Articles

Found 13 Documents
Search

Pemaknaan Strategi “XL Jagoan Muda” oleh Staff Divisi Youth Segment Community PT.XL Axiata TBK Nevitriana, Annisa; Dida, Susanne; Damayanti, Trie
Student e-Journal Vol 1, No 1 (2012): Wisuda Agustus 2012
Publisher : Student e-Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.947 KB)

Abstract

Annisa Nevitriana, 21011080106, Majoring in Public Relation, Faculty of Communication Studies , Padjadjaran University. “Youth Segment Community division’s staff interpretation about “XL Jagoan Muda” as strategy at PT XL Axiata, Tbk”. Which is led by Dr. Susanne Dida, M.M,as the main supervisor and Trie Damayanti, S.Sos., M.Si,, as assistant supervisor.The purpose of this research is to identify how are Youth Segment Community division’s staff   interpretation about logo, tagline, and Love n Roll event   as strategy at PT XL Axiata, Tbk. Using qualitative research method, case study is used for its approach. Depth interview, observation, and literature. researcher did the research at PT XL Axiata, Tbk, Menara Prima Building, 7th floor, Jln. Lingkar.Mega Kuningan Blok 6.2, Jakarta 1290.The research found that “XL Jagoan Muda” logo is a brand activation which its shape, color, and typography are match with youth character. Its tagline, “Beraksi” is given to make XL Jagoan Muda easier for youth segment to receive. And its event, “Love n Roll” is an activity to build and maintain youth community. The result is that Youth Segment Community division’s staff interpretate that the logo and tagline are strategy to establish a strong identity for the product, program, and community. While the activity of Love n Roll @ School is stratgy to community relations and building community  of XL Jagoan Muda.Based on the research, I suggest is to make the program continuously year by year.   Key word: Case Study, Marketing Public Relations  
PENGARUH OPTIMALISASI KOMUNIKASI KESEHATAN PADA PUSAT PELAYANAN KESEHATAN DASAR TERHADAP PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN ANAK USIA DINI Dida, Susanne
Indonesian Journal of Dialectics Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Program Pascasarjana Unpad

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study emphasizes on influence of optimalization in health communication at the basic health center on the level of children’s wellbeing  . The training is given by Department of Health that referred to Standard of Minimum Services for health provider at Basic Health center in province and district. By 17 programs of Standard of minimum services and standard of Operational Procedure,  gradually the skill of health provider will increase and finally will influence to scale up the level of wellbeing of children.        The implementation of health service procedure needs a right strategy of communication in essential, such as  if the patient adherence in clinicians we can  help to identify the causes of their diseases. So the knowledge and skill in communication and life experience of provider as well as their ever changing cognitive, treatment, believe, and determine the degree of recovery. Then we found the theorizing and research concerning the patient- provider interaction and children serve more specific in a model of bio-psychosocial.          The research design is the quasi-experiment by using the control group which is purpose to test some research propositions.         The hypothesis, the trained provider has a greater knowledge and skill in implementation the standard of minimum procedure compared with untrained provider in a control area, so the level of wellbeing of children in intervention area more increasing.                         The result of the testing shows the level of wellbeing of children, fixing by the way to service, conferral medicine, a quality of communications between patient-health provider.In summary, research has demonstrated that the key elements of patient-health provider communication influencing satisfaction include a caring and understanding manner on the part of health care provider, medical competence, balance inquiry into psychological and bio-medical concern, continuity of patient – health provider relationship and the expression of patient expectation. These finding have implication for both training and clinical practice and these implementation are elaborate to the level of wellbeing of children.
HEALTH AGENT AWARD SEBAGAI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT NUTRIFOOD INDONESIA Fuad, Amelinda Vindrayani; Dida, Susanne; Komariah, Kokom
PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat Vol 2, No 1 (2017): PRofesi Humas
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.549 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan tahap perencanaan, pelaksanaan, pengecekan, dan evaluasi program Health Agent Award 2015 sebagai salah satu program corporate social responsibility PT Nutrifood Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskrptif.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan studi kepustakaan. Teknik penentuan key informant dengan cara purposive sampling. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan, program Health Agent Award 2015 diselaraskan dengan visi, misi, tujuan, dan target sasaran oleh tim Public Relations. Tahap pelaksanaan dimulai dengan seleksi proposal tim mahasiswa, briefing dan edukasi kepada para Health Agent, pengimplementasian rancangan proyek kesehatan di sekolah dasar oleh tim Health Agent, hingga awarding session di ballroom Hotel Century Park Jakarta. Tahap pengecekan dilakukan satu kali dan dalam bentuk penjurian saat kick-off program di sekolah dasar.Tahap evaluasi dilakukan dalam bentuk laporan untuk membahas kekurangan dan kelebihan program. Simpulan dari program Health Agent Award 2015 sebagai corporate social responsibility adalah, program telah dijalankan dengan baik oleh PT Nutrifood Indonesia. Saran diberikan pada tahap perencanaan CSR sebaiknya melibatkan top management. Pada tahap pelaksaan CSR, tim Public Relations lebih berperan aktif dengan menjadi mentor di lapangan bagi para tim Health Agent. Tahap pengecekan sebaiknya tidak hanya sekali, melainkan paling tidak dua minggu sekali untuk mengetahui perubahan yang terjadi di lapangan. Tahap evaluasi sebaiknya juga mempertimbangkan cara untuk sustainability program di sekolah dasar.
Strategi Komunikasi dalam Membangun Awareness Wisata Halal di Kota Bandung Pratiwi, Soraya Ratna; Dida, Susanne; Sjafirah, Nuryah Asri
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.024 KB)

