Diana Candra Dewi
Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

STUDI KESEIMBANGAN ADSORPSI MERKURI(II) PADA BIOMASSA DAUN ENCENG GONDOK (Eichhornia crassipes) Al-ayubi, Muhammad Chalid; Barroroh, Himmatul; Dewi, Diana Candra
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.1 No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v0i0.1675

Abstract

Metal ion adsorption research with utilizing Eichhornia crassipes leaf biomass has been done. Metal ions which are ever researched are Cr, Cd, Pb and Ni, but research with utilizing Hg metal ion is never done, so need to be implemented a mercury adsorption research to eichhornia crassipes leaf biomass. Because pH solution is very influential to metal ion adsorption by biomass, so in this research is inspected determining of optimum pH to mercury adsorption. This research is experimental research which is started with determining of optimum pH, this determining of optimum pH is implemented with way of interacting 60 mmg/L mercury metal ion with 0,1 gr eichhornia crassipes leaf biomass for 60 minutes at range of pH 2, 3, 4, 5, 6, 6, 4, 6, 7, 7 and 8, then continued with control solution production to know the solubility of mercury in every pH. The determination of adsorption capacity, adsorption constanta and adsorption energy are implemented with way of interacting eichhornia crassipes leaf biomass with mercury metal ion by 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, 100 and 150 mmg/L variation of concentration for 60 minutes in pH optimum. Data the result of experiment then processed using the similarity of Langmuir isotherm and Freunlich.. The result of the research indicates that pH 6 is mercury adsorption optimum pH in eichhornia crassipes leaf biomass. The mercury isotherm adsorption in eichhornia crassipes leaf biomass takes a part of the similarity of langmuir isotherm with point R2 = 0,982, from the similarity of langmuir isotherm gotten adsorption capacity (Xm) in the mount of 4, 806 x 10-5 mol/gr with adsorption constanta (K) 27130,85 mol/L and adsorption energy (E) in the mount of 25,46079 kJ/mol.
ANALISIS KADAR TIMBAL (Pb) PADA PERMEN BERKEMASAN SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) DENGAN VARIASI LARUTAN PENDESTRUKSI Afifah, Siti Nurul; Dewi, Diana Candra; Ningsih, Rahmawati
ALCHEMY: Journal of Chemistry ALCHEMY (Vol.3, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v0i1.2913

Abstract

Allah berfirman dalam al Qur’an Surat al Ma’idah ayat 88 yang menjelaskan tentang anjuran makanan Halalan Thayyiban. Permen merupakan makanan yang banyak digemari oleh semua kalangan. Dalam permen berkemasan dapat mengandung timbal (Pb) dikarenakan oleh beberapa faktor; diantaranya adalah faktor bahan baku pembuatan permen yang telah mengandung timbal (Pb), faktor media produksi permen yang berbasis logam dengan proses pemanasan, faktor kemasan permen yang mengandung timbal (Pb); serta faktor zat aditif dalam permen.Penelitian ini meliputi penentuan variasi larutan pendestruksi terbaik antara HNO3 p.a. (30 mL); HNO3 : H2SO4 (30 mL) perbandingan 3:1 serta HNO3 : H2SO4 : H2O2 (30 mL) perbandingan 3:2:1 lalu dilanjutkan dengan uji One Way Annova. Penentuan waktu kestabilan logam terbaik dalam sampel larutan pada hari ke-0; 1; 3; 7 dan hari ke-15. Penentuan kadar timbal (Pb) pada masing-masing sampel hard candy dan uji kesesuaian kadar dengan SNI hard candy.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variasi larutan pendestruksi terbaik adalah HNO3 dan H2SO4 (3:1) dengan nilai rerata konsentrasi yang paling tinggi yaitu 21,35 mg/kg. Hasil Uji Annova adalah F hitung (10215) > F tabel (5,14) yang menunjukkan adanya perbedaan yang siginifikan antara ketiga variasi larutan pendestruksi. Waktu kestabilan diperoleh berdasarkan Uji Annova pada hari ke-3 menuju hari ke-7 dengan hipotesis Ho-nya diterima dengan F hitung (0,455) < F tabel (7,71). Kadar timbal (Pb) yang ditemukan pada kelima sampel permen berkisar antara 25,3 mg/kg hingga 26,8 mg/kg. Berdasarkan acuan Sandar Nasional Indonesia (SNI) No. 3547.1:2008 bahwa kelima sampel permen tersebut tidak layak untuk dikonsumsi karena melebihi nilai ambang batas maksimum cemaran logam timbal (Pb) yaitu 2,0 mg/kg.
DETERMINASI KADAR LOGAM TIMBAL (Pb) DALAM MAKANAN KALENG MENGGUNAKAN DESTRUKSI BASAH DAN DESTRUKSI KERING Dewi, Diana Candra
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.2 No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v0i0.2299

