Endah Djuwendah
Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jl. Raya Bandung-Sumedang Km 21, Jatinangor, Sumedang 45363.

Published : 24 Documents
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGUATAN KELEMBAGAAN KOPERASI PRODUSEN KOPI JAVA PREANGER DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA BISNIS DAN PENDAPATAN PETANI KOPI DJUWENDAH, ENDAH
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.9773

Abstract

Mitra IbM adalah Koperasi  Produsen Kopi Margamulya dan Kelompok Tani Utami  yang mengusahakan kopi Arabica Java Preanger di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan Bandung.  Masalah produktifitas usahatani kopi masih rendah kurang dari 1 ton /Ha karena masih tingginya serangan hama dan penyakit tanaman serta dan masih diusahakan secara semi organik. Koperasi Margamulya belum dapat memenuhi permintaan pasar  dari segi kualitas dan kuantitas serta belum memiliki  pembukuan usaha yang baik.. Sedangkan Masalah yang dialami mitra kelompoktani Utama diantaranya  produktifitas usahatani kopi yang masih rendah. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan secara partisipatif, yang meliputi pelatihan, pendampingan, monitoring evaluasi, bantuan bahan dan alat.  Materi pelatihan yang diberikan kepada kelompok tani Utama meliputi   pengenalan hama dan penyakit tanaman kopi , pembuatan  pestisida dan herbisida organic serta pembukuan usahatani. Sedangkan materi pelatihan yang diberikan kepada Koperasi Margamulya berupa pelatihan managemen  koperasi,  pencatatan dan pembukuan usaha koperasi Bantuan bahan dan alat diberikan kepada Koperasi Margamulya dalam bentuk  Alat tulis dan White board serta  alat penyeduh kopi. Evaluasi dilakukan setelah pelatihan, selama pendampingan dan menjelang kegiatan IbM berakhir. Hasil yang dicapai menunjukkan   Sekitar 75 % petani dapat melakukan teknik pencatatan usahatani dan menganalisis keuntungan usahataninya.Sikap petani lebih baik terhadap koperasi dan mengelola usahatani kopi secara organic dengan lebih baik.Petani lebih intensif merawat kebun, mengurangi pestisida kimia secara berangsur dan mengganti dengan teknik pestisida dan herbisida organik.  Pengurus Koperasi Margamulya mampu menyusun pencatatan  dan pembukuan usaha koperasi  serta mengelola ussaha koperasi dengan lebih baik. 
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PERILAKU DAN PENDAPATAN PETANI (The Impact of Climate Change to Farmers’ Behavior and Revenue) Rasmikayati, Elly; Djuwendah, Endah
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 22, No 3 (2015)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

ABSTRAKPemanasan global selama abad terakhir telah mengakibatkan perubahan iklim yang sebagian besar terindikasi sebagai bencana lingkungan hidup seperti banjir, kekeringan dan bergesernya musim hujan. Bencana-bencana lingkungan hidup ini sangat berpengaruh terhadap sektor pertanian karena sektor ini memiliki ketergantungan tinggi pada kondisi iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak perubahan iklim terhadap perilaku mitigatif petani dan pendapatan petani. Penelitian dilakukan dengan metode survey-eksplanatory, dengan teknik pengambilan sampel multi-stage cluster random sampling. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dampak perubahan iklim terhadap perilaku mitigatif petani adalah bahwa secara umum perilaku petani padi sawah di Jawa Barat dan Jawa Timur telah cukup sesuai dengan perilaku yang mitigatif terhadap perubahan iklim seperti memperluas lahan, pemilihan sumber irigasi, memilih varietas unggul berorientasi iklim, pertimbangan iklim dalam memilih pupuk, perbaikan teknik usahatani, perubahan pola tanam serta menggeser masa tanam dan waktu panen. Sedangkan yang belum sesuai dengan perilaku yang mitigatif terhadap perubahan iklim adalah masih sedikitnya yang mengikuti sekolah iklim. Perilaku-perilaku mitigatif yang telah dilakukan sebagian besar petani terhadap perubahan iklim menyebabkan produktivitas padi petani menjadi meningkat sehingga menyebabkan pendapatan petani di Jawa Barat dan Jawa Timur menjadi meningkat pula.ABSTRACTGlobal warming over the past century has caused the climate change which mostly indicated as the environmental disasters such as floods, droughts and shifting rainy season. Environmental disasters are very influential on the agricultural sector because this sector has a high dependence on climatic conditions. This research aims to examine the impact of climate change on mitigative behavior of farmers and farmers income. The research was conducted by Survey-explanatory method by using Multi Stage Cluster Random Sampling Techniques. Results revealed that the impact of climate change on farmer’s mitigative behavior is that in general rice farmer’s behavior in West Java and East Java have been quite in accordance with the behavior mitigative to climate change such expanding the field, selecting irrigation source, selecting climate-oriented varieties, climate considerations in choosing fertilizers, improved farming techniques, changes in cropping patterns and shifts the planting and harvest time. Meanwhile, the farmer’s behavior that is not in accordance with the mitigative behavior to climate change are still at least that followed the climate school. Mitigative behaviors that have been done by the most of farmers to climate change led to the productivity of rice farmers be increased, causing farmers’ income in West Java and East Java to be increased as well.
Kajian Pengembangan Agroindustri Berbasis Teh Rakyat Trimo, Lucyana; Fatimah, Sri; Djuwendah, Endah
Jurnal Rekayasa Hijau Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v1i2.1634

