Articles

Found 5 Documents
Search

PEMULIAAN MUTASI UNTUK MENURUNKAN KANDUNGAN ASAM FITAT (Low Phytic Acid) PADA PADI (Oryza sativa, L.) Dewi, Azri Kusuma
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 4, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.932 KB) | DOI: 10.17146/jair.2008.4.2.544

Abstract

Asam fitat, myo-inositol1,2,3,4,5,6-hexakis phosphate (Ins P6), adalah salah satu senyawa yang mengandung posphat terbanyak dalam biji yang masak dan senyawa anti nutrisi dalam tanaman.Senyawa ini dianggap dapat menyerap ion-ion logam, garam yang sebagian besar dibuang melalui urin dan feses, sehingga mengurangi penyerapan unsur mineral penting baik pada manusia dan hewan. Beras dengan asam fitat rendah merupakanmakanan yang baik bagi masyarakat penderita malnutrisi dan sangat cocok untuk makanan bayi, dan orang lanjut usia. Beras dengan asam fitat rendah dapat dihasilkan melalui teknik mutasi induksi. Kegiatan penelitian untuk menurunkan kandungan asam fitat pada padi telah dilakukan terhadap 3 varietas padi hasil litbang BATAN yaitu Atomita 1, Atomita 4 dan Diah Suci. Ketiga varietas ini diiradiasi dengan sinar gamma dosis 0,2 kGy. Seleksi mutan rendah asam fitat dimulai pada malai M2. Dari hasil seleksi hanya galur mutan 873 yang berasal dari radiasi Diah Suci homogen rendah asam fitat pada standar 3 dan hasil analisisnyastabil dari generasi ke generasi, dan galur ini masih dalam uji dan evaluasi agronomik dan genetik.
PENGARUH RADIASI GAMMA TERHADAP PERUBAHAN MORFOLOGI PERTUMBUHAN STEK TANAMAN KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis) Dewi, Azri Kusuma; Dwimahyani, Ita Dwimahyani
BETA GAMMA Vol 4, No 2 (2013): Agustus 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.102 KB)

Abstract

Untuk mempelajari pengaruh iradiasi gamma terhadap morfologi dari Hibiscus rosa-sinensis, maka setek batang tanaman kembang sepatu di iradiasi dengan beberapa dosis sinar gamma. Pada awalnya dilakukan radiasi dengan dosis 10 Gy-40 Gy, namun hasil pengamatan satu bulan tanam menunjukkan persentase tanaman yang mati dan kerdil sangat tinggi pada kisaran dosis radiasi ini. Oleh sebab itu dengan menggunakan bahan setek yang baru radiasi dilakukan kembali dengan dosis lebih rendah yaitu 10 Gy; 12,5 Gy; 15 Gy; 17,5 Gy dan 20 Gy. Pengamatan dilakukan pada tiga dan enam bulan penanaman. Hasil dari percobaan menunjukkan bahwa jumlah tanaman yang mati dan tumbuh kerdil tidak sebanyak pada percobaan awal. Beberapa perubahan morfologi juga diamati antara lain bentuk dan warna bunga yang menjadi kuning keputihan, bentuk daun bergelombang dan uneven lamina serta tanaman dengan morfologi lebih pendek dan internode rapat dibandingkan dengan kontrol dan perubahan tersebut ditemui pada dosis radiasi 12,5 Gy, 17,5 Gy dan 20 Gy.Kata kunci ; radiasi gamma, morfologi, Hibiscus rosa sinensis ABSTRACTTHE EFFECT OF GAMMA IRRADIATION ON MORPHOLOGY CHANGE OF Hibiscus rosa-sinensis CUTTING STEM. The aim of this research was to study the effect of gamma irradiation on morphology of Hibiscus rosa-sinensis. The cutting stems of Hibiscus were irradiated by several doses of gamma rays. At the first experiment the irradiation doses were 10, 20, 30 and 40 Gy. The result showed that the percentages of death and dwarf plants were too high in this experiment, therefore the second experiment was conducted using lower doses of 10 Gy, 12,5 Gy, 15 Gy, 17,5 Gy and 20 Gy. The observations were conducted at three and six month after planting. In the second irradiation showed that the numbers of death and dwarf plants was lower than in the first experiment. Some morphology changes were also observed such as color and type of flowers, type of leaves, and plant height. The yellow-whiteness, uneven lamina and wave leaves were also found at doses of 12,5 Gy, 17,5 Gy and 20 Gy.Key words; gamma irradiation, morphology, Hibiscus rosa sinensis
PERBAIKAN PADI VARIETAS CISANTANA DENGAN MUTASI INDUKSI ., Mugiono; Harsanti, Lilik; Dewi, Azri Kusuma
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 5, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1910.235 KB) | DOI: 10.17146/jair.2009.5.2.534

