Izwita Dewi
Dosen Matematika FMIPA Unimed Medan

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

PERBEDAAN PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN KONEKSI MATEMATIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SMP AL-WASHLIYAH 8 MEDAN Harahap, Rosliana; Dewi, Izwita; ., Sumarno
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 5, No 2 (2012): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this study are to investigate: (1) The diffrences of improving students’ mathematical communication ability in contextual learning and cooperative learning type STAD at SMP Al-Washliyah 8 Medan, (2) The diffrences of improving students’ mathematical connection ability in contextual learning and cooperative learning type STAD at SMP Al-Washliyah 8 Medan This study is an experimental research there were six classes of Grade VII, the samples were taken two classes randomly. The first class was treated by using contextual learning  and the second class was treated by using cooperative learning type STAD. The instruments which were used; Mathematical Communication ability test, and Mathematical Connection ability test. The instruments were eligible content validity and reliability about 0,81 and 0,82 to mathematical commmunication and connection ability. The Data analyzed by appling multivariate analysis (MANOVA). The results reveal that this study, generally the students were treated by contextual learning are better than the students were treated by cooperative  learning type STAD. Based on the study, the reseacher suggested (1) Contextual learning in teaching mathemaics for improving students’mathematical  communication and connection ability would become an alternative for applying innovative mathematical learning. (2)  Students’activity through contextual learning categorized as either. This study is also expected to be useful for mathematics teacher to created good atmosphere and give a chance to the sudents for presenting their idea by themselves.
PERBEDAAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIS ANTARA SISWA KELAS HETEROGEN GENDER DENGAN KELAS HOMOGEN GENDER MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI MTs KOTA LANGSA Wahyuni, Wahyuni; Dewi, Izwita; Hasratuddin, Hasratuddin
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 1 (2014): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.254 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menelaah perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan  masalah dan  kemampuan komunikasi matematis antara siswa kelas heterogen gender dengan kelas  homogen gender yang diajarkan melalui model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) di MTs Kota Langsa dan  pengaruh antara  kemampuan  pemecahan  masalah, komunikasi matematis siswa terhadap hasil  belajar  matematik  siswa. Penelitian ini  merupakan penelitian quasi eksperimen. Populasi  penelitian ini adalah seluruh siswa MTs Kota Langsa. Kemudian dipilih secara acak dua sekolah, seterusnya dari masing-masing sekolah dipilih satu  kelas yaitu sekolah heterogen gender dan sekolah homogen gender, yaitu kelas heterogen gender sebagai kelas ekperimen I dan kelas homogen gender sebagai kelas ekperimen II, kedua kelas diberikan  model pembelajaran yang sama yaitu model pembelajaran berbasis masalah (PBM). Instrumen yang digunakan terdiri dari: tes kemampuan pemecahan masalah matematis, tes kemampuan komunikasi matematis dan tes hasil belajar matematika siswa. Instrumen tersebut dinyatakan telas memenuhi syarat validitas isi, serta koefisien reliabilitas sebesar 0,77, untuk kemampuan pemecahan masalah, 0,869 untuk kemampuan komunikasi matematis, dan  0,877 untuk tes hasil belajar matematik. Analisis data dilakukan dengan uji statistik uji-t, uji Mann Whiney, dan uji korelasi bivariat. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh hasil penelitian yaitu terdapat perbedaan  peningkatan kemampuan pemecahan  masalah dan  kemampuan komunikasi matematis antara siswa kelas heterogen gender dengan kelas  homogen gender yang diajarkan melalui model pembelajaran berbasis masalah (PBM) di MTs Kota Langsa. Temuan penelitian merekomendasikan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dapat dijadikan salah satu alternatif model pembelajaran yang digunakan di sekolah dan dibentuknya kelas homogen gender utamanya untuk mencapai kompetensi berpikir tingkat tinggi.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN METAKOGNISI MATEMATIKA ANTARA SISWA YANG DIBERI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PEMBELAJARAN EKSPOSITORI Nurhadijah, Nurhadijah; Saragih, sahat; dewi, Izwita
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 3 (2014): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui :( (1) perbadaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang diberi model pembelajaran berbais masalah dengan siswa yang diberi model pembelajaran ekspositori. (2) perbedaan kemampuan metakognisi matematika antara siswa yang diberi model pembelajaran yang berbasis masalah dengan siswa yang diberi model pembelajaran ekspositori. (3) interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. (4) interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap komunikasi matematik siswa . (5) mendeskripsikan kadar aktivitas aktif siswaselama proses model pembelajaran berbasis masalah. (6) proses penyelesaian jawaban yang dibuat siswa dalam meyelesaikan masalah pada model pembelajaran ekspositori. Analisis data dilakukan dengan analisis kovarian (ANACOVA) dengan analisi varian (ANAVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang diberi Model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang diberi model pembelajaran ekspositori . (2) Terdapat kemampuan metakognisi matematika antara siswa yang diberi model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang diberi model pembelajaran ekspositori. (3) Kadar aktivitas siswa telah memenuhi waktu persentase ideal yang di tetapkan. (4) Proses penyelesaian jawaban siswa yang pembelajarannya dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan dengan model pembelajarann ekspositori.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN LOGIS DAN KOMUNIKASI MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DI SMP NEGERI 24 MEDAN H.Harahap, Siti Zahara; Dewi, Izwita; Karnasih, Ida
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 3 (2014): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah: (1) peningkatan kemampuan penalaran logis siswa yang memperoleh model pembelajaran kooperatif tipe TPS lebih tinggi dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran ekspositori, (2) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh  model  pembelajaran kooperatif tipe TPS lebih tinggi dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran ekspositori, penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 24 Medan dengan sampe 56 siswa. Penelitian ini merupakan suatu studi eksperimen semua dengan pretest dan postest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang mengambil dua kelas (kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2) melalui nteknik random sampling. Instrumen yang di gunakan terdiri dari tes kemampuan penalaran logis dan tes kemampuan komunikasi matematis yang berbentuk uraian. Data analisis dengan uji t. Sebelum digunakan uji t terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas dengan taraf signifikan 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain tes kemampuan penalaran logis kelas eksperimen adalah 0,65 dan kelas kontrol adalah 0,53 dengan nilai sig=0,007 dengan 0,007< a=0,05 maka peningkatan kemampuan logis siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Sedangkan rata-rata N-Gain tes kemampuan komunikasi matematis eksperimen adalah 0,62 dan kelas kontrol o,38 dengan nilai sig-0,000 dengan 0< a=0,05 maka peningkatan kemampuan logis siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Kata kunci: Pembelajaran kooperatif tipe TPS, kemampuan penalaran logis kemempuan komunikasi matematis.
Analisis Peningkatan Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMA Ditinjau dari Perbedaan Gender Dewi, Izwita; Saragih, Sahat; Khairani, Dewi
Didaktik Matematika Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.222 KB)

Abstract

Mathematical representation is one of the mathematical higher order thinking skills, as a tool or way of thinking in communicating mathematical ideas. Referring to a research about the inconsistency of a mathematical communication profile involving gender differences and the phenomenon of more female students than men right now, there appears to be an allegation that there is a connection between gender differences and students mathematical representation. The purpose of this study is to analyze the improvement of students mathematical representation capability in terms of gender differences. Subjects in this research were students of class X of High School in Medan, Indonesia, consisting of 13 men and 19 women. The research instrument is a mathematical representation test consisting of 4 questions. Data analysis to find out how the category of improvement of students’ mathematical representation, using index of N-gain. The results of the research are: (1) the improvement of mathematical representation ability in the lower and middle categories of male students is higher than female students, (2) there is no male students have high category mathematical representation, but there are female students have high category mathematical representation abilities, and (3) the ability of representation to make mathematical models and explain the verbal language of male students is higher than female students. While the representational ability of making tables and drawing female students is higher than male students. The implication of the research is needs to do deeper research to see the relationship of mathematical representation ability with the students mathematical ability profile.
Upaya Meningkatkan Kreativitas Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Terbuka Medan dengan Menggunakan Modul Model Learning cycle Dewi, Izwita; Lisiani, Siti
Didaktik Matematika Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.206 KB)

Abstract

Abstract. This class room action research aimed to improve students mathematical creativity in mathematical problem solving, and described the learning process of students of SMP Negeri 5 Terbuka. The learning method used module learning cycle models. This research was conducted in two cycles included the steps of planning, implementation of action, observation, and reflection. Students mathematical creativity in solving mathematical problems measured was fluency, flexibility, elaboration, and originality. The results showed that students mathematical creativity in mathematical problem solving increased. The aspects of the students mathematical creativity in mathematical problem solving that most increased in this study were elaboration.Keywords: mathematical creativity, solving mathematical problems, module learning cycle models
Profil Keakuratan Komunikasi Matematis Mahasiswa Calon Guru Ditinjau dari Perbedaan Jender Dewi, Izwita
Didaktik Matematika Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.962 KB)

Abstract

Abstract. Mathematical communication is the process of delivering ideas/thoughts mathematics both written and orally. Due to convey the idea of pure mathematics can not be delivered orally without writing, the oral mathematical communication in this research is the class presentation of mathematical communication is conveyed through speech or writing related to the speech. The purpose of this study was to determine the accuracy of mathematical communication profile student teachers in solving mathematical problems in terms of gender differences and differences in mathematical ability. Based on the analysis of data it can be concluded in oral mathematical communication, male students convey information more accurate than female students. Keyword: The accuracy of mathematical communication, student teachers
MEMBACA PIKIRAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Dewi, Izwita
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 1, No 1 (2008): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.313 KB)

Abstract

No single method we ever learned in college to "read minds" of students in learning. Whereas in mathematics, reading the minds of students is necessary to know the students thought processes in solving mathematical problems. It can be imagined if a math teacher does not know the thought process of students, the teacher was like walking in a dark cave with no tools or a speck of light that can be guided to the exit. This paper will discuss how teachers can read the minds of students and why we need to read the minds of students in mathematics.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN METAKOGNISI MATEMATIKA ANTARA SISWA YANG DIBERI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN PEMBELAJARAN EKSPOSITORI Nurhadijah, Nurhadijah; Saragih, sahat; dewi, Izwita
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 3 (2014): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui :( (1) perbadaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang diberi model pembelajaran berbais masalah dengan siswa yang diberi model pembelajaran ekspositori. (2) perbedaan kemampuan metakognisi matematika antara siswa yang diberi model pembelajaran yang berbasis masalah dengan siswa yang diberi model pembelajaran ekspositori. (3) interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. (4) interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap komunikasi matematik siswa . (5) mendeskripsikan kadar aktivitas aktif siswaselama proses model pembelajaran berbasis masalah. (6) proses penyelesaian jawaban yang dibuat siswa dalam meyelesaikan masalah pada model pembelajaran ekspositori. Analisis data dilakukan dengan analisis kovarian (ANACOVA) dengan analisi varian (ANAVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang diberi Model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang diberi model pembelajaran ekspositori . (2) Terdapat kemampuan metakognisi matematika antara siswa yang diberi model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang diberi model pembelajaran ekspositori. (3) Kadar aktivitas siswa telah memenuhi waktu persentase ideal yang di tetapkan. (4) Proses penyelesaian jawaban siswa yang pembelajarannya dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan dengan model pembelajarann ekspositori.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN LOGIS DAN KOMUNIKASI MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) DI SMP NEGERI 24 MEDAN H.Harahap, Siti Zahara; Dewi, Izwita; Karnasih, Ida
PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 7, No 3 (2014): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah: (1) peningkatan kemampuan penalaran logis siswa yang memperoleh model pembelajaran kooperatif tipe TPS lebih tinggi dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran ekspositori, (2) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh  model  pembelajaran kooperatif tipe TPS lebih tinggi dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran ekspositori, penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 24 Medan dengan sampe 56 siswa. Penelitian ini merupakan suatu studi eksperimen semua dengan pretest dan postest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang mengambil dua kelas (kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2) melalui nteknik random sampling. Instrumen yang di gunakan terdiri dari tes kemampuan penalaran logis dan tes kemampuan komunikasi matematis yang berbentuk uraian. Data analisis dengan uji t. Sebelum digunakan uji t terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas dengan taraf signifikan 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata N-Gain tes kemampuan penalaran logis kelas eksperimen adalah 0,65 dan kelas kontrol adalah 0,53 dengan nilai sig=0,007 dengan 0,007< a=0,05 maka peningkatan kemampuan logis siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Sedangkan rata-rata N-Gain tes kemampuan komunikasi matematis eksperimen adalah 0,62 dan kelas kontrol o,38 dengan nilai sig-0,000 dengan 0< a=0,05 maka peningkatan kemampuan logis siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Kata kunci: Pembelajaran kooperatif tipe TPS, kemampuan penalaran logis kemempuan komunikasi matematis.