Abstract

Wisata halal saat ini menjadi fenomena baru dalam dunia pariwisata dan mulai dikembangkan di beberapa negara. Wisata halal merupakan wisata yang pada pelaksanaannya mengacu pada syariat Islam, baik akomodasi, atraksi, dan objek wisata itu sendiri. Di Kota Bandung, wisata halal belum banyak dikenal dan masih pada tahap persiapan pengembangan, sehingga perhatian dan kepedulian terhadap wisata halal di kota ini masih belum terbangun. Dalam menangani masalah tersebut, diperlukan sebuah strategi komunikasi untuk membangun perhatian dan kepedulian di kalangan para pemangku kepentingan termasuk masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi komunikasi dalam rangka membangun perhatian dan kepedulian para pemangku kepentingan termasuk masyarakat terhadap pengembangan wisata halal di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan teori Konstruksi Sosial Atas Realita yang dicetuskan oleh Burger dan Luckmann. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus instrumental tunggal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisata halal di Kota Bandung dikembangkan melalui dukungan dari berbagai lintas lembaga, yang disebut strategi penta helix. Strategi komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam mempersiapkan Kota Bandung sebagai destinasi wisata halal dengan melakukan sosialisasi untuk menumbuhkan kesadaran (awareness) kepada SKPD terkait. Selain Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, beberapa lembaga lain seperti Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) dan Salman Halal Center melakukan awareness building kepada para pemangku kepentingan dan juga masyarakat. Diperlukan strategi komunikasi yang lebih kompleks untuk mengkomunikasikan wisata halal kepada stakeholders dan juga masyarakat.
STRATEGI PERENCANAAN PUBLIC RELATIONS NET. TV DALAM MEMBENTUK CITRANYA SEBAGAI TELEVISI MASA KINI Utami, Shafira Putri Citra; Dida, Susanne; Prastowo, FX. Ari Agung
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): ProTVF
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.695 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul ”Strategi Perencanaan Public Relations NET.TV dalam membentuk citranya sebagai Televisi Masa Kini” bertujuan untuk mengetahui analisa riset formatif, menetapkan dan memformulasikan strategi, pemilihan dan pengimplementasian taktik dan evaluasi yang dilakukan oleh NET.TV dalam membentuk citranya sebagai Televisi Masa Kini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis data kualitatif. Landasan konsep yang digunakan adalahh Strategy Planning for Public Relations dari Ronal D. Smith. Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menjalankan strategi perencanaan public relations dalam membentuk citranya sebagai Televisi Masa Kini cukup efektif. Dalam fase riset formatif tahap analisis situasi, NET.TV melihat kesempatan yang ada pada zaman sekarang adalah perkembangan digital, dan NET. Memilih segmentasi pasarmereka adalah family AB, konten tayangan dikemas sesuai dengan segment arsip asa rmereka,Dalam fase strategi, konten tayangan program disesuaikan dengan visi dan misi perusahaan serta identitas mereka, yaitu menyajikan konten program yang educating, informating, danentertaining. Fase taktik NET.TV memilih taktik komunikasi seperti tatap muka, dan juga beberapa alat media atau periklanan untuk promosi programnya. Fase evaluasi, NET. Melakukan evaluasi dengan dibagi menjadi evaluasi program On Air dan program Off Air, evaluasi program On Air dilakukan oleh direksi, divisi sales & production, dan jajaran atas lainnya, sedangkan untuk evaluasi program Off Air dilakukan oleh divisi PR. Saran yang ingin disampaikan peneliti kepada NET.TV sebaiknya NET.TV lebih memperhatikan hambatan yang adadengan perkembangan digital, dan juga lebih mengadakan kegiatan yang melibatkan audiens karena lebih efektif dalam meningkatkan awareness publiknya.Kata-kata Kunci: Strategi, Public Relations, NET.TV
STRATEGI PERENCANAAN PUBLIC RELATIONS NET. TV DALAM MEMBENTUK CITRANYA SEBAGAI TELEVISI MASA KINI Utami, Shafira Putri Citra; Dida, Susanne; Prastowo, FX. Ari Agung
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): ProTVF Volume 1, No.1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.695 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul ”Strategi Perencanaan Public Relations NET.TV dalam membentuk citranya sebagai Televisi Masa Kini” bertujuan untuk mengetahui analisa riset formatif, menetapkan dan memformulasikan strategi, pemilihan dan pengimplementasian taktik dan evaluasi yang dilakukan oleh NET.TV dalam membentuk citranya sebagai Televisi Masa Kini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis data kualitatif. Landasan konsep yang digunakan adalahh Strategy Planning for Public Relations dari Ronal D. Smith. Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menjalankan strategi perencanaan public relations dalam membentuk citranya sebagai Televisi Masa Kini cukup efektif. Dalam fase riset formatif tahap analisis situasi, NET.TV melihat kesempatan yang ada pada zaman sekarang adalah perkembangan digital, dan NET. Memilih segmentasi pasarmereka adalah family AB, konten tayangan dikemas sesuai dengan segment arsip asa rmereka,Dalam fase strategi, konten tayangan program disesuaikan dengan visi dan misi perusahaan serta identitas mereka, yaitu menyajikan konten program yang educating, informating, danentertaining. Fase taktik NET.TV memilih taktik komunikasi seperti tatap muka, dan juga beberapa alat media atau periklanan untuk promosi programnya. Fase evaluasi, NET. Melakukan evaluasi dengan dibagi menjadi evaluasi program On Air dan program Off Air, evaluasi program On Air dilakukan oleh direksi, divisi sales & production, dan jajaran atas lainnya, sedangkan untuk evaluasi program Off Air dilakukan oleh divisi PR. Saran yang ingin disampaikan peneliti kepada NET.TV sebaiknya NET.TV lebih memperhatikan hambatan yang adadengan perkembangan digital, dan juga lebih mengadakan kegiatan yang melibatkan audiens karena lebih efektif dalam meningkatkan awareness publiknya.Kata-kata Kunci: Strategi, Public Relations, NET.TV
Strategi Perencanaan Humas Media Sosial Radio OZ sebagai Upaya Transformasi Pendengar Wydaswari, Paramitha; Dida, Susanne; Prastowo, FX Ari Agung
PRofesi Humas Vol 3, No 2 (2019): PRofesi Humas
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.841 KB)

