Articles

Found 17 Documents
Search

Kudus and Its Sweet Soya Sauces Stories in Mediating Multiculturalism Learning Kewuel, Hipolitus Kristoforus; Efrizal, Efrizal; Nurmansyah, M. Andhy; Khasanah, Ismatul; Budiyanto, Ary
e-2477-1929
Publisher : Institute of Research and Community Service, University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.671 KB)

Abstract

Multicultural reality of Indonesian society has encouraged many conflicts. Many people have tried to create a multicultural atmosphere. The scholars, politicians, and security forces attempted in their respective fields there are theoretical, ideal, and practical. This approach of simple ethnography research at Kudus reveals the unique role of these sweet soya sauces or ketchups. That is, it is not just being a condiment for flavoring the Kudus people dishes, but also already act as multicultural learning media. The good cooperation between the two ethnic groups, the Chinese as the owner of ketchup industries and their Javanese workers, clients, and customers have shown that these Ketchups has become one of the unifying elements that are commonly depicted always in a conflict; and  the latest event clashes between Chinese and pribumi at Kudus was in 1984. Thus, by looking at the Ketchups roles, this research shown that the ketchup industries in Kudus have melted the tongue and heart of Kudus people (China-Native) taste in a delicious thickened of ketchup liquid that always served at home, food-stalls, hotels, and restaurants.Keywords: Sweet Soya Sauces , Ketchup,  Media, Multiculturalism Learning, Kudus
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI INKLUSIF DIKOTA CIMAHI JAWA BARAT Windarsih, Chandra Asri; Jumiatin, Dedah; Efrizal, Efrizal; Sumini, Nita; Utami, Lina Oktariani
P2M STKIP Siliwangi Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 No. 2 November 2017
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.573 KB)

Abstract

Semua anak berkebutuhan khusus perlu mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak-anak normal lainnya. ?Lebih luas lagi pendidikan PAUD inklusi juga dapat dimaknai sebagai reformasi pendidikan yang anti diskriminasi,? serta upaya merubah sikap masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus. Perumusan Masalah Bagaimana implementasi program PAUD inklusif? di kota Cimahi? Apa hambatan dan kendala yang dialami PAUD yang mengadakan pendidikan inklusi di kota Cimahi Sejauh mana optimalisasi program PAUD inklusif di kota Cimahi ? Tujuan Penelitian ?Mengetahui implementasi program yang telah dijalankan di PAUD inklusifkota Cimahi. Mempunyai solusi dan pemecahan masalah dalam PAUD inklusif yang berada dilingkungan kota Cimahi , serta tindak lanjut dari permasalahan-permasalahan yang dialami PAUD dalam mengadakan pendidikan inklusif. Pengoptimalan program PAUD inklusi yang sejalan dengan program pemerintah. Juga mempunyai kontribusi terhadap ilmu Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Peneliti segera melakukan analisis data dengan memperkaya informasi, mencari hubungan, membandingkan, menemukan pola atas dasar data aslinya dan tidak ditransformasikan ke dalam bentuk angka. Hasil analisis data berupa pemaparan mengenai situasi yang diteliti yang disajikan dalam bentuk naratif. Lokasi penelitian TK Penabur Cimahi Jl. Mk Wiganda Sasmita no 23 Cimahi. Sistem pembelajaran dalam sekolah inklusif mampu mengakomudasi perbedaan kebutuhan belajar setiap individu.. Dengan demikian, tujuan akhir dari semua upaya di atas yaitu kesejahteraan para penyandang cacat dalam? memperoleh segala haknya sebagai warga Negara dapat direalisasikan secara cepat dan maksimal
Laju Pertumbuhan Belut Sawah (Monopterus albus Zuiew) dengan Pemberian Berbagai Pakan Fujiani, Tulusya; Efrizal, Efrizal; Rahayu, Resti
-
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.999 KB)

