Articles

Found 16 Documents
Search

EVALUASI SISTEM PENCAHAYAAN LAMPU JALAN DI KECAMATAN SUNGAI BAHAR Effendi, Asnal; Suryana, Asep
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.299 KB)

Abstract

Penerangan Jalan Umum (PJU) adalah fasilitas vital yang dibutuhkan masyarakat modern. Penerangan jalan umum diperlukan guna meningkatkan keamanan lalulintas, keamanan lingkungan, orientasi daerah dan aksesoris kota dimalam hari. Penerangan jalan umum juga diperlukan untuk menunjang aktifitas perekonomian dan mobilitas masyarakat dimalam hari. Jalan di daerah sungai bahar termasuk jalan lingkungan, yang sangat kurang memadai dalam penataan lampu jalannya. Ada lampu jalan yang intensitas cahayanya sangat kecil, yang mengakibatkan sering terjadinya kecelakaan di jalan tersebut. Pemasangan lampu jalan pun tidak sesuai dengan standar SNI, dimana jarak antar tiang lampu terlalu jauh yang seharusnya menurut standar SNI 40 meter dipasang 100 meter, pemasangan tiang yang seharusnya menurut standar 0,7 meter dari tepi perkerasan jalan dipasang 4 sampai 5 meter dari tepi perkerasan jalan karena pemasangan lampu jalan tersebut menempel pada tiang listrik stang ornamentnya. Oleh karena itu untuk mendukung kenyamanan dan keamanan lingkungan bagi para pengguna jalan, maka diperlukan evaluasi pencahayaan lampu jalan di kecamatan sungai bahar tersebut.
PEMBANGKIT LISTRIK SEL SURYA PADA DAERAH PERDESAAN Effendi, Asnal
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.187 KB)

Abstract

Kebutuhan energi listrik sangat perlu apalagi di daerah pedesaan yang belum adalistrik jala-jalan PLN, maka dibutuhkan sebuah pembangkit listrik sel surya untuk daerah pedesaan. Pembangkit Listrik Sel Surya pada daerah pedesaan direncanakan dengan kapasitas daya yang diinginkan 1000 Watt, tegangan 24 Volt, maka dari hasil perhitungan untuk modul yang dipasang secara secara seri disusunan sebanyak 43 buah, sedangkan secara paralel sebanyak 48 buah .
PERENCANAAN PENERANGAN JALAN UMUM JALAN LINGKAR UTARA KOTA SOLOK Effendi, Asnal; Aldifian, Aldifian
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7157.518 KB)

Abstract

Pembangunan Jalan Lingkar Utara Kota Solok telah sepanjang 8,12 Km telah selesai dikerjakan pada STA 0+550 M. Guna mengoptimalkan fungsi jalan ini diperlukan perencanaan penerangan jalan umum mengingat jalan lingkar utara merupakan jalur lintas sumatera nantinya. Lampu Penerangan Jalan Umum merupakan bagian dari bangunan pelengkpa yang dipasang dikiri/dikanan dan atau ditengah jalan guna menerangi jalan. Dari data Dinas Pekerjaan Umum Kota Solok, bahwa Jalan Lingkar Utara merupakan jalan 2 jalur dengan lebar 7 M dan titik median jalan direncanakan 2 M. Dengan mempertimbangkan Iluminasi Cahaya dititik ujung jalan (bahu jalan) dengan memenuhi persyaratan SNI maka diperoleh tinggi tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) sebesar 12 M dengan panjang stang ornamen sebesar 2 M dengan sudut kemiringan. Lampu yang digunakan adalah jenis Sodium dengan daya 400 W dan efisiensi 110 lumen/watt sehingga menghasilnya intensitas cahaya sebesar 3.503,18 candela. Dengan panjang jalan 550 M, maka diperlukan 15 batang tiang dengan stang ornament ganda dengan jumlah lampu sebanyak 30 unit. Penghantar digunakan adalah kabel tanah NYFGbY 4x10 dan NYFGbY 4x16 sebagai penghubung jaringan PLN ke Box APP. Drop tegangan diperkirakan sebesar 4,8%. Berdasarkan perhitungan daya langg anan Penerangan Jalan Umum ini sebesar 23.000 VA dengan biaya bulanan sebesar Rp. 4.842.000,-.
PERANCANGAN PENGONTROLAN PEMANAS AIR MENGGUNAKAN PLC SIEMENS S7-1200 DAN SENSOR ARUS ACS712 Effendi, Asnal
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.476 KB)

