Anak Agung Gde Oka Dharmayudha
Lab Farmasi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

Identifikasi Golongan Senyawa Kimia Estrak Etanol Buah Pare (Momordica charantia) dan Pengaruhnya Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Jantan (Rattus novergicus) yang Diinduksi Aloksan Yuda, I Ketut Angga; Anthara, Made Suma; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka
Buletin Veteriner Udayana Vol. 5 No. 2 Agustus 2013
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa kimia ekstrak etanol buah pare (M. charantia) sebagai penurun kadar glukosa darah tikus putih jantan (R. novergicus) yang diinduksi aloksan. Sampel penelitian ini adalah 25 ekor tikus putih jantan (R. novergicus) berumur 3 bulan dengan berat rata-rata 150-300 g. Rancangan yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan sebagai berikut, perlakuan I sebagai kontrol yaitu tikus normal tanpa perlakuan, Perlakuan II kontrol diabetes, perlakuan III tikus diabetes dan ekstrak buah pare 100 mg/kg bb, perlakuan IV tikus diabetes dan ekstrak buah pare 50 mg/kg bb, dan perlakuan V tikus diabetes dan glibenklamid 1 mg/kg bb. Hasil penelitan menunjukan buah pare mengandung zat flavonoid, polifenol, dan saponin. Pemberian ekstrak etanol buah pare (M. charantia) dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih (R. novergicus) penderita diabetes dengan diinduksi aloksan secara signifikan P<0,05 yang sebanding dengan pemberian glibenklamid. Dengan demikian, ekstrak etanol buah pare dapat digunakan sebagai penurun kadar glukosa darah.
Prevalensi Toxocara vitulorum Pada Induk Dan Anak Sapi Bali Di Wilayah Bali Timur Agustina, Kadek Karang; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Wirata, I Wayan
Buletin Veteriner Udayana Vol. 5 No.1 Pebruari 2013
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi cacing Toxocara vitulorum pada induk dan anak sapi bali di wilayah Bali Timur. Sebanyak 720 sampel feses sapi bali yang terdiri dari 360 sampel feses induk sapi bali dan 360 sampel feses anakan (pedet) sapi bali telah diperiksa menggunakan metode pengapungan. Hasil pemeriksaan secara keseluruhan menunjukkan prevalensi T. vitulorum pada sapi bali di wilayah Bali timur sebesar 39,4 %. Dari 360 induk sapi bali terdapat 153 (42,5%) sampel yang positif terinfeksi T. vitulorum. Sedangkan dari pemeriksaan 360 sampel feses pedet sapi bali, terdeteksi sebanyak 131 (36,4%) sampel pedet yang terinfeksi T.vitulorum.
Identifikasi Golongan Senyawa Kimia Dan Pengaruh Ekstrak Etanol Buah Naga Daging Putih (Hylocereus undatus) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Serta Bobot Badan Tikus Putih Jantan (Rattus novergicus) Yang Diinduksi Aloksan Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Anthara, Made Suma
Buletin Veteriner Udayana Vol. 5 No.1 Pebruari 2013
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa kimia ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) serta pengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah dan rata-rata berat badan tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Sampel darah diambil dari 25 ekor tikus putih jantan (R. norvegicus) berumur 3 bulan dengan rata-rata berat badan 150-300 gram. Rancangan yang digunakan adalah berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan yaitu tikus yang tidak diberi perlakuan (kontrol negatif), tikus yang diberi perlakuan aloksan (kontrol positif), tikus yang diberi perlakuan aloksan + ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) 2 % dosis I (50 mg/kg bb), tikus yang diberi perlakuan aloksan + ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) 2 % dosis II (100 mg/kg bb), tikus yang diberi perlakuan aloksan + glibenklamid 0,02% (dosis 1 ml/ kg bb). Setiap perlakuan diperiksa kadar glukosa darah serta rata-rata berat badan tikus pada hari ke-0, 3, 7, 14, dan 21. Sebelum diberi perlakuan tikus diadaptasi 2 minggu dan dipuasakan selama 16-18 jam. Masing-masing perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Variabel yang diamati adalah kadar glukosa darah serta rata-rata berat badan pada masing-masing perlakuan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan jika terdapat perbedaan diantara perlakuan maka pengujian di lanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan pemberian ekstrak etanol buah naga daging putih (H. undatus) 2% dosis  (50 mg/ kg bb) , dosis  (100 mg/kg bb) dan glibenklamid 0,02% 1 ml/kg bb secara signifikan dapat menurunkan kadar glukosa darah (P<0,05) hari-7 sampai hari ke-21, serta meningkatkan berat badan (P<0,05) pada tikus putih yang diinduksi aloksan. Hal ini menunjukan ekstrak etanol buah naga daging putih (H.undatus) dapat digunakan sebagai penurun kadar glukosa darah serta peningkatan berat badan.
