chadra
Pertanian Tropik Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.947 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian Bahan Organik TKKS dan Mikoriza terhadap pertumbuhan stum karet berpayung dua ditanah cekaman kekeringan pada kadar 60 %. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kasa Fakultas Pertanian USU (± 25 m dpl) pada bulan November 2014 – Mei 2015 menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL) dengan dua faktor. Fakktor pertama yaitu dosis Bahan Organik Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dengan 4 taraf yaitu 0 g/polybag, 300 g/polybag, 600 g/polybag, 900 g/polybag; dan faktor kedua yaitu jenis Mikoriza dengan 4 taraf yaitu tanpa mikoriza, Glomus, Acaulospora, Glomus+Acaulospora. Hasil penelitian menunjukkan bahawa aplikasi bahan organik TKKS memiliki pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman dan cenderung nyata pada diameter batang. Dimana taraf terbaiknya diperoleh pada dosis 600 g/polybag. Pemberian Mikoriza tidak berpengaruh nyata namun dapat meningkatakan rata-rata tinggi tanaman dan diameter batang. Jenis mikoriza yang terbaik diperoleh pada jenis mikoriza yang digabung yaitu Glomus + Acaulospora. interaksi antara bahan organik TKKS dan Mikoriza tidak berpengaruh nyata namun dapat meningkatkan rata-rata tinggi tanaman dan diameter batang. Taraf kombinasi yang terbaik terdapat pada Bahan Organik TKKS 300 g/polybag dan Mikoriza Glomus + Acaulospora.Kata kunci: Bahan Organik TKKS, Mikoriza, Cekaman Kekeringan, dan Karet
PENINGKATAN KETERSEDIAAN FOSFAT DAN PRODUKSI TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L) DENGAN MENGGUNAKAN TALAROMYCES PINOPHILUS INDIGENOUS DAN PUPUK SP36 PADA ANDISOL TERDAMPAK ERUPSI GUNUNG SINABUNG Sembiring, Mariani; Elfiati, Deni; Sutarta, Edi Sigit; Sabrina, T.
Pertanian Tropik Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.319 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Jamur pelarut Fosfat, Dosis Pupuk P dan kombinasi jamur Pelarut Fosfat dan Dosis Pupuk P terhadap Pertumbuhan, P-tersedia dan produksi tanaman kentang (Solanum tuberosum L) pada Andisol terdampak erupsi Sinabung. Parameter yang diamati: Berat kering tanaman diukur pada akhir masa vegetatif, Produksi tanaman, Serapan P tanaman dan Analisa P tersedia tanah,dengan metode Bray II diukur pada akhir masa vegetatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kombinasi perlakuan Jamur pelarut fosfat (T. pinophilus )dan SP36 berpengaruh terhadap peningkatan P-tersedia pada perlakuan J1P2 yaitu sebesar 71.65% bila dibanding dengan kontrol walaupun secara statistik tidak berpengaruh nyata. Pada parameter serapan P tanaman aplikasi perlakuan T. pinophilus dan SP36 berpengaruh nyata dalam peningkatan serapan P tanaman, perlakuan yang terbaik adalah T3P2 tetapi menurun dengan peningkatan dosis SP36 (P3=13g). Berat kering tanaman perlakuan T3P2 yang terbaik dan menurun dengan meningkatnya dosis SP36 (13 g). Peningkatan produksi tanaman kentang yang tertinggi yaitu J2P1 dengan produksi sebesar 1017.5g sedangkan tanaman kontrol 610 g.Peningkatan produksi tanaman kentang yaitu sebesar 66.8% lebih tinggi bila dibanding dengan kontrol. Aplikasi T. pinophilus sebanyak 20 mL dan 6.5g SP36 memiliki produksi yang terbaik, produksi menurun dengan peningkatan dosis T. pinophilus dan pupuk SP36.Kata kunci : Andisol, Dosis Pupuk P, tanaman Kentang, Talaromyces pinophilus
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN LAHAN SAWAH DI KECAMATAN HAMPARAN PERAK KABUPATEN DELI Nora, Silvia; Rauf, Abdul; Elfiati, Deni
Pertanian Tropik Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.367 KB)

Abstract

Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang memiliki luas lahan pertanian ± 11.046 ha atau 48, 9 % dari luas Kecamatan ini, dimana seluas 7.048 ha adalah lahan sawah yang potensial namun belum dimanfaatkan secara optimal. Berdasarkan UU No 41 tahun 2009 bahwa perencanaan pengembangan lahan pertanian pangan berkelanjutan harus berdasarkan pada kriteria kesesuaian lahan yang dapa dilakukan dengan dukungan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik tingkat kesesuaian lahan sawah dan lahan kering di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, untuk menganalisis usaha–usaha perbaikan yang perlu dilakukan dalam meningkatkan produktivitas tanaman dan untuk membuat peta kesesuaian lahan aktual dan kesesuaian lahan potensial tanaman padi sawah dan beberapa tanaman lahan kering di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Metode analisisnya adalah dengan metode membandingkan (matching) menurut FAO. pemilihan satuan unit lahan berdasarkan peta tanah yang terdiri dari 12 titik bor dan 6 lobang profil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman padi sawah (Oryza sativa) adalah cukup sesuai (S2) seluas 14.093, 883 ha dan sesuai marginal (S3) seluas 17.347,141 ha. Untuk tanaman jagung (Zea mays) termasuk cukup sesuai (S2) seluas 19.391, 019 ha dan sesuai marginal (S3) seluas 12.050,005 ha. Untuk tanaman kedelai (Glicine max) termasuk sesuai marginal (S3) seluas 31.441,024 ha. Untuk tanaman ubi kayu (Manihot utilissima) termasuk kelas sesuai marginal (S3) seluas 31.441,024 ha. Untuk tanaman ubi jalar (Ipomea batatas) termasuk kelas sesuai marginal (S3) seluas 31.441,024 ha. Untuk tanaman sawo (Achras zapota) termasuk kelas cukup sesuai (S2) seluas 17.660,583 ha dan kelas sesuai marginal (S3) seluas 13.780,441 ha. Untuk tanaman mangga (Mangifera indica) termasuk kelas sesuai marginal (S3) seluas 31.441,024 ha. Untuk tanaman sukun (Astocarpus astilis) termasuk kelas cukup sesuai (S2) seluas 17.660,58 ha dan kelas sesuai marginal (S3) seluas 13.780,44 ha.Kata Kunci : Evaluasi kesesuaian lahan, tanaman lahan sawah, tanaman lahan kering, Kecamatan Hamparan Perak.
PERAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PUPUK ANORGANIK DALAM MENINGKATKAN SERAPAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN KENAF (Hibiscus cannabinus L.) Batubara, Redina Marlina; Elfiati, Deni; Akoeb, Erwin Nyak
Pertanian Tropik Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Pasca Sarjana FP USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.947 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kompos tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan pupuk anorganik dalam meningkatkan serapan hara N, P, K dan Pertumbuhan tanaman kenaf. Penelitian di lakukan di Desa Martebing Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara pada bulan April-Agustus 2015 menggunakan Rancangan Faktorial dalam Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis kompos TKKS (O) dengan empat taraf, yaitu 0, 10, 20, dan 30 ton ha-1 dan faktor kedua adalah dosis pupuk anorganik (A) dengan empat taraf, yaitu 0, 200, 400, 600 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi kedua perlakuan berpengaruh nyata pada peubah pengamatan tinggi tanaman dan diameter batang namun berpengaruh tidak nyata terhadap biomassa. Pemberian kompos TKKS dan pupuk anorganik dan juga peningkatan dosisnya meningkatkan serapan N, P dan K daun. Serapan unsur hara N, P, dan K daun tertinggi berturut-turut adalah 1,65; 0,064; dan 0,31 g/tanaman pada perlakuan kompos TKKS 30 ton ha-1 dan pupuk anorganik 600 kg ha-1. Kata kunci: kenaf, kompos TKKS, pupuk NPK, kombinasi pupuk organik dan anorganik, efisiensi serapan hara NPK.