Articles

Found 21 Documents
Search

THE RATE OF 45Ca UPTAKE BY TWO CORALS SPECIES AT WATERS OF PULAU BURUNG, BANGKA-BELITUNG PROVINCE Dahlan, Zulkifli; Diansyah, Gusti; Ulqodry, T. Zia; Ania Citraresmin, Ania Citraresmin
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 6, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.84 KB)

Abstract

Coral reefs transplantation is the most technique used for coral reefs rehabilitation, at the present. Recently the 45Ca techniquehas been using for determining growth appearances in corals because of its ability to calculate the calcification process. For this reason, the study on the rate of 45Ca uptake by natural coralsAcropora formosa and Acropora nobilis was carried out between June and December 2009 at the waters of Pulau Burung Island, Bangka-Belitung Province. The coral fragments of about 5cm were harvested and put into a PVC container filled with 2 liters of fresh sea water, then incubated with 45CaCl2 solutions with an activity of 11.04 μCi/ml for 8 hour under fluorescent light. After the incubation, the “labeled” coral fragments were transplanted to where they have been taken from, and after such period will be re-harvested to determine their 45Ca uptake content. The results showed that the 45Ca technique was a reliable method to calculate the rate 45Ca uptake by coral fragments, which were studied in different depths and time periods of light exposure. There was a significant difference in the 45Ca uptake by the twodifferent coral species. A. formosa up took more 45Ca than A. nobilis did. The highest 45Ca uptake was shown by A. formosa at 5 m. This was true for all the lengths of time to light exposure (1, 3, 5 and 7 hours). Different pattern of 45Ca uptake showed by A. nobilis at 10 m depth, where it could be recognized that after a drop of 45Ca the uptake increase continuously until the end of the light exposure (7 hours). The difference in 45Ca uptake between the coral fragments is assumed to be influence by light and the algae species living symbiotically with the coral species that will further influence the CO2-fixation. This process will influence thecalcification process, which is expressed in 45Ca uptake. Further studies should be carried out to exactly gathered data of all the factors which could influence the calcification process by coral reefs, the factors could be CO2-fixation, flow of sedimentation, etc.
Evaluasi Tingkat Kesesuaian Kualitas Air Tambak Udang Berdasarkan Produktivitas Primer PT. Tirta Bumi Nirbaya Teluk Hurun Lampung Selatan (Studi Kasus) ismail, henny dede; Aryawati, Riris; Diansyah, Gusti
Maspari Journal Vol 6, No 1 (2014): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.454 KB)

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengevaluasi  kualitas  air  tambak  udang  yang  didasarkan produktivitas  primer  perairan  tambak  sehingga  dapat diketahui  tingkat  kesesuaiannya.  Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 3 Juni hingga 11 Juli 2008 di tambak udang PT. Tirta Bumi Nirbaya Teluk Hurun Lampung Selatan. Dalam menentukan stasiun digunakan metode random samplingdan pengukuran  sampel  dilakukan  pada  dua  tempat  yaitu  pengukuran  secara  in  situ di  lapangan  dan analisis  di  laboratorium  Balai  Besar  Pengembangan  Budidaya  Laut  (BBPBL)  Lampung.  Hasil  dari penelitian  ini  menunjukkan  tingkat  kesesuaian  kualitas  air  tambak  udang  PT.  Tirta  Bumi  Nirbaya termasuk dalam kategori sesuai bersyarat dan sangatsesuai. Hasil evaluasi kualitas air tanggal 8 Juni2008 termasuk dalam kategori sesuai bersyarat dengan total skor berkisar antara 45-49. Untuk hasil evaluasi kualitas air tanggal 21 Juni 2008 termasukdalam kategori sangat sesuai dengan total skor 88,sedangkan total skor dari hasil evaluasi kualitas air tambak tanggal 26 Juni termasuk dalam kategori sangat sesuai (75,4-99,4)
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA (CH4N2O) DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP KEPADATAN SEL DAN LAJU PERTUMBUHAN Porphyridium sp. PADA KULTUR FITOPLANKTON SKALA LABORATORIUM Afriza, Zafira; Diansyah, Gusti; Sunaryo, Anna Ida
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 2 (2015): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.391 KB)

Abstract

Usaha budidaya ikan dan non-ikan di Indonesia saat ini berkembang dengan pesat.  Oleh karena itu dibutuhkan kultur pakan alami yang cukup dan berkualitas untuk  keberhasilan usaha  budidaya.Porphyridium  sp.  adalah salah satu  jenis  pakan  alami  yang  merupakan mikroalaga air laut yang masuk ke dalam divisi Rhodophyta (alga merah).  Porphyridium sp.dapat tumbuh optimum  dengan penambahan pupuk pada media kulturnya.  Salah satu pupuk yang dapat digunakan untuk kultur Porphyridium sp. adalah pupuk pertanian (urea, ZA, dan TSP).  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  melihat  pengaruh pemberian  urea  dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan  Porphyridium sp.  dan komposisi pupuk yang tepat untuk kultur  Porphyridium sp.  skala massal.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan (A-F) dan 4 kali ulangan. Perlakuan A adalah perlakuan tanpa pemberian  pupuk  dan  perlakuan  B  hingga  F  berturut -turut  memiliki dosis urea 10mg/l, 20mg/l, 30 mg/l, 40 mg/l dan 50 mg/l dengan dosis ZA 30 mgl/l dan TSP 10 mg/l. Kepadatan  populasi,  laju  pertumbuhan dan waktu generasi Porphyridium  sp.  dianalisis dengan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian urea dengan dosis  berbeda  memberikan  pengaruh terhadap  laju  pertumbuhan  dan  waktu  generasi. Kepadatan  populasi Porphyridium  sp.  tertinggi  terdapat  pada  pelakuan  F  yaitu  2363 x 104sel/mlpada  hari  ke  11.  Laju  pertumbuhan  tertinggi  diperoleh  pada perlakuan E 0,34 sel/ml/hari. Waktu generasi tercepat didapat pada perlakuan E 1,75 jam.KATA KUNCI: Kepadatan  populasi,  laju  pertumbuhan,  Porphyridium  sp., waktu generasi.
DETEKSI CEMARAN BAKTERI Salmonella sp. PADA IKAN TERI (Stolephorus spp.) HASIL PERIKANAN DI PERAIRA N SUNGSANG KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN Akbar, Muhammad Yasin; Diansyah, Gusti; ., Isnaini
Maspari Journal Vol 8, No 1 (2016): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.812 KB)

Abstract

Ikan teri (Stolephorus  spp.) merupakan komoditas utama dari alat tangkap bagan tancap di  Perairan  Sungsang  yang  berpotensi  tercemar  bakteri Salmonella  sp.  Cemaran  bakteri Salmonella  sp dapat disebabkan oleh masukan daratan dan aktivitas manusia. Penelitian ini  bertujuan  mendeteksi cemaran  bakteri  Salmonella  sp.  pada  ikan  teri  yang  ditangkap nelayan bagan  tancap  Perairan  Sungsang  dan  yang  telah  dipasarkan  di  Pasar Sungsang. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juni 2014, sampel yang diambil yaitu ikan teri basah, ikan teri kering dan air di empat bagan tancap berbeda dan ikan teri kering di Pasar Sungsang. Sampel yang diambil di Perairan Sungsang kemudian dianalisis di Laboratorium Pengujian  dan Pembinaan  Mutu  Hasil  Perikanan  dengan  metode  SNI untuk mengidentifikasi  bakteri  Salmonella  sp.  Hasil  penelitian menunjukkan hasil  negatif pada ikan teri kering, ikan teri basah, dan air dari bagan tancap dan juga hasil negatif pada ikan teri  kering  Pasar  Sungsang.  Hal  ini menunjukkan  bahwa tidak terdapat  cemaran  bakteri Salmonella  sp.  pada ikan  teri  basah,  ikan  teri  kering,  air  bagan  sungsang  dan  ikan teri kering Pasar  Sungsang.  Pengujian  lanjutan  dilakukan  untuk  mengetahui  ada tidaknya sumber  cemaran  bakteri  Salmonella  sp.  pada  air  Perairan Sungsang  yang  rentang salinitasnya  masih  memungkinkan  bakteri Salmonella  sp.  dapat  bertahan  juga menunjukkan tidak adanya bakteri Salmonella sp. di perairan Sungsang.KATA KUNCI: Bagan tancap, ikan teri, pasar Sungsang, Salmonella sp..
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK MASSA AIR PERAIRAN SELAT BANGKA BAGIAN SELATAN Napitu, Ramsen; Surbakti, Heron; Diansyah, Gusti
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 8, No 2 (2016): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1078.256 KB)

Abstract

Perairan Selat Bangka Bagian Selatan merupakan perairan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan ekonomi, sosial dan ekologi. Perairan ini merupakan perairan yang kompleks kondisi massa airnya karena dipengaruhi oleh masukan dari laut dan  dari daratan  Bangka  dan  OKI. Parameter  oseanografi  seperti  suhu,  salinitas  dan  densitas  di perairan ini merupakan parameter yang masih sangat jarang diukur. Pengukuran terakhir dilakukan pada tahun 1977 oleh Lembaga Oseanologi Nasional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI). Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2013 di perairan Selat Bangka Bagian  Selatan.    Data  diolah  di Laboratorium  Oseanografi  Program  Studi Ilmu  Kelautan Universitas Sriwijaya. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Ocean  Data  View  (ODV)  dengan  metode  sebaran  menegak, melintang,  permukaan (horizontal) dan diagram TS. Hasil yang diperoleh yaitu suhu dan salinitas permukaan lebih tinggi berada di sebelah selatan perairan dan dekat dengan daerah Bangka dengan kisaran 30-35oC  dan  salinitas  31-31,2  psu  serta  densitas  1018,6  Kg/m3.  Sebaran  melintang menunjukkan suhu  dekat  daratan  Bangka  lebih  hangat  dan  salinitas  yang  lebih tinggi berada di kolom perairan diantara kedua daratan dengan kisaran 29-30,4oC dan salinitas 30-31,5  psu  serta  densitas  1018-1019  Kg/m3. Diagram TS  menunjukkan  terjadinya  pola suhu-salinitas   yang  membentuk  pola tersendiri  yaitu  stasiun  1,  10,  11,  14  dan  17.  Nilai sigma-t  stasiun  1, 14  dan  17  berkisar  18,7  dan  18,75,  namun  memiliki  nilai  suhu dan salinitas yang berbeda. Nilai sigma-t stasiun 10 dan 11 berkisar 18,3 dan 18,5 memiliki suhu dan salinitas yang berbeda.KATA KUNCI: Densitas, Massa air,  salinitas, Selat Bangka, suhu.
Konsentrasi Letal (LC50-48 jam) Logam Tembaga (Cu) dan Logam Kadmium (Cd) Terhadap Tingkat Mortalitas Juwana Kuda Laut (Hippocampus spp) Hendri, Muhammad; Diansyah, Gusti; Tampubolon, Jetun
Jurnal Penelitian Sains Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.532 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas logam tembaga (Cu) dan logam kadmium (Cd) dengan menentukan nilai LC50 - 48 jam terhadap juwana kuda laut (Hippocampus spp) sehingga kita dapat mengetahui nilai konsentrasi yang dibutuhkan untuk mematikan 50% dari organisme uji. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratories dengan pemberian 6 variasi konsentrasi untuk tiap logam, yaitu untuk logam Cu: 0 ppm, 1,584 ppm, 2,509 ppm, 3,974 ppm, 6,294 ppm, 9,968 ppm dan untuk logam Cd: 0 ppm, 0,1585 ppm, 0, 2512 ppm, 0,3981 ppm, 0,6308 ppm, 0,9999 ppm. Pelaksanaan penelitian diawali dengan tahap aklimatisasi hewan uji, kemudian diperlakukan dengan konsentrasi bertingkat dan dilakukan dalam waktu 48 jam. Jumlah hewan uji yang mati diplotkan terhadap konsentrasi logam yang diberikan dan didapatkan hubungan positif untuk Cu (R2 = 0, 5879) dengan persamaan regresi linear y = 3, 6979 + 3, 9063x yang dapat digunakan untuk menghitung nilai LC50 dan diperoleh 2,11 ppm dan untuk Cd (R2 = 0, 6126) dengan persamaan regresi linear y = 6, 6050 + 3, 4171x yang dapat digunakan untuk menghitung nilai LC50 dan diperoleh 0,36 ppm.
Nitrogen Removal by Anammox Biofilm Column Reactor at Moderately Low Temperature Agustina, Tuty Emilia; Novia, Novia; Diansyah, Gusti; Ike, Michihiko; Soda, Satoshi
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry Vol 2, No 3 (2017): October 2017
Publisher : Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.929 KB)

