Nur Ducha
Laboratorium Reproduksi Hewan Jurusan Biologi Universitas Negeri Surabaya, Surabaya

Published : 23 Documents
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Air Rebusan Akar Delima (Punica granatum L.) terhadap Mortalitas Ascaris suum Goesze. secara In Vitro

LenteraBio Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.

Pengembangan Buku Ajar Berjendela pada Materi Sistem Reproduksi Manusia untuk SMP RSBI

BioEdu Vol 1, No 2 (2012): BioEdu
Publisher : BioEdu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran pada hakikatnya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Keempat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. Pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan/atau sedang digunakan dapat diketahui dari langkah-langkah pembelajaran yang telah tersusun dan/atau sedang terjadi. Pendekatan pembelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran. Sedangkan strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang dimiliki dan/atau yang dapat dikerahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dan teknik pembelajaran adalah ragam khas penerapan suatu metode sesuai dengan latar penerapan tertentu. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah-langkah penggunaan metode mengajar yang sifatnya lebih operasional. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan teknik pembelajaran di antaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru, ketersedian sarana dan waktu, serta kesiapan siswa. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.

THE THEORITICAL FEASIBILITY OF INTERACTIVE HANDBOOK ON THE MUSCULAR TISSUE SENIOR HIGH SCHOOL CLASS XI

BioEdu Vol 2, No 3 (2013): BioEdu
Publisher : BioEdu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of learning components which is developed to support improvement of student’s quality is a handbook. A handbook as a means of communication should be developed better so that there is an interaction between students and the book. This research aims were to produce an interactive handbook on the sub material of human muscular tissue  and to describe the theoretical feasibility of interactive handbook based on expert’s evaluation. This research was conducted using Kemp model. The result showed that the developed interactive handbook was very worthy with validation value about 91.61%.   Keywords: interactive handbook, Kemp model, human muscular tissue

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERORIENTASI KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) PADA MATERI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

BioEdu Vol 3, No 1 (2014): BioEdu
Publisher : BioEdu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning based on life skills need to be taught to students in order to form an independent and creative person. The purpose of this study are 1) generates life skills worksheets in the reproductive system material viable in terms of content, language and appearance, 2) describe the rational skills and social skills of students, 3) improve student learning outcomes by using design "Shot case study", 4) describe the students response. This research is development with the Research & Development model of Borg and Gall modification by Sukmadinata stages: 1) a preliminary study, 2) the development stage, 3) limited testing phase in XI Science 4 class SMAN 3 Mojokerto. The results of life skills worksheets study get an average score of 3.88 and 3.95 with good criteria. Rational skills get score of 4 and 3, while the social skills of students getting score 4 and 3.67 with very well criteria. Completeness student learning outcomes by 86% (13 students who completed and 2 students who have not completed). Completeness of learning objectives by 87% (8 learning objectives complete and 1 learning objectives  which not yet complete) and positive student response with score 87% gain the answer "yes" to life skills worksheets. Based on the conclution of this resume that the development of life skills worksheets for use in learning both theoretically and empirically, and completed the learning outcomes of students and also received a good response from the students. Keywords: Worksheets Development, Life Skills, Human Reproductive System.

Pengaruh Macam Media Pengencer terhadap Motilitas Spermatozoa Ikan Tombro (Cyprinus carpio) Selama Penyimpanan pada Suhu 4-5ºC

LenteraBio Vol 7, No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pengencer dibutuhkan dalam penyimpanan semen ikan untuk mengurangi kerapatan spermatozoa dan memperpanjang lama penyimpanan spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh berbagai macam media pengencer terhadap motilitas dan durasi motilitas spermatozoa ikan tombro selama penyimpanan pada suhu 4-5ºC. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan lima kali pengulangan. Perlakuan tersebut meliputi tanpa pemberian media pengencer sebagai kontrol, media KCl, media Kurokura, serta media FRE. Semen segar ikan tombro didapatkan dengan cara stripping. Semen segar diencerkan dengan rasio 1:4 pada tiga media pengencer yang berbeda. Parameter penelitian yang diukur meliputi persentase motilitas dan durasi motilitas spermatozoa yang diamati setiap hari selama penyimpanan. Persentase motilitas didapatkan dari estimasi spermatozoa yang bergerak maju kedepan dengan menggunakan mikroskop cahaya elektrik pada perbesaran 400X. Durasi motilitas dihitung dari lama waktu spermatozoa bergerak sampai tidak bergerak dalam satuan detik. Data dianalisis menggunakan uji ANAVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan media pengencer terbaik adalah media KCl dalam mempertahankan motilitas spermatozoa selama enam hari penyimpanan dengan persentase motilitas 42.50±4.60 serta durasi motilitas 116.60±18.35 detik. Simpulan dalam penelitian ini adalah pemberian media pengencer yang berbeda berpengaruh nyata terhadap motilitas dan durasi motilitas spermatozoa selama penyimpanan pada suhu 4-5ºC.

VALIDASI TEORITIS LKS BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI SISTEM RESPIRASI KELAS XI

BioEdu Vol 3, No 3 (2014): BioEdu
Publisher : BioEdu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran di SMAN 2 Kediri tidak menggunakan keterampilan proses sains secara rutin. Keterampilan proses sain sangat penting bagi siswa untuk bekal ilmu menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupan nyata. Tuntutan dalam silabus kurikulum 2013 juga menuntut adanya pendekatan sainstifik dalam pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian pengembangan LKS berbasis keterampilan proses sains dengan menggunakan model 4-D (tanpa disseminate). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan validasi teoritis. Hasil penelitian menunjukkan LKS dinyatakan layak secara teoritis dengan persentase validasi LKS dengan tujuh kreteria mendapat 100%, dan lima kriteria mendapat 91,67%.   Kata Kunci: LKS, sistem respirasi, keterampilan proses sains.

Motilitas Spermatozoa Sapi Brahman dengan Berbagai  Konsentrasi dalam Pengencer CEP-D yang Disimpan dalam Refrigerator

LenteraBio Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi spermatozoa terbaik dan mendiskripsikan pengaruh konsentrasi spermatozoa yang mampu mempertahankan motilitas spermatozoa sapi Brahman selama penyimpanan dalam refrigerator dengan temperatur 4-5oC. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah 15 x 106/ml, 20 x 106/ml, 25 x 106/ml, 30 x 106/ml, dan semen segar sebagai kontrol dengan konsentrasi spermatozoa tinggi (1660 x 106/ml). Motilitas spermatozoa diamati setiap hari dengan menggunakan mikroskop cahaya perbesaran 200X pada suhu 37oC hingga mencapai penurunan motilitas 40%. Data motilitas dianalisis menggunakan anava satu arah. Hasil penelitian motilitas spermatozoa mampu bertahan selama 7 hari penyimpanan dengan persentase motilitas setiap perlakuan didapatkan 15 x 106/ml (42,50%), 20 x 106/ml (39,38%), 25 x 106/ml (39,38%), 30 x 106/ml (35,63%), dan semen segar (0,00%). Analisis data menunjukkan bahwa konsentrasi spermatozoa selama penyimpanan dalam pengencer CEP-D berpengaruh nyata terhadap motilitas spermatozoa sapi Brahman selama penyimpanan pada refrigerator dengan konsentrasi spermatozoa terbaik selama penyimpanan adalah 15 x 106/ml.   Kata kunci: konsentrasi spermatozoa; sapi brahman; pengencer CEP-D; motilitas

Pengaruh Pemberian Filtrat Tauge Kacang Hijau terhadap Histologi Hepar Mencit Yang Terpapar MSG

LenteraBio Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek dari filtrat tauge kacang hijau terhadap histologi hepar mencit yang terkena monosodium glutamat (MSG) selama 25 hari. Penelitian ini menggunakan RAL yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Mencit diperlakukan setiap hari secara per oral dengan pemberian MSG 4 mg/0,5 ml selama 25 hari dan dilanjut dengan pemberian filtrat tauge kacang hijau per perlakuan dengan dosis 2 ml, 2,5 ml dan 3 ml selama 15 hari. Setelah hari ke-47  mencit dibedah dan diambil organ heparnya untuk dibuat preparat histologi. Data perhitungan kerusakan sel hepar diuji secara statistik dan didapatkan hasil data homogen dan berdistribusi normal, selanjutnya dilanjutkan dengan pengujian Anava dan dilanjut dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MSG menyebabkan degenerasi sel dan nekrosis pada jaringan hati dengan (P<0,05) dan filtrat tauge kacang hijau dapat memulihkan kerusakan sel hepar mencit yang disebabkan oleh MSG dengan dosis paling optimal adalah 3ml. Kata Kunci: hepar; Monosodium glutamate (MSG); filtrat tauge kacang hijau

Efek Filtrat Tauge Kacang Hijau terhadap Jumlah Sel Sertoli pada Testis Mencit yang Terpapar MSG

LenteraBio Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kemampuan filtrat tauge kacang hijau dalam meningkatkan jumlah sel sertoli setelah terpapar MSG. Penelitian ini  menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 kelompok perlakuan dan 4 pengulangan. Kelompok kontrol normal adalah kelompok mencit tanpa diberi MSG dan Filtrat tauge kacang hijau. Kelompok kontrol sakit yaitu kelompok yang diberi MSG  4 mg/0,5 ml selama 25 hari, tanpa diberi filtrat tauge kacang hijau. Kelompok perlakuan I diberi 4 mg/0,5 ml MSG + 2 ml filtrat tauge kacang hijau. Kelompokperlakuan II diberi perlakuan 4 mg/0,5 ml MSG + 2,5 ml filtrat tauge, dan kelompok perlakuan III diberi perlakuan 4 mg/0,5 ml MSG + 3 ml filtrat tauge selama 15 hari. Pengambilan data dengan mengamati preparat histologis testis dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin, untuk dihitung jumlah sel sertoli.Analisis data mengenai jumlah sel sertoli menggunakan program SPSS versi 20, dengan uji anava. Hasil perhitungan jumlah sel sertolidiperoleh hasil tidak berbeda secara signifikan  (P>0,05). Simpulan: tauge kacang hijau tidak berpengaruh pada peningkatan jumlah sel sertoli setelah paparan MSG.   Kata kunci: MSG (monosodium glutamat); filtrat tauge kacang hijau; sel sertoli

Motilitas Spermatozoa Sapi Brahman dalam Pengencer CEP-D dengan Suplementasi Kuning Telur Ayam (Gallus sp.) Strain Hisex Brown Selama Penyimpanan Refrigerator

LenteraBio Vol 3, No 3 (2014):
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpanan semen dalam bentuk cair membutuhkan pengencer dan krioprotektan berupa kuning telur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi kuning telur ayam (Gallus sp.) strain hisex brown yang paling baik dalam pengencer CEP-D untuk mempertahankan motilitas spermatozoa sapi Brahman selama penyimpanan temperatur refrigerator (4-5°C). Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima kali ulangan. Pengamatan motilitas dengan menggunakan mikroskop perbesaran 200x. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi kuning telur ayam (Gallus sp.) strain hisex brown dalam pengencer CEP-D berpengaruh nyata terhadap motilitas spermatozoa sapi Brahman selama penyimpanan pada temperatur 4-5°C. Konsentrasi terbaik kuning telur ayam (Gallus sp.) strain hisex brown pada pengencer CEP-D adalah 20% dan 25% yang mampu mempertahankan persentase motilitas spermatozoa sebesar 39,50 ± 0,66 dan 41,50 ± 1,66% selama 9 hari pada penyimpanan temperatur 4-5°C. Kata kunci: kuning telur; spermatozoa sapi Brahman; pengencer CEP-D; motilitas