Lukito Edi Nugroho
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemampatan Intraframe pada Citra Sekuensial Menggunakan Gelombang Singkat Biorthogonal Joko Santoso, Albertus; Edi Nugroho, Lukito; Bayu Suparta, Gede; Hidayat, Risanuri
Jurnal Buana Informatika Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Buana Informatika Volume 3 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. In the sequential image compression process there are two compression processes known as intraframe and interframe compressions. This paper focuses on intraframe compression on an image sequence by using the 14 Biorthogonal wavelet. Intraframe compression utilizes spatial redundancy within a frame. This happens because there is a correlation between a pixel with its neighboring pixels. This research uses different changes between frames in sequential images by moving the camera, and shifting objects in the middle. Then each sequential image is tested by using the 14 Biorthogonal wavelet toward its PSNR and compression ratio (%). The results of  the research can be concluded that the Biorthogonal 2.4 has the highest PSNR. As for the compression ratio, they show that the Biorthogonal 3.1 produces the highest compression ratio (%).Keywords: Sequential image, intraframe compression, compression ratio, PSNR, wavelet Abstrak. Pada citra sekuensial dikenal dua proses pemampatan yaitu pemampatan intraframe dan pemampatan interframe. Pada makalah ini lebih difokuskan pada pemampatan intraframe dari suatu citra sekuensial yang menggunakan 14 wavelet Biorthogonal. Pemampatan intraframe memanfaatkan redundansi spasial yang terdapat dalam suatu bingkai. Hal ini disebabkan karena adanya korelasi antara sebuah piksel dengan piksel di sekitarnya. Penelitian ini menggunakan perubahan antar bingkai pada citra sekuensial, yaitu kamera yang bergerak dan obyek di tengah bergerak. Kemudian setiap citra sekuensial diuji dengan 14 wavelet biorthogonal terhadap PSNR dan prosentase rasio kompresinya. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu pada pemampatan intraframe wavelet Biorthogonal 2.4 menghasilkan PSNR tertinggi. Sedangkan untuk porsentase rasio kompresi terlihat bahwa Biorthogonal 3.1 menghasilkan rasio kompresi tertinggi.Kata Kunci: citra sekuensial, pemampatan intraframe, prosentase rasio kompresi, PSNR, gelombang singkat
Perancangan Data Warehouse Sistem Informasi Eksekutif untuk Data Akademik Program Studi Prasetyo, Eko; Edi Nugroho, Lukito; Nurtiantara Aji, Marcus
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.426 KB) | DOI: 10.22146/jnteti.v1i3.122

Abstract

Abstract— This research examines the design of data warehouse that are the result of data integration and abstraction from various academic applications that accommodate the needs of history and archiving data to support executive information systems in the academic field. Identification of the executive reports use reference of the program accreditation forms, internal academic quality audit questionnaires, Dean’s annual reports, self-evaluation forms of Competitive Grant Program, features of the existing EIS, and features of executive data on the university academic administration website. The subject of this research is student data based on chronological stages starting from candidates selection process, new students, and students during lectures. The success of data warehouse design is determined by the right description of the business events, data completeness and validity, data mart design using metrics bus architecture, star schema design and ETL process to integrate, extract, cleanse, transform and load it into the data warehouse.Intisari— Penelitian ini mengkaji perancangan data warehouse yang merupakan hasil integrasi dan abstraksi data dari beragam aplikasi akademis yang mengakomodasi kebutuhan adanya data history dan pengarsipan untuk mendukung sistem informasi eksekutif dalam bidang akademik. Identifikasi kebutuhan informasi tersebut menggunakan acuan format laporan eksekutif yang berasal dari borang akreditasi program studi, kuesioner Audit Mutu Akademik Internal universitas, laporan tahunan dekan fakultas, borang evaluasi diri Program Hibah Kompetisi (PHK), fitur yang tersedia pada SIE eksisting, dan fitur data eksekutif yang tersedia pada web administrasi akademik universitas. Subjek penelitian ini adalah data mahasiswa berdasarkan tahapan kronologis yang dimulai dari proses seleksi masuk, mahasiswa baru dan mahasiswa pada masa perkuliahan. Keberhasilan perancangan data warehouse ditentukan oleh adanya deskripsi bisnis event yang tepat, data yang valid dan lengkap, perancangan data mart menggunakan metrics architecture bus, perancangan star schema, dan proses ETL untuk mengintegrasikan, mengekstraksi, membersihkan, mentransformasi serta memuatnya ke dalam data warehouse
Prototipe Sistem E-Learning dengan Pendekatan Gaya Belajar VARK (Kasus: Politeknik Indramayu) Ismantohadi, Eka; Edi Nugroho, Lukito; Suning Kusumawardani, Sri
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.436 KB) | DOI: 10.22146/jnteti.v4i3.156