Abstract

Lead (Pb) is pollutant found in canned foods. It is derived from the soldering between the can and the lid. This study aims to find out the analytical performance of standar curves , the better method between dry ashing dan wet ashing,  the best oxidant solution in wet ashing ang determine lead in canned sausage and canned lychee.This research including : Performance determination of the standard addition curve analysis includes linearity, limits of detection and limits of quantitation, sensitivity, accuracy and precision, sample destruction  using dry ash 500 oC and wet destruction with a variety of oxidizing subtrace such as HNO3 p.a; HNO3 p.a, H2SO4 p.a (3:1), and HNO3 p.a, H2SO4 p.a, H2O2 p.a (6:2:1), and determine  the concentration of lead  in canned sausage and canned lycheeThe results of this research of the standard curve analysis of lead (Pb) are  r =0,9999, LOD 0,028 ppm, LOQ 0,0933 ppm, and sensitivity of 0,00757 the average accuracy of 98%, and precision 2,74%. Wet ashing is more stabil than dry ashing. The best oxidizing substance of canned sausage comes from HNO3, H2SO4 and H2O2 (6:2:1) and lead was found 0,64 ppm whilebest oxidizing substance of canned lychee comes from HNO3, H2SO4 (3:1) and lead was found 0,72 ppm.
OPTIMASI METODE PENENTUAN KADAR LOGAM TEMBAGA DAN TIMBAL DALAM GULA PASIR SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM DENGAN DESTRUKSI MICROWAVE DIGESTION Dewi, Diana Candra; Fauziyah, Begum; Suryadinata, Arief; Annisa, Dewi; Afifah, Nurul
ALCHEMY: Journal of Chemistry ALCHEMY (Vol.2 No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v0i0.2884

