Endah Aryati Eko Ningtyas
Jurusan Keperawatan Gigi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Metode Menggosok Gigi Sebelum Makan Terhadap Kuantitas Bakteri Dan Ph SALIVA

Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 48, No 123 (2010): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Juli 2010 (Edisi Khusus FKG)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.759 KB)

Abstract

Waktu kegiatan menyikat gigi yang selama ini sering dilakukan adalah  adanya anjuran menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur tetapi dewasa ini mulai ditelaah kerugian dari waktu tersebut karena ditemukan banyak keluhan nyeri secara primer diawali dengan adanya nyeri karena abrasi atau erosi gigi. Dan juga tidak dapat diabaikan karena keluhan tersebut akan sampai pada tahap perawatan jaringan pulpa karena keluhan yang meningkat  dari pasien.Metode Penelitian ini adalah eksperimental semu atau quasi experimental. Rancangan penelitian yang dipergunakan adalah post test only group design. Dalam penelitian ini 3 unsur utama dalam penelitian eksperimental terpenuhi yaitu : peneliti melakukan intervensi kepada sampel dengan cara meminta sampel melakukan sikat gigi dengan waktu tertentu yaitu dilakukan sebelum makan, pengambilan sampel dilakukan dengan cara random ( acak) dimana masing- masing subyek penelitian mendapat kesempatan yang sama untuk menjadi sampel dan ada kelompok kontrol yaitu kelompok yang melakukan metode menyikat gigi setelah makan. Karena jumlah populasi berjumlah kurang dari 100 orang maka pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dimana jumlah populasi yang ada digunakan sebagai sampel. Sedangkan sampel yang digunakan untuk uji kuantitas bakteri sebanyak 16 saliva yang diambil dari 8 dari masing- masing kelompok menyikat gigi sebelum makan dan kelopok menyikat gigi setelah makan.Hasil penelitian adalah Tidak ada perbedaan pengaruh menyikat gigi sebelum makan dengan menyikat gigi setelah makan terhadap pH saliva. Tidak ada beda kuantitas bakteri di permukaan gigi pada tindakan menyikat  gigi sebelum makan dan setelah makan. pH saliva 5 menit setelah makan belum banyak terjadi perubahan dibanding pH awal sebelum sikat gigi pada metode  menyikat gigi sebelum makan. pH saliva 15 menit dan 30 menit setelah makan menunjukkan perubahan pH lebih  menurun (asam) dibandingkan pH awal sebelum menyikat gigi pada metode menyikat gigi sebelum  makan. pH saliva 5 menit setelah makan belum banyak terjadi perubahan dibanding pH awal sebelum sikat gigi pada metode  menyikat gigi setelah makan. pH saliva 15 menit  setelah makan menunjukkan perubahan pH lebih  menurun (asam) dibandingkan pH awal sebelum menyikat gigi pada metode menyikat gigi setelah  makan. pH saliva 15 menit  setelah makan hampir serupa dengan pH  awal sebelum menyikat gigi pada metode menyikat gigi setelah  makan. Kata Kunci : metode menyikat gigi, pH saliva, waktu menyikat gigi

Pengaruh Metode Menggosok Gigi Sebelum Makan Terhadap Kuantitas Bakteri Dan Ph SALIVA

Majalah Ilmiah Sultan Agung Vol 48, No 123 (2010): Jurnal Majalah Ilmiah Sultan Agung, Juli 2010 (Edisi Khusus FKG)
Publisher : Majalah Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.759 KB)

Abstract

Waktu kegiatan menyikat gigi yang selama ini sering dilakukan adalah  adanya anjuran menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur tetapi dewasa ini mulai ditelaah kerugian dari waktu tersebut karena ditemukan banyak keluhan nyeri secara primer diawali dengan adanya nyeri karena abrasi atau erosi gigi. Dan juga tidak dapat diabaikan karena keluhan tersebut akan sampai pada tahap perawatan jaringan pulpa karena keluhan yang meningkat  dari pasien.Metode Penelitian ini adalah eksperimental semu atau quasi experimental. Rancangan penelitian yang dipergunakan adalah post test only group design. Dalam penelitian ini 3 unsur utama dalam penelitian eksperimental terpenuhi yaitu : peneliti melakukan intervensi kepada sampel dengan cara meminta sampel melakukan sikat gigi dengan waktu tertentu yaitu dilakukan sebelum makan, pengambilan sampel dilakukan dengan cara random ( acak) dimana masing- masing subyek penelitian mendapat kesempatan yang sama untuk menjadi sampel dan ada kelompok kontrol yaitu kelompok yang melakukan metode menyikat gigi setelah makan. Karena jumlah populasi berjumlah kurang dari 100 orang maka pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dimana jumlah populasi yang ada digunakan sebagai sampel. Sedangkan sampel yang digunakan untuk uji kuantitas bakteri sebanyak 16 saliva yang diambil dari 8 dari masing- masing kelompok menyikat gigi sebelum makan dan kelopok menyikat gigi setelah makan.Hasil penelitian adalah Tidak ada perbedaan pengaruh menyikat gigi sebelum makan dengan menyikat gigi setelah makan terhadap pH saliva. Tidak ada beda kuantitas bakteri di permukaan gigi pada tindakan menyikat  gigi sebelum makan dan setelah makan. pH saliva 5 menit setelah makan belum banyak terjadi perubahan dibanding pH awal sebelum sikat gigi pada metode  menyikat gigi sebelum makan. pH saliva 15 menit dan 30 menit setelah makan menunjukkan perubahan pH lebih  menurun (asam) dibandingkan pH awal sebelum menyikat gigi pada metode menyikat gigi sebelum  makan. pH saliva 5 menit setelah makan belum banyak terjadi perubahan dibanding pH awal sebelum sikat gigi pada metode  menyikat gigi setelah makan. pH saliva 15 menit  setelah makan menunjukkan perubahan pH lebih  menurun (asam) dibandingkan pH awal sebelum menyikat gigi pada metode menyikat gigi setelah  makan. pH saliva 15 menit  setelah makan hampir serupa dengan pH  awal sebelum menyikat gigi pada metode menyikat gigi setelah  makan. Kata Kunci : metode menyikat gigi, pH saliva, waktu menyikat gigi