Abstract

Radio memiliki banyak manfaat, dengan menggunakan radio informasi dapat disampaikan dengan cepat ke masyarakat. Manfaat lainnya dari penggunaan radio adanya jangkaunya yang luas dan menghibur karena memiliki keunggulan yakni suara. Persaingan radio saat ini sangat kuat, ditambah dengan kehadiran media sosial, dimana banyak masyarakat saat ini menggunakan media sosial untuk mencari dan menyebarkan informasi. Perkembangan media sosial juga dirasakan oleh Radio OZ. Pada masanya, Radio OZ  sangat populer di kalangan remaja bahkan menjadi referensi gaya hidup remaja masa kini. Agar mampu bersaing di era yang kompetitif, Radio OZ menggunakan digital marketing untuk menjangkau pendengarnya. Oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan bagaimana menggunakan digital marketing dalam hal ini media sosial dengan perencanaan yang baik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, untuk menggambarkan hasil penelitian secara mendalam. Adapun hasil penelitian menemukan enam langkah menggunakan media sosial dengan baik. Enam langkah tersebut adalah analisis situasi, penentuan tujuan, menentukan target, memilih strategi, taktik, dan yang terakhir adalah menyusun waktu penggunaan. Perkembangan digital marketing dalam wujud media sosial memberikan kemudahan bagi pengelola media penyiaran untuk mengkomunikasikan transformasi kepada pendengarnya. Namun demikian tetap harus memperhatikan langkah-langkah pemanfaatan media sosial di antaranya pemahaman situasi dengan mengedepankan penelitian sebagai radar akan kebutuhan pendengar.
Personal Branding Selebritas dan Bisnis Online Shop Yuliani, Rostika; Dida, Susanne
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.316 KB)