Abstract

This experiment aimed to determine growth rate of farm swamp eel under various food supply. The experiment used Completely Random Design (CRD) with four treatments and three replications. The treatments were various food supply i.e: earthworms, snails, floating pellets and sinking pellets. The results showed that various foods gave significant difference on the growth rate of the eel in term of absolute weight, daily growth, food conversionand food efficiency. There were nosignificant difference on absolute length and survival rate of the eel. The highest value of the absolute weight and daily growth during 60 days feeding was found at feeding earthworm. The highest value of food efficiency and food conversion was found at feeding sinking pellets. Keyword: swamp eel, physiology, growth, food.
Leprosy's risk factors and distribution pattern in Yogyakarta Efrizal, Efrizal; Lazuardi, Lutfan; Soebono, Hardyanto
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 32, No 10 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.367 KB)

Abstract

PurposeThe purpose of this paper is to identify leprosy?s risk factors and distribution pattern in Yogyakarta.?Method?A case-control study was conducted involving 112 sample which consist of 56 case and 56 control.Results?The study found three risk factors of leprosy: BCG vaccination, humidity and lighting. BCG vaccination is the most dominant risk factors of leprosy. The study also showed that the distribution pattern of leprosy in Yogyakarta is clustered.?ConclusionBCG vaccination is the most dominant risk factor for leprosy occurrence. Distribution of leprosy events spread (Dispersed) in the city of Yogyakarta, Sleman, Bantul and Kulon Progo, and only in Gunung Kidul Regency is clustered, but overall in Yogyakarta Special Region is clustered. The existence of cases of leprosy is largely distant with primary health care, away from roads and rivers as well as dominant living in mountainous areas. Active case finding leprosy actively by health workers, especially in clustered areas to decide the transmission of leprosy either from humans or the environment, training of leprosy and counseling officers to remove leprosy-related stigma needs to be done. Need to be coordinated between the Health Office and puskesmas so that the number of cases which in each region can be known.
ESTETIKA WIRA MELAYU DALAM CERITA RAKYAT HANG PERKASA Efrizal, Efrizal; Sum, Tengku Muhammad; Hermansyah, Hermansyah
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Estetika Wira Melayu  serta nilai-nilai yang terdapat dalam  cerita rakyat Melayu Hang Perkasa karya Afrizal Cik. Cerita ini sekarang hampir tidak dikenal oleh Masyarakat Melayu Sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka sebagai pengambilan data utamanya dan pendekatan hermeneutik sebagai teknik analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Hang Perkasa memiliki beberapa nilai kewiraan seperti keberanian, keteguhan hati, kemurahan hati, kekuatan jasmani dan batin, serta memiliki kharisma
PENYULUHAN BUDIDAYA CABAI MERAH (Capsicum annuum L) DI NAGARI PARIANGAN, KECAMATAN PARIANGAN, KABUPATEN TANAH DATAR, SUMATERA BARAT Efrizal, Efrizal; Zakaria, Indra Junaidi; Syaiful, Ferry Lismanto
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol 1 No 4: Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.974 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan adalah  untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi serta  berbagi pengalaman, penerapan ilmu, pengalian potensi diri dan pemecahan masalah yang terjadi di dalam masyarakat, terutama dibidang pertanian.  Metode kegiatan yang dilakukan dalam bentuk penyuluhan, percontohan (demplot) dan pelatihan.  Monitoring dan evaluasi kegiatan dilaksanakan sebanyak dua kali, yaitu pada saat survey pendahuluan dan pada akhir kegiatan pendampingan KKN mahasiswa Unand.  Berdasarkan hasil survey dan data sekunder menunjukkan bahwa lapangan usaha pertanian setiap tahun mempunyai peranan yang paling besar dalam struktur perekonomian Kabupaten Tanah Datar. Berdasarkan distribusi persentase PDRB atas dasar harga berlaku, peranan lapangan usaha pertanian terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Tanah Datar pada Tahun 2016 adalah sebesar 32,53 persen, sedangkan tahun 2017 adalah 31,55 persen atau mengalami penurunan sebesar 0,98 persen (Anonimus, 2017b).  Iklim dan cuaca Tanah Datar yang mendukung serta keadaan tanah yang subur menjadikan  lapangan  usaha  ini  sebaga tumpuan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.  Lapangan usaha ini perlu mendapat prioritas mengingat potensi sumber daya alam yang ada lebih banyak berada di lapangan usaha pertanian. Disamping itu, peningkatan bidang agroindustri  dan  agrobisnis  juga  dapat mendukung peningkatan nilai tambah lapangan usaha industri karena lapangan usaha ini termasuk lapangan usaha yang diandalkan dalam pembangunan prekonomian Kabupaten Tanah Datar di masa mendatang.  Berdasarkan potensi daerah dan kondisi masyarakat di Nagari Pariangan tersebut, maka kami terdorong untuk melakukan kegiatan penyuluhan budidaya cabai merah di Nagari Pariangan, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.  Dari hasil kegiatan penyuluhan ini terlihat bahwa adanya sambutan dan antusias masyarakat untuk  meningkatkan pengetahuan baik pada tingkat keluarga atau kelompok anggota masyarakat untuk mengembangkan budidaya cabai merah serta terjadi penurunan biaya produksi tanaman cabai, dengan demikian diharapkan terjadi peningkatan pendapatan petani cabai merah di Nagari Pariangan.
THE EFFORT OF IMPROVING JAPANESE LITERATURE ABILITY OF JAPANESE LITERATURE STUDENTS OF FACULTY OF CULTURAL STUDY UB IN REACHING MONBUKAGAKUSHO SCHOLARSHIP Efrizal, Efrizal
International Conference on Languages and Arts Proceeding of the 3rd ISLA 2014
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.029 KB)

