IIN SITI DJUNAIDAH
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

Identification and Phylogenetic Analysis of Bacterial Isolates from Litopenaeus vannamei Shrimp Culture System and Gut Environment Based on 16SrRNA Gene Sequence Data RAHAYU, TUBAGUS HAERU; GANDJAR, INDRAWATI; RIANI, ETTY; DJUNAIDAH, IIN SITI; SJAMSURIDZAL, WELLYZAR
Microbiology Indonesia Vol 3, No 2 (2009): August 2009
Publisher : Indonesian Society for microbiology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selected bacterial isolates from a Litopenaeus vannamei shrimp culture system and gut environment were assessed using 16S rRNA gene sequencing method to identify their identity and to construct their phylogenetic relationship. In a preliminary study, a total of 19 isolates were selected as probiotics. These isolates were prepared using freeze and heat-shock method to obtain the DNA template. PCR amplification of 16S ribosomal RNA gene of isolates was carried out using bacterial universal primers 9F and 1510R and was sequenced using an automated DNA sequencer. These gene sequences were compared with other gene sequences in the GenBank database (NCBI) using a BLAST search to find closely related sequences. Alignment of these sequences with sequences available from GenBank database was carried out to construct a phylogenetic tree for these bacteria. Most of the isolates obtained, i.e. 17 out of the 19 isolates, belonged to different species of Bacillus, sharing 95 to 99% 16S ribosomal RNA identity with the respective type-strain, whereas the remaining 2 isolates belonged to Micrococcus sp. and Micrococcus luteus with 97 to 99% 16S rRNA homology, consecutively.
Aplikasi Bawang Merah dan Bawang Putih Memperlambat Pembentukan Bintik Hitam pada Udang Vaname Yuniarti, Tatty; Djunaidah, Iin Siti; Supenti, Lilis
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Penyuluhan Perikanan Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.287 KB) | DOI: 10.33378/jppik.v12i2.101

Abstract

Bawang mengandung senyawa bioaktif, seperti organosulfur, komponen fenolik, dan flavonoid yang mempunyai kemampuan antioksidan. Udang pada saat keluar dari air, mengalami reaksi oksidasi enzimatik, asam amino tirosin yang mengandung gugus fenol dioksidasi oleh enzim polifenol oksidase, mengakibatkan pembentukan bintik hitam atau blackspot pada tubuh udang. Pembentukan blackspot tersebut dapat menurunkan nilai ekonomi, sehingga merugikan perusahaan udang segar. Penelitian bertujuan meneliti bawang merah (Allium cepa L.) dan bawang putih (Allium sativum) yang diekstraksi menggunakan air terhadap pembentukan blackspot pada udang vaname (Litopeneaus vannameii). Udang direndam menggunakan larutan ekstrak bawang merah dan bawang putih (1:1 dan 1:2), disimpan selama 10 hari pada suhu 0 oC. Udang tanpa ekstrak bawang dan udang dengan sodium metabisulfit (SMS) digunakan sebagai kontrol negatif dan kontrol positif. Nilai melanosis udang dengan perendaman ekstrak bawang merah perbandingan 1:1 pada penyimpanan hari ke-10, lebih rendah dibandingkan dengan ekstrak bawang lainnya, sehingga memperlambat pembentukan blackspot namun masih lebih efektif bila menggunakan SMS. Pengaruh ekstrak bawang terhadap kesegaran udang diamati pada atribut kenampakan, secara umum mengalami kemunduran mutu paling cepat dibandingkan atribut bau dan tekstur. Penambahan ekstrak bawang merah dan bawang putih tidak menimbulkan perubahan mutu atribut tekstur dan bau yang siginifikan dibandingkan dengan kontrol. Nilai indeks browning menunjukkan udang dengan perendaman bawang merah 1:1 mengalami perubahan yang paling lambat dibandingkan lainnya. Ekstrak air bawang merah : akuades dengan perbandingan 1:1 berpotensi digunakan sebagai bahan penghambat pembentukan blackspot udang vaname, tanpa memberikan pengaruh terhadap bau dan tekstur udang.
Kondisi Perairan dan Struktur Komunitas Plankton di Waduk Jatigede Djunaidah, Iin Siti; Supenti, Lilis; Sudinno, Dinno; Suhrawardhan, Hendria
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Penyuluhan Perikanan Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.536 KB) | DOI: 10.33378/jppik.v11i2.87