Abstract

ABSTRAKPeluang kelompok tani teh menjadi kelompok bisnis agroindustriteh cukup besar, ini karena tingginya dukungan pemerintah melalui program GPATN serta semakin tingginyapermintaan pasar luar negeri dan dalam negeri dalam bentuk“instant tea” (makanan, minuman, farmasi, kosmetik).Namun, kondisi tersebut belum dapat dimanfaatkan dengan baik oleh petani teh. Hal ini terlihat dari, sebagian besar petani the masih menjual produknya dalam bentuk pucuk basah. Penelitian dilakukan untuk mengkaji kendala yang dihadapi oleh petani teh rakyat dalam pengembangan agro-industri teh. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan studi deskriptif survey. Tempat penelitian yang dipilih adalah Kabupaten: Garut (KecamataCisurupan), Cianjur (Kecamatan Sukanagara) dan Bandung (Kecamatan Pasirjambu), yang merupakan sentra teh di Provinsi Jawa Barat.Data dikumpulkan dengan cara: studi kepustakaan, dan wawancara dengan pihak terkait, yaitu pejabat pada instansi pemerintah, koperasi, pabrikan, asosiasi petani teh, kelompok tani, serta petani teh yang diambil secara acak sederhana dari setiap Kecamatan yang dijadikan sampel. Secara proposional sampel diambil berdasarkan luas wilayah sentra teh, dan setiap kecamatandiambil 30 orang petani teh. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, dengan pendekatan system thinking. Salah satu alat pendekatan system thinking yang digunakan yaitu dengan causal loop modelling, agar mudah mendeskripsikannya maka digunakan Causal Loop Diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi dalam mengembangkan agroindustri teh rakyat, yaitu: 1) kurangnya ketersediaan pucuk the sebagai bahan baku agroindustri, 2) kurangnya pengetahuan untuk meningkatkan nilai tambah pucuk teh, 3) kurangnya kemampuan dalam penyediaan modal dan peralatan dalam mengolah pucuk teh, dan 4) masih kurangnya dukungan pemerintah dalam mempromosikan teh olahan rakyat (misal: dalam rapat-rapat atau kegiatan-kegiatan yang berlangsung di pemerintahan sebaiknya memanfaatkan produk olahan the dari petani).Katakunci: agroindustri, kendala, nilai tambah, peluang, teh rakyat, ABSTRACTThe increasing market demand, abroad and domestically in the form of "instant tea" (food, beverage, pharmaceutical, cosmetics), and also support from the higher government through GPATN program makes the oopportunitiesof tea small holder groups into tea agro-industry business is quite huge.But infact, this opportunity cannot be utilized properly bytea small holder. Most of the tea small holders still sell their products in the form of freshflush. This research was conducted toinvestigate the constrain of tea small holder in agroindustry development.The study was conducted using a survey descriptive study approach. Selected location research is located at the center of tea small holder in West Java province, i.e.District of Garut (Subsdistrict of Cisurupan), Cianjur (Subdistrict of Sukanagara) and Bandung (District of Pasirjambu). In this research, the data were collected by study of literature and interviews with relevant parties, i.e. officials at government agencies, cooperatives, manufacturers, associations of tea farmers, tea small holder groups, and tea farmers. Tea farmers are taken randomly from each subdistrict sampled. Proportionally, samples are taken based on the size area of tea central region, and from those each district about 30 tea farmers were taken. Data were analyzed descriptively, with a system thinking approach. One of the tool system thinking approaches used in this research is causal loop modeling, in particularly Causal Loop Diagram. Result of the research showed that the obstacles of tea small holder in developing agro-industrial were : 1) the lack of availability of tea flush as raw material for agro-industry, 2) the lack of knowledge to increase value added of tea flush, 3) the lack of capability in the providing capital and equipment in processing the tea flush, and 4) the lack of government support in promoting the tea small holder’s products (e.g., Doing product promotion fromthe tea small holder in the goverment meetings or activities; such as by using those products in the activities).Keywords: agro-industry, constrain, opportunity, tea small holder, value added 
DAMPAK EKOWISATA DAN AGROWISATAV (EKO-AGROWISATA) TERHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA CIBUNTU (Studi Kasus di Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat) Alfatianda, Chania; Djuwendah, Endah
AGROINFO Vol 3, No 3 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.754 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.803

Abstract

Ekowisata merupakan salah satu jenis pariwisata yang ada di Indonesia. Ekowisata adalah suatu kegiatan wisata yang memanfaatkan alam dan masyarakat sebagai objek wisata. Kabupaten Kuningan merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Barat yang memiliki objek wisata salah satunya ekowisata dan agrowisata (Eko-agrowisata) Desa Cibuntu Kecamatan Pasawahan. Ekoagrowisata Desa Cibuntu menyajikan berbagai produk wisata seperti wisata alam Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) , wisata Curug (Air Terjun), wisata mata air alami, situs purbakala,dan wisata budaya. Adanya Eko-agrowisata di Desa Cibuntu merupakan hal baru bagi masyarakat setempat yang akan berdampak pada kehidupan sehari-hari.Dampak tersebut dapat berupa dampak positif atau dampak negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis keragaan eko-agrowisata dan profil masyarakat, mengidentifikasi dan menganalisis partisipasi masyarakat dan lembaga lainnya dalam pengelolaan eko-agrowisata serta mengetahui dan menganalisis dampak ekoagrowisataterhadap keadaan sosial dan ekonomi masyarakat di Desa Cibuntu KecamatanPasawahan Kabupaten Kuningan. Penelitian menggunakan metode desktiptif kualitatif dengan teknis studi kasus. Teknis pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam (deep interview), triangulasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Eko-agrowisata berdampak positif terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Dalam kondisi sosial dampak tersebut terlihat dari adanya perubahan kualitas masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial seperti gotong-royong menjaga kebersihan, menjaga keamanan, membangun fasilitas umum, kegiatan sosial kemasyarakatan, penyelenggaraan upacara kebudayaan dan kondisi fisik desa. Sedangkan dampak ekonomi terlihat adanya kenaikan pendapatan dan tersedianya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.Kata kunci : Ekowisata, agrowisata, dampak, masyarakat, sosial, ekonomi
Analisis Kelayakan Finansial Jambu Biji (Psidium guajava L.) Varietas Cristal Astrini, Carmelita; Djuwendah, Endah; Karyani, Tuti; Wiyono, Sulistyodewi Nur
Jurnal AGRISEP Jurnal AGRISEP Vol 17 No 1 2018
Publisher : Prodi Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.17.1.1-10

Abstract

Crystal guava is one of guava variety which currently has the high opportunity and potential to be developed in Indonesia. Waaida Farm as a company engaged in crystal guava farming in Sumedang District can only meet 5,71% of its demand every year. Therefore, Waaida Farm needs to expand the cultivation area to optimize the crystal guava potential. The expansion constrained by financial source. Crystal guava farming in Waaida Farm is not bankable yet eventhough the business itself has run for six years. The objective of this research is to analyze financial feasibility of crystal guava farming at Waaida Farm. The research was conducted using qualitative descriptive design and case study technique. The data collection methods used were observation, interview and literature study. From the financial aspect, crystal guava farming at Waaida Farm is feasible to be implemented, based on the calculation results of investment criteria using interest rate of 18,75%. The calculation results of NPV is positive which is Rp 5.982.165, IRR is over the established interest rate which is 28,43%, Net B/C is greater than 1 which is 1,59, and payback period is 5 years, shorter than the project term analysis which is 10 years. The sensitivity analysis showed that the variable of the decreasing of production number is more sensitive than the variable of the increasing of production cost. Nevertheless, the 10 percents change of every variable still make the crystal guava farming feasible to be implemented.Keywords: Crystal Guava, Financial Feasibility
ANALISIS KELEMBAGAAN PEMASARAN MANGGIS DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI MANGGIS DI KELOMPOK TANI SARI PUSPA DESA PUSPAHIANG KABUPATEN TASIKMALAYA Firmansyah, Irfan; Djuwendah, Endah
JURNAL AGRIBISNIS TERPADU Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.741 KB)