Abstract

The anaerobic ammonium oxidation (anammox) as a new biological approach for nitrogen removal has been considered to be more cost-effective compared with the combination of nitrification and denitrification process. However, the anammox bioreactors are mostly explored at high temperature (>300C) in which temperature controlling system is fully required. This research was intended to develop and to apply anammox process for high nitrogen concentration removal at ambient temperature used for treating wastewater in tropical countries. An up-flow biofilm column reactor, which the upper part constructed with a porous polyester non-woven fabric material as a carrier to attach the anammox bacteria was operated without heating system. A maximum nitrogen removal rate (NRR) of 1.05 kg-N m3 d-1 was reached in the operation days of 178 with a Total Nitrogen (TN) removal efficiency of 74%. This showed the biofilm column anammox reactor was successfully applied to moderate high nitrogen removal from synthetic wastewater at moderately low temperature. Keywords: Anammox, biofilm column reactor, ambient temperature, nitrogen removal
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN FITOPLANKTON (Tetraselmis sp., Porphyridium sp. dan Chaetoceros sp.) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN ZOOPLANKTON Diaphanosoma sp. PADA SKALA LABORATORIUM Maryam, Siti; Diansyah, Gusti; ., Isnaini
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 2 (2015): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.732 KB)

Abstract

Fitoplankton  dan  zooplankton  merupakan  salah  satu  pakan  alami.  Pakan alami  yang banyak  digunakan  untuk  pembenihan  adalah  ordo  Cladocera, jenis  Diaphanosoma  sp. Cladocera  adalah  kelompok  yang  paling  sering digunakan  mengingat  ukurannya  yang kecil,  perkembangan  cepat, budidaya mudah,  kerentanan  terhadap  predasi,  kandungan enzim  dan  nutrisi  yang tinggi.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  mengkaji  pengaruh pemberian pakan  fitoplankton   (Tetraselmis  sp.,  Porphyridium  sp.  dan  Chaetoceros sp.) terhadap  kepadatan  populasi  dan  laju  pertumbuhan  Diaphanosoma  sp. Metode  yang digunakan  pada  penelitian  ini  adalah  metode  eksperimental laboratorium  dengan  3 perlakuan dan 5 kali pengulangan. Perlakuan menggunakan tiga jenis pakan fitoplankton yaitu  Tetraselmis  sp., Porphyridium  sp.  dan  Chaetoceros  sp. Hasil analisis ragam (ANOVA) terhadap  kepadatan  populasi  dan  laju  pertumbuhan  menunjukkan bahwa  adanya pengaruh antar perlakuan. Uji lanjut menggunakan BNT menunjukkan bahwa pemberian pakan  Tetraselmis  sp.  memberikan  pengaruh terhadap  kepadatan  populasi  dan  laju pertumbuhan  Diaphanosoma  sp. paling baik dengan kepadatan maksimum 608 ind/liter, sedangkan laju pertumbuhan 61 ind/liter/hari.KATA KUNCI:   Chaetoceros sp., Diaphanosoma sp., laju pertumbuhan,Porphyridium sp., Tetraselmis sp..
Uji Toksisitas Surfaktan Linear Alkilbenzene Sulfonate (LAS) Histologi Insang Dan Hati Benih Ikan Kerapu Bebek (Cromileptes altivelis) Kristianti, Devi; Paramitha, Resty; Agustriani, Fitri; Diansyah, Gusti
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol 8, No 1 (2019): JLSO
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.744 KB)