Efektifitas Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Jantan (Rattus novergicus) Yang Di Induksi Aloksan Dewi, Yesy Febnica; Anthara, Made Suma; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih jantan (Rattus novergicus) yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus putih jantan  (Rattus novergicus) yang diadaptasi selama tiga minggu dan dibagi secara acak menjadi lima kelompok dan masing-masing kelompok berjumlah empat ekor. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada lima perlakuan yang diberikan sebagai berikut: perlakuan I sebagai kontrol diabetes tanpa diberikan perlakuan, perlakuan II sebagai kontrol negatif (aloksan 120 mg/kg bb), perlakuan III aloksan + suspensi ekstrak daun sirih merah 2% (dosis 50 mg/kg bb), perlakuan IV aloksan + suspensi ekstrak daun sirih merah 2% (dosis 100 mg/kg bb), perlakuan V sebagai kontrol positif (Aloksan + Glibenklamid 1 ml/kg bb). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) 2% pada dosis 50 mg/kg bb, maupun dosis 100 mg/kg bb dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan (Rattus novergicus) dan ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) 2% memiliki efek yang sebanding dengan glibenklamid sebagai penurun glukosa darah.
Perhatian Pemilik Anjing Dalam Mendukung Bali Bebas Rabies Suartha, I Nyoman; Anthara, Made Suma; Dewi, Ni Made Rita Krisna; Wirata, I Wayan; Mahardika, I Gusti Ngurah Kade; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Sudimartini, Luh Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No.1 Pebruari 2014
Publisher : Buletin Veteriner Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhatian pemilik anjing dalam mendukung  Bali bebas Rabies. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2010, di Desa Kukuh Tabanan, Desa Jagapati Badung, dan Desa Seraya Karangasem dengan jumlah responden sebanyak 500 orang. Cara pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan panduan daftar pertanyaan yang ada pada kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah kepemilikan anjing dari satu ekor sampai 4 ekor. Masyarakat memelihara anjing sebagian besar dengan tujuan untuk menjaga rumah (77,6%). Perhatian masyarakat pemilik anjing terhadap kesehatan dan perawatan kesehatan anjingnya, dilihat dari memandikan anjing, jumlah pemberian pakan, dan memeriksakan anjingnya ke dokter hewan masih rendah. Anggota keluarga yang sering  berinteraksi (memberikan pakan, memandikan) dengan anjing adalah ayah. Responden yang menjawab anjing bisa  dipegang pemilik sebanyak 93,6%. Berdasarkan atas jenis kelamin, masyarakat sebagian besar memelihara anjing jantan (84,8%). Anjing yang dipelihara dengan cara dilepas (64%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perhatian masyarakat dalam memelihara anjing dalam upaya mendukung Bali bebas rabies masih rendah. Disarankan perlu dilakukan kegiatan sosialisasi dan  edukasi tentang pemeliharaan anjing pada masyarakat.
Efektifitas Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) Terhadap Peningkatan Berat Badan Tikus Putih (Rattus novergicus) Jantan Kondisi Diabetes Yang Di Induksi Aloksan Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Anthara, Made Suma; Wiranata, I Made Agus; Sudimartini, Luh Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 6 No. 2 Agustus 2014
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Purpose of this research is to learn the level of effectiveness of ethanol extract from red betel leaf (Piper crocatum) within increase weight of male white mouse in condition for diabetes mellitus. 20 male white mice (Rattus novergicus) in 3 mounth with weight between 190-250 gram which adapted during 2 weeks. It classified to be 5 groups random, each group consisty by 4 mice. The first treatment as a negative control (healty mouse) whitout giving treatment. The second treatment as alloxan positive control, the third treatment alloxan added by 2% suspension of ethaol extract from red betel leaf (dose 100 mg/kg bb) per oral. The fifth treatment is alloxan added by 0.02% suspension glibenclamide (dose 1 ml/kg bb) per oral. Giving extract betel leaf is done by oral with used sonde. Giving treatment at treatment III, IV and V is done everyday start from day 3 until the end of the day (21 day). The weight of mouse is measure at day 7, 14 and day 21 used analytical balanced. The result of this research show up that giving 2% ethanol extract from red betel leaf (Piper crocatum) with dose (50 mg/kg bb), dose (100 mg/kg bb) and glibenclamide 0,02% ( 1 ml/kg bb) with significant can increase weight (P<0,05) of white mice which induce alloxan. Result of this research could be conclude that ethanol extract of red betel leaf (Piper crocatum) can used for increase the weight.