Abstract

Manggis merupakan salah satu komoditas buah papan atas Indonesia selain salak dan mangga. Padatahun 2013, nilai ekspor berada di $ 5.734.000,00 dan meningkat, maka kenaikan tingkat konsumsi.produksi yang berada di pusat berlokasi di Tasikmalaya, khususnya oleh Kelompok Tani Sari Puspa,yang merupakan salah satu aliansi petani manggis yang kebetulan menderita kerugian dari sistemreguler pemasaran (Panen biasa), membeli di muka (ijon) dan membeli (tebasan). Penelitian inibertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi antara petani danpengumpul, selanjutnya untuk mengukur kualifikasi usaha tani manggis oleh Kelompok Tani SariPuspa dibandingkan dengan tiga sistem yang berbeda dari pemasaran kelembagaan. Desainpenelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan mengikuti mode analisis data: (1) teknik ilustrasitulang ikan untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi transaksi antara petani danpengumpul, (2) analisis pendapatan usahatani untuk mengukur pendapatan petani dengan tiga sistempemasaran kelembagaan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yangmempengaruhi transaksi petani dan pengumpul dalam sistem pemasaran institusional harga,kepercayaan, kebutuhan, panjang langganan, organisasi dan modal menjual. Tingkat komparatif tigasistem pemasaran umur tanaman manggis lebih dari 25 tahun adalah Rp. 141.755.423,28 /Ha untuksistem pemasaran reguler (Panen biasa), Rp 31.984.750 / Ha untuk membeli di muka (ijon) dan Rp.38.244.365,38 / Ha untuk membeli (tebasan). R /C Ratio menunjukkan nilai lebih dari satu,menunjukkan bahwa semua sistem yang tepat untuk diterapkan.
POTENSI EKOWISATA BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL DI KAWASAN WADUK JATIGEDE KABUPATEN SUMEDANG Djuwendah, Endah; Hapsari, Hepi; Deliana, Yosini; Suartapradja, Opan S
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v5i2.6

Abstract

Kawasan waduk merupakan perpaduan daerah dataran tinggi dan perairan. Kegiatan wisata di kawasan waduk adalah bagian dari ekowisata yang mengetengahkan keindahan alam, aktivitas, dan atraksi tertentu sebagai daya tariknya. Penelitian ini  bertujuan  untuk mengidentifikasi  potensi ekowisata Waduk Jatigede  dan rencana pengelolaan ekowisata waduk Jatigede berbasis sumberdaya lokal. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian adalah di Kecamatan Wado, Darmaraja, dan Jatigede. Informan penelitian adalah anggota masyarakat dan stakeholder di tingkat desa dan kecamatan. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa Waduk Jatigede Sumedang memiliki  sumberdaya lokal  yang potensial untuk dikembangkan sebagai ekowisata. Beberapa  atraksi wisata, diantaranya wisata tirta, wana wisata, wisata seni budaya, agrowisata, wisata olahraga, bumi perkemahan dan wisata ziarah. Sebagai implikasinya, diperlukan kebijakan pengembangan ekowisata  berbasis sumberdaya lokal. Penulis mendorong keterlibatan masyarakat secara penuh dalam perencanaan dan pengelolaanya  ekowisata tersebut agar sesuai dengan kebutuhan dan budaya masyarakat setempat. 
FAKTOR PENYEBAB KETIDAKMAMPUAN PETANI MEMENUHI PERMINTAAN BABYBUNCIS UNTUKPT. ALAMANDA SEJATI UTAMA SERTASTRATEGI UNTUK MENGATASINYA (Studi Kasus Kelompok Tani Tauhid, Kabupaten Bandung Barat) KARTIWA, NUR ANNISA RIZKITA; DJUWENDAH, ENDAH
Jurnal Social Economic of Agriculture Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Social Economic of Agriculture
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.999 KB) | DOI: 10.26418/j.sea.v5i1.15057

