Articles

Found 27 Documents
Search

KAJIAN BUDAYA JEPANG DALAM BUKU 20 TEMA SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN MEMBACA Diner, Lispridona; Moorad, Andy
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 27, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis cara melakukannya untuk mengenal budaya Jepang. Setiap kesempatan, Jepang selalu memperkenalkan budaya mereka. Kita bisa tahu budaya Jepang dengan bahan penelitian apa yang harus diajarkan di kuliah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui subtastance budaya Jepang dalam buku 20 Tema itu. Hasil pemeriksaan oleh budaya adalah 1). kegiatan; budaya kerja (pekerja keras), melestarikan kawasan, membaca komik dan gedung pernikahan, 2) fisik; di atas gedung ada kafe, meskipun jenis bangunan dipengaruhi oleh jenis  bangunan eropa tapi di Bangunan telah "tatami". Untuk saat ini orang Jepang menutup diri mereka dari luar atau budaya asing. Saat ini budaya asing dapat masuk ke Jepang, tapi orangorang Jepang yang terus-menerus mempertahankan budaya nenek moyang mereka sebagai warisan budaya. Keyword: Kebudayaan, Pembelajaran
みんなの日本語 I 第1課から第15課までの会話における言語行動の使用分析 (THE USE OF SPEECH ACT IN CONVERSATION OF MINNA NO NIHONGO I) Diner, Lispridona
Language Circle: Journal of Language and Literature Vol 4, No 1 (2009): October 2009
Publisher : Faculty of Languages ​​and Arts, State University of Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In conceying something we need so many expressions called manners. There are four kinds of manners: (1) Assertive manners, (2) Cognitive manners, (3) Expressive manners, and (4) Directive manners. The objective of this study is to describe the manners in Minna no Nihongo I’ book. The technique used in this study is done by collecting data related to activities of manners. Based upon the data, it could be concluded that in conveying something in conversation one has to use imperative expression, permissive expression and pragmatic expression. Key word: manner
PENGENALAN BAHASA JEPANG MELALUI NYANYIAN PADA ANAK USIA SEKOLAH Diner, Lispridona
Rekayasa Vol 8, No 1 (2010): Juli 2010
Publisher : Unnes Journal. Research and Community Service Institute, Semarang State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of this dedication are 1) What are the students have about Japanese basicknowledge? 2) How are the method used to teach Japanese in order to the students havemotivation to know or study Japanese by songs? Purpose of the dedication are 1) Form raisinginterest to concern Japanese when knew by songs 2) Process activity studying and teaching whenknew Japanese by songs. Result by that activity are study Japanese by songs and used playingmethod is singing while movement then the students to know Japanese vocabulary easy, studentshave high interest to know foreign language specially for Japanese.Permasalahan yang diangkat dalam kegiatan ini adalah 1) Pengetahuan bahasa Jepangdasar apa saja yang harus dimiliki oleh pembelajar? 2) Bagaimana cara mengajarkan bahasaJepang agar siswa SD termotivasi belajar bahasa Jepang Tujuan kegiatan ini yaitu 1) Bentukpeningkatan minat terhadap bahasa Jepang ketika diperkenalkan melalui nyanyian. 2) Proseskegiatan belajar mengajar ketika mengenal bahasa Jepang melalui nyanyian. Hasil yang diperolehdi siswa mudah mengenal kosa kata bahasa Jepang, siswa memiliki minat yang tinggi dalammengenal bahasa Asing khususnya bahasa Jepang.Kata Kunci: Bahasa Jepang, Nyanyian
EFEKTIVITAS MEDIA GAMBAR DALAM PENGAJARAN KUREMASU PADA MATA KULIAH STRUKTUR (BUNPOO) BAHASA JEPANG Diner, Lispridona
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 38, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research was aimed to know the effectiveness of picture as media inteaching kuremasu in Japanese Structure class. The research is quantitative. The datawere the students’ ability after attending kuremasu presented through picture. Themethod of the research is experimental. The data were analyzed with t-test. The resultshowed that most of the students’ ability improved after having the picture as a mediain teaching kuremasu.Kata kunci : kuremasu, media gambar