Abstract

For Japanese language learners in Indonesia get Monbukagakusho Japanese Studies program is something that is very coveted. Moreover Monbukagakusho Japanese Studies program through G to G that must be faced through a very strict selection. In 2012 Japanese students of Faculty of Cultural Study UB who pass the selection were 7 students, in 2013 were 4 students, and in 2014 were 8 students graduated from 21 students in Indonesia. To reach the achievement, it is necessary efforts to improve Japanese ability especially Kanji (writing) Bunpou (grammar), and Dokkai (reading comprehension). The development of students’ cognitive ability does not walk alone but it required the ability to organize and control its cognitive abilities. The approach used in this study is metacognitive. From the description above, the research problems are formulated as follows: (1) How to increase Japanese students’ ability who participate monbukagakusho selection, (2) What factors which support the learning systems to improve students’ ability to deal with the selection. The method used in this research is descriptive qualitative. This study used a questionnaire with 30 respondents of Japanese literature student of Faculty of Cultural Study UB who have joined benkyoukai monbukagakusho test preparation. The results showed that to increase the students’ Japanese language proficiency, it is required benkyoukai with strict selection. The students who do not achieve a score above 60% with correct answers 3 (three) times in a row will fall The factors that support learning systems are: The role of the study program, student of benkyoukai participants, materials and evaluation, and facilities and infrastructure.   Keywords: benkyoukai (study group), monbukagakusho (scholarship of Ministry of Education and Culture   Japan)
DISEMINASI TEKNOLOGI PEMBUATAN PAKAN BUATAN ALTERNATIF DENGAN CAMPURAN LIMBAH KANGKUNG AIR, IPOMOEA AQUATICA FORKS UNTUK PEMBUDIDAYA IKAN DI SUMATERA BARAT Efrizal, Efrizal; Rusnam, Rusnam; Syaiful, Ferry Lismanto
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 3a (2018): September 2018
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.938 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk pemanfaatan limbah kangkung air, Ipomoea aquatica Forks, sebagai salah satu bahan baku (material row) pakan buatan alternatif  dan  meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani ikan (masyarakat) Kelurahan Koto Tangah dalam bidang usaha pembuatan pakan/pelet ikan di Sumatera Barat.  Metoda yang digunakan dalam kegiatan ini adalah  (1) Penyuluhan (ceramah), dan (2) Peragaan pembuatan tepung dari limbah kangkung air dan pembuatan  pelet/pakan ikan alternatif dengan campuran tepung kangkung air. Dari hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:Pengetahuan dan keterampilan kelompok tani sawah laweh dan kelompok tani ikan batang kandis jaya di Desa Sungai Bangek, Kelurahan Balai Gadang, Kec. Koto Tangah Padang sebelum dilaksanakan kegiatan pengabdian IbM ini masih sangat rendah. Namun demikian  motivasi atau keinginan masyarakat kelompok tani mitra IbM untuk melakukan usaha budidaya atau pemeliharaan ikan sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari keinginan masyarakat kelompok tani mitra IbM  untuk menguasai teknologi pembuatan pakan ikan dari hasil limbah kangkung  air sangat  tingg. Lebih jauh dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mencari pakan alternatif untuk pakan ikan sehingga kegiatan budidaya dapat berjalan dengan baik di kedua daerah mitra.
