Rr. Anggun Paramita Djati
Staf Loka Litbang P2B2 Banjarnegara

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

GAMBARAN UMUM KASUS LEPTOSPIROSIS DI KOTA SEMARANG TAHUN 2004-2006 Widiastuti, Dyah; Djati, Rr. Anggun Paramita
Jurnal Vektor Penyakit Vol 2, No 1 Okt (2008)
Publisher : Jurnal Vektor Penyakit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Study on Leptospirosis incidences during 2004 until 2006 was done in Semarang City. Secondary data about Leptospirosis incidences were collected from Semarang Health Office. The result showed that within three years, 2004-2006, Leptospirosis was occuring in Semarang City. A different proportion of the case was found between male and female which the male is predominantly (66%) transmitted with Leptospirosis. There were more cases found in lower area, than in upper area. Besides, the pattern of cases almost look like as the pattern of rainfall index.   Keywords: Leptospirosis, rainfall index, Semarang City.
Several environmental factors related with endemicity status of dengue haemorrhagic fever Djati, Rr. Anggun Paramita; Widiastuti, Dyah
Health Science Journal of Indonesia Vol 3, No 1 Jun (2012)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/HSJI/article/view/423

Abstract

AbstrakLatar belakang: Faktor lingkungan mempengaruhi kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Tujuan penelitian ini untuk mengidentifi kasi faktor-faktor lingkungan yang berkaitan dengan status endemisitas DBDdi Gunungkidul.Metode: Data dikumpulkan dengan studi potong lintang pada bulan Oktober-Desember 2010. Sampel rumah dipilih dengan multistage sampling. Sampel penelitian terdiri dari 155 rumah masing-masing daerah sporadic dan non-aporadik DBD. Data yang dilakukan dengan observasi langsung meliputi tipe rumah, jarak antar rumah, tinggi tanaman, luas tanaman, dan rimbunan tanaman. Risiko relatif (RR) diperhitungkan menggunakan Stata 9.Hasil: Rimbunan tanaman, tipe rumah, dan jarak antar rumah merupakan tiga faktor lingkungan dominan terhadap status endemisitas DBD. Jika dibandingkan daerah dengan area dengan rimbunan tanaman yangjarang, daerah dengan rimbunan tanaman sinambung merata memiliki risiko 2,5 kali menjadi endemis DBD [95% interval kepercayaan (CI) = 1.95-3.13]. Selanjutnya, area dengan jarak antara rumah yang sangatdekat dibandingkan dengan jarak antar rumah 10 m atau lebih memiliki risiko lebih tinggi menjadi daerah endemik.Kesimpulan: Semakin rimbun tanaman di sekitar rumah dan semakin dekat jarak antara rumah mempertinggi risiko status endemik DBD. (Health Science Indones 2012;1:27-30)Kata kunci: status endemisitas, DBD, lingkungan AbstrackBackground: Epidemiologically, environmental factors also affect the incidence of Dengue Haemorrhagic Fever (DHF). The purpose of this study was to identify environmental factors related to the endemicity statusof DHF in district of Gunungkidul, Yogyakarta.Methods: A cross sectional study has been done in endemic and sporadic area. Collected data conducted in October-December 2010. Samples of house were selected by multistage sampling. Samples of this study consisted of 155 houses of each area. Data collected by observation survey. The data were house type, distance between houses, plants height, plants area, and hedge plants. Relative risk (RR) was estimated using STATA 9 software.Results: Our fi nal model suggested that there were three risk factors (hedge plants, house type, and distance between the houses) were dominant risk factors for endemicity status of DHF. Compared with rare hedge plants area, area with hedge plants evenly continuous had 2.5 times risk to be endemic DHF [adjusted relative risk (RR) = 2.47; 95% confi dence interval (CI) = 1.95-3.13]. In term of house type, compared with temporary housing, semi-permanent as well as permanent houses were less risk to be endemic DHF area. In addition, compared with the area with distant between houses (10 m or more), the area with medium, near, as well as very near distant between houses had higher risk to be endemic area.Conclusion: More continuous hedge plants, and the closer the distance between the houses, increasing the risk of endemicity status of DHF. (Health Science Indones 2012;1:27-30) 
EVALUASI PENYEMPROTAN DINDING RUMAH PENDUDUK DI DESA JINTUNG DAN DESA SRATI KECAMATAN AYAH KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2006 Sunaryo, Sunaryo; Djati, Rr. Anggun Paramita; Ismanto, Hari; Dewi, Dian Indra
Balaba Edisi 004 No.01/Tahun III Juni 2007
Publisher : Prima Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Jintung dan Desa Slatri, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen merupakan daerah Reseptif malaria.Terjadi peningkatan kasus malaria pada bulan Juli dan Agustus 2006. Hasil Penyelidikan Epidemiologi di kedua wilayah tersebut telah terjadi penularan malaria setempat yang bersumber dari penderita malaria yang baru pulang dari luar jawa (import). Tersangka vektor yang teridentifikasi adalah Anophelesmaculatus, An.aconitus dan An.balabacensis yang ditemukan baik menggigit di dalam rumah dan di luar rumah.Untuk mengantisipasi terjadinya penularan malaria yang lebih luas di wilayah tersebut dilakukan upaya intervensi berupa penyemprotan rumah (IRS / indoor Residual Spraying) dengan cakupan pada seluruh rumah di Desa Jintung dan Slatri. Penyemprotan rumah dilakukan pada minggu ke IV bulan Agustus 2006, petugas penyemprot dari masyarkat/kader setempat yang dilatih oleh Dinas Kesehatan Kebumen dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Kandungan bahan aktif insektisida yang digunakan adalah Bifentrin 0, 10.Agar upaya pemberantasan vektor (IRS) dapat berhasil guna dan berdaya guna harus dilakukan dengan cara yang benar yaitu meliputi ketepatan dosis insektisida, kerataan residu insektisida yang menempel dipermukaan dinding serta cakupan rumah yang di semprot.Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan penyemprotan rumah dilakukan upaya evaluasi, salah satunya dengan uji hayati (Bioassay).
EVALUASI PENYEMPROTAN DINDING RUMAH PENDUDUK DI DESA JINTUNG DAN DESA SRATI KECAMATAN AYAH KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2006 Sunaryo, Sunaryo; Djati, Rr. Anggun Paramita; Ismanto, Hari; Dewi, Dian Indra
Balaba Edisi 004 No.01/Tahun III Juni 2007
Publisher : Prima Offset

