Articles

Found 4 Documents
Search

Metode Pengusangan Cepat untuk Pengujian Vigor Daya Simpan Benih Cabai (Capsicum annuumL.)

Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 40, No 2 (2012): JURNAL AGONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.268 KB)

Abstract

The ability of seed to maintain seed quality during storage is called seed vigor. Accurate method for seed vigor testing of pepper seeds is necessary to accurately determine seed storability during seed distribution. The aim of this research was to determine the best accelerated aging method (AAM) of pepper seed. Freshly harvested seeds of Capsicum annuumL., IPB C9 genotype were used in this study. The experiment used randomized complete block design (RCBD) with three replications. The experimental treatments were seed vigor testing methods i.e. natural deterioration test at room temperature in controlled humidity (RH 90-95%), and four AAM (hot water 60 ºC, methanol 20%, ethanol 20%, and high temperature at 40 ºC). The best method was selected using analysis of variance, coeficient of variance, regresion dan t student analysis. AAM using 20% methanol at periods of 0, 2, 4, 6 and 8 hours was the best method of seed vigor testing for pepper seed. Keywords: accelerated aging, deterioration, ethanol, methanol, high temperature

EVALUASI VIGOR DAYA SIMPAN BENIH PADA BERBAGAI GENOTIPE CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) DENGAN METODE PENGUSANGAN CEPAT

E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.015 KB)

Abstract

Abstrak:       Percobaan ini bertujuan mengevaluasi metode pengusangan cepat methanol 20% selama 0, 2, 4, 6 dan 8 jam pada benih cabai hibrida, non hibrida, lokal, introduksi, rawit dan besar yang diproduksi pada tahun 2009 dan 2010. Jumlah genotipe benih non hibrida 4 (2009) dan 4 (2010). Jumlah genotipe benih hibrida 10 (2009) dan 8 (2010). Analisis data dilakukan dengan analisis sudut kemiringan garis regressi yang merupakan sudut  perbandingan ordinat dan axis. Rekapitulasi hasil evaluasi vigor daya simpan benih cabai menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara benih produksi tahun 2009 dan 2010, dan benih cabai hibrida dan  non hibrida, serta benih cabai lokal dan introduksi. Perbedaan terdapat pada benih cabai rawit dan besar dan laju penurunannya cabai besar lebih cepat dibandingkan benih cabai rawit.  Hal ini terjadi juga pada tolok ukur daya hantar listrik yang merupakan tolok ukur terbaik untuk vigor daya simpan benih. Hal ini menunjukkan besarnya pengaruh lingkungan terhadap vigor daya simpan benih cabai. Kata kunci: deteriorasi alami, laju kemiringan vigor daya simpan benih cabai. Abstract    The experiment was designed to evaluate the accelerated aging method with 20% methanol for 0, 2, 4, 6 and 8 hours which is the first stage of the experimental results at several pepper seed genotypes including hybrid seeds, non hybrid, local, introduction, pepper and great pepper produced in 2009 and 2010. The seeds used are non-hybrid seed as much as 4 genotype seed production in 2009 and 4 genotype seed production in 2010. Hybrid seeds used were 10 genotypes of production in 2009 and 8 genotypes of production in 2010. Data analysis done is the analysis of the slope angle of regression line slope which is resulting from the comparison of the ordinate and the axis. Recapitulation of the pepper seeds vigor storage evaluation results showed that the seed production in 2009 and 2010 there was no difference between the hybrid and non-hybrid pepper seeds and the local and introduction pepper seeds, but there are consistent differences between great chili and chili pepper seeds, the rate of decline of the great chili is greater than the chili pepper. This shows the magnitude of environmental influences on seed pepper seeds vigor storage. Exclusively in electrical conductivity benchmark, which is one of the pepper seeds vigor storage best benchmark shows that the rate of decline in seed vigor between the hybrid and non hybrid seeds and the local and introduction pepper seeds.. Key words: natural deterioration, the rate of decline seed pepper vigor test in relation  to storability

PENDUGAAN PARAMETER GENETIK JUMLAH BUNGA DAN BENIH HASIL BUAH DAN BENIH BEBERAPA GENOTIPE CABAI (CAPSICUM ANNUUM L.) TETUA DAN HASIL PERSILANGAN DIALEL DI KEBUN PERCOBAAN CIPANAS JAWA BARAT

E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : E-Journal Widya Kesehatan dan Lingkungan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.221 KB)

