Articles

Found 5 Documents
Search

SIFAT BALISTIK METAL MATRIX COMPOSITE DENGAN WOVEN METODE SATIN TWILLED WEAVE Djamil, Sofyan; S. Siradj, Eddy; Andhika, .
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material Komposit terdiri dari dua atau lebih material yang berbeda menjadi satu material, bertujuan untuk meningkatkan sifat mekanik dari setiap material yang dimilikinya. Komponen komposit terdiri dari matrix dan reinforcing. Matrix digunakan material Al-Si, dengan reinforcing berupa fiber stainless steel wire rope, berdiameter 6 mm. Metode penelitian dengan melakukan anyaman (woven) metode Satin Twilled Weave, casting, machining, pengujian tekuk dan sifat balistik menggunakan senapan otomatis . Hasil uji tekuk pada kondisi patah, dengan jarak tumpuan 140 mm, diameter penekan 80 mm,sudut lengkung 180o dengan woven metode Satin Twilled Weave gaya maksimum 6,75 kN .Pada uji komposisi kimia bahan matrix menunjukkan kandungan Silikon (Si) sebesar 10,533 %. Untuk uji balistik, pada jarak 5 m menggunakan senapan otomatis peluru caliber 9 mm MU1TJ, material tidak tertembus peluru.Kata kunci: matrix, reinforcing,woven,caliber.
Kekuatan Tarik Komposit Matrik Polimer Berpenguat Serat Alam Bambu Gigantochloa Apus Jenis Anyaman Diamond Braid dan Plain Weave Djamil, Sofyan; Y Lubis, Sobron; Hartono, Hartono
Jurnal Energi Dan Manufaktur Vol 7, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Jurnal Energi Dan Manufaktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak : Komposit merupakan suatu struktur material yang terdiri dari dua atau lebih konstituen yangdikombinasikan secara makroskopi, kombinasi tersebut tidak saling melarutkan. Matrikmenggunakan polymer dan reinforcement berupa fiber bahan alam bambu jenis gigantochloaapus dipotong berbentuk serat. Metode penelitian diawali dengan pembuatan cetakan(molding) dengan ukuran 500 x 500 x 20 mm, pemotongan bambu sebagai reinforcementberbentuk serat dengan ketebalan 1,5 mm, pembuatan anyaman tipe diamond braid dan plainweave, proses manufaktur bahan komposit dengan metode hand lay-up, ketebalan bahankomposit 4 mm, pembuatan spesimen dengan standar ASTM D3039 dengan sudut orientasi 0o,45o, 90o. Selanjutnya dilakukan proses pengujian tarik untuk mendapatkan nilai kekuatan tarikmaksimum (ultimate tensile strength). Nilai kekuatan tarik maksimum untuk spesimen diamondbraid sudut orientasi 0?: 1,963 N/mm2, 45?: 2,387 N/mm2 dan 90?: 2,253 N/mm2. Nilaikekuatan tarik maksimum untuk spesimen plain weave sudut orientasi 0?: 4,2 N/mm2, 45?:2,017 N/mm2 dan 90?: 4,2 N/mm2.Kata kunci: gigantochloa apus, diamond braid, plain weave, hand lay-up, ultimate tensilestreng.Abstract : Composite is a structure consisting of two or more constituents which combinedmacroscopically. The combination is not mutually dissolve. Using a polymer as a matrix andfiber reinforcement material in the form of natural bamboo Gigantochloa apus of fiber-shapedcut. The research method begins with making the mold with a size of 500 x 500 x 20 mm.Cutting-shaped bamboo as reinforcement fibers with a thickness of 1.5 mm, the manufacture ofwoven braid-type diamond and plain weave, the manufacturing process of composite materialsby hand lay-up method, the thickness of 4 mm of composite materials, the manufacture of thespecimen with ASTM D3039 at an angle variation of 0° orientation, 45o, 90o. Tensile testingprocess is then performed to obtain the maximum value of the tensile strength (ultimate tensilestrength). The maximum tensile strength values for diamond braid specimen : 2.253 N?: 2,387 N/ mm2 and 90?: 1.963 N / mm2, 45?orientation angle 0 / mm2. The maximum tensile strengthvalues for plain weave specimen orientation : 4.2 N / mm2.?: 2,017 N / mm2 and 90?: 4.2 N /mm2, 45?angle 0Keywords : gigantochloa apus, diamond braid, plain weave, hand lay-up, ultimate tensilestrength
PENGARUH ORIENTASI OBJEK PADA PROSES 3D PRINTING BAHAN POLYMER PLA DAN ABS TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETELITIAN DIMENSI PRODUK Lubis, Sobron; Djamil, Sofyan; Yolanda, Yolanda
SINERGI Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.318 KB) | DOI: 10.22441/sinergi.2016.1.005