Abstract

The process of forming knowledge on school or college learning for each student has different characteristics. In the learning process, there are learners with capability to memorize, and then shape it into visual knowledge, while the others can easily recall the information and shape it into aural knowledge and also ability to read/write and to learn practice into kinesthetic ability. Basically, every individual has various learning styles, but they may dominant and has a tendency to a particular learning styleThis study tries to build a prototype of E-learning system to identify the characteristics of students learning styles using Visual, Audio, Read and Kinesthetic (VARK) approach. The results of this identification will also provide recommendations in accordance with the materials needed suitable with the learning styles of each student. This will help students to easily understand the learning materials. This study was constructed in a web-based system using PHP and MySQL.The results indicated that the system can identify the students learning styles by filling out a questionnaire with VARK approach to find out the best learning style suitable to them based on VARK approach. In addition, this system also gives course material recommendations based on the learning styles of VARK approach. Proses pembentukan pengetahuan dalam pembelajaran di sekolah ataupun perguruan tinggi pada setiap peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda. Ada peserta didik yang lebih mudah mengingat, kemudian membentuknya menjadi pengetahuan dari apa yang dilihat (visual), ada juga peserta didik yang mudah mengingat informasi kemudian membentuknya menjadi pengetahuan dari apa yang didengar (aural), kemudian ada juga yang dibaca/dituliskan (read/write), dan ada juga yang senang belajar praktek (kinestethic). Pada dasarnya setiap individu memiliki berbagai macam gaya belajar, namun ada salah satu yang dominan dan memiliki kecenderungan pada satu gaya belajar tertentuDalam makalah ini dicoba dibangun suatu prototipe sistem E-learning yang dapat mengidentifikasi karakteristik gaya belajar masing-masing peserta didik menggunakan pendekatan Visual, Audio, Read dan Kinesthetic (VARK). Hasil identifikasi ini juga akan memberikan rekomendasi materi yang dibutuhkan sesuai dengan gaya belajar masing-masing peserta didik sehingga dapat membantu peserta didik lebih mudah memahami materi pembelajaran. Makalah ini dibangun dengan berbasis web menggunakan PHP dan MySQL.
Estimasi Posisi Objek dalam Gedung Berdasarkan GSM Fingerprint Rubiani, Hani; Widyawan, Widyawan; Edi Nugroho, Lukito
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1423.062 KB) | DOI: 10.22146/jnteti.v1i3.124

Abstract

Abstract—Most research of indoor localization is based on the use of short-range signals, e.g. WiFi, Bluetooth, ultra sound, and infrared. This research discusses indoor localization using the Global System for Mobile Communication (GSM). The GSM has many advantages that is explained as follows. The system can be used in vast area coverage and worked even the electrical condition of the building is being extinguished. The estimation of object position uses Receive Signal Strength (RSS) GSM fingerprinting. The experiment is conducted with 2, 3, and 4 cell-ID. The localization phase uses Naive Bayes (NB) method. Afterwards, the results will be compared with Nearest Neighbour (NN) method. The results show a correlation between the number of cell ID with average minimum distance error. The accuracy is 7.89 m using NB with four cell ID. The error is better than the use of k-NN method which has accuracy of 12.19. For the all scenario, NB method has better accuracy than k-NN method.Intisari—Sebagian besar penelitian estimasi posisi objek dalam gedung berdasarkan pada penggunaan sinyal jarak pendek, seperti WiFi, Bluetooth, ultra sound, dan infrared. Dalam penelitian ini dibahas estimasi posisi objek dalam gedung menggunakan Global System for Mobile Communication (GSM). Penggunaan GSM mempunyai kelebihan pada jangkauan area yang luas. Penentuan posisi objek menggunakan Receive Signal Strength (RSS) GSM fingerprinting. Skenario percobaan dilakukan dengan jumlah Cell-ID sebanyak 2, 3 dan 4 Cell-ID. Estimasi posisi pada tahap positioning menggunakan metode Naïve Bayes (NB) yang hasilnya dibandingkan dengan metode k-Nearest Neighbour (k-NN). Hasil estimasi posisi menunjukkan adanya pengaruh jumlah Cell-ID terhadap jarak kesalahan rata-rata minimum. Dengan menggunakan metode NB akurasi sebesar 7.89 meter pada pengukuran dengan jumlah Cell-ID sebanyak 4. Kesalahan tersebut lebih baik daripada menggunakan metode k-NN dengan akurasi sebesar 12.19 meter pada jumlah Cell-ID yang sama yaitu 4 Cell-ID. Pada semua skenario percobaan, metode NB lebih baik dibandingkan dengan k-NN.
Purwarupa Arsitektur E-government Berbasis Service Oriented Architecture Sudarmaningtyas, Pantjawati; Edi Nugroho, Lukito; Nugroho, Eko
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jnteti.v1i2.14

