djariyo djariyo
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

POTRET BIROKRASI PENDIDIKAN DI INDONESIA

Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2013): April
Publisher : Jurnal Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract.Birocracy can be mean aswork procedure, organization system, and power to make decisions. This analisys of education birocracy through four approachs.First, the attitude of birocrat either at school, subdistrict, district, provinsi and national level besides organization caracteristics.Second, level of services given by education birocrats.Thirth, the power to make decisions.Fourth, the quality of personel. The result of analisys shows as follows. First, attitude of birocrats and organizational caracteristics did’nt support to finish their duties well. It was proven from the the low of budget absorbtion, usually the budget ubsorbtion happen on the last two month of the year. When it’s happen the program and activities in eduation sector will not effective. Second, level of services given by education birocrast are still low as shown from the apaty of personel, brush off, coldness, condesclusion, robotism, role book, and round around.Thirth, education birocrat have no power to make decision of education problems especially on evaluation and finance of education. Fourth, the quality of education personel did not qualified because they were selected politically rather than by their capability background. The betterment of education birocracy will happen through the betterment of attitudes of education personel, organizational system and prosedures, give higher power to make decisions, and capacity building to education personel.Abstrak.Birokrasi dapat dipahami sebagaiprosedur kerja, sistem keorganisasian, dan kekuasaan untuk mengambil keputusan.Analisis birokrasi pendidikan dapat dilakukanmelalui empat pendekatan.Pertama, melalui tingkah laku para pelaku pendidikan mulai dari sekolah/UPT pendidikan, serta dinas pendidikan dan karakteristik birokasi. Kedua, dilihat dari tingkat pelayanan dalam konsep administrasi publik (karena membahas birokrasi tidak lengkap tanpa melongok bahasan administrasi public).Ketiga, kewenangan untuk mengambil keputusan pendidikan secara mandiri.Keempat, kualitas para birokrat bidang pendidikan.Hasil analisis birokrasi dari keempat telaah tersebut adalah sebagai berikut.Pertama, tingkah laku para pelaku pendidikan belum menunjukkan perilaku yangbaik sebagai birokrat dan dikukung belum adanya sistem organisasi yang baik. Hal ini dapat ditunjukkan dari rendahnya penyerapan anggaran secara merata, dan biasanyaserapan anggaran terjadi besar-besaran terjadi pada 2 bulan terakhir pada setiap tahun sehingga hasilnya tidak efektif. Kedua, dilihat dari tingkat pelayanan para penyedialayanan pendidikan banyak sekali sikap apatis, menolak berurusan, sikap dingin, memandang rencah masyarakat, para pegawai pendidikan bekerja secara mekanis dantaat prosedur.Ketiga, lembaga pendidikan di kabupaten dan sekolah tidak memiliki kewenangan dalam mengambil keputusan pendidikan secara mandiri terutama dalampenilaian pendidikan dan pembiayaan pendidikan.Keempat, kualitas birokrat pendidikan banyak yang tidak berkualitas karena pengangkatan birokrat pendidikan tidak didasarkanpada kompetensi tapi lebih banyak pertimbangan politis.Untuk memperbaiki birokrasi pendidikan maka dapat dilakukan melalui perbaikan tingkah laku karyawan, sistem danprosedur keorganisasian, pemberian kewenangan yang lebih kepada para pelaku pendidikan, dan peningkatan kapasitas para birokrat pendidikan.Kata Kunci: birokrasi pendidikan, otonomi pendidikan, pengambilan keputusan.

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS BERITA PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR IPS

Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 1 (2012): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul “Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Berita Pada MataKuliah Konsep Dasar IPS” mempunyai tujuan untuk mengembangkan model pembelajaranberbasis berita pada mata kuliah Konsep Dasar IPS bagi mahasiswa PGSD dan mengetahuikendala dalam pengembangan model pembelajaran berbasis berita pada mata kuliah KonsepDasar IPS. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metodeResearch and Development (R&D), yang menghasilkan produk berupa suplemen bahan ajartentang pembelajaran berbasis berita pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS. Fokus dari penelitianini adalah merancang dan menyusun suplemen sebagai salah satu pendukung bahan ajar dalammata kuliah Konsep Dasar IPS berbasis berita bagi mahasiswa PGSD. Simpulan yang dapatdiambil dari penelitian ini adalah metode pengembangan model pembelajaran berbasis beritapada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS dapat membantu meningkatkan kemampuan mahasiswadalam mengemukakan pendapat, keinginan mahasiswa mengakses berita dan keseriusanmengerjakan tugas, pemanfaatan media massa (surat kabar, televisi, rekaman berita dan internet)sebagai media pembelajaran bisa dijadikan sebagai bahan ajar yang menyenangkan,pengembangan model pembelajaran dengan menggunakan rekaman berita dan suplemen dapatmemberikan kontribusi dalam melengkapi perkuliahan.Kata Kunci: model pembelajaran, berita, IPS