KESALAHAN PENGGUNAAN JOSHI PADA PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG TINGKAT DASAR Diner, Lispridona
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 42, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Joshi memiliki peranan penting dalam komunikasi bahasa Jepang. Jenis joshi yang banyak dan fungsinya yang sama tersebut, menjadi salah satu penyebab kesalahan pembelajar bahasa Jepang ketika menggunakannya dalam berkomunikasi melalui bahasa tulis dan bahasa lisan. Hal tersebut dapat dilihat melalui hasil ujian mata kuliah struktur bahasa Jepang tingkat dasar (bunpo shokyu kohan). Kesalahan pembelajar sebagian besar terdapat pada penggunaan partikel, maka tujuan penelitian ini adalah mengetahui kesalahan apa saja dan penyebab kesalahan penggunaan joshi yang dilakukan oleh pembelajar bahasa Jepang. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini berupa sumber tulisan yaitu hasil ujian mata kuliah bunpo shokyu kohan. Berdasarkan pembahasan, disimpulkan bahwa kesalahan penggunaan joshi oleh pembelajar bahasa Jepang yaitu penggunaan joshi ni, de, wa, ga, e. Kesalahan bahasa tersebut yaitu intrabahasa, pembelajar bahasa dalam menggunakan joshi dalam bahasa Jepang dipengaruhi oleh bahasa ibu dan pembelajar tidak dapat membedakan dan memahami dengan benar fungsi joshi dalam kalimat bahasa Jepang. Joshi are important in communication of Japanese language. Kinds and that functions as the same of joshi, can is one of reasons error to use joshi for Japanese language learner in communication by writing or speaking. It can be looked by test grammar Japanese language basic level. Error, a learner mostly found in the used of particles, then purpose of this study is know about error anything and the cause of mistake or error use in joshi conducted by Japanese learner. Approach this research using a qualitative approach. These data in form of sources written which is exams course of Japanese grammar basic level. The result of research show that error was used joshi by Japanese learner are joshi ni, de,  wa, ga and e. Error of that language is intralanguage, Japanese learner when used Japanese influenced by mother tongue and the learner couldn’t distinguish of joshi function and understanding correctly of joshi function in Japanese language.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN UNGKAPAN YANG MENUNJUKKAN WAKTU (KALA DAN ASPEK) DALAM KARANGAN BAHASA JEPANG Diner, Lispridona
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam bahasa Jepang, tanpa menyebutkan keterangan waktu pun, dapatdiketahui kapan peristiwa itu terjadi melalui perubahan kata kerja yangmengikuti kalimat tersebut. Mahasiswa mengalami kesulitan dalam memilahmilahantara kata kerja bentuk –ta, –te atau –masu yang dicocokkan denganalur cerita dan tema dalam sebuah karangan. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mengemukakan permasalahan yaitu kesalahan apa saja(penggunaan kala dan aspek) yang terdapat dalam sebuah karangan, serta apapenyebab terjadinya kesalahan tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui kesalahan apa saja (penggunaan kala dan aspek) yang terdapatdalam sebuah karangan, serta apa penyebab terjadinya kesalahan tersebut.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Populasi penelitianadalah mahasiswa Jurusan BSA Program Studi D3 Bahasa Jepang. Sampel yangdigunakan adalah total sampling yaitu seluruh mahasiswa D3 Bahasa Jepangsemester 5. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi berupa hasilkarangan yang bertema Tanoshii Ichinichi, Daigaku Seikatsu dan Watashi noKuni no Kyooiku. Langkah analisis data yaitu mengumpulkan hasil karangan,mengidentifikasi kesalahan, menjelaskan kesalahan, mengklasifikasi kesalahan,dan mengevaluasi kesalahan. Melalui penelitian ini diketahui bahwa kesalahankala dan aspek pada sebuah karangan khususnya pada tema Tanoshii Ichinichi,Daigaku Seikatsu dan Watashi no Kuni no Kyooiku terdapat pada kata kerja,kata sifat dan kata benda. Kesalahan tersebut dikarenakan kekurangpahamantentang penggunaan kala dan aspek yaitu penggunaan kata kerja, kata sifatdan kata bentuk lampau, sekarang dan akan datang, dalam menulis sebuahkarangan tidak memperhatikan makna dan maksud alur cerita, tidakmemperhatikan tema dan situasi yang berhubungan dengan tema sehingga isikarangan tidak sesuai, misalnya; tema yang menceritakan pengalaman berartikata kerja, kata sifat dan kata benda yang umumnya digunakan adalah bentuklampau. Jenis aspek yang menjadi kesalahan yaitu aspek abituatif adalah aspekyang menggambarkan perbuatan yang menjadi kebiasaan, aspek inkoatifadalah aspek yang menggambarkan perbuatan mulai, aspek inkompletif adalahaspek yang menggambarkan perbuatan yang belum selesai dan aspekkompletif adalah aspek yang menggambarkan perbuatan selesai.Kata Kunci: kala, aspek inkoatif, aspek abituatif, inkompletif, aspek kompletif
PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG PADA MATA KULIAH CHOKAI DENGAN METODE DISKUSI Diner, Lispridona
Lingua Vol 7, No 2 (2011): July 2011
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran melibatkan dua pihak yaitu pengajar dan pembelajar. Kedua pihak tersebut harus aktif agar tujuan suatu pembelajaran tercapai dengan baik. Dalam proses pembelajaran bahasa Jepang terutama pembelajaran yang membutuhkan keterampilan berbahasa (yon ginou) yaitu mendengar (kiku ryoku), berbicara (hanasu ryoku), membaca (yomu ryoku), menulis (kaku ryoku) pengajar perlu menggunakan metode pengajaran yang tepat agar keempat keterampilan berbahasa dapat tercapai. Pada penerapannya pembelajaran empat keterampilan berbahasa tersebut terpisah, meskipun dalam prosesnya saling berkaitan. Mata kuliah chokai adalah mata kuliah mengutamakan keterampilan mendengar. Berdasarkan pengamatan, terdapat pembelajar yang kemampuan menyimak baik, namun dalam komunikasi pasif (tidak dapat mengungkapkan apa yang didengar/simak dengan komunikasi verbal). Oleh karena itu, pengajar menerapkan metode diskusi pada pengajaran chokai. Tujuan penerapan metode diskusi adalah pembelajar dapat mengapresiasi keterampilan mendengar dan keterampilan berbicara dengan baik dalam proses pembelajaran chokai. Sebelum melakukan pembelajaran chokai melalui metode diskusi, pengajar perlu memperhatikan kelemahan dari metode diskusi. Terutama pengajar memberikan kesempatan yang sama kepada pembelajar yang keterampilan berbicara kurang. Dengan demikian, kelemahan metode diskusi dapat diatasi dengan baik. Setelah menerapkan metode diskusi dalam proses pembelajaran, maka hasil yang diperoleh, keterampilan berbicara dan mendengarkan mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil belajar mata kuliah Chokai dan proses pembelajaran yaitu pembelajar yang cenderung pendiam memiliki tingkat kepercayaan diri dan keterampilan berbicara yang meningkat. Kata Kunci: mata kuliah chokai, metode diskusi
PEMBELAJARAN BUDAYA JEPANG MELALUI MEDIA DVD ERIN GA CHOSEN Diner, Lispridona
IZUMI Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract   A course of study japanese state university education director of semarang there is a course called nihonjijo. Formerly learning nihonjijo using media power point. After evaluated, the result of learning a student of course, only acquiring knowledge without understand japanese culture. The formulation of problems in this research is “ whether the use of the media dvd erin ga chosen can improve understanding learner japanese with the culture japan?” The method is applicable in a method of direct observation. The technique of the collection of data used is a technique poll. Poll propagated to students semester 1 who follows college course nihonjijo some 58 college students study program education Japanese State University Semarang force 2013. And, based on the results of the discussion then can be concluded that cultural learning Japanese through access to a dvd erin ga chosen can improve understanding and cultural japan in a clear manner and detail, because Japanese culture learner look directly through access to a dvd. Besides, learner gained mastery vocabulary in japanese associated with a culture japan. After learning through cultural japan, learner also have confidence that rises to communicate by of the Japanese.   Key word: Culture Japan, learning media
PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI PEMBELAJARAN BUDAYA JEPANG Diner, Lispridona
Lingua Vol 10, No 1 (2014): January 2014
Publisher : Lingua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah deskripsi tentang peningkatan motivasibelajar budaya Jepang dan bahasa Jepang setelah pembelajaran bahasa Jepang melaluipemanfaatan sumber belajar. Pembelajar bahasa Jepang tingkat dasar yang sudahmemiliki pengetahuan tentang budaya Jepang dapat termotivasi dalam belajar budayamelalui pembelajaran nihonjijo. Metode yang digunakan adalah metode observasilangsung.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket.Angketdisebarkan kepada mahasiswa semester 1 yang mengikuti mata kuliah nihonjijosejumlah58 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarangangkatan 2013. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah (1) belajar budaya Jepangmelalui pemanfaatan sumber belajar dapat memotivasi pembelajar bahasa Jepang dalambelajar budaya Jepang, dan (2) dari keempat sumber belajar yang dimanfaatkan ketikapembelajaran nihonjijo, pemanfaatan orang sebagai sumber belajar merupakan sumberbelajar yang menjadi motivasi mahasiswa dalam belajar budaya Jepang paling tinggi. This research aimed to describe the increase of increase of motivation of learningJapanese culture and Japanese language after learning Japanese language through the useof learning source. Students of Basic Japanese language having knowledge about Japaneseculture could be motivated in learning culture through nihonjijo learning. Method ofinvestigation applied in this research was direct observation method. Technique ofcollecting data applied was questionnaire technique. The questionnaire was given to firstsemester students of 2013 batch of Japanese Language Education Study Program ofSemarang State University joining nihonjijo course at the amount to 58 students. Thisresulted that (1) learning Japanese culture through the use of learning source couldmotivate students of Japanese language in learning Japanese culture, and (2) from thosefour learning sources used in learning nihonjijo, the use people as learning sources waslearning source which became the students motivation in leaning the supreme Japaneseculture.
漢字の学び方 Diner, Lispridona
Language Circle: Journal of Language and Literature Vol 8, No 1 (2013): October 2013
Publisher : Faculty of Languages ​​and Arts, State University of Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of teaching kanji characters are among other things that while reading them the learners are able to understand their meaning, to know their forms and how to read them. In speed reading, thorough understanding of such writing system is obligatory. However, the students of Japanese Language Education still face difficulties in understanding such system. What they obtain is merely memorization of the characters; they are unable to read particular characters which are put side by side with other similar characters. Besides, they are also confused when learning the large number of the characters. In order to overcome the difficulties, the writer has provided a correct way of learning how to read such writing system through the following procedures: pay attention to the form of the characters (radical/bushu), pay attention to their sounds (ompu), read the characters, understand their meanings (imi) through learning them at word level (goi reberu). 漢字の学習目標は、読むときに漢字が理解できるようになることで、書くときに漢字が使えることに大別される。読むときに漢字が理解できるためには、漢字の意味を知っていること、漢字の読み方を知っていること、漢字の形が認識できること、漢字語彙の意味がかわり、文を読む際にある程度の遠さで理解することが必要となる。スマラン国立大学の日本語教育プログラムにおいて漢字学習者の場合、初期段階では漢字の形を見分けることが困難なことが多い。そこで、まず、単漢字レベルで漢字の形を提示し、意味、音と対応付けるような活動を行うことが多い。また、漢字を字源やイメージとむすびつけたりストリーを作ったりして意味を記憶するなどの方法もとられる。漢字の学習困難を克服するため、「漢字の形に注目する方法、漢字の読みに注目する方法、漢字の意味に注目する方法、単語レベル方法」の方法を使うのがいいと思う。