. Desniar
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

Isolation and Chracterization of Lactic Acid Bacteria from Bandeng (Chanos chanos) Bekasam Candra, Joddi Iryadi; Zahiruddin, Winarti; Desniar, .
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 10, No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.087 KB)

Abstract

Bekasam is one of the fishery product fermentation by using lactic acid bacteria. Bekasam is still made traditionally by applying spontaneous fermentation that cause product’s quality inconsistent. This research aims to analyze bacteria characteristics that isolated from bekasam and predict its types based on morphology and physiology characteristics. This research consists of three steps which are material analysis, isolation, and bacteria characterization. The result of this characterization is used to predict the bacteria type based on identification key. In this research milkfish bekasam is from traditional fishery product (pengolah) in Indramayu. It is predicted that milkfish has been fermented for two (2) weeks so that bekasam can be obtained. The analysis results shows that milkfish bekasam has Na Cl concentration 3.26 %, pH 4.46 and lactic acid total 1.30 %. Bacteria isolation from bekasam is chosen 5 (five) colony which grows dominantly and have different morphology. Those colony are isolated several times  by quadrant scratch methode by using MRSA media until the pure culture can be obtained. The isolate are characterized based on morphology and physiology characteristic. Based onthe characterization result, it is predicted that isolate B1, B3, and B5 are bacteria Staphylococcus sp., isolate B2 is Erysipelothrix or Lactobacillus, and isolate B4 is family of Streptococcacea which are Streptococcus sp. or Gemella.Key words : characterization, fermentation, isolation, lactic acid bacteria, milkfish(Chanos chanos) bekasam
Modifikasi Media Marine Broth pada Produksi Inhibitor Protease dari Bakteri Acinetobacter baumanni yang Hidup Bersimbiosis dengan Sponge Plakortis nigra Desniar, .; Nurhayati, Tati; Suhartono, Maggy T.; Isa, Eko Muhammad
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 9, No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.837 KB)

Abstract

Enzim protease memiliki peranan penting dalam proses metabolisme bakteri patogen. Protease bakteri tersebut dapat dihambat aktivitasnya oleh inhibitor protease. Iinhibitor protease dapat diproduksi dari bakteri Acinetobacter baumanni yang hidup bersimbiosis dengan sponge laut (Plakortis nigra). Agar produksi inhibitor protease dapat lebih optimal maka perlu diketahui komposisi media marine broth yang baik. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini adalah modifikasi konsentrasi peptone (0,5% dan 1%) dan modifikasi konsentrasi yeast extract (0,1%; 0,5% dan 1%). Peningkatan konsentrasi yeast extract memperpanjang waktu propagasi bakteri A. baumanni dan memperlambat awal produksi inhibitor. Peningkatan konsentrasi pepton cenderung menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik. Aktivitas penghambatan inhibitor protease tertinggi terjadi pada media dengan kombinasi konsentrasi pepton dan yeast extract masing-masing 0,5%.Kata kunci: inhibitor protease, Acinetobacter, simbiosis sponge, produksi
Pemisahan Ekstrak Intraseluler dari Mikroalga Nitzschia closterium dan Penentuan Konsentrasi Hambatan Minimumnya terhadap Mikroba Patogen Setyaningsih, Iriani; Desniar, .; Pangagabean, Lyli; Widyah, Titik Harsita
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.537 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengekstrak anti mikroba intraselular dari Nitzschia closterium, menguji aktivitasnya dan menentukan konsentrasi hambatan minimunnya terhadap beberapa mikroba patogen. Kultifasi Nitzschia closterium, dilakukan dalam f medium dengan kepadatan awal sel sebesar 1,00 x 104 sel/ml dengan dilengkapi aerasi, lampu neon serta dilakukan pada suhu kamar. Fase eksponensial dicapai pada saat kultifasi awal sampai pada hari ke-7, fase penurunan laju pertumbuhan pada hari ke-8, fase stasioner pada hari ke-9 sampai hari ke-47, dan fase kematian dimulai pada hari ke-48. Pemisahan biomassa dilakukan dengan menggunakan sentrifu, selanjutnya dikeringkan dan ditambah pelarut metanol dan sel dipecah menggunakan soniprep. Kemudian disaring dan pelarutnya di uapkan sehingga diperoleh ekstrak kasar interseluler hasil pengujian aktivitas menunjukan bahwa ekstrak intraseluler dapat menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia coli, Salmonella typhii dan kapang Penicillumisp., tetapi tidak menghambat Aspergillus niger. Nilai konsentrasi hambatan minimum untuk E. coli dan S. typhii terjadi pada konsentrasi 2000 ppm dengan potensi hambatan masing-masing 30-40% dan 29,41-35,29%.Kata kunci: Nitzschia, mikroalga, bahan aktif
Pemanfaatan Tetes Tebu (Molases) dan Urea Sebagai Sumber Karbon dan Nitrogen dalam Produksi Alginat yang Dihasilkan oleh Bakteri Pseudomonas aeruginosa Desniar, .
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.613 KB)

Abstract

Alginat merupakan salah satu produk yang dihasilkan dari ekstrak rumput laut kelas Phaeophyceae. Alginat mempunyai nilai ekonomis tinggi. Alginat juga diproduksi oleh bakteri Azotobacter vinelandii dan Pseudomonas aeruginosa. Tetes tebu dan urea masing-masing dapat digunakan sebagai sumber karbon dan nitrogen dalam produksi alginat oleh P. aeruginosa. Penelitian ini bertujuan mencari komposisi media terbaik dari konsentrasi yang dicobakan untuk produksi alginat oleh P. aeruginosa. Perlakuan yang dicobakan adalah kombinasi konsentrasi tetes tebu 1%, 5%, 10% dan 15% (w/v) (tanpa pemucatan maupun dengan pemucatan) dan konsentrasi urea 0,25 dan 0,50 g/l.Fermentasi dilakukan menggunakan labu kocok dengan waterbath shaker pada suhu 37oC dan agitasi 150 rpm selama 96 jam. Pengaruh perlakuan terhadap pH, pertumbuhan dan konsentrasi alginat dianalisis dengan menghitung rata-rata respon menggunakan standar deviasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi tetes tebu dan meningkatkan biomassa kering dan konsentrasi alginat, sedangkan peningkatan konsentrasi urea tidak berpengaruh terhadap konsentrasi alginat akan tetapi dapat meningkatkan bobot biomassa kering baik pada tetes tebu tanpa pemucatan maupun dengan pemucatan. Tetes tebu yang mengalami pemucatan menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dan produk alginat yang lebih bersih dibandingkan dengan tetes tebu tanpa pemucatan.Kata kunci: Alginat, Pseudomonas aeruginosa, tetes tebu.
The Influence of Salt Concentration on Peda Chub Mackerel (Rastrelliger Sp.) with Spontaneous Fermentation Desniar, .; Poernomo, Djoko; Wijatur, Wini
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.567 KB)

Abstract

Peda is one of fermented fish product without further drying process, so it still classified as an intermediate moisture food where the fermentation process is still exist. The objective of research was to know the influence of salt concentration on peda spontaneous fermentation process. The treatment was immersion on salt concentrations (30%, 40%and 50%) with two salting phase. Parameters which observed were pH, water activity (aw), total viable count (TVC), lactic acid bacteria count (LAB) and salt content during 0, 6, and 14 days of fermentation. The changes of raw material and its chemical composition were also analyzed include moisture, ash, protein and lipid, while total volatile basic (TVB) and trimethylamine (TMA) were observed at the end product a long with the sensory test. During the fermentation process, the value of pH, aw, salt content and log TVC decreased, while the BAL total log increased. The proximate analyses showed that the moisture and protein on raw material were 73.91% and 22.01% respectively which higher with the product 52.71-53.94% for moisture and 20.15-21.54% for protein, while ash and lipid raw material were 3,22% and 0,22% respectively which lower from its product 1.25-1.37% for ash dan 15.96-16.90% for lipid. The content of TVB (18.42-16.78mg/ 100 gr) and TMA (3.35-2.23 mg/ 100 gr) of peda were decrease while increasing the salt content (30-50%). The sensory test indicated no significant different result in between all treatments. Therefore, the determination of selected product was based on the result of sensory test eg. 30% salt.Keywords: chub mackerel, fermenstation, peda, Rastrelliger sp
Pengaruh Variasi pH dan NaCl terhadap Produksi Inhibitor Protease yang Dihasilkan oleh Acinetobacter baumanii (Bakteri yang Berasosiasi dengan Spons Plakortis nigra) Nurhayati, Tati; Suhartono, Maggy T.; Desniar, .; Suwardinni, Rini
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.855 KB)

Abstract

Mengingat semakin jelasnya keterlibatan protease dalam penyebab penyakit, maka diperlukan suatu senyawa untuk menghambat aktivitas enzim tersebut, yaitu inhibitor protease. Senyawa tersebut dapat dihasilkan oleh makro dan mikroorganisme laut. Untuk memproduksi inhibitor protease diperlukan suatu kondisi produksi yang tepat, termasuk NaCl dan pH media. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah menentukan konsentrasi NaCl dan pH yang tepat dalam media untuk menghasilkan inhibitor protease dengan aktivitas tertinggi. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menumbuhkan Acinetobacter baumanii dalam media marine broth+glukosa 0,05 %(w/v) dengan melakukan variasi NaCl (0 %,2 %, dan 4 %(w/v)) dan juga pH (6,7, dan 8). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa konsentrasi NaCl yang tepat untuk produksi maksimum adalah 2 %(w/v) dan pH media 8 dengan waktu inkubasi 20-28 jam. Aktivitas tertinggi yang dihasilkan adalah 1,64-1,93 U/ml.Kata kunci: Acinetobacter baumanii, inhibitor protease
Konsentrasi Hambatan Minimum Ekstrak Chlorella sp. terhadap Bakteri dan Kapang Setyaningsih, Iriani; Desniar, .; Sriwardani, Tresna
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 8, No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.353 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak antimikroba intraseluler dari mikroalga jenis Chlorella sp. dan menentukan konsentrasi hambatan minimumnya pada bakteri Salmonella typhi dan Escherichia coli serta kapang Aspergillus niger dan Penicillium sp. Tahapan penelitian meliputi kultivasi, ekstraksi antimikroba dan uji aktivitasnya terhadap bakteri dan kapang serta penentuan konsentrasi hambatan minimum. Chlorella sp. dikultur dalam medium PHM, yang dilengkapi dengan aerator dan lampu neon sebagai sumber cahaya. Ekstraksi antimikroba dilakukan terhadap sel biomassa yang dipanen pada hari ke-40. Biomassa yang diperoleh sebesar 53,85 gram. Konsentrasi hambatan minimum dari esktrak intraseluler Chlorella sp. dalam menhambat Salmonella typhi adalah 500 ppm dan potensi hambatan terhadap streptomycin sebesar 40 %, konsentrasi hambatan minimum ekstrak terhapad E. coli adalah 250 ppm dan potensi hambatan terhadap streptomycin adalah 46,2 %. Akan tetapi ekstrak yang dihasilkan tidak dapat menghambat pertumbuhan kapang Aspergillus niger dan Penicillium sp.sampai pada konsentrasi 3000 ppm.Key words : Bakteri, chlorella, hambatan minimum.
Kajian Kerusakan Tablet Hisap Spirulina Selama Penyimpanan Setyaningsih, Iriani; Trilaksani, Wini; Desniar, .; Masruroh, Emma; Fahleny, Ria; Gentini, Vatin Tri
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol 19, No 3 (2014): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.62 KB)

Abstract

Spirulina is a microalgae have a high nutrient content and bioactive compound were good for health. This microalgae can be cultivated indoor or outdoor as needed. One of the applications of Spirulina is for lozenges. The purpose of this study is determine the effect of packaging and shelf life of Spirulina lozenges on the growth of bacteria and fungi. This microalgae can be cultivated indoor or outdoor as needed. One of the applications of Spirulina is for lozenges. Bacteria and fungi still grow on the Spirulina lozenge which packaged using alumunium foil and plastic bottle. However bacteria and fungi total on Spirulina lozenge during storage on 8 weeks are not different. Keywords: lozenge, microbe, packaging, Spirulina
Pemanfaatan Tetes Tebu (Molases) dan Urea Sebagai Sumber Karbon dan Nitrogen dalam Produksi Alginat yang Dihasilkan oleh Bakteri Pseudomonas aeruginosa Desniar, .
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.613 KB)

Abstract

Alginat merupakan salah satu produk yang dihasilkan dari ekstrak rumput laut kelas Phaeophyceae. Alginat mempunyai nilai ekonomis tinggi. Alginat juga diproduksi oleh bakteri Azotobacter vinelandii dan Pseudomonas aeruginosa. Tetes tebu dan urea masing-masing dapat digunakan sebagai sumber karbon dan nitrogen dalam produksi alginat oleh P. aeruginosa. Penelitian ini bertujuan mencari komposisi media terbaik dari konsentrasi yang dicobakan untuk produksi alginat oleh P. aeruginosa. Perlakuan yang dicobakan adalah kombinasi konsentrasi tetes tebu 1%, 5%, 10% dan 15% (w/v) (tanpa pemucatan maupun dengan pemucatan) dan konsentrasi urea 0,25 dan 0,50 g/l.Fermentasi dilakukan menggunakan labu kocok dengan waterbath shaker pada suhu 37oC dan agitasi 150 rpm selama 96 jam. Pengaruh perlakuan terhadap pH, pertumbuhan dan konsentrasi alginat dianalisis dengan menghitung rata-rata respon menggunakan standar deviasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi tetes tebu dan meningkatkan biomassa kering dan konsentrasi alginat, sedangkan peningkatan konsentrasi urea tidak berpengaruh terhadap konsentrasi alginat akan tetapi dapat meningkatkan bobot biomassa kering baik pada tetes tebu tanpa pemucatan maupun dengan pemucatan. Tetes tebu yang mengalami pemucatan menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik dan produk alginat yang lebih bersih dibandingkan dengan tetes tebu tanpa pemucatan.Kata kunci: Alginat, Pseudomonas aeruginosa, tetes tebu.
Pengaruh Variasi pH dan NaCl terhadap Produksi Inhibitor Protease yang Dihasilkan oleh Acinetobacter baumanii (Bakteri yang Berasosiasi dengan Spons Plakortis nigra) Nurhayati, Tati; Suhartono, Maggy T.; Desniar, .; Suwardinni, Rini
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.855 KB)

Abstract

Mengingat semakin jelasnya keterlibatan protease dalam penyebab penyakit, maka diperlukan suatu senyawa untuk menghambat aktivitas enzim tersebut, yaitu inhibitor protease. Senyawa tersebut dapat dihasilkan oleh makro dan mikroorganisme laut. Untuk memproduksi inhibitor protease diperlukan suatu kondisi produksi yang tepat, termasuk NaCl dan pH media. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah menentukan konsentrasi NaCl dan pH yang tepat dalam media untuk menghasilkan inhibitor protease dengan aktivitas tertinggi. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menumbuhkan Acinetobacter baumanii dalam media marine broth+glukosa 0,05 %(w/v) dengan melakukan variasi NaCl (0 %,2 %, dan 4 %(w/v)) dan juga pH (6,7, dan 8). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa konsentrasi NaCl yang tepat untuk produksi maksimum adalah 2 %(w/v) dan pH media 8 dengan waktu inkubasi 20-28 jam. Aktivitas tertinggi yang dihasilkan adalah 1,64-1,93 U/ml.Kata kunci: Acinetobacter baumanii, inhibitor protease