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN SERING MEMBACA DI PERPUSTAKAAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SEMESTER II

Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 2, No 2 (2012): malih peddas
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.091 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan membaca pada siswa sehingga menurunkan prestasi belajar siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri 2 Clering. Kurangnya pengawasan guru dalam membimbing siswanya untuk membaca membuat siswa kurang maksimal menangkap ilmu yang diperoleh. Kegiatan sering membaca di perpustakaan menjadi salah satu alternatif pembelajaran untuk menciptakan rasa cinta terhadap kegiatan membaca sehingga siswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang lebih luas, serta meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) apakah dengan sering membaca di perpustakaan dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia? (2) apakah dengan sering membaca di perpustakaan dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas V semester II. Tujuan penelitian ini untuk mencapai ketuntasan belajar siswa serta meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya aspek ketrampilan membaca. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dengan menggunakan tiga siklus.Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan cara observasi dan metode tes. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V semester II SD Negeri 2 Clering Jepara tahun pelajaran 2011/2012. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa baik secara individu maupun secara klasikal. Pada siklus I siswa yang dapat mencapai ketuntasan individu ada 8 orang sedangkan ketuntasan klasikal 40% dan rata-rata prestasi belajar 67,45. Siklus II siswa yang dapat mencapai ketuntasan individu ada 15 orang sedangkan ketuntasan klasikal 75% dan rata-rata prestasi belajar 78,1. Siklus III siswa yang dapat mencapai ketuntasan individu 18 orang sedangkan ketuntasan klasikal 90% dan rata-rata prestasi belajar 85,25. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan sering membaca diperpustakaan dapat meningkatkan (1) ketuntasan belajar siawa dan (2) prestasi belajar siswa.Kata Kunci: prestasi belajar, membaca, perpustakaan

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS BERITA PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR IPS

Media Penelitian Pendidikan Vol 6, No 1 (2012): mpp
Publisher : Media Penelitian Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul "Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Berita Pada MataKuliah Konsep Dasar IPS" mempunyai tujuan untuk mengembangkan model pembelajaranberbasis berita pada mata kuliah Konsep Dasar IPS bagi mahasiswa PGSD dan mengetahuikendala dalam pengembangan model pembelajaran berbasis berita pada mata kuliah KonsepDasar IPS. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metodeResearch and Development (R&D), yang menghasilkan produk berupa suplemen bahan ajartentang pembelajaran berbasis berita pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS. Fokus dari penelitianini adalah merancang dan menyusun suplemen sebagai salah satu pendukung bahan ajar dalammata kuliah Konsep Dasar IPS berbasis berita bagi mahasiswa PGSD. Simpulan yang dapatdiambil dari penelitian ini adalah metode pengembangan model pembelajaran berbasis beritapada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS dapat membantu meningkatkan kemampuan mahasiswadalam mengemukakan pendapat, keinginan mahasiswa mengakses berita terbaru dan keseriusanmengerjakan tugas, pemanfaatan media massa (surat kabar, televisi, rekaman berita dan internet)sebagai media pembelajaran bisa dijadikan sebagai bahan ajar yang menyenangkan,pengembangan model pembelajaran dengan menggunakan rekaman berita dan suplemen dapatmemberikan kontribusi dalam melengkapi perkuliahan.Kata Kunci: model pembelajaran, berita, IPS

PEMBELAJARAN DIRECT INTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MATERI PERNAPASAN PADA SISWA KELAS V SDN 2 TIGAJURU KECAMATAN MAYONG KABUPATEN JEPARA

MALIH PEDDAS Vol 2, No 1/ juli (2012): malih peddas
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembeljaran secara umum, secara khusus bertujuan antara lain sebagai berikut: untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran Direct Instruction, aktivitas siswa dan kemampuan guru dalam pengelolaan pembealjaran IPA materi pernapasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPA dengan menggunakan pembelajaran Direct Instruction dapat meningkatkan hasil belajar siswa sesuai analisis data diketahui nilai rata-rata pada siklus I: 58,5 Siklus II: 73,5 menjadi 81,5 pada siklus III. Aktivitas siswa dalam pembelajaran meningkat, dari hasil siklus I mendapat skor rata-rata 1,5 kriteria kurang, pada siklus II mendapat skor rata-rata 2,5 kriteria cukup baik, dan pada siklus III mendapat skor rata-rata 3,6 kriteria sangat baik. Kemapuan guru dalam mengelola pembelajaran mengalami peningkatan pada tiap siklus. Terlihat dari dari siklus I rata-rata kemampuan guru cukup yaitu 2,5 menjadi 3,4 pada siklus II dalam kriteria baik dan pada siklus III meningkat menjadi 3,7 dengan kriteria sangat baik.Kata kunci : Direct Instruction , hasil belajar

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA MATA PELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SEMESTER I SD N WONOKERTO 1 KARANGTENGAH DEMAK TAHUN AJARAN 2011/2012

MALIH PEDDAS Vol 2, No 1/ juli (2012): malih peddas
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dapat mencapai nilai kriteria kentusan minimal, meningkatnya hasil belajar, keaktifan siswa dan kinerja guru pada pokok bahasan struktur bagian tumbuhan dan fungsinya di kelas IV Semester I SDN Wonokerto 1 Karangtengah Demak Tahun Ajaran 2011/2012. Subyek penelitian ini berjumlah 35 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilakukan di SDN Wonoketo 1 Karangtengah Demak. Data diambil hasil tes yang diselengarakan oleh peneliti. Instumen penelitian berupa tes tertulis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang terkumpul dengan menggunakan statistik dengan taraf signifikan 0,05. Hasil analaisis merupakan angka koefisien harga rxy hitung = 0,755 sedangkan rtabel = 0,444. Dengan demikian penelitian ini menyimpulkan terdapat hasil yang memuaskan dan signifikan penerapan model pembelajaran role playing pada mata pelajaran IPA untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Wonokerto 1 Karangtengah Demak Tahun Ajaran 2011/2012. Oleh sebab itu, mutu pendidikan di sekolah dapat di perbaiki melalui model pembelajaran.Kata kunci: hasil belajar, keaktifan siswa, kinerja guru, role playing

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN SERING MEMBACA DI PERPUSTAKAAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SEMESTER II

MALIH PEDDAS Vol 2, No 2/ Desember (2012): malih peddas
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan membaca pada siswa sehingga menurunkan prestasi belajar siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri 2 Clering. Kurangnya pengawasan guru dalam membimbing siswanya untuk membaca membuat siswa kurang maksimal menangkap ilmu yang diperoleh. Kegiatan sering membaca di perpustakaan menjadi salah satu alternatif pembelajaran untuk menciptakan rasa cinta terhadap kegiatan membaca sehingga siswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang lebih luas, serta meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) apakah dengan sering membaca di perpustakaan dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia? (2) apakah dengan sering membaca di perpustakaan dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas V semester II. Tujuan penelitian ini untuk mencapai ketuntasan belajar siswa serta meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya aspek ketrampilan membaca. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dengan menggunakan tiga siklus.Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan cara observasi dan metode tes. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V semester II SD Negeri 2 Clering Jepara tahun pelajaran 2011/2012. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa baik secara individu maupun secara klasikal. Pada siklus I siswa yang dapat mencapai ketuntasan individu ada 8 orang sedangkan ketuntasan klasikal 40% dan rata-rata prestasi belajar 67,45. Siklus II siswa yang dapat mencapai ketuntasan individu ada 15 orang sedangkan ketuntasan klasikal 75% dan rata-rata prestasi belajar 78,1. Siklus III siswa yang dapat mencapai ketuntasan individu 18 orang sedangkan ketuntasan klasikal 90% dan rata-rata prestasi belajar 85,25. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan sering membaca diperpustakaan dapat meningkatkan (1) ketuntasan belajar siawa dan (2) prestasi belajar siswa.Kata Kunci: prestasi belajar, membaca, perpustakaan

Penerapan Pembelajaran Tutor Sebaya Dengan Strategi Everyone is a Teacher ( ETH ) Pada Praktek Pembelajaran Tematik SD Di Program Studi PGSD IKIP PGRI Semarang

Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 1, No 1 (2011): MALIH PEDDAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.149 KB)

Abstract

AbstrakThematic learning is learning that is designed based on certain themes. In his discussion themes were reviewed from a variety of subjects. Thematic learning provides the breadth and depth of curriculum implementation, offering vast opportunities for students to bring up the dynamics in education. In cycle I obtained an average yield of 81.5% active students, the average ability of students 57.7%, an average of 7.4 and active learning in peer tutoring and learning activities to teach the average value of 7, 56. In cycle II, obtained an average yield of 83.4% active students, the average ability of students 73.4%, the average learning outcomes 8.8 and the average value of active peer tutors in the teaching-learning 7.75.Keywords: ETH, Peer Tutor

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARYA ILMIAH BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KOTA SEMARANG

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2013): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7656.459 KB)

Abstract

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARYA ILMIAH BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KOTA SEMARANG

PEMANFAATAN LINGKUNGAN DAN BARANG BEKAS SEBAGAI ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) BAGI KADER POS PAUD KELURAHAN TAMBAK REJO SEMARANG

E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2013): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6171.749 KB)

Abstract

PEMANFAATAN LINGKUNGAN DAN BARANG BEKAS SEBAGAI ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) BAGI KADER POS PAUD KELURAHAN TAMBAK REJO SEMARANG