Abstract

Baby Kenya bean is a bean types that has a good prospects, it has successfully entered the export market. Poktan Tauhid which is a part of the Farmers Group (Gapoktan) Lembang Agri are the farmers group who grows baby kenya bean. The aim of this research are to know the causative factors of farmer that led to an inability to meet the demand for the baby kenya bean for PT. Alamanda Sejati Utama and determine the accurate strategy which can be implemented in Poktan Tauhid to overcome the problems.The research design is qualitative with descriptive analysis technique with fishbone diagrams and analysis of operation strategies with QSPM. The results of the research indicates that a very problematic technical factors among others are the weather conditions, pest and plant disease. While non-technical factors that is very problematic isthe harvest labor. In addition, technical factors that enter into the troubled category are technology, seeds, water availability andthe wind. The alternative strategy that can be implemented in Poktan Tauhid Backward Integration.The implication of this alternative strategy is enabling Poktan Tauhid to better control the process to reschedule planting schedules for every babykenya bean farmer. Moreover, counseling should be given more frequently, related to technologies and the prevention of pests and diseases naturally.Keyword :Causative factors, alternative strategy, baby kenya bean
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KOPI JAVA PREANGER PADA KELOMPOKTANI MARGAMULYA DESA MARGAMULYA KECAMATAN PENGALENGAN BANDUNG Audry, Rakotonjanahary Joachim; Djuwendah, Endah
AGRIVET JOURNAL Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : FAPERTA UNMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan yang mampu memberikan kesempatan kerja serta pendapatan bagi masyarakat. Jawa Barat  adalah salah satu produsen kopi  nasional dengan produksi kopi unggulan berindikasi geografis yaitu kopi Java Preanger.  Penelitian dilaksanakan pada tahun 2017 di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan  yang merupakan sentra produsen kopi di Kabupaten Bandung. Tujuan  penelitian  adalah untuk mengetahui karakteristik petani kopi, faktor-faktor yang mempengaruhi petani untuk mengusahakan kopi java preanger dan kelayakan usahatani kopi berdasarkan pendapatan yang diterima oleh petani.  Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik penelitian studi kasus. Data diperoleh dari responden yang dipilih secara purposive dari  140 petani anggota kelompok tani Margamulya  sehingga didapat 34  petani. Data dianalisis secara deskriptif statistik, analisis pendapatan dan analisis R/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani umumnya petani kopi  java preanger di Desa Margamulya berada pada  kelompok usia produktif dan  tingkat pendidikan yang masih rendah, namun sudah mengikuti berbagai pelatihan dalam usahatani  kop.  Para petani mengusahakan kopi di lahan yang sempit dengan status penguasaan lahan garapan. Faktor lingkungan (lahan dan agroklimat), modal dan hasil produksi merupakan faktor paling menentukan  terhadap minat petani dalam berusahatani kopi.  Rata-rata pendapatan per hektar petani kopi arabika java preanger anggota kelompoktani Margamulya pada  lahan sempit (< 0,5 Ha)  adalah  Rp. 9.394.540, pada lahan sedang (0,5 – 1,0 Ha) adalah Rp 11.305.031  dan pada lahan luas (1 Ha)   adalah Rp 19.219.684.  Usahatani kopi arabika Java preanger tersebut  memiliki nilai R/C  berkisar 2,05 s.d  2,59. Artinya usahatani kopi arabikajava preanger  layak untuk diusahakan karena nilainya lebih dari  satu.
AGROINDUSTRIALISASI KOPI ARABIKA JAVA PREANGER DI DESA MARGAMULYA KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG Djuwendah, Endah; Karyani, Tuti; Sadeli, Agriani H; Kusno, Kuswarini
Agricore Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan   unggulan yang sudah lama dibudidayakan. Selain berperan  dalam penyerapan tenga kerja, Kopi menjadi komoditas ekspor yang bernilai ekonomi tinggi. Kopi terbaik  dari  Jawa Barat dikenal dunia  internasional  sebagai Java Preanger kopi. Kecamatan Pangalengan  Kabupaten bandung merupakan salah satu sentra produksi kopi Java preanger yang potensial karena selain terdapat perkebunan kopi di wilayah ini juga berkembang    industri pengolahannya .  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika perkembangan agroindustri java preager coffee  di Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan  Kabupaten Bandung.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif dan teknis penelitin studi kasus. Pegumpulan data menggunakan  metode observasi, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses agroindustri Java preager coffee yang terdapat  di  Kecamatna Pangalengan Bandung sudah berjalan dengan baik. Ini  terbukti dari adanya perubahan yang  terjadi dalam : (1) pertumbuhan dari pelaku usahtani, pengolahan hasil pertanian, distribusi dan input pertanian, (2) perubahan kelembagaan dan keorganisasian dalam hubungannya dengan  perusahaan melalui peningkatan koordinasi vertikal dan perubahan dalam komposisi produk, teknologi, perwilayahan dan struktur pasar serta (4) peningkatan nilai tambah. Kata kunci :  Agroindustrialisasi,  kopi arabica, Java preanger