Abstract

Pemuliaan tanaman padi perlu terus dilakukan untuk mendapatkanvarietas padi yang lebih ungul dari segi kuantitas dan kualitas. Varietas Cisantana yang ujung gabahnya berbulu diperbaiki melalui pemuliaan mutasi. Benih padi varietas Cisantana diradiasi dengan sinar gamma 60Co dengan dosis 0,10, 0,20 dan 0,30 kGy di Pusat Aplikasi Teknologi Isotosp dan Radiasi-BATAN, Jakarta. Setelah diradiasi benih ditanam sebagai tanaman M1 di Kebun Percobaan PATIR Pasar Jumat pada musim tanam MK 2000. Seleksi dilakukan pada generasi M2 di Pusaka negara, Subang dan lebih ditekankan pada bentuk ujung gabah yang tidak berbulu danberumur genjah. Dari populasi tersebut telah diseleksi sebanyak 19 mutan tanaman yang berumur genjah dengan sifat ujung gabah tidak berbulu. Pemurnian pada generasi berikutnya diperoleh 10 galur mutan tanaman yang telah homogen dantidak lagi bersegregasi. Ternyata pada pengujian daya hasil dan pengujian adaptasi di beberapa lokasi galur mutan Obs-1688/PsJ dan Obs-1692/PsJ mempunyai produksi tinggi dan daya adaptasi sangat baik di beberapa lokasi pengujian. Pada pengujianterhadap ketahanan hama wereng coklat dan penyakit hawar daun di rumah kaca, galur Obs-1688/PsJ dan Obs-1692/PsJ tahan terhadap wereng coklat biotipe 1 dan 2 dan agak tahan biotipe 3 serta tahan terhadap penyakit hawar daun strain III danagak tahan terhadap strain IV. Kedua galur tersebut mempunyai mutu dan kualitas beras baik dengan rasa nasi pulen. Galur Obs-1688/PsJ dan Obs-1692/PsJ telah dilepas sebagai varietas baru oleh Menteri Pertanian masing masing dengan namaMira-1 pada tahun 2006 dan Bestari pada tahun 2008.
The effect of mixed cultivars plantings on pest abundance and grain yields in rice Dewi, Azri Kusuma; Triwidodo, Hermanu; Chozin, Muhammad Achmad; Aswidinnoor, Hajrial
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 15, No 2 (2018): July
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.731 KB) | DOI: 10.5994/jei.15.2.101

Abstract

Penelitian lapang telah dilakukan untuk mengkaji pengaruh percampuran kultivar padi sawah terhadap kelimpahan hama dan hasil gabah. Peningkatan keragaman spesies tanaman melalui percampuran kultivar sering diklaim berdampak positif untuk mengurangi masalah hama sekaligus menstabilkan atau bahkan meningkatkan hasil, tetapi efek percampuran kultivar padi terhadap kejadian hama di Indonesia belum banyak dipelajari. Kami menguji perubahan kelimpahan hama dalam plot percobaan yang ditanami lima kultivar padi yang berbeda secara genetik, dikombinasikan dalam dua pola pengaturan campuran yang berbeda (seed mix dan row mix). Campuran ini ditanam di area sawah dalam bentuk rancangan acak lengkap berulang selama dua musim tanam. Kelimpahan hama di semua plot pengujian diukur setiap minggu dan hasil gabah pada saat panen. Hasilnya menunjukkan bahwa rerata kelimpahan hama menurun pada plot yang ditanami oleh campuran kultivar dibandingkan dengan plot yang ditanami oleh tanaman tunggal dari masing-masing komponen kultivar. Plot dengan penanaman seed mix konsisten terhadap penurunan hama wereng coklat dikedua musim tanam, dengan penurunan relatif kelimpahan hama adalah masing-masing 29,83% pada musim pertama dan 6,61% pada musim kedua dibandingkan dengan monokultur. Plot dengan penanaman row mix konsisten terhadap penurunan relatif penggerek batang dalam campuran, yaitu masing-masing 100% pada musim pertama dan 1,4% pada musim kedua dibandingkan dengan monokultur. Dalam hal hasil, tinggi tanaman adalah karakter komponen hasil yang konsisten menunjukkan efek positif pada kedua tipe campuran di dua musim tanam. Dari penelitian juga menunjukkan hasil rata-rata lebih tinggi untuk plot genotipe campuran dibandingkan dengan genotipe murni pada musim tanam 2013. Peningkatan relatif hasil gabah dalam pengujian seed mix lebih baik dibandingkan dengan row mix berturut-turut, yaitu 7,26% pada seed mix dan 4,63% pada row mix, pada  musim tanam 2013. Diantara kedua tipe campuran, seed mix menunjukkan hasil yang lebih baik. Hasil penelitian ini menyarankan pada petani untuk meningkatkan hasil dan menurunkan kelimpahan hama melalui percampuran kultivar.
EVALUASI KERAGAMAN FENOTIPE GALUR MUTAN PISANG BARANGAN {Mmaparadisiaca kuitivar Berangan) PADA GENERASI M, V4 Dewi, Azri Kusuma; Dwimahyani, lta
BERITA BIOLOGI Vol 7, No 6 (2005)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.189 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v7i6.864

Abstract

Phenotypic variance derived from banana [Musa paradisiaca) mutant lines of cv. Barangan were carried out in nursery level which were conducted at CRDIRT-Green House, Pasar Jumat, Jakarta. Several phenotypic performances of mutant lines such as leaf and pseudostem, petiole and leaf length, plant height, leaf width were observed. Number of 150 plants, were then divided into 11 groups based on performance of leaf, pseudostem, and petiole length. Results indicated that 26% was showed for normal performance,while 6,7% was showed for abnormal lamina with normal petiole, 11,3% was showed for abnormal lamina and petiole, 28,7% was given for stunted plant, 3,3% with chocking lamina, 1,3% was showed for abnormal petiole, 2,0% with light green leaf and abnormal petiole, 6,0% was given for reddish pseudostem, 0,7% with cigar leaf, 1,3% was showed for discoloration leaf and 2,7% was showed for elongation leaf and abnormal petiole. From the result of this experiment can be concluded that gamma irradiation with dose 15 Gy produced high phenotypic variance of cv. Barangan.