Abstract

Pengontrolan Suhu Pemanas Air Menggunakan PLC SIEMENS S7-1200 yang bekerja secara otomatis dan proses yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Alat ini mempunyai kemampuan akuisisi data secara baik, seperti melakukan perekaman data dan me-restore database . Adapun secara garis besar kerja alat ini adalah saat pemakai memasukkan nilai suhu yang diinginkan, secara otomatis pemanas akan hidup dan jika suhu telah mencapai nilai yang diinginkan pemanas air akan mati serta pompa air akan bekerja dengan cara mensirkulasikan air dingin. Dengan begitu suhu akan tetap stabil berada pada nilai yang diinginkan. Penggunaan sensor arus ACS712-20A pada rangkaian ini adalah untuk mendeteksi pemakaian arus yang digunakan pada pemanasan air.. Berdasarkan hasil pengukuran terakhir menunjukkan untuk pemanasan air yang dimulai dari suhu 32℃ hingga 70℃ dibutuhkan waktu pemanasan sebanyak 492 detik dengan daya pemanas sebesar 300.40 watt serta pembacaan arus sebesar 1,36 A.
STUDI ANALISA GANGGUAN HUBUNG SINGKAT 1 FASA KE TANAH PADA SUTT 150 KV UNTUK SETTING RELAY OCR (APLIKASI GI PIP – PAUH LIMO Amira, Amira; Effendi, Asnal
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.532 KB)

Abstract

Short circuit was the common disturbance on a power system that increased the current flow causing damage any equipment without a proper protection system. This research was study 1-phase shortcircuit to ground at 10% until 100% transmission length disturbance point and calculate Over Current Relay (OCR) protection setting base on disturbance current occurred. The calculation performed using manual and Matlab software, case study on GI PIP – Pauh Limo, a 22.7 km transmission length. Base on calculation result, it was found that if the disturbance getting closer to the source (disturbance point 10% of transmission length), than disturbance current increased until 147.7758 A. While the disturbance gettingaway from the source (disturbance point 100%), than disturbance current decreased until 147.3853 A. As toprotect the power transmission line from 1-phase short circuit to ground, the 0,65 s OCR setting time should be used at input and output transmission line
Analisis Hubungan Singkat Satu Phasa Ke Tanah Terhadap Pengaturan Setting GFR Pada Feeder 20 Kv ( Application GI Pauh Limo ) Effendi, Asnal
Electrician Vol 3, No 3 (2009)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disturbance that often happen with network that put in distribution 20 kV. This disturbance caused by lightning, animal and tree that hit by electrical power disturbed or having extinct. As protection from that disturbance, attached protection system from distribution system or tranmission system and generator, such as ground fault relay to protect phase disturbance to the ground. Calculation of short circuit current fault for relay coordination protection need not only for one spot fault, but only current contribution from source that flow to the disturbance spot. Case study of this research is applicated to value setting in GI Pauh Limo that is 0,3 while in analysis calculation for value setting in BLKI feeder and KANDIS found that the value is 0,32 and 0,3 with disturbance spot location in 100% from each network feeder. This simulation calculation process used EMTP.
Studi Aliran Daya Saluran Interkoneksi Sistem Sumatera Bagian Selatan dan Sistem Sumatera Bagian Tengah Effendi, Asnal; Dewi, Arfita Yuana
Electrician Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper discussed about load flow simulation from interconnection two systems at annual peak load used EDSA (Electrical Power System Design Software) . Simulation method using Newton-Raphson (NR) method it’s excellent at accurate, criteria, speed reach for convergent than other method. Load flow analyze purpose is to knowing value of voltage vector at each node and the value of load flow at each branch from a network for curtain condition in normal condition. Load flow analyze playing important role in planning and development electric power in the future because optimal operating depends on the knowledge of influence from interconnection to other system, influence of adding new load, new generating station and new transmission line. Using simulation have done know condition system at annual peak load its close bad, where capacity power generating didn’t enough for serve consumer, drop voltage in some area have come near permitted rule constrain.
PENATAAN DAN METERISASI LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM (LPJU) DESA APAR KECAMATAN PARIAMAN UTARA Effendi, Asnal; Razonta, Niko
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.016 KB)