Abstract

Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan produk hortikultura penting yang dibudidayakan secara komersial di daerah tropika termasuk Indonesia, dan mempunyai potensi yang sangat strategis dalam meningkatkan pendapatan petani karena permintaan dan pemanfaatan cabai yang terus meningkat, seiring dengan meningkatnya penduduk dan konsumsi per kapita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pendugaan parameter genetic yaitu (1) heterosis untuk jumlah benih. jumlah buah dan jumlah bunga mekar (2) dan Nilai daya gabung khususnya (DGK) jumlah buah dan jumlah bunga untuk menentukan hibrida unggulan di masa yang akan datang. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Cipanas Jawa barat. Metode yang digunakan adalah persilangan dialel dengan rancangan penelitian rancangan acak kelompok dengan 3 ulangan. Hasil dari penelitian ini adalah nilai pendugaan parameter genetik untuk nilai (1) heterosis bahwa hibrida yang mempunyai nilai heterosis tertinggi untuk jumlah benih adalah IPBC 15x20, untuk jumlah buah adalah IPBC 15x20, untuk jumlah bunga mekar adalah IPBC 2x20. (2) Hibrida yang mempunyai nilai daya gabung khusus (DGK) tertinggi untuk jumlah buah adalah IPBC2x20, untuk DGK untuk jumlah bunga mekar adalah IPBC 2x20. Hal ini menunjukkan bahwa pada penanaman di kebun Cipanas dan kondisi agroklimat yang kurang mendukung sudah terdapat koleksi genotipe tetua unggul yaitu IPB C15, IPB C20, IPB C2.

Pendugaan Parameter Genetik Vigor untuk Viabilitas dan Vigor Benih Cabai (Capsicum annuum L.) Menggunakan Analisis Setengah Dialel

Jurnal Hortikultura Indonesia Vol 6, No 3 (2015): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Perhimpunan Hortikultura Indonesia dan Departemen Agronomi dan Hortiluktura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.949 KB)

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to estimate the narrow sense heritability (h2ns), broad sense heritability (h2bs), heterosis, and heterobioltiosis, coefficient of genetic variances, coefficient of phenotypic variances, additive and dominant variances. Pepper population used in this study consisted of IPB C2, IPB C9, IPB C10, IPB C15 and half diallel hybrid. To estimate the effect of reciprocal IPB C10 x IPB C2 hybrid was used. Accelerated aging method was used to test the vigor using methanol 20% in five periods of time 0, 2, 4, 6 and 8 hours. Observations consisted of: (1) germination rate, (2) the length of radicle, (3) the length of hypocotile, (4) dry weight of normal seedlings, (5) speed of growth, (6) electrical conductivity and (7) moisture content. Genetic parameters were estimated using affinity analysis. Reciprocal effect indicated that there was no maternal effect. Parents with high combining ability was IPB C15 and that with high specific combining ability was IPB C2 x IPB C5 and gave positive heterosis.Key words: pepper, genetic coefficient, heterosis, seed vigor, specific combining ability ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menduga nilai parameter genetik untuk viabilitas dan vigor benih cabai menggunakan metode persilangan setengah dialel untuk mendapatkan informasi nilaiheritabilitas, heterosis, koefisien keragaman genetik, varians aditif dan dominan, sehingga diharapkan dapat mendukung keberhasilan program pemuliaan yang mengkombinasikan karakter tanaman dengan viabilitas dan vigor benih yang baik. Empat genotipe tetua cabai yang digunakan adalah IPB C2, IPB C9, IPB C10, IPB C15, dan enam genotipe cabai hasil persilangan antar tetua adalah IPB C2 x IPB C9, IPB C2 x IPB C10, IPB C2 x IPB C15, IPB C9 x IPB C10, IPB C9 x IPB C15, IPB C10 x IPB C15. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT). Pengamatan untuk pengujian vigor dan viabilitas dilakukan pada genotipe tetua dan persilangan dengan tolok ukur yaitu (1) daya berkecambah (2) panjang akar, (3) panjang hipokotil, (4) bobot kering kecambah (5) kadar air benih, (6) kecepatan tumbuh (Kct), dan (7) daya hantar listrik (DHL). Pengujian vigor daya simpan benih cabai pada genotipe tetua dan persilangan menggunakan metode pengusangan cepat methanol 20%. Setelah pengujian vigor daya simpan benih dilakukan analisis varian dan analisis regressi dan analisis statistik biometrik. Hasil analisis menunjukkan bahwa genotipe cabai IPB C15 mempunyai nilai daya gabung umum yang tinggi untuk vigor daya simpan benih sehingga dapat dijadikan sebagai tetua untuk perakitan varietas F1 hibrida vigor daya simpan benih tinggi. Kombinasi persilangan tetua IPB C2 x IPB C15 menghasilkan benih yang memiliki vigor daya simpan benih tinggi.Kata kunci : cabai, daya gabung khusus, heterosis, koefisien genetik, vigor benih