Sukmanto Dibyo
Pusat Teknologi Rekayasa dan Keselamatan Nuklir (PTRKN)- BATAN Kawasan Puspiptek Gedung 80, Serpong, Tangerang 15314

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMODELAN TERMOHIDROLIKA SUB-KANAL ELEMEN BAKAR AP-1000 MENGGUNAKAN RELAP5 ., Suroso; Dibyo, Sukmanto
Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir Vol 16, No 4 (2010): Oktober 2010
Publisher : Urania Jurnal Ilmiah Daur Bahan Bakar Nuklir

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.105 KB)

Abstract

ABSTRAK PEMODELAN termohidrolika SuB-KANAL Elemen BAKAR AP-1000 menggunakan RELAP 5. Investigasi terhadap karakteristik termohidrolika elemen bakar merupakan langkah penting berkaitan dengan aspek desain teras reaktor. Makalah ini menganalisis termohidrolika sub-kanal elemen bakar AP-1000 menggunakan paket RELAP5. Pendekatan model sub-kanal lazim dipakai dalam analisis termohidrolika elemen bakar. Paket program RELAP5 dapat menganalisis karakteristik termohidrolika teras dan sistem reaktor yang dalam analisis sub-kanal ini menggunakan nodalisasi yang terdiri dari model pipa, time dependent junction, time dependent volume dan struktur kalor. Untuk itu, data desain yang terkait dengan parameter termohidrolika dan data geometri sub-kanal dipakai sebagai acuan. Investigasi kondisi steady dilakukan untuk menganalisis data termohidrolika sub-kanal elemen bakar dan simulasi transient untuk mengetahui awal pembangkitan fraksi void dengan cara pengurangan laju aliran pendingin. Hasil analisis meliputi distribusi temperatur aksial kelongsong, temperatur pendingin, heat flux dan fraksi void. Pada kondisi steady, model ini diverifikasi dengan data parameter desain termohidrolika AP-1000 yang mana secara umum telah menunjukkan kesesuaian. Hasil simulasi yang dilakukan dengan pengurangan laju alir menunjukkan bahwa fraksi void terbentuk setelah laju alir turun menjadi 0,1230 kg/s. Hal ini penting untuk dikaji karena berkaitan dengan kondisi kritis teras reaktor. Kata kunci: pemodelan sub-kanal, elemen bakar AP-1000, dan RELAP5.   ABSTRACT Sub-channel thermal-hydraulic MODELING of AP-1000 fuel element using RELAP 5. Investigation of fuel element thermal-hydraulic characteristic is important step related to aspect of reactor core design. This paper analysis the AP-1000 fuel element sub-channel thermal-hydraulic using RELAP5 code. The sub-channel model approach is usual in the fuel element thermal-hydraulic analysis. The RELAP5 code is capable to analyze the core and reactor system thermal-hydraulic, that used the nodalization, consists of pipe model, time dependent junction, time dependent volume and heat structure. Therefore, data of design include thermal-hydraulic parameter and sub-channel geometry is applied as a references. The analysis is carried out in case of steady-state and transient simulation for the cost down flow of coolant. The steady state investigation is used to analyze the sub-channel thermal-hydraulic of fuel and transient simulation to know beginning of void fraction respectively appear by decreasing of coolant flow rate. The analysis result including of distribution temperature of axial cladding, cooling temperature, heat flux and void fractions. The model of steady-state was verified with the parameter of AP-1000 thermal-hydraulic design in which shows a good agreement. Simulation results carried out by reducing the flow rate shows that the voids fraction formed after the flow rate fell to 0.1230 kg/s. It is important for assessment in the future because it is relate to the critical condition of the reactor core. Keywords: Sub-channel modeling, fuel element of AP-1000,and  RELAP5.
ANALISIS TEKANAN ALIRAN PADA SISI HISAP POMPA PRIMER RSG-GAS Syafrul, Syafrul; Dibyo, Sukmanto
Jurnal Forum Nuklir JFN Vol 7 No 1 Mei 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2053.334 KB)