Analisis Nilai Gizi Telur Itik Asin Yang Dibuat Dengan Media Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L) Selama Masa Pemeraman Agustina, Kadek Karang; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Swacita, Ida Bagus Ngurah; Sudimartini, Luh Made
Buletin Veteriner Udayana VOL. 7 No. 2 Agustus 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan zat gizi dari telur itik asin yang dibuat dengan menggunakan media kulit buah manggis ditinjau dari kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein dan kadar karbohidrat selama masa pemeaman. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor pertama meliputi telur yang telah dilapisi media kulit buah manggis dan telur yang dilapisi media batu bata. Sedangkan faktor kedua yakni jangka waktu pemeraman telur yaitu selama 7, 14 dan 21 hari. Metode yang dipergunakan dalam pemeriksaan nilai gizi telur merujuk pada standar yang dikeluarkan oleh AOAC (1984). Data hasil penelitian dianalisa menggunakan Uji T untuk membandingkan kadar gizi kedua jenis telur asin tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama proses pemeraman dengan menggunakan media kulit buah manggis yang diamati pada hari ke 7, 14 dan 21 terjadi penurunan kadar air dan kadar lemak telur asin berturut-turut dari 68.02% menjadi 63.54% dan 14.23% menjadi 13.26%. Sedangkan  kadar abu, protein dan karbohidrat mengalami peningkatan berturut-turut dari 1.4% menjadi 2.69%, 13.54% menjadi 13.61% dan 1.93% menjadi 6.89%. Apabila dibandingkan dengan media batu bata, seluruh parameter nilai gizi tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (P>0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa media kulit buah manggis dapat dimanfaatkan sebagai media pembuatan telur asin.
Analisis Nilai Gizi Telur Itik Asin Yang Dibuat Dengan Media Kulit Buah Manggis Selama Masa Pemeraman (NUTRIENT ANALYSIS OF DUCK SALTED EGGS MADE BY MANGOSTEEN RIND MEDIA DURING SALTING PERIODS) Agustina, Kadek Karang; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Swacita, Ida Bagus Ngurah; Sudimartini, Luh Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 7 No. 2 Agustus 2015
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The purposes of this research were to determine the level of nutrient in duck salted eggs made by using mangosteen rind media observed by water content, ash, fat, protein and carbohydrate during salting periods. This research used Completely Randomized Design (CRD), with twofactors. First were media;   mangosteen rind media and brick media. Second were salting periods;7, 14 and 21 days. The level of nutrient contain in duck salted eggs measured according to  Association of Official Analytical Chemist (1984) methods. These data analyzed by T tests tocompare the level of nutrient contain in duck salted eggs produced between medias during saltingperiods. The results show that during the curing process by using the mangosteen rind media wasobserved at days 7, 14 and 21 decreased water and fat content of salted eggs. While the ash, proteinand carbohydrates content increased successively. When compared with the bricks media, all levelof nutritional parameters did not show a significant difference. So it can be concluded that themangosteen rind can be used as a media for making salted eggs.
Identifikasi Dan Prevalensi Infeksi Protozoa Saluran Cerna Anak Babi Yang Dijual Di Pasar Tradisional Di Wilayah Provinsi Bali (IDENTIFICATION AND PREVALENCE OF GASTROINTESTINAL PROTOZOA IN PIGLETS THAT SOLD IN A TRADITIONAL MARKET IN BALI) Agustina, Kadek Karang; Sudewi, Ni Made Ayudiningsih Astiti; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Oka, Ida Bagus Made
Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 1 Pebruari 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This research aims were to determine the type and prevalence of infections of gastrointestinal protozoan in piglets were sold in the pig traditional markets in Bali. As many as 250 piglets fecal samples were examined. All fecal samples were taken in a fresh state and then divided in two different sollution, one stored in plastic pots containing acetic sodium formaldehyde (SAF) for examination by sedimentation concentration method and another samples were stored in plastic pots containing potassium dichromate for examination by the method of floating. Samples were examined microscopically for the presence of cysts or oocystsof gastrointestinal protozoa. The results showed that 229 (91.6%) piglets were sold in the pigtraditional markets in Bali  infected by protozoa, and identified three Genus of protozoa with following prevalence of infection were Amoeba sp. 82.4%, Balantidium sp. 61.2% and Eimeria sp. 54.8%. 
Increasing Farmer Income By Improved Pig Management Systems Agustina, Kadek Karang; Wirata, I Wayan; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka; Kardena, I Made; Dharmawan, Nyoman Sadra
Buletin Veteriner Udayana Vol. 8 No. 2 Agustus 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This research aims were to increase house hold income of pig farmer by reconstructing of the pig management systems. The methods used in this study were the application of the problem solving techniques through IPTEKDALIPI programs. The captured data were all expenses incurred and income received in one pig production period before and after intervention. The results showed that there was a significant increase in the income of the farmer from 31.4% to 38.77%. It could be concluded that the pig farmer’s income can be increased through improved management of pig farming systems.