Pratiwi Dwijananti
Physics of Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PENENTUAN KANDUNGAN UNSUR PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN DENGAN METODE ANALISIS AKTIVASI NEUTRON REAKTOR KARTINI

Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 4, No 2 (2006)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair hasil aktivasi manusia misalnya di Rumah Sakit harus diolah terlebih dahulu sebelum dialirkan ke lingkungan. Pengolahan limbah cair ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya suatu hal yang berbahaya atau tidak aman bagi lingkungan. Permasalahan yang dikaji adalah dengan mengetahui jenis unsur dan kadarnya apakah melebihi dari batas kadar baku mutu limbah dan air minum. Metode  Analisis Aktivasi Neutron (AAN) untuk analisis kualitatif yaitu mengetahui jenis unsur dan analisis kuantitatif yaitu menghitung kadar dari jenis unsur tersebut. Sampel limbah cair diaktivasi menggunakan sumber neutron dari Reaktor Kartini, kemudian dicacah menggunakan Spektrometri-γ, barulah analisis kualitatif dan kuantitatif dapat dilakukan. Hasil penelitian sampel air sumur dan limbah cair RS secara kualitatif terdapat jenis unsur dengan waktu peluruhan pendek seperti : Fe, Cl, dan Al dan waktu peluruhan panjang terdapat jenis unsur Br dan Na. Secara kuantitatif untuk waktu peluruhan pendek dengan evaporasi kadar Cl antara (0,0849-3,01)E-06 ppm, kadar Al antara (2,3197-3,9841)E-07 ppm; tanpa evaporasi kadar Cl antara (0,65785-2,3197)E-07 ppm, kadar Al antara (2,5113-2,7761)E-09 ppm. Untuk waktu peluruhan panjang dengan evaporasi kadar Br antara (0,069846-1,9147)E-04 ppm, kadar Na antara (0,8058-3,2544)E-05 ppm; tanpa evaporasi kadar Br 5,031E-06 ppm, kadar Na antara (6,7857-8,3285)E-07 ppm. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa waktu peluruhan dan perbedaan perlakuan sampel mengakibatkan jenis unsur dan kadar unsur yang dihasilkan juga berbeda-beda. Berdasarkan penghitungan kadar jenis unsur dan setelah dibandingkan dengan kadar baku mutu limbah dan mutu air maka limbah cair RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dalam batas aman apabila dibuang ke lingkungan dan air sumur tersebut juga aman untuk dikonsumsi. Kata kunci : Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), AAN, Reaktor Kartini

Developing Two-Tier Essay for Diagnostic Test Instrument to Identify Student Learning Difficulty

Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 7, No 2 (2018): December (2018)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.878 KB)

Abstract

The purpose of this study was to develop a two-tier essay diagnostic test instrument (DTTE) to identify students' learning difficulties. The research adopted by Borg and Gall stages with data collection techniques used are interviews and tests. In the development, there were five valid items DTTE with material feasibility (100%), construction (95,5%), and language (100%). The development results showed the instrument reliability criteria using Cronbach's Alpha (0.76) for the limited trial and field test (0.81). Based on these results DTTE instruments meet the criteria of good, valid and reliable. Analysis of students' learning difficulties based on learning purpose, they are understanding the kinetic and potential energy, able to explain the influence of angle on work, able to explain the work sense in the graph, and  understanding the effort by various styles, to understand relationship work with kinetic energy, with potential energy, and understand conservation of mechanical energy is 92.6%, 90.5%, 89.4%, 89.4%, and 91.5%.

ETHANOL PRODUCTION FROM FERMENTATION OF ARUM MANIS MANGO SEEDS (MANGIFERA INDICA L.) USING Saccharomyces Crevisiaea

Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 6, No 1 (2017): June 2017 [Nationally Accredited]
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increase of energy needs coupled with the decline in fossil fuel production, requires other sources of energy to meet those needs. One of the solution is using renewable energy. Bioethanol is one of the alternatives to the fossil fuel. This study was aimed at determining the exact mass of mango seeds in producing high grade bioethanol. Bioethanol was produced by fermentation of arum manis mango fruit seed using bakers yeast, Sacczharomyces cerevisiae.  The arum manis mango seeds were known to contain carbohydrate contents of 19.53%. The study was conducted by using different mass of mango seeds 25, 35 and 45 g resectively. The study showed that the samples of 25, 35 and 45 g produce ethanol with concentration of 4.78, 6.64 and 1.48%. These results indicated that the mass of 35 g mango seeds produced highest ethanol content.

PENERAPAN MODEL DOUBLE LOOP PROBLEM SOLVING MENGGUNAKAN DETEKTOR GEIGER MULLER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF

Unnes Science Education Journal Vol 5 No 3 (2016): December 2016
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstrak ___________________________________________________________________ Hasil belajar kognitif mahasiswa pada materi Inti Atom dan Radioaktivitas yang diperoleh dengan teknik wawancara masih cukup rendah, yaitu sebesar 45,5%. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa setelah dilaksanakan pembelajaran model Double Loop Problem Solving (DLPS) dengan metode diskusi dan eksperimen. Sampel adalah mahasiswa peserta matakuliah Fisika Dasar 2 rombel 2 tahun 2016 Universitas Negeri Semarang (Unnes). Diskusi meliputi diskusi kelompok dan diskusi kelas. Eksperimen yang dilakukan menggunakan detektor geiger muller meliputi membuat kurva plateau, menentukan karakteristik cacah latar dan menentukan koefisien serapan bahan. Data penelitian diperoleh dengan teknik tes. Setelah pembelajaran diperoleh peningkatan hasil belajar kognitif dalam kriteria sedang dengan nilai gain sebesar 0,50. Hasil uji t diperoleh thitung sebesar -1,402, menunjukkan adanya pengaruh model DLPS terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa. Model DLPS dengan metode diskusi dan eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa Fisika Dasar 2 rombel 2 tahun 2016 Unnes.     Abstract ___________________________________________________________________ Cognitive learning result of university students in Nuclear Physics and Radioactivity which found by interview technique are low, around of 45.5%. The study aims to increase cognitive learning result of students after learning by DLPS model with discussion and experiment method. Sample is university students who attended at second course of Fundamental Physics 2 even semester 2016 Unnes. Discussion was included group discussion and class discussion. Experiment was using geiger muller detector to create plateau curve, determine background statistic and determine material absorption coefficient. The data was collected by test. After learning process, cognitive learning result was increased 0,50 in the moderate criteria. Result of t test was found thitung -1,402 and showed that DLPS model influence the cognitive learning result of university student. DLPS model with discussion and experiment method was increased the cognitive learning result of university students who attended at second course of Fundamental Physics 2 even semester 2016.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP

UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.849 KB)

Abstract

Fisika merupakan sebuah sikap, produk, dan proses. Diperlukan pembelajaran dengan proses ilmiah untuk memecahkan masalah dan menghasilkan sebuah produk berupa konsep. Salah satunya dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbasis Inkuiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains melalui model pembelajaran PBL Berbasis Inkuiri serta menentukan keefektifan model pembelajaran PBL Berbasis Inkuiri dalam meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa SMP pada materi getaran dan gelombang. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain control group pretest posttest. Pembelajaran PBL Berbasis Inkuiri diterapkan pada kelas eksperimen sedangkan pembelajaran Direct Instruction (DI) diterapkan pada kelas kontrol. Uji-t digunakan untuk menentukan signifikansi perbedaan nilai rata-rata penguasaan konsep antara kelas kontrol dan kelas eksperimen dan uji gain digunakan untuk mengetahui peningkatan data hasil tes dan hasil observasi baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukan peningkatan penguasaan konsep pada kelas eksperimen pada kriteria sedang dengan faktor gain 0,58 dan kelas kontrol pada kriteria sedang dengan faktor gain 0,41 serta peningkatan keterampilan proses sains pada kelas eksperimen pada kriteria sedang dengan faktor gain 0,35 dan pada kelas kontrol pada kriteria rendah dengan faktor gain 0,25. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa nilai faktor gain kelas eksperimen baik peningkatan penguasaan konsep maupun keterampilan proses sains lebih tinggi dibandingkan nilai faktor gain kelas kontrol. Dengan demikian penerapan model pembelajaran PBL Berbasis Inkuiri lebih efektif untuk meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa dibandingkan dengan model pembelajaran DI. Physicss is an attitude, product and process. The Learning with scientific process to solve the problems and to produce the product as a concept, is needed. One of the learning models is Problem Based Learning (PBL) Based Inquiry. The purpose of this research is to determine gain value of understanding concept and science process skill through PBL Based Inquiry model and to determine the effectivity of PBL Based Inquiry model to increase understanding concept and science process skills at Junior High School on the oscillation and waves concept. This research used quasi experimental method with control group pretest posttest design. PBL Based inquiry model was applied in experiment group and Direct Instruction (DI) model for control group. T-test is used to determine the significance of differences between mean value understanding concept for control and experiment group. Gain factor test is used to analyze the increases the understanding concept and the observation’s score for control and experiment group. The research result showed the increases of understanding concept for experiment group in medium criteria with gain factor 0,58 and for control group in medium criteria with gain factor 0,41 and the increases of science process skills for experiment group in medium criteria with gain factor 0,35 and for control group in low criteria with gain factor 0,25. The research result showed that the value of gain factor for experiment group in the increases of understanding concept and science process skill is higher than control group. The conclusion of the research that application of PBL Based Inquiry model is more effective to increase the understanding concept of oscillation and waves and to increase science process skills than DI model.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA

UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.152 KB)

Abstract

Salah satu fakta yang muncul dalam kegiatan pembelajaran fisika adalah selama pembelajaran kurang ditemukan adanya siswa yang bertanya, menjawab pertanyaan, maupun memberikan umpan balik terhadap guru. Beberapa  siswa yang kurang memahami materi yang disampaikan guru, merasa malu atau takut untuk bertanya langsung kepada guru. Beberapa siswa yang lain tidak berani bertanya kepada yang lebih pandai karena tidak akrab atau kurangnya rasa peduli atas kesulitan temannya. Jika hal ini berlangsung terus menerus dan semakin meningkatnya tingkat egois manusia, bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak baik bagi karakter siswa. Model pembelajaran tutor sebaya dengan praktikum dan presentasi memungkinkan siswa mengembangkan karakter komunikatif dan tanggung jawab. Saat praktikum antar siswa saling bertukar informasi dan berinteraksi supaya praktikum terlaksana dengan baik dan saat presentasi siswa menjabarkan hasil praktikum yang telah dilaksanakan serta terdapat sesi tanya-jawab sehingga kemampuan berkomunikasi siswa terlatih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran model pembelajaran tutor sebaya dapat mengembangkan karakter siswa. Intrumen penelitian yang digunakan antara lain adalah lembar skala sikap dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gain karakter komunikatif pada skala sikap sebesar 0,2 dengan kategori rendah. Sedangkan hasil uji gain karakter tanggung jawab pada skala sikap sebesar 0,01 dengan kategori rendah dan gain hasil observasi sebesar 0,3 dengan kategori sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran tutor sebaya berhasil mengembangkan karakter. Jika model pembelajaran ini terintegrasi dalam pembelajaran dapat mengembangkan karakter secara signifikan.

MEMBANGUN KARAKTER SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION BERBANTUAN LKS BERPENDEKATAN SCIENTIFIC MATERI KALOR DAN PERUBAHAN WUJUD

UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.716 KB)

Abstract

Indonesia need strategy to overcome the crisis of character, one of which is through the integrated character education. The purpose of this research is to know the implementation of PBI model that helped by worksheets with scientific approach, the increasing of knowledge learning result, the developing of character, and the increasing of skill learning result,. The method that used in this research is pre experimental with Pre-test and Post-test Group design. This research results show that implementation of PBI that helped by phisics worksheets  with scientific approach can improve learning outcomes of knowledge in medium category, it can also develop character especially honesty, discipline, curiosity, and communicative, and improve skills learning outcomes in medium category.

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HIGH ORDER THINKING SKILLS) MENGGUNAKAN INSTRUMEN TWO TIER MULTIPLE CHOICE MATERI KONSEP DAN FENOMENA KUANTUM SISWA SMA DI KABUPATEN CILACAP

UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.665 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi sangat ditekankan dalam pembelajaran kurikulum 2013.  Saat ini instrumen penilaian harus bisa mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi. Salah satu instrumen yang dapat mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah two tier multiple choice test. Penelitian ini bertujuan menganalisis instrumen two tier multiple choice yang dikembangkan dan profil kemampuan berpikir tingkat tinggi materi konsep dan fenomena kuantum siswa SMA di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilakukan di tiga sekolah yaitu SMA Negeri 1 Cilacap sebagai sampel grade tinggi, SMA Negeri 1 Kroya sebagai sampel grade sedang dan SMA Negeri 1 Binangun sebagai sampel grade rendah. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes two tier multiple choice dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan sangat layak dan reliabel. Profil kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMA di Kabupaten Cilacap materi konsep dan fenomena kuantum termasuk dalam kategori rendah dengan skor 8,45 dari skor maksimal 30.     High order thinking skills is very emphasized in 2013 Curriculum learning. Nowadays, the assesment must measure student’s high order thinking skills. One of the assesment can measure student’s high order thinking skills is two tier multiple choice test. The goal of this research is analyse the two tier multiple choice test that have been developed and the profile of Senior High School Student’s High Order Thinking Skills using Two Tier Multiple Choice Test on Quantum Concept and Phenomenon in Cilacap. This research have been done in three schools. They were SMA Negeri 1 Cilacap as the highest grade sample, SMA Negeri 1 Kroya as middle grade sample and SMA Negeri 1 Binangun as the lowest grade sample. This research used descriptive quantitative and qualitative approach. Collecting data technique used two tier multiple choice test and interview. The research result show that the instrument which have been developed was claimed worth and reliable. The profile of senior high school student’s high order thinking skills quantum concept and phenomenon in Cilacap regency is categoryzed low. The score was 8,45 from the maximum score 30