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Jintung dan Desa Slatri, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen merupakan daerah Reseptif malaria.Terjadi peningkatan kasus malaria pada bulan Juli dan Agustus 2006. Hasil Penyelidikan Epidemiologi di kedua wilayah tersebut telah terjadi penularan malaria setempat yang bersumber dari penderita malaria yang baru pulang dari luar jawa (import). Tersangka vektor yang teridentifikasi adalah Anophelesmaculatus, An.aconitus dan An.balabacensis yang ditemukan baik menggigit di dalam rumah dan di luar rumah.Untuk mengantisipasi terjadinya penularan malaria yang lebih luas di wilayah tersebut dilakukan upaya intervensi berupa penyemprotan rumah (IRS / indoor Residual Spraying) dengan cakupan pada seluruh rumah di Desa Jintung dan Slatri. Penyemprotan rumah dilakukan pada minggu ke IV bulan Agustus 2006, petugas penyemprot dari masyarkat/kader setempat yang dilatih oleh Dinas Kesehatan Kebumen dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Kandungan bahan aktif insektisida yang digunakan adalah Bifentrin 0, 10.Agar upaya pemberantasan vektor (IRS) dapat berhasil guna dan berdaya guna harus dilakukan dengan cara yang benar yaitu meliputi ketepatan dosis insektisida, kerataan residu insektisida yang menempel dipermukaan dinding serta cakupan rumah yang di semprot.Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan penyemprotan rumah dilakukan upaya evaluasi, salah satunya dengan uji hayati (Bioassay).
SEPUTAR LOKA LITBANG P2B2 BANJARNEGARA Djati, Rr. Anggun Paramita
Balaba Edisi 006 No.01/Tahun IV Juni 2008
Publisher : Balaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SEPUTAR LOKA LITBANG P2B2 BANJARNEGARA
INDEKS JENTIK DI DAERAH ENDEMIS DAN DAERAH SPORADIS DEMAM BERDARAH DENGUE DI PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN Sholichah, S.KM, Zumrotus; Djati, Rr. Anggun Paramita
Balaba Edisi 006 No.01/Tahun IV Juni 2008
Publisher : Balaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) often causes an outbreak, and presently, still no vaccine and drugs are found to overcome this disease. Stratified DHF are devided into four categories namely endemic, sporadic, potential and DHF freedareas. The transmissions of DHF are mostly found in the endemic areas. This study analyzed the data found in Grobogan regency on 2005. The objective of this study is to determine the larvae index (House Index, Container Index, Breteau Index) both in endemic area and sporadic area, by using an independent t-test. Result of the study showed that some parameters of larvae index in the endemic areas were described as HI = I9,96%, CI = I4,I4% and BI = 2I,86%. Yet, it appeared to have adifferent resut sporadic area (HI= 19,3 3%; CI = I 3, 2 7%; and BI= 26, 99%). Kata Kunci: larvae index, endemic,sporadic,DHF
PEMBURU TIKUS DARI SELO BOYOLALI Djati, Rr. Anggun Paramita; Raharjo, Jarohman
Balaba Edisi 006 No.01/Tahun IV Juni 2008
Publisher : Balaba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMBURU TIKUS DARI SELO BOYOLALI
PATHOGENIC LEPTOSPIRA CONTAMINATION IN HOUSEHOLD WATER IN SETTLEMENT AREA OF DEMAK REGENCY Widiastuti, Dyah; Djati, Rr. Anggun Paramita
Balaba Vol 11, No 2 Des (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5928.01 KB)

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis penting di dunia termasuk Indonesia. Penularan penyakit ini dapat terjadi melalui kontak dengan air yang terkontaminasi bakteri Leptospira patogen. Tujuan penelitian ini untuk mendeteksi Leptospira patogen pada air konsumsi di pemukiman Kabupaten Demak. Penelitian observasional ini dilaksanakan pada bulan Juli 2014. Sebanyak 15 sampel air konsumsi dikumpulkan dari area pemukiman di sekitar kasus leptospirosis terbaru di Kabupaten Demak. Sampel diperiksa menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi kontaminasi Leptospira patogenik dengan gen target LipL32. Lima sampel (46,7%) menunjukkan kontaminasi positif dari spesies patogenik dari Leptospira berdasarkan PCR. Leptospira patogenik dapat dideteksi dalam lingkungan Demak dan ini berpotensi menyebabkan terjadinya penularan leptospirosis. Kata kunci: Leptospira, air konsumsi, Demak