Abstract

Personal branding can simply be interpreted as a brand development on a person. Zaskia Adya Mecca is a successful actor and presenter still build her career to this day, and at the beginning of 2012 Zaskia Adya Mecca released Muslim clothing business that is sold both online and offline.  Her purposes to running the business is to make society interested to buy her products by utilizing the existing technology through the website, social media such as instagram. The motive of Zaskia Adya Mecca doing personal branding by using social media in instagram and website is to promote products owned by Zaskia Adya Mecca to the fans and consumers so they will interested to buy products that are sold both online and offline. The superiority of the products owned by Zaskia Adya Mecca are attractive models, simple, elegant, limited models and the price is still affordable by some circles, especially the upper middle class.
DIALETIKA ETNOGRAFI KOMUNIKASI EMIK-ETIK PADA KAIN TENUN Leuape, Emanuel S; Dida, Susanne
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.873 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendialetikakan pemaknaan emik-etik simbol warna dan gambar kain tenun (Mollo) desa Tutem. Tahapan pada penelitian ini yaitu interpretasi (Ferdinand De Saussure), reinterpretasi (Roland Barthes), Dialog (Jurgen Habermas), dan dekonstruksi (Jaques Derrida). Hasil interpretasi (emik) dan reinterpretasi (etik), didialetikakan dengan menghasilkan sintesis berupa dialog antara masyarakat Tutem dan peneliti, diakhiri dengan analisis dekonstruksi guna mengantisipasi potensi kemajemukan makna simbol warna dan gambar kain tenun desa Tutem di kemudian hari. Paradigma penelitiannya adalah kualitatif dan bermetode studi etnografi komunikasi. Data diperoleh dengan wawancara mendalam, observasi-partisipatoris, dan dokumentasi visual kain tenun. Hasil penelitian ini adalah: dalam pemaknaan emik masyarakat Tutem, simbol warna kain tenun mengacu pada keberagaman kelompok suku dan simbol gambar kain tenun merujuk kepada realitas historis. Pemaknaan etik peneliti, simbol warna dan gambar kain tenun merujuk kepada kondisi geografis (Sumber Daya Alam), moral dan perilaku sosial (Sumber Daya Manusia), dan sejarah. Melalui prosedur tindakan komunikatif (dialog), kesepakatan intersubjektif yang dicapai, mencakup: 10 jenis simbol warna dan 7 varian gambar kain tenun diterima dan 2 varian gambar kain tenun ditolak. Terdapat 3 jenis simbol warna dan pola gambar ruang kain tenun yang wajib didekonstruksi maknanya oleh peneliti. Proses interpretasi, reinterpretasi, dialog, dan dekonstruksi menjadi tahapan ideal dalam memberdayakan kain tenun sebagai salah satu wujud produk kebudayaan masyarakat Tutem. Pelaksanaan tahapan tersebut melibatkan peran aktif masyarakat Tutem dan peneliti. Akhirnya, masyarakat Tutem dan peneliti sama-sama membangun ‘cerita’ tentang simbol warna dan gambar kain tenun dalam spirit falibilisme.
CORPORATE REBRANDING OF GRAMEDIA STORE (CORPORATE REBRANDING DI GRAMEDIA STORE) Kairupan, Natasha Helena; Dida, Susanne; Budiana, Heru Ryanto
EDUTECH Vol 15, No 3 (2016): ESENSI PEMBELAJARAN MASA KINI
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The purposes of this research are to determine the stages of analysis, planning, and evaluation of corporate rebranding process of Gramedia Book Store to be Gramedia Store to rise stakeholder’s awareness. The method used is descriptive qualitative with positivism paradigm. The technique of collecting data through in-depth interview, observation, and literature study. The result of this research showed the analysis stage by analyzing the market through insights and foresights, brand audit through SWOT analysis, and identifying opportunities. The planning stage is by determine the purpose of the planning process and then determine the target audience, consist of external and internal customer. The planning of external customer by renaming and change of corporate identity, and marketing planning using communication channel (above the line and below the line). The planning of internal customer by Brand Induction, training, inspiration briefing at store, and innovation competition. The evaluation of rebranding process of Gramedia Store is having a focus group discussion with customer, media monitoring, and presentation to BOD.Keywords : Process, Corporate Rebranding, Stakeholder Awareness, Corporate Identity, Gramedia StoreAbstrak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tahapan analisis, perencanaan, dan evaluasi proses corporate rebranding Gramedia Book Store menjadi Gramedia Store untuk meningkatkan stakeholder awareness. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma positivisme dan jenis studi deksriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian, tahapan analisis dilakukan dengan menganalisis pasar melalui insights dan foresights, audit merek dengan analisis SWOT, dan mengidentifikasi peluang. Dalam tahapan perencanaan dengan menentukan tujuan kemudian menentukan target audiens, yaitu eksternal dan internal. Perencanaan kepada external customer dilakukan dengan perubahan nama dan identitas perusahaan, melakukan perencanaan publikasi dan pemasaran menggunakan saluran komunikasi baik above the line dan below the line. Perencanaan kepada internal customer dilakukan dengan mengadakan brand induction, training, briefing inspirasi, dan lomba inovasi. Evaluasi dalam proses rebranding Gramedia Store dilakukan dengan focus group discussion dengan customer, media monitoring, dan presentasi ke BOD.Kata kunci : Proses, Corporate Rebranding, Stakeholder Awareness, Identitas Perusahaan, Gramedia Store