PENINGKATAN KUALITAS WARNA IKAN CUPANG (Betta splendens) Regan, 1910 MELALUI PAKAN YANG DIPERKAYA DENGAN TEPUNG UDANG REBON SEBAGAI SUMBER KAROTENOID Melati, Bunga; Efrizal, Efrizal; Rahayu, Resti
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warna menjadi indikator keindahan pada ikan hias, semakin cerah warna ikan maka akan semakin menarik dan harga jualnya pun akan semakin tinggi. Namun selama pemeliharaan ikan hias, warna sering menjadi kusam, kualitas warna menurun sehingga ikan hias tidak menarik lagi. Untuk itu perlu usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas warna ikan, salah satunya dengan memberi pakan yang mengandung sumber karotenoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung udang rebon terhadap kualitas warna pada ikan cupang. Penelitian ini dilakukan dengan metodeeksperimen yang disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari lima perlakuan dan empat kali ulangan selama 40 hari perlakuan.Perlakuan yaitu pemberian pakan tanpa penambahan tepung udang rebon (kontrol) dan pemberian pakan dengan penambahan tepung udang rebon 5%, 10%, 15%, dan 20%. Tingkat perubahan warna diamati setiap 10 hari menggunakan Toca Colour Finder memperlihatkan pemberian pakan dengan penambahan tepung udang rebon berbeda nyata pada taraf 5% terhadap tingkat perubahan warna baik pada sirip anal maupun sirip ekor ikan cupang. Pakan dengan penambahan tepung udang rebon 15-20% memberikan pengaruh yang baik dalam meningkatkan kualitas warna ikan cupang.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG TAUGE DALAM FORMULASI PAKAN BUATAN TERHADAP RESPON KEMATANGAN TELUR TAHAP AKHIR IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus var. Sangkuriang) Faradila, Della; Efrizal, Efrizal; Rahayu, Resti
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara untuk mempercepat pematangan gonad dan ovulasi yaitu aplikasi nutrisi pada pakan induk. Tauge memilki kandungan nutrisi yang sangat baik untuk reproduksi dan dapat diolah menjadi pakan yang berkualitas dalam meningkatkan reproduksi ikan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung tauge dalam formulasi pakan buatan terhadap persentase kematangan telur tahap akhir ikan lele sangkuriang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya berupa pemberian tepung tauge dengan dalam formulasi pakan buatan (pelet) untuk ikan lele yang terdiri atas 0 %, 5 %, 10 % dan 15 % tepung tauge. Hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung tauge dalam formulasi pakan buatan memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0.05) terhadap persentase kematangan telur tahap akhir dengan rata-rata pertambahan persentase kematangan telur tahap akhir berkisar antara 53,33-68,88 %. Nilai tertinggi pertambahan persentase kematangan telur tahap akhir didapatkan pada perlakuan tepung tauge 15 %.