Abstract

E-government (e-gov) classified into four levels, the first is information publication through the website, second is interaction between society and government. The third is transactions between the community and government and the fourth is integration of all government offices. Service Oriented Architecture (SOA) is framework that has properties of loosely coupled, highly interoperable, reusable, and interoperability. It has potential connecting diversity of platforms without make changes to the application and the database that already exists. Currently Sidoarjo has e-gov first level and most depart-ment/agency already has applications and databases, but it can’t communicate with each other because of diversity of appli-cations/platforms. The study aims build prototype of e-gov third level by increasing cohesion between services and the interope-rability of data/applications. The research used Shared Service Life Cycle (SSLC) method, consists of business process identi-fication, analysis, design and development, and evaluation. The study produced a prototype e-gov third level SOA-based that has cohesion between services and the interoperability of data/appli-cations.E-government (e-gov) digolongkan dalam empat tingkatan, pertama publikasi informasi melalui website. Kedua adalah interaksi antara masyarakat dan kantor pemerintahan. Ketiga tejadi transaksi antara masyarakat dengan kantor peme-rintahan dan keempat adalah integrasi seluruh kantor pemerintahan. Service Oriented Architecture (SOA) adalah ke-rangka kerja yang bersifat loosely coupled, highly interoperable, reusable, dan interoperability, sehingga memiliki potensi untuk menghubungkan keanekaragaman platform tanpa perlu mela-kukan perubahan pada aplikasi dan database yang sudah ada. Saat ini Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memiliki e-gov tingkat pertama dan sebagian besar Dinas/Badan sudah memiliki aplikasi dan database. Meskipun demikian aplikasi dan data tersebut tidak dapat saling berkomunikasi karena beragamnya aplikasi dan platform yang digunakan. Penelitian bertujuan membangun purwarupa e-gov tingkat pemantapan dengan me-ningkatkan cohesion antar layanan serta interoperabilitas data/aplikasi. Metode penelitian menggunakan Shared service life cycle (SSLC) yang terdiri atas identifikasi proses bisnis, analisis, desain dan pengembangan serta evaluasi. Penelitian mengha-silkan purwarupa E-government level pemantapan berbasis SOA, ditandai fitur transaksi pelayanan publik yang memiliki kohesi antar layanan dan interoperabilitas data/aplikasi.
Analisis Implementasi Paperless Office (PLO) di Lingkungan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (Studi Kasus di Tiga Fakultas) Novriando, Haried; Edi Nugroho, Lukito; Akhmad Setiawan, Noor
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (JNTETI) Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.405 KB) | DOI: 10.22146/jnteti.v1i2.15

Abstract

One important aspect that is needed to determine the successful implementation of a system is the evaluation. Evaluation is one important aspect that is needed to figure out the successful implementation of an information system. This study aims: (1) to evaluate the use of System Paperless Office in University Gadjah Mada by using Delone and Mclean, (2) to proceed the survey data by using Partial Least Square (PLS) software for measuring user perceptions of the PLO. The data which have been collected are primary data by using questionnaires that has to be fulfilled by Gadjah Mada University employees of three faculties. Moreover, they have to be PLO users who actively use this system. The variables used are the system quality, information quality, service quality, user satisfaction, individual impact and organizational impact. The results of the survey indicate that PLO as a system has not been fully used by all PLO users. Some factors that hinder the utilization of PLO are the lack of information and system quality, so the users cannot maximize the advantage of the PLO. It also affects to the value of utility PLO.Salah satu aspek penting yang diperlukan untuk menentukan keberhasilan implementasi suatu sistem adalah evaluasi. Evaluasi merupakan salah satu aspek penting yang diperlukan untuk mengetahui keberhasilan penerapan dari suatu sistem informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan sistem Paperless Office (PLO) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan menggunakan metode Delone and Mclean, dan untuk mengolah data survei tersebut menggunakan software Partial Least Square (PLS) untuk mengukur persepsi pengguna terhadap PLO apakah berjalan sesuai fungsinya. Data yang diperoleh merupakan data primer dengan menggunakan kuesioner kepada karyawan beberapa Fakultas Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pengguna PLO yang aktif menggunakan sistem ini, yang terdiri dari 3 fakultas. Variabel-variabel yang digunakan adalah kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, kepuasan pengguna, dampak individu dan dampak organisasi.Hasil survei menunjukkan bahwa pengguna PLO belum sepenuhnya digunakan oleh semua karyawan pengguna PLO. Faktor yang menghambat terhadap pemanfaatan ini adalah faktor kualitas informasi dan kualitas sistem sehingga pengguna belum merasakan atau memanfaatkan PLO ini secara maksimal dan berdampak pada kurangnya nilai penggunaan PLO.