Abstract

Tembaga (Cu) dan Timbal (Pb) adalah bahan ikutan yang ditemukan dalam gula pasir. Penelitian ini  bertujuan mengetahui performa analitik kurva standar dengan penentuan suhu dan waktu terbaik destruksi menggunakan microwave digestion, serta performa analitik kurva adisi standar menggunakan suhu dan waktu terbaik destruksi.Penelitian  ini  meliputi penentuan performa  analitik  untuk kurva  standar yaitu linearitas, batas deteksi dan batas kuantitasi, sensitivitas, akurasi serta presisi untuk larutan standar Cu dan Pb, kemudian dilakukan pendestruksian sampel gula pasir dengan destruksi basah menggunakan microwave digestion dengan variasi suhu 160, 180 dan 200 oC dan variasi waktu 10, 15, 20 dan 30 menit dan waktu penyimpanan 1 sampai 5 hari. Penentuan  performa  analitik  juga ditentukan pada  kurva adisi standar untuk larutan Cu dan Pb yang telah ditambahkan sampel hasil destruksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Suhu dan waktu terbaik destruksi gula pasir menggunakan microwave digestion untuk analisis Cu yaitu suhu 200 oC dan waktu 15 menit serta waktu penyimpanan sampai 3 hari. Suhu dan waktu terbaik microwave digestion untuk menganalisa logam timbal (Pb) adalah 180 0C dan 10 menit serta waktu penyimpanan hanya sampai 1 hari. Performa  analitik  untuk kurva  standar  tembaga (Cu) meliputi r2 = 0,9993; LOD (Limit of Detection) 0,0011 ppm dan LOQ (Limit of Quantitation) 0,0036 ppm;  sensitivitas 0,2; rata-rata akurasi sebesar 99.96%; serta presisi 9,46%, sedangkan performa  analitik  untuk  kurva  adisi  standar  tembaga (Cu)  meliputi  r2 = 0,9999; LOD 0,0012 ppm dan LOQ 0,004 ppm; sensitivitas 0,1729, rata-rata akurasi sebesar 100,07% serta presisi 5,38%. Performasi analitik untuk kurva standar timbal (Pb) meliputi r2 = 0,9999; LOD 0,0019 ppm,  LOQ 0,0066 ppm; sensitivitas 0,1069 ppm ; rata-rata akurasi sebesar 99,56 % serta presisi 2,32 %. Performasi analitik kurva adisi standar timbal (Pb) meliputi r2 = 0,9999; LOD 0,0018 ppm, LOQ 0,0060 ppm; sensitivitas 0,1090 ppm; rata-rata akurasi sebesar 100,01 % serta presisi 1,94 %.
Analysis of Metal Copper Concentration at Candy using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) Rahmawati, Eny; Dewi, Diana Candra; Fasya, Ahmad Ghanaim; Fauziyah, Begum
ALCHEMY: Journal of Chemistry ALCHEMY (Vol.4, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v4i1.3142

Abstract

Candy sold in the market could be containing a heavy metals like copper. In this study, candy was destructed with HNO3, HNO3/H2SO4 (3:1) dan HNO3/H2SO4/H2O2 (6:2:1) to know the best matter oxidixer for copper. Then, evaluated the levels of copper using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The one way anove result with F test showed that the best oxidizer for copper in candy is HNO3/H2SO4. The average concentration of Copper in candy coded A, B, C, D, and E were 1. 72 mg/Kg; 1.69 mg/Kg; 1.57 mg/Kg; 1.71 mg/Kg; and 1.69 mg/Kg respectively. The content of copper in candies were the under daily dietary recommended limit based on SNI regulation. Key Words: Atomic Absorption Spectrophotometry, candy, matter oxidizer, time stability, wet destruction 
ANALISIS KADAR LOGAM TEMBAGA (Cu) PADA PERMEN SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) Rahmawati, Eny; Dewi, Diana Candra; Fauziyah, Begum
Islamic Journal of Pharmacy Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Farma Sains Vol. 1 (2) Juli 2015
Publisher : Islamic Journal of Pharmacy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permen yang dijual di pasaran diduga mengandung sejumlah logam berat misalnya logam tembaga. Dalam penelitian ini, sampel permen didestruksi dengan HNO3, HNO3/H2SO4 (3:1) dan HNO3/H2SO4/H2O2 (6:2:1) untuk mengetahui zat pengoksidasi terbaik logam tembaga pada permen.Selanjutnya dilakukan pengukuran kadar logam tembaga dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil analisis uji one way anove dengan uji F menunjukkan bahwa zat pengoksidasi terbaik logam tembaga dalam sampel permen adalah HNO3/H2SO4. Sementara itu, perolehan kadar logam tembaga pada permen dengan label A, B, C, D, dan E berturut-turut sebesar 1,72 mg/Kg; 1,69 mg/Kg; 1,57 mg/Kg; 1,71mg/Kg; dan 1,69 mg/Kg. Dengan demikian, kadar logam tembaga pada permen yang dijual di pasaran masih berada dalam batas aman konsumsi yang ditetapkan oleh SNI.