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh posisi objek dalam pembuatan protipe cepat (rapid prototyping) dengan menggunakan 3D printing untuk bahan polymer PLA dan ABS terhadap kekuatan tarik maupun ketelitian dimensi yang dihasilkan. Untuk  mencapai objektif penelitian ini dilakukan percobaan dengan membuat prototype spesimen ujitarik berdasarkan ASTM dengan menggunakan 3D printer. Produk yang dihasilkan dilakukan pengukuran dimensi untuk melihat akurasi peroduk melalui perubahan dua posisi variasi orientasi objek yakni secara vertikal dan horizontal. Setelah proses pengukuran dimensi, dilakukan pengujian tarik spesimen dengan menggunakan alat uji tarik. Dari eksperimen yang dilakukan diketahui bahwa posisi orientasi dan besar layer pada proses printing memberi efek terhadap kualitas permukaan, efisiensi waktu dan kekuatan dari benda. Produk material PLA dengan orientasi posisi objek horizontal memiliki kualitas dimensi yang paling baik. Jumlah kesalahan akurasi material ini tidak melebihi 1 mm pada setiap layer. Material ABS dengan posisi orientasi objek  vertikal dan tebal layer sebesar 0,10 mm menghasilkan kekuatan tegangan tarik yang terkecil sebesar 8,62 MPa dan material PLA dengan orientasi posisi objek horizontal dengan dan tebal layer sebesar 0,40 mm menghasilkan kekuatan tegangan tarik terbesar 35,57 MPa
PENGARUH ORIENTASI OBJEK PADA PROSES 3D PRINTING BAHAN POLYMER PLA DAN ABS TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETELITIAN DIMENSI PRODUK Lubis, Sobron; Djamil, Sofyan; Yolanda, Yolanda
SINERGI Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2016.1.005

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh posisi objek dalam pembuatan protipe cepat (rapid prototyping) dengan menggunakan 3D printing untuk bahan polymer PLA dan ABS terhadap kekuatan tarik maupun ketelitian dimensi yang dihasilkan. Untuk  mencapai objektif penelitian ini dilakukan percobaan dengan membuat prototype spesimen ujitarik berdasarkan ASTM dengan menggunakan 3D printer. Produk yang dihasilkan dilakukan pengukuran dimensi untuk melihat akurasi peroduk melalui perubahan dua posisi variasi orientasi objek yakni secara vertikal dan horizontal. Setelah proses pengukuran dimensi, dilakukan pengujian tarik spesimen dengan menggunakan alat uji tarik. Dari eksperimen yang dilakukan diketahui bahwa posisi orientasi dan besar layer pada proses printing memberi efek terhadap kualitas permukaan, efisiensi waktu dan kekuatan dari benda. Produk material PLA dengan orientasi posisi objek horizontal memiliki kualitas dimensi yang paling baik. Jumlah kesalahan akurasi material ini tidak melebihi 1 mm pada setiap layer. Material ABS dengan posisi orientasi objek  vertikal dan tebal layer sebesar 0,10 mm menghasilkan kekuatan tegangan tarik yang terkecil sebesar 8,62 MPa dan material PLA dengan orientasi posisi objek horizontal dengan dan tebal layer sebesar 0,40 mm menghasilkan kekuatan tegangan tarik terbesar 35,57 MPa
Sifat mekanik pada komposit lamina menggunakan matriks kayu mahoni dan reinforcement bambu Djamil, Sofyan; Lubis, Sobron; Pospos, Calvin Chardly
Jurnal Teknik Mesin Indonesia Vol 12 No 2 (2017): Jurnal Teknik Mesin Indonesia
Publisher : Badan Kerja Sama Teknik Mesin Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1286.63 KB) | DOI: 10.36289/jtmi.v12i2.77

Abstract

Komposit merupakan gabungan dari dua material atau lebih yang membentuk sifat baru. Komposit dengan bahan dasar material alam sangat terkenal belakangan ini, karena diharapkan hasil uji material komposit ini akan sekuat material besi. Dalam penelitian ini menggunakan matrix Kayu Mahoni dan Reinforcement Bambu yang dianyam. Penelitian dimulai dengan Anyaman Plain dan Anyaman Basket yang dipotong dengan ukuran 200mm x 20mm. Proses selanjutnya anyaman bambu direkatkan dengan menggunakan epoxy agar menyatu secara makro dengan kayu dengan cara hand lay-up. Kemudian komposit ini akan diuji tarik dan uji flexural untuk dapat mengetahui kekuatan yang dihasilkan. Proses pengujian dilakukan dengan dua metode : pengujian tarik yang mengacu pada ASTM 3039 dan pengujian lentur yang mengacu pada ASTM 7264. Berdasarkan pengujian tarik, dari 5 spesimen didapatkan kekuatan tarik maksimum untuk spesimen Plain Composite sebesar 43,18????????????2⁄, dan Basket composite sebesar 45,65????????????2⁄. Sedangkan, berdasarkan pengujian flexural dari 3 spesimen didapatkan kekuatan tarik maksimum untuk komposit anyaman plain menghasilkan tegangan maksimum sebesar 68,35????????????2⁄ dan untuk anyaman basket sebesar 82,27????????????2⁄. Hasil yang didapatkan dari pengamatan mikroskop optik menunjukkan bahwa serat patahan komposit anyaman plain dan basket memiliki sifat getas.