Fluor Consentration After Fissured Sealent As The Time Observed With Fuji Vii As Glass Ionomer Cement

Jurnal Riset Kesehatan Vol 1, No 1 (2012): Januari 2012
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2145.314 KB)

Abstract

The Aims of this research was to know the differenrence of fluor content in saliva and plaque after was fissured sealent with Fuji VII. Research approach was experimental with Post test only group design. Research subject were twenty two children at 9-10 years old. Fluoride counted on subject at before fissured sealent at 1 days and after fissured sealent at 7,14,40 days. Every observated time, The data’s of fluor was measured using Spektrofotometri DR 2000. Then data’s were analyzed by using Two Way repeated Anova test. The result showed there was a difference of fluor amount at saliva and plaque after fissured sealent at every time observation (Two Way repeated Anova significanve). There was highest realesed fluor amount at 7days after fissured sealent and there was lower realesed fluor amount toward at 14,40 days. The Highest amount of fluor at saliva compared to plaque.

Formulation "Chitosan Solution" As preparations Alternative Dental Plaque Inhibiting Growth And Saliva (Trial By In Vivo)

Jurnal Riset Kesehatan Vol 2, No 3 (2013): September 2013
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2373.9 KB)

Abstract

One method to prevent caries prevalence is by breaking the chain of caries causes. Bacteria as an agent of caries decay can be diminished. Utilization of waste in nature is more valuable. Extraction of shell of squid and shrimp can be proceeded as Chitosan. Chitosan contain antibacterial agent based on many researches. Aim of this research to formulate mouth wash contain chitosan and its influences on plaque index and pH saliva after rinsing. Chitosan mouth wash formulation is by dissolving chitosan powder on aquadest and added chemical agent as flavour, coloring and solvent. Research subyek was 10 students, cross over rinsing with chitsan mouth wash and control mouth wash. Rinsing was done every day at morning and night after tooth brushing for 5 days. Plaque index and pH saliva measured first day before rinsing and last day. Subyek’s compliance was determined by volume of mouth wash rest in the bottle at last day research. Washing out time was five days before the next five days for another mouth wash. Research result shown significanly differences on plaque index and pH saliva before nd after rinsing with chitosan mouth wash (p≤ 0,05). Meanwhile there was no significanly differences after rinsing with control group. Raise of pH saliva after rinsing with chitosan mouth wash is higher compared to control grou.ntocaterial agent

Improving Elderly’s Dental Hygiene Through Nursing Home Staff’s Dental Health Education at the Nursing Home

Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 12, No 2 (2017): Jurnal KEMAS Vol.12 No.2 : January 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stomatitis often occurs in elderly at nursing home. They need nursing home staff assistance to maintain their dental and oral health. Therefore, nursing home staff need dental health education. Lecture or discussion methods, which are more effective to improve knowledge, attitude and skill of nursing home staff was the purpose of this research. The research design was quasi-experiment research and pretest-posttest with control group. The sample was 42 nursing home staffs and 74 elderlies, divided into two groups, consisted of 18 nursing home staffs and 33 elderlies using lecture method. Another group consisted of 24 nursing home staffs and 41 elderlies using discussion method.  Validity was tested with product moment. Questionnaire of knowledge, attitude and skill correlation was 0.4725 – 0.6853; 0.4772–0.6962 and 0.3100–0.4916. Reliability test with Alpha Cronbach was 0.9292; 0.9273; 0.792. Research result was lecture and discussion methods were effective to improve knowledge, attitude and skill of nursing home staff to increase elderly’s dental hygiene. The research concludes that discussion method is effective to improve knowledge while lecture is more effective to improve attitude and skill of nursing home staff.

Improving Elderlys Dental Hygiene Through Nursing Home Staffs Dental Health Education at the Nursing Home

KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 12, No 2 (2017)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stomatitis often occurs in elderly at nursing home. They need nursing home staff assistance to maintain their dental and oral health. Therefore, nursing home staff need dental health education. Lecture or discussion methods, which are more effective to improve knowledge, attitude and skill of nursing home staff was the purpose of this research. The research design was quasi-experiment research and pretest-posttest with control group. The sample was 42 nursing home staffs and 74 elderlies, divided into two groups, consisted of 18 nursing home staffs and 33 elderlies using lecture method. Another group consisted of 24 nursing home staffs and 41 elderlies using discussion method. Validity was tested with product moment. Questionnaire of knowledge, attitude and skill correlation was 0.4725 0.6853; 0.47720.6962 and 0.31000.4916. Reliability test with Alpha Cronbach was 0.9292; 0.9273; 0.792. Research result was lecture and discussion methods were effective to improve knowledge, attitude and skill of nursing home staff to increase elderlys dental hygiene. The research concludes that discussion method is effective to improve knowledge while lecture is more effective to improve attitude and skill of nursing home staff.