Abstract

Penelitian tentang kondisi perairan dan struktur komunitas plankton di Waduk Jatigede telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2017. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi perairan dan struktur komunitas plankton di Waduk Jatigede. Sampel diambil dari tiga stasiun pengamatan. Titik pengambilan sampel ditentukan dengan metode purposive sampling. Sampel diambil dengan menggunakan plankton net. Identifikasi sampel dilakukan di Laboratorium. Hasil penelitian didapatkan, Genera fitoplankton yang ditemukan di Waduk Jatigede sebanyak 23-26 genera yang mewakili 4 kelas yaitu Chlorophyceae, Cyanophyceae, Bacillariophyceae, dan Dinophyceae. Indeks keanekaragaman fitoplankton berkisar antara 1,284 – 1,673. Hal ini menunjukkan bahwa waduk jatigede memiliki tingkat keanekaragaman rendah. Indeks keseragaman berkisar 0,436 – 0,607. Indeks keanekaragaman zooplankton berkisar antara 1,289 – 2,020.
Tingkat Konsumsi Ikan di Indonesia: Ironi di Negeri Bahari Djunaidah, Iin Siti
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Penyuluhan Perikanan Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.248 KB) | DOI: 10.33378/jppik.v11i1.82

Abstract

Ikan sebagai bahan pangan di Indonesia memiliki beberapa keunggulan, diantaranya: sebagai sumber nutrisi esensial, white meat, bersifat universal, harga relatif murah, proses produksi relatif singkat, serta suppy lokal. Tingkat konsumsi ikan di Indonesia relatif rendah dibandingkan dengan potensi sumber daya perikanan yang dimiliki. Angka konsumsi ikan pada tahun 2010 sebesar 30,48 kg/kap/th, meningkat setiap tahunnya hingga mencapai 38,1 kg/kap/th pada tahun 2014 dengan tingkat pertumbuhan sebesar 5,78%. Penyediaan ikan pada tahun 2010 sebesar 38,39 kg/kap/th dan meningkat menjadi 51,8 kg/kap/th pada tahun 2014 dengan tingkat pertumbuhan sebesar 7,85%. Penyebab rendahnya konsumsi ikan diantaranya adalah kurangnya pemahamn masyarakat tentang manfaat mengkonsumsi ikan, kurang lancarnya distribusi ikan, belum optimalnya sarana dan prasarana serta mitos yang berkembang di masyarakat. Regulasi perikanan diantaranya UU No 31 thn 2004 tentang Perikan jo UU No 45 th 2009 , UU No 18 tahun 2012 tentang Pangan serta INPRES No. 1 tahun 20 17 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
Diversitas Plankton dan Kualitas Perairan Waduk Darma Kabupaten Kuningan Jawa Barat Hasan, OD Soebhakti; Sudinno, Dinno; Danapraja, Sopiyan; Suhaedy, Endang; Djunaidah, Iin Siti
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Penyuluhan Perikanan Sekolah Tinggi Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.597 KB) | DOI: 10.33378/jppik.v11i3.92

Abstract

Penelitian tentang “Diversitas Plankton dan Kualitas Perairan Waduk Darma” telah dilaksanakan pada Bulan Agustus 2017. tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui diversitas plankton dan kualitas air waduk Darma. Sampel diambil dari 3 stasiun pengamatan. Titik pengambilan sampel ditentukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan, Genera fitoplankton yang ditemukan di Waduk Darma sebanyak 19-32 genera yang mewakili 5 kelas, yaitu Chlorophyceae, Cyanophyceae, Bacillariophyceae, Dinophyceae dan Euglenaphyceae. Serta Genera Zooplankton yang ditemukan di Waduk Darma sebanyak 12-15 genera yang mewakili 3 kelas, yaitu Rotifera, Ciliata dan Malacostraca. Indeks diversitas fitoplankton berkisar antara 0,367 – 1,376 dan diversitas zooplankton berkisar antara 1,379 – 2,023. Hal ini menunjukkan bahwa waduk Darma memiliki tingkat keanekaragaman rendah.