Articles

Motivasi Kerja Guru SMP Negeri 2 di Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Work motivation is a set energetic forces that originate both within as well as beyond an individuals human being, to initiate work releated behavior, and determine its form, direction, intensity, and duration. Especially for teachers at SMP Negeri 2 Teluk Pakedai in order increase their discipline and responsibility toward their work at school. The purpose of this experiment was to obtain informations about : (1) How was the work motivation of the teachers at SMP Negeri 2 Teluk Pakedai from Kabupaten Kubu Raya from inside and outside their selves? (2) What were the factors effecting work motivation of the teacher at SMP Negeri 2 Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya? This experiment used decriptive method, because the porpuse was to give descriptions of a symtomp or actual experiences happened when it was taken. The data was collected by three kinds of method: interview, observation, and documentation. This experiment showed that: (1) The work motivation of the teacher at SMP negeri 2 Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya was still low,(2) The factors from outside of the their selves were more dominant in effecting their work motivation at SMP Negeri 2 Teluk Pakedai. Keywords: Work motivation, Teachers at SMP, Teluk PakedaiAbstrak: Motivasi kerja adalah sejumlah gaya/dorongan yang dapat berasal dari dalam dan dari luar seseorang untuk mengawali tingkah laku yang berhubungan dan untuk menentukan bentuk, arah, intensitas dan lamanya. Khususnya guru di SMP Negeri 2 Teluk  Pakedai dalam rangka meningkatkan kedisiplinan, menurunkan tingkat absensi guru dan mempertinggi rasa tanggung jawab guru terhadap tugas-tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapat informasi mengenai: (1) Bagaimana motivasi kerja guru SMP Negeri 2 di Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya baik dari dalam diri maupun dari luar diri? (2) Faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi kerja kerja guru SMP Negeri 2 di Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sebab penelitian ini bermaksud mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa atau kejadian aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian dilakukan. Pengumpulan sumber data dilakukan dengan tiga jenis metode yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa: (1) Motivasi kerja guru SMP Negeri 2 di Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya masih tergolong rendah, (2) Faktor yang bersifat ekstrinsik lebih dominan mempengaruhi motivasi kerja guru SMP Negeri 2 Teluk Pakedai.Kata Kunci : Motivasi kerja, Guru SMP, Teluk Pakedai

Motivasi Kerja Guru Smp Negeri 2 Di Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2013): Februari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Work motivation is a set energetic forces that originate both within as well as beyond an individuals human being, to initiate work releated behavior, and determine its form, direction, intensity, and duration. Especially for teachers at SMP Negeri 2 Teluk Pakedai in order increase their discipline and responsibility toward their work at school. The purpose of this experiment was to obtain informations about : (1) How was the work motivation of the teachers at SMP Negeri 2 Teluk Pakedai from Kabupaten Kubu Raya from inside and outside their selves? (2) What were the factors effecting work motivation of the teacher at SMP Negeri 2 Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya? This experiment used decriptive method, because the porpuse was to give descriptions of a symtomp or actual experiences happened when it was taken. The data was collected by three kinds of method: interview, observation, and documentation. This experiment showed that: (1) The work motivation of the teacher at SMP negeri 2 Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya was still low,(2) The factors from outside of the their selves were more dominant in effecting their work motivation at SMP Negeri 2 Teluk Pakedai. Keywords: Work motivation, Teachers at SMP, Teluk PakedaiAbstrak: Motivasi kerja adalah sejumlah gaya/dorongan yang dapat berasal dari dalam dan dari luar seseorang untuk mengawali tingkah laku yang berhubungan dan untuk menentukan bentuk, arah, intensitas dan lamanya. Khususnya guru di SMP Negeri 2 Teluk  Pakedai dalam rangka meningkatkan kedisiplinan, menurunkan tingkat absensi guru dan mempertinggi rasa tanggung jawab guru terhadap tugas-tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapat informasi mengenai: (1) Bagaimana motivasi kerja guru SMP Negeri 2 di Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya baik dari dalam diri maupun dari luar diri? (2) Faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi kerja kerja guru SMP Negeri 2 di Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sebab penelitian ini bermaksud mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa atau kejadian aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian dilakukan. Pengumpulan sumber data dilakukan dengan tiga jenis metode yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa: (1) Motivasi kerja guru SMP Negeri 2 di Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya masih tergolong rendah, (2) Faktor yang bersifat ekstrinsik lebih dominan mempengaruhi motivasi kerja guru SMP Negeri 2 Teluk Pakedai.Kata Kunci : Motivasi kerja, Guru SMP, Teluk Pakedai

MENYOAL PEMBELAJARAN SAINS DI SEKOLAH: BAGAIMANA SEHARUSNYA?

Jurnal PMIPA Vol 1, No 1 (2010): Vol.1 No. 1 Januari 2010
Publisher : Jurnal PMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.418 KB)

Abstract

Teachers’ understanding on the nature of science will determine types of students learning activities in the class. In designing a science teaching-learning process meaningfully, a teacher should consider and pay attention to the learning activities. They are (1) logical plane activities; (2) evidental or experiental plane activities; (3) psychological plane activities. A science text-books centered teaching should be modified because, the students comprehension about science products (concept and principles) could not be developed meaningfully by using text-books only. This culture is also contrary with the nature of science and is not  able to build a science and technology literate people.Key words: Teacher’s understanding; learning activities

MENYISIPKAN NILAI-NILAI DALAM PEMBELAJARAN SAINS: SUATU ALTERNATIF MEMAGARI KEIMANAN SISWA

Guru Membangun Vol 26, No 2 (2011): GM Edisi Juli Vol.26 No.2 Tahun 2011
Publisher : Guru Membangun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.197 KB)

Abstract

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan (bertafakur) tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Rabb, kami tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka (QS. Ali Imran, 3:190-191).Kata Kunci: Nilai Agama, Pembelajaran Sains, dan Keimanan

Mendekati Makna “Kreativitas” dan Model Pembelajaran Synectics

Jurnal PMIPA Vol 2, No 2 (2011): Juli 2011
Publisher : Jurnal PMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.218 KB)

Abstract

Basis utama bagi munculnya kreativitas adalah penggunaan pengetahuan yang telah ada secara imaginatif (kreatif) untuk menghasilkan suatu produk yang baru, tak biasa, dan bermanfaat. Penafsiran suatu masalah dengan cara yang baru dan berbeda (restructuring) dan terciptanya proses inkubasi merupakan basis tambahan bagi munculnya kreativitas. Upaya peningkatan kreativitas dapat dilakukan guru melalui penerapan strategi brainstorming dan model synectics. Kata kunci : kreativitas, basis kreativitas, brainstorming, model synectics

MEMPELAJARI SAINS, MENGIMANI SANG PENCIPTA : Menyisipkan Nilai-Nilai Religius dalam Pembelajaran Sains

Jurnal PMIPA Vol 3, No 1 (2012): Januari 2012
Publisher : Jurnal PMIPA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.289 KB)

Abstract

Salah satu nilai  yang terkandung dalam sains (IPA) adalah nilai agama (religius). Nilai-nilai ini dapat dikembangkan dengan menyisipkannya dalam pembelajaran suatu topik atau konsep IPA tertentu di sekolah. Pembinaan nilai-nilai agama ini perlu dipupuk di lingkungan sekolah, salah satunya, untuk menghindari kehampaan spiritual dalam pendidikan sains di sekolah dan dunia ilmiah. Terkait dengan pembinaan nilai-nilai ini, peran guru di sekolah semakin penting di tengah-tengah keterbatasan dan kelangkaan buku-buku teks IPA yang terintegrasi nilai-nilai agama. Menyampaikan kebenaran adalah kewajiban kita semua, apalagi yang datangnya dari Sang Pencipta. Kata kunci : sains, nilai agama, sang pencipta

REMEDIASI MISKONSEPSI SISWA PADA GERAK LURUS MELALUI GRAPHIC ORGANIZER KELAS X SMA

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 4 (2013): April 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1470.232 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif penerapanpembelajaran melalui Graphic Organizer untuk menurunkan jumlah miskonsepsisiswa dalam mempelajari gerak lurus. Bentuk penelitian berupa One GroupPretest-Posttest Design. Siswa yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalahsiswa kelas XI IPA1 yang berjumlah 25 orang. Tes yang digunakan disusundengan metode CRI (Certainty of Response Index) berbentuk pilihan gandaberjumlah 9 soal dengan tiga soal untuk masing-masing konsep. Reliabilitas tesini dihitung dengan rumus KR-20 tergolong kuat (0,613). Penelitian ini dilakukanselama 4 kali pertemuan .Dari hasil Uji McNemar diketahui efektivitas remediasimelalui Graphic Organizer pada materi gerak lurus tergolong sedang (0,680).Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif guru untukmeremediasi miskonsep sisiswa.Kata Kunci : Graphic Organizer, miskonsepsi siswa, remediasi.Abstract : This research is to know how effective the implementation of teachinglearning process through Graphic Organizer to decrease the amount of sudents’misconception in learning stright motion. This research is One Group Pretest-Posttest Design. 25 students as paricipants in this research were students of IXfrom science class1. Test-used was arranged by using CRI (Certainty of ResponseIndex) method that was multiple choice with the amount of nine questions whichdivided into three questions for each concept. The reliability of this test wascounted by KR-20 formula that belongs to strength level (0,613). This researchwas conducted during 4 times of meeting. From the result analysis of McNemar, ithas been known through Graphic Organizer that the effectiveness of remedy onthe material of straight motion is included into medium level (0,680). The findingsin this research are expected to be one of teacher’s altenative to remedy sudents’misconception.Keyword : Graphic Organizer, students’ misconception, remedy

REMEDIASI MISKONSEPSI SISWA MELALUI MODEL THINK-PAIR-SHARE BERBANTUAN WORD SQUARE PADA PERPINDAHAN KALOR DI SMP

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 7 (2013): Juli 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.031 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan model Think-Pair-Share berbantuan Word Square dalam meremediasi miskonsepsi siswa pada perpindahan kalor di kelas VII SMP Negeri 2 Mempawah Timur Kabupaten Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design dengan sampel penelitian berjumlah 25 siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat penurunan miskonsepsi siswa setelah diberikan remediasi sebesar 31,2 %. Model Think-Pair-Share berbantuan Word Square efektif untuk meremediasi miskonsepsi siswa pada perpindahan kalor dengan effect size Es = 2,1 ( kategori tinggi). Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai alternatif kegiatan remediasi bagi siswa agar dapat mengatasi miskonsepsi yang dialami oleh siswa.     Kata kunci : Remediasi dan Model Think-Pair-Share.   Abstract: The aim of the research was to knowed effectiveness about the application of Think-Pair-Share’s model assisted Word Square to remedial student misconceptions on heat transfer in SMP Negeri 2 Mempawah Timur Grade VII Pontianak Regent. The method of the research was experimental with one group pretest-posttest design which is 25 students participated. The results of data analysis showed that student misconception reduction after remediation was as much as 31,2 %. Think-Pair-Share’s model assisted Word Square effective to remedial student misconception on heat transfer with effect size Es = 2,1 (categorized was high). This research is expected to be used as an alternative remediation activities for students to be able overcome the misconceptions that experienced by students.   Keywords: Remediation and Think-Pair-Share’s model.

REMEDIASI MISKONSEPSI MENGGUNAKAN CONCEPT ATTAINMENT BERBANTUAN MIND MAP PADA RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 10 (2013): Oktober 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.717 KB)

Abstract

Abstract: This research aims to know effectiveness remediation using Concept Attainment instruction model assisted Mind Map. The research method that used is a pre-experimental with one group pretest posttest design. This research involve 9 students grade X SMA Santun Untan Pontianak that choosed at random used intact group technique. Instrument that used were test and non test. Test in the form of pretest and posttest multiple choice with three answer choice that enclosed with reason while non test in the form interview. Statistic test that used is Wilcoxon test, obtained Tkhitung(0,0)<Ttabel(6) so that occur significant misconception difference. The average reduction misconception of student is 40,5%. Calculation effect size use Gene Glass’s formula, obtained in the amount of 3,22 and its amount more than 0,7 so that its effectiveness is high. Student’s response obtained from interview. Student give positive response on an average Concept Attainment instruction model assisted Mind Map. Keywords: Remediation, Concept Attainment, Mind Map Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas remediasi menggunakan model pembelajaran Concept Attainment berbantuan Mind Map. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-experimental dengan rancangan One Group Pretest Posttest. Penelitian ini melibatkan 9 siswa kelas X SMA Santun Untan Pontianak yang dipilih secara acak menggunakan teknik intact group. Instrumen yang digunakan adalah tes dan non tes. Tes berupa tes awal dan tes akhir pilihan ganda dengan tiga pilihan jawaban yang disertai alasan sedangkan non tes berupa wawancara. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon diperoleh Tkhitung (0,0) < Ttabel (6) sehingga terjadi perbedaan miskonsepsi yang signifikan. Rata-rata penurunan miskonsepsi siswa sebesar 40,5%. Perhitungan effect size menggunakan formula Gene Glass, diperoleh effect size sebesar 3,22 dan besarnya lebih dari 0,7 sehingga efektifitasnya tinggi. Respon siswa diperoleh dari hasil wawancara. Siswa merespon positif model pembelajaran Concept Attainment berbantuan Mind Map.   Kata Kunci: Remediasi , Concept Attainment, Mind Map

REMEDIASI KESULITAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL-SOAL HUKUM NEWTON MENGGUNAKAN SOAL OPEN-ENDED DAN UMPAN BALIK

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 9 (2013): September 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.723 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan keefktifan pengaruh remediasi melalui pemberian soal open-ended dan pemberian umpan balik dan disertai pembimbingan dalam mengatasi kesulitan siswa pada materi Hukum Newton kelas XI IPA  di SMA Negeri 7 Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian adalah pretest-posttest group design. Sampel penelitian ini adalah 65 siswa yang terdiri dari 24 siswa kelas eksperimen I dan 32 siswa kelas eksperimen II. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kelas eksperimen I memiliki rata-rata lebih tinggi dari pada kels eksperimen II. Hal ini disebabkan oleh perlakuan yang didapat pada kelas eksperimen I ditambahkan dengan pembimbingan.   Kata Kunci: Kesulitan, Open-Ended, Umpan Balik, Bimbingan, Abstract: The purpose of this research is to know and describe the efectiveness of the influence of remediation through giving open-ended tasks and giving feedback with guidance in overcoming students’ difficulties at Newton’s Law subject in XI IPA at SMA Negeri 7 Pontianak. The research method is Pre-Experimental with pretest-posttest group design. The research samples are 65 students that consist of 24 students in experimental class I and 32 students in experimental class II. The result of data analysis shows that experimental class I has higher average than experimental class II. This is caused by the treatment that been acquired in experimental class I with guidance.   Keywords: Difficulties, Open-Ended, Feedback, Guidance