Abstract

Kristianti et al, 2019. Toxicity of Linear Alkilbenzene Sulfonate (LAS) Surfactant Gills and Liver Histology of Humpback Grouper Seed (Cromileptes Altivelis). JLSO 8(1):107-116.LAS is surfactant that is most commonly used because this surfactant is the main cleaning substance contained in detergent. Waste of detergent can give side effects in the tissue of organisms, especially on the gills and liver of fish. The aims of this research were to analyze the toxic effects arised from LAS surfactant to the survival of fish seed experiment with different concentrations, to determine levels of LAS surfactant that are capable to be tolerated and to analyze the gills and liver damage arising from LAS surfactant to fish seed experiment. The test of LAS surfactant toxicity on fish seed experiment was conducted using the laboratory of experimental method, while the testing of gills and liver histology of fish seed experiment with paraffin method and Hematoxylin Eosin (HE) staining. The results showed that LAS surfactant gave toxic effects on Humpback Grouper Seed (Cromileptes altivelis) and gave effect such damage to the gills and liver histology. Toxicity and tissue damage rose as the increase of LAS surfactant concentration. LAS surfactant levels were able to be tolerated by Humpback Grouper Seed test not more than 0,253 mg/l.
KULTIVASI MIKROALGA Chaetoceros sp. DAN Spirulina sp. UNTUK POTENSI BIODIESEL Devita, Iklima; Isnaini, Isnaini; Diansyah, Gusti
Maspari Journal Vol 10, No 2 (2018): Edisi Juli 2018
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlunya memproduksi dan menggunakan sumber bahan bakar terbarukan untuk menanggulangi persediaan sumber bahan bakar fosil yang semakin menipis serta dapat mengatasi dampak pemanasan global. Biodiesel dari mikroalga menjadi salah satu sumber yang mampu menggantikan bahan bakar diesel konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji laju pertumbuhan dan kandungan minyak pada Chaetoceros  sp. dan Spirulina sp. serta membandingkan besar potensi biodiesel dari laju pertumbuhan dan kandungan minyak tersebut. Penelitian dilakukan pada skala laboratorium dengan kultur tiap jenis mikroalga dilakukan tiga kali pengulangan. Pengukuran kepadatan sel dan kualitas air setiap 24 jam. Ekstraksi minyak menggunakan metode Bligh-Dyer dari bubuk mikroalga yang dipanen pada hari ke-5. Laju pertumbuhan rata – rata Chaetoceros  sp. ? 450 nm 0,190 x 105 sel/ml/hari, ? 590 nm 0,207 x 105 sel/ml/hari, ? 680 nm 0,197 x 105 sel/ml/hari dan rata – rata laju pertumbuhan Spirulina sp. mikroskopi 0,134  x 105 sel/ml/hari, ? 450 nm 0,162 x 105 sel/ml/hari, ? 590 nm 0,154 x 105 sel/ml/hari dan ? 680 nm 0,156 x 105 sel/ml/hari. Kandungan minyak Chaetoceros  sp. sebesar 14,89% dan Spirulina sp. 18,11%. Potensi Spirulina sp. sebagai bahan baku biodiesel lebih besar dibandingkan Chaetoceros  sp.