Abstract

ANALISA  TEKANAN  ALIRAN  PADA  SISI HISAP  POMPA  PRIMER  RSG-GAS. Kondisi tekanan pada sisi hisap pompa pendingin primer RSG-G AS  merupakan  parameter  penting  dalam pengoperasian sistem pendingin. Parameter tekanan ini memiliki karakteristik yang perlu diperhatikan. Teori yang terkait dengan tekanan aliran ini adalah sifat fisik dan termodinamika pendingin yang mencakup hubungan temperatur-tekanan, rugi tekanan aliran, dan sifat termodinamika sistem uap-air. Makalah ini bertujuan menganalisis hubungan antara tekanan dan temperatur pada aliran pendingin sisi hisap pompa primer. Metoda yang digunakan adalah menarik kurva saturasi dari diagram termodinamika air dan mengevaluasi data untuk mendapatkan kondisi operasi normal. Hasilnya menunjukkan bahwa batas tekanan rendah (-)0,15 bar (mengakibatkan kavitasi) bilamana temperatur pendingin dari teras reaktor mencapai 52oC.  Untuk itu dengan mempertimbangkan aspek keselamatan reaktor, pengoperasian sistem pendingin yang aman harus menghindari garis kurva saturasi diantaranya dengan cara menurunkan temperatur atau mengurangi rugi tekanan aliran
Conceptual Design On N16 Decay Chamber For Modified TRIGA-2000 With Plate-Type Fuel Dibyo, Sukmanto; Pinem, Surian; Wardhani, V.I.S
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 20, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.891 KB)

Abstract

Conceptual Design On N16 Decay Chamber For Modified TRIGA-2000 With Plate-Type Fuel. the TRIGA-2000 is a research reactor in bandung that will be modified using plate-type fuel. The reactor core cooling system is changed from the natural convection cooling mode to the forced convection mode. The purpose of the study is to assess the conceptual design for the decay chamber of N16 nuclide in the primary cooling system of the reactor. In this design, the hold-up system decays the nuclide of N16 resulted from neutron activation product. In the period of 50 seconds, the activity of N16 (T1/2= 7.13 seconds) decays 7 time from half life to low level. The cube shape of decay chamber is provided a plate with 4 hollows and facility to flush the cavitation bubbles. The decay chamber, which is submerged into the bulk shielding as located outside of the reactor pool. The conceptual design uses the Fluent software compared with the analytical estimation for flow velocity in the decay chamber. The result shows a good agreement range with the analytical estimations. The uniform flow profile can be obtained at the velocity of about 0.4 m/s. Water flow life time of 50 seconds in the decay chamber with the capacity of 3.5 m3 is able to decay the N16 nuclide to low level. This decay chamber is expected to contribute in completing the design of reactor primary coolant system using the forced convection mode.
Estimasi Pengaruh Desalinasi Terhadap Temperatur Umpan Pembangkit Uap RDE Dewita, Erlan; Dibyo, Sukmanto
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 20, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.327 KB)

Abstract

ESTIMASI PENGARUH DESALINASI TERHADAP TEMPERATUR Umpan PEMBANGKIT UAP RDE. Reaktor temperatur tinggi tipe HTGR telah dikembangkan dengan berbagai kapasitas daya dan dapat menghasilkan aplikasi listrik dan panas. Salah satu aplikasi panas adalah digunakan untuk desalinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi pengaruh desalinasi terhadap parameter operasi temperatur air umpan masuk ke dalam pembangkit uap RDE dengan menggunakan program ChemCAD. Parameter yang terkait dengan aplikasi panas tersebut adalah temperatur proses pada untai sistem pendingin sekunder. Oleh karena itu pengaruh terhadap temperatur umpan pembangkit uap perlu estimasi. Uap dari turbin ditentukan sebagai kondisi operasi dalam rentang variasi laju alir massa dan daya untuk desalinasi. Hal ini penting karena air umpan dari tangki dipengaruhi oleh aliran dari kondensor dan dari unit desalinasi. Sistem desalinasi menggunakan penukar panas untuk menguapkan air laut. Hasil estimasi menunjukkan untuk mencapai kondisi temperatur umpan pembangkit uap pada kisaran 140oC ? 150oC maka dapat ditentukan dengan penggunaan laju alir massa uap 0,5 kg/s ? 0,6 kg/s untuk kebutuhan desalinasi, adapun dayanya pada kisaran 0,3 MJ/s ? 0,5 MJ/s. Diharapkan estimasi ini bermanfaat untuk kajian terhadap aplikasi panas untuk sistem desalinasi pada RDE. Selanjutnya kajian secara komprehensif kedepan sangat diperlukan.Kata kunci:?desalinasi, temperatur umpan, laju alir massa, pembangkit uap