Abstract

Salah satu jalan di Kota Pariaman yang sudah dibangun adalah jalan Desa Apar Kecamatan Pariaman Utara. Semenjak pertama kali dibangun jalan tersebut sampai saat ini belum memiliki Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sesuai dengan standar SNI yang telah ditetapkan. Dari data Dinas Pekerjaan Umum Kota Pariaman, disebutkan bahwa jalan Desa Apar Kecamatan Pariaman Utara mempunyai dimensi lebar 6 meter dan 3 meter yang merupakan jalan kolektor dan jalan lingkung. Berdasarkan masalah tersebut maka perlu penataan PJU serta meterisasi untuk efesiensi biaya.Dari hasil perhitungan, maka tinggi tiang untuk jalan kolektor adalah 9 meter, sudut kemiringan 14.3o , jenis lampu Sodium 150 Watt sebanyak 26 unit. Sedangkan untuk jalan lingkung tinggi tiang adalah 7 meter, sudut kemiringan 7.69°, jenis lampu Sodium 70 Watt sebanyak 10 unit, maka total lampu beserta tiang lengan tunggal sebanyak 36 unit. Berdasarkan tarif dasar listrik yang telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No. 30 Tahun 2012 tentang tarif PJU yang merupakan golongan tarif P3/TR, maka effisiensi tagihan lampu penerangan jalan umum (LPJU) dari yang sebelum nya adalah sebesar Rp. 2.617.125,- menjadi Rp. 1.651.032,- sehingga dapat dilakukan effisiensitagihan rekening lampu penerangan jalan umum sebesar ± 36,91%
ANALISIS KONFIGURASI RADIAL DAN RING TERHADAP SECURITY N-1 SISTEM TENAGA LISTRIK DI PT. KONDUR PETROLEUM SA (Simulasi Menggunakan Program Etap 7.0) Effendi, Asnal; Dewi, Arfita Yuana; Laferiza, Hendra
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.438 KB)

Abstract

Distribusi tenaga listrik yang baik sangat dibutuhkan di lapangan perminyakan, hal ini berpengaruh dengan kelancaran proses produksi minyak bumi setiap harinya. Perusahaan yang menggunakan konfigurasi jaringan radial, jika terjadi gangguan di saluran distribusi listrik, rugi produksi yang dialami cukup besar. Sedangkan untuk konfigurasi ring dibutuhkan untuk mengurangi rugi produksi akibat gangguan yang terjadi di sistem jaringan distribusi tenaga listrik baik pada Switchgear, pembebanan kabel dan lain sebagainya. Perubahan sistem jaringan distribusi dari radial menjadi ring membutuhkan analisa aliran daya. Analisa aliran daya berguna untuk mengetahui nilai jatuh tegangan, dan nilai pembebanan kabel apabila dalam kondisi radial dan ring untuk loop terbuka. Jika nilai tegangan dalam status kritikal (≤-5%), dan pembebanan kabel hampir mencapai nilai ampacity, maka ukuran kabel harus diganti dengan yang lebih besar..
PEMBANGKIT LISTRIK SISTEM HIBRIDA SEL SURYA DENGAN ENERGI ANGIN Effendi, Asnal; Dewi, Arfita Yuana
Jurnal Teknik Elektro - ITP Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.815 KB)

Abstract

System power generation of hibrida, surya cell and wind energy are represent power generation combined of two energy potency. The combining from source of this energy aim to be excess and insuffiency at each system earn each other with other system utilize to get more energy, efficiently and effective.