Darda Effendi
Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB, Jln. Meranti Dramaga, Bogor 16680

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Character, Xanthone Content and Antioxidant Properties of Mangosteen Fruit’s Hull (Garcinia mangostana L.) at Several Fruit Growth Stadia Kurniawati, Ani; Poerwanto, Roedhy; Sobir, ,; Effendi, Darda; Cahyana, Herry
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 39, No 3 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.11 KB)

Abstract

The objective of this study was to evaluate the characteristics of mangosteen fruit’s hull, xanthone content, and antioxidant potential on various stadia of mangosteen fruit development. The experiment  was conducted in September 2006 until July  2008 using randomized complete block design, with three replications at maturation stage i.e. 1, 2, 3, and 4 months after anthesis. The parameters being observed were fruit’s hull characters, xanthone content, and antioxidant capacity.  The results of this study showed that fruit diameter and fruit weight increased until three months after anthesis and then did not change significantly once they entered the process of maturity. Thickness of fruit’s hull differed significantly among maturation stage. The thickness of fruit hull was observed at two months and the highest weight was at three months after anthesis. Xanthone content of mangosteen fruit’s hull at a month up to four months after anthesis did not differ significantly however capacity of antioxidant differed significantly among fruit ages, the IC50 values increased with the increase of fruit maturation.   Keywords: Antioxidant, fruit growth, fruit’s hull, mangosteen, xanthone
Evaluation of Fruit Characters, Xanthones Content and Antioxidant Properties of Various Qualities of Mangosteens (Garcinia mangostana L.) Kurniawati, Ani; Poerwanto, Roedhy; Sobir, ,; Effendi, Darda; Cahyana, Herry
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 38, No 3 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.11 KB)

Abstract

Xanthone in mangosteen fruit hull has antioxidant activities. The objective of this experiment was to determine xanthones content, physical and chemical characters, and antioxidant potentials of several groups of mangosteens qualities. The experiment was carried out in January until August 2008. The research used a randomized complete block design with four replications. The treatments were four physical fruit conditions: large size mangosteens (≥ 100 g), small size mangosteens (min. 50 g), yellow sap dotted fruits, and scabbed fruit. The parameters being observed were physical and chemical characteristics, xanthone content, and radical scavenging activity of mangosteen fruit hull extract. The results demonstrated that the physical condition of fruit significantly affected physical fruit hull characters and chemical fruit characters. Characters of fruit hull, thickness, fresh weight, and dry weight, differed among fruit qualities. The physical condition of fruit hull also significantly influenced total soluble solid and vitamin C content, but did not affect total titrable acid and degree of acidity of the fruits. Fruit hulls of all groups of mangosteen qualities had similar antioxidant properties with the IC50 value of 5.57-6.11 ppm.   Keywords: benzophenone, vitamin C, yellow sap, scab
Organogenesis Bunga Aksis Pisang Bergenom AAB dan ABB Lisnandar, Dea Silvia; Fajarudin, A; Effendi, Darda; Tambunan, Ika Roostika
Jurnal Hortikultura Vol 25, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.025 KB)

Abstract

Penyimpanan in vitro merupakan teknik yang cocok diterapkan  pada tanaman pisang yang berkembang biak secara vegetatif. Namun demikian, perlu adanya optimasi regenerasi tanaman pisang terlebih dahulu. Regenerasi tanaman pisang melalui bunga aksis masih belum banyak dikembangkan. Tingginya tingkat kontaminasi pada eksplan yang berasal dari anakan (sucker) dan tingkat pencokelatan pada biakan pisang yang mengandung genom B menjadi kendala dalam perbanyakan tanaman pisang secara masal melalui kultur jaringan. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan formulasi media yang efektif untuk morfogenesis bunga aksis pisang yang begenom AAB (Kosta dan Raja Bulu) dan ABB (Kepok, Siem, dan Ayam) yang diregenerasikan secara organogenesis. Percobaan dirancang secara faktorial menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Eksplan yang digunakan dalam penelitian ini adalah potongan bunga aksis dari bunga jantan. Perlakuan pada percobaan ini adalah konsentrasi 6-benzil adenin (BA) (0, 1, 3, dan 5 mg/l), thidiazuron (TDZ) (0 dan 0.1 mg/l) serta kombinasi BA dan TDZ. Hasil sidik ragam menunjukkan tidak terdapat interaksi yang nyata antara BA dan TDZ terhadap pertumbuhan nodul dan tunas pada semua pisang. Benzil adenin secara nyata memengaruhi induksi organogenesis dari bunga aksis dengan taraf terbaik 3 mg/l (varietas Kepok dan Kosta) serta 5 mg/l (Varietas Raja Bulu). Eksplan yang mengalami pencokelatan paling parah adalah Siem dan Ayam, sehingga regenerasinya terhambat atau nodul tidak terbentuk pada formulasi media yang diujikan. Pencokelatan dapat diatasi dengan menambahkan asam askorbat pada media.
Analisis Keragaman Genetik Manggis dalam Satu Pohon Noorrohmah, S; Sobir, Sobir; Effendi, Darda
Jurnal Hortikultura Vol 25, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.041 KB)

Abstract

Manggis (Garcinia mangostana) termasuk dalam kelompok Garcinia, merupakan tanaman asli dari Asia Tenggara. Manggis memiliki sistem reproduksi melalui mekanisme apomiksis yang bijinya terbentuk tanpa fertilisasi. Manggis termasuk tanaman apomiksis obligat, progeni yang dihasilkan akan memiliki kesamaan genotip dengan tanaman induk. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan adanya keragaman genetik antaraksesi manggis. Penelitian bertujuan mengetahui keragaman morfologi dan genetik dalam satu pohon. Sampel tanaman yang digunakan berasal dari empat generasi manggis (P1, P2, P3, dan P4) Wanayasa, Purwakarta. Pengambilan sampel berdasarkan ketinggian tanaman dan masing-masing ketinggian dibagi menjadi empat sektor (utara, timur, selatan, dan barat). Penelitian meliputi tiga analisis, yaitu morfologi, molekuler dengan ISSR, dan data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat keragaman morfologi dan genetik dalam satu pohon. Keragaman morfologi lebih besar dari pada genetik. Tingkat keragaman morfologi sebesar 18–43%, sedangkan keragaman genetik adalah 2–17%.