Articles

Found 12 Documents
Search

PEMISAHAN EMAS DARI BATUAN ALAM DENGAN METODE REDUKTOR RAMAH LINGKUNGAN Dasna, I Wayan; -, Parlan -; Susiyadi, Dwi Mei
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 3, No 1 (2013): SEMINAR NASIONAL FMIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan emas pada batuan alam menggunakan metode natrium bisulfit yang ramah lingkungan. Penelitian terdiri dari tahap-tahap: penetapan kondisi optimum metode natrium bisulfit menggunakan larutan standar emas dan penerapan metode natrium bisulfit pada batuan alam yang berada di salah satu wilayah Jawa Timur. Karakterisasi emas yang dihasilkan dianalisis dengan XRF dan EDX. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi minimum larutan emas yang dapat dipisahkan dengan metode natrium bisulfit adalah 400 ppm. Metode natrium bisulfit dapat memisahkan emas dari batuan alam yang diperoleh pada dua daerah di Jawa Timur dan menghasilkan rendemen sebesar 1,020% serta memiliki kemurnian sebesar 88,12%.
PERAN DAN TANTANGAN PENDIDIKAN MIPA DALAM MENUNJANG ARAH MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Dasna, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 2, No 1 (2012): SEMINAR NASIONAL FMIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembangunan berkelanjutan merupakan kegiatan pembangunan saat ini yang dapat menjaga keberlangsungan lingkungan pada masa yang akan datang sehingga generasi pada masa tersebut dapat melaksanakan kehidupannya tanpa terganggu. Pendidikan sangat berperan dalam menyiapkan generasi yang mempunyai wawasan pembangunan berkelanjutan. Pendidikan MIPA dapat berperan dalam menyiapkan generasi yang dapat memecahkan masalah secara sistematis dan terencana menggunakan metode ilmiah. Pembelajaran yang menggunaan pendekatan proses akan dapat menghasilkan siswa yang berkarakter jujur, objektif, bekerja keras, berpikir kritis, dan sebagainya seperti yang tercakup dalam sikap ilmiah. Untuk mencapai tujuan tersebut, pada makalah ini dipaparkan beberapa peran pelaku pendidikan MIPA seperti pengenalan metode ilmiah pada pendidikan dasar, penggunaan strategi pembelajaran yang relevan dengan hakekat MIPA, dan pengembangan sumber belajar yang berkonteks Indonesia. Sedangkan tantangan pembelajaran MIPA untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan terutama pada pengembangan sistem pendidikan dan pembelajaran MIPA yang mempunyai keseimbangan antara pembelajaran produk, proses, dan pembentukan sikap (ilmiah).
PENGARUH BAHAN AJAR MULTIMEDIA TERHADAP HASIL BELAJAR DAN PERSEPSI MAHASISWA PADA MATAKULIAH KIMIA ORGANIK I Setiawan, Mohammad Arfi; Dasna, I Wayan; Marfu’ah, Siti
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.4, April 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jp.v1i4.6243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan ajar multimedia terhadap hasil belajar dan persepsi mahasiswa pada matakuliah kimia organik I. Sebanyak 31 mahasiswa sebagai sampel diberikan pretes dan postes, serta angket untuk mengetahui reaksi mereka terhadap bahan ajar multimedia. Hasil yang diperoleh sangat positif dengan menghasilkan peningkatan terhadap hasil belajar. Mahasiswa merasa senang, termotivasi, dan tertarik untuk belajar kimia organik I dengan bahan ajar multimedia. Mahasiswa berharap pembelajaran lainnya bisa menggunakan multimedia.This study aimed to investigate the effect of multimedia teaching materials to students’ learning outcomes and  perceptions in organic chemistry I courses. There were 31 university students as a sample that given pre-and posttest, and a survey to ascertain their reactions toward the multimedia teching material. The results obtained were very positive with an increase to the learning outcomes. Students felt happy, motivated, interested in learning organic chemistry I with multimedia teaching material. Students expected that the other learning could used multimedia.
PENGARUH PRAKTIKUM DAN DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATERI ASAM BASA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL Rizkiana, Fitria; Dasna, I Wayan; Marfu’ah, Siti
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.3, Maret 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jp.v1i3.6161

Abstract

This study aimed to compare the students motivation that learned by two different methods viewed from prior knowledge. This study used the quasi-experimental design. Data were obtained from motivation questionnaire which consist of 31 point statements. Data were analyzed using two ways ANOVA. The results showed that: (1) there was differences in students motivation that learned with hands-on and demonstration in guided inquiry learning, (2) student with high prior knowledge have better motivation in learning rather than students with low prior knowledge, (3) there was no interaction between learning methods and prior knowledge on students motivation.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan 2 metode berbeda ditinjau dari kemampuan awal. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu. Data penelitian diperoleh dari angket motivasi yang terdiri atas 31 butir pernyataan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dua jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan praktikum dan demonstrasi dalam pembelajaran inkuiri terbimbing, (2) siswa dengan kemampuan awal tinggi memiliki motivasi belajar yang lebih baik dibandingkan siswa dengan kemampuan awal rendah, (3) tidak ada interaksi antara metode pembelajaran dan kemampuan awal terhadap motivasi belajar siswa. 
PENGARUH BAHAN AJAR UNSUR DAN PERSENYAWAAN LOGAM ALKALI BERBASIS KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATAKULIAH KIMIA ANORGANIK DESKRIPTIF Nur Rahmawati, Dayu Ardhiyatmita; Dasna, I Wayan; Marfuah, Siti
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 12: Desember 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v2i12.10293

Abstract

This study aims to know the effect of contextual teaching material towards undergraduate students’ learning outcomes in inogranic descriptive chemistry course. The research method used in this study is quasi experiments with posttest only control group design. 31 undergraduate students in experimental group and 37 undergraduate students in control group were taught with different teaching material on elements and compounds of alkali metals topic. The result of the study shows that there is difference learning outcomes between undergraduate students who were taught with contextual teaching material and undergraduate students who were taught with teaching material that usually used in inogranic descriptive chemistry course.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan ajar berbasis kontekstual terhadap hasil belajar mahasiswa pada matakuliah kimia anorganik deskriptif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu dengan posttest only control group design. Sebanyak 31 mahasiswa pada kelas eksperimen dan 37 mahasiswa pada kelas kontrol dibelajarkan menggunakan bahan ajar yang berbeda pada topik unsur dan persenyawaan logam alkali. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan bahan berbasis kontekstual dan mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan bahan ajar yang biasa digunakan pada matakuliah kimia anorganik deskriptif.
Pengaruh Learning Cycle 5E terhadap Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Kelas VIII Rahmawati, Rahmawati; Handayanto, Supriyono Koes; Dasna, I Wayan
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 3: MARET 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v3i3.10624

Abstract

 This study is aimed at identifying whether there is any difference of science process skills between the students taught using Learning Cycle 5E and those who are taught using conventional strategy controlled with preoccupied knowledge. This study used quasi experimental method with post-test only control group design involving eight grade students selected using simple random sampling. The experimental class was taught using Learning Cycle 5E and control class was taught using conventional learning. The instruments used to measure the students’ science process skills were written test in the form of essay writing, practical test, and observation sheet of instructional activity. The result shows that the science process skills of the students taught using Learning Cycle 5E was significantly different from those who were taught using conventional way with average value of process skill 28.7 and 23.0 for those who were taught using conventional strategy.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan keterampilan proses sains peserta didik yang dibelajarkan dengan Learning Cycle 5E dengan peserta didik yang dibelajarkan dengan konvensional yang dikontrol pengetahuan awal. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experiment dengan post-test only control group design yang melibatkan peserta didik kelas VIII yang dipilih secara simple random sampling. Kelas eksperimen menggunakan pembelajaran Learning Cycle 5E dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur keterampilan proses sains berupa tes tertulis berbentuk uraian dan tes praktik serta lembar observasi selama kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses sains peserta didik yang dibelajarkan menggunakan Learning Cycle 5E berbeda secara signifikan daripada keterampilan proses sains peserta didik yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional dengan nilai rata-rata keterampilan proses sains sebesar 28,7 dan peserta didik yang dibelajarkan dengan konvensional memiliki nilai rata-rata keterampilan proses sains sebesar 23,0. 
Pengaruh Model Project Based Learning (PjBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Ditinjau dari Motivasi Berprestasi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Fitri, Hikmatul; Dasna, I Wayan; Suharjo, Suharjo
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 3, No 2 (2018): Volume 3 Nomor 2, Mei 2018
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v3i2.187

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara siswa yang dibelajarkan dengan model project based learning (PjBL) dan siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional yang ditinjau dari motivasi berprestasi. Penelitian ini merupakan quasi eksperiment dengan rancangan non equivalent control group. Data penelitian dikumpulkan dengan mengunakan instrumen tes kemampuan berpikir tingkat tinggi dan angket motivasi berprestasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) ada pengaruh yang signifikan model PjBL terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi, (2) ada pengaruh motivasi berprestasi terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan (3) model PjBL dan motivasi berprestasi yang secara bersama-sama berpengaruh terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR LARUTAN PENYANGGA UNTUK SISWA SMA KELAS XI MIA BERBASIS PENDEKATAN ILMIAH (SCIENTIFIC APPROACH) Setyorini, Arum Dwi; Dasna, I Wayan; Fajaroh, Fauziatul
Paedagogia Vol 19, No 2 (2016): -
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Penelitian ini didasarkan pada  adanya kesenjangan antara buku teks yang dikehendaki oleh kurikulum dengan fakta yang ada di lapangan. Hal inilah yang menyebabkan perlu adanya pengembangan buku ajar dan menuntut siswa untuk kreatif sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Pendekatan yang digunakan dalam pengembangan ini adalah pendekatan ilmiah. Dalam pendekatan ilmiah ini menggunakan metode ilmiah yang memilki 4 tahap yaitu 1) mengobservasi dan mendeskripsikan fenomena, 2) merumuskan hipotesis untuk menjelaskan fenomena, 3) memprediksi adanya fenomena lain atau memprediksi hasil dari observasi yang baru, dan 4) melakukan pengujian hipotesis dengan ekperimen. Materi yang cocok dikembangkan dalam buku ajar adalah larutan penyangga. Larutan penyangga tidak hanya mempelajari berbagai rumus-rumus dan konsep – konsep yang bersifat abstrak, tetapi  juga mempelajari fenomena di kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan produk buku ajar dan menguji kelayakan dari buku ajar kimia berbasis pendekatan ilmiah Tahap yang dilakukan meliputi penelitian dan pengumpulan data, perencanaan pengembangan awal, dan pengembangan produk awal. Pada produk awal dilakukan validasi oleh validator. Validator dalam penelitian ini adalah 2 dosen jurusan kimia, 2 guru SMA dan siswa SMA. Pemilihan guru dan siswa sebagai validator bertujuan untuk mengetahui ketertarikan siswa terhadap bahan ajar yang dikembangkan.Hasil validasi  menunjukkan bahwa buku ajar larutan penyangga yang telah dibuat  sudah valid dengan nilai rata-rata 3,39. Begitu juga dari uji kelompok kecil yang dilakukan pada siswa SMA menunjukkan 78 % siswa SMA tertarik terhadap bahan ajar yang dikembangkan. 
EFEKTIFITAS PROBLEM POSING PADA LEARNING CYCLE 5E TERHADAP HASIL BELAJAR DAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN Nugroho, Fajar; Dasna, I Wayan; Ibnu, Suhadi
Orbital: Jurnal Pendidikan Kimia Vol 1 No 1 (2017): Orbital: Jurnal Pendidikan Kimia
Publisher : Chemistry Education Department of Education and Teaching Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ojpk.v1i1.1863

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas problem posing pada learning cycle 5E dalam meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berfikir tingkat tinggi. Problem posing diterapkan pada fase explanation dan fase elaboration. Rancangan penelitian menggunakan quasi experimental dengan posttest only non equivalent control group design. Data penelitian adalah hasil belajar dan kemampuan berfikir tingkat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat peningkatan hasil belajar  siswa yang  dibelajarkan dengan learning cycle 5E-problem posing dari pada kelas learning cycle 5E ditinjau dari kemampuan awal siswa, 2) terdapat peningkatan kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa yang  dibelajarkan dengan learning cycle 5E-problem posing dari pada kelas learning cycle 5E dari kemampuanawal siswa, 3)Tidak terdapat interaksi kemampuan awal dengan model pembelajaran terhadap hasil belajar dan kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KIMIA RINTISAN SMA BERTARAF INTERNASIONAL KELAS XI MATERI LAJU REAKSI Carera, Inova Putri; Dasna, I Wayan
Jurnal Pendidikan Vol 13 No 1 (2012)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.234 KB)

Abstract

This study was aimed to develop teaching materials about chemical reaction rate which covered materials adapted to A-Level High School students of grade XI in Pioneer International Standard High School (RSMA-BI). The developmental research was adopting the instructional development model 4D which include four stages of development, namely define, design, develop, and disseminate. Instructional materials were written in English consist of seven topics titled: Reaction Rate Concept, The Exchange's Expressions, Rate Law and Reaction Order, Experimental Determination of a Rate Law, Reaction Mechanism, Theories of Reaction Rate, Factors Affecting Reaction Rate. Results of content validation from content experts obtained the average score of 3. 56 of 14 range of scores which means valid / good / decent. Test limited to high school students of RSBI obtained an average score of 3.35 (valid / good / decent). The results of the use of teaching materials obtained a score of 77.8 which is above the minimal passing grade (75). Therefore it can be concluded that the materials were feasible to be used in the classroom.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar laju reaksi dengan cakupan materi yang disesuaikan dengan A-Level untuk siswa kelas XI Rintisan Sekolah Menengah Atas Bertaraf Internasional (RSMA-BI. Rancangan penelitian pengembangan mengadaptasi model pengembangan bahan ajar Model 4D yang meliputi empat tahap pengembangan, yaitu define, design, develop dan disseminate. Produk pengembangan adalah bahan ajar kimia RSMA-BI kelas XI materi laju reaksi yang ditulis dalam bahasa Inggris menggunakan pendekatan kontekstual. Bahan ajar terdiri atas empat bagian utama yaitu pendahuluan, materi, evaluasi dan penutup. Materi tersusun atas tujuh sub materi yaitu Reaction Rate Concept, The Rates Expressions, Rate Law and Reaction Order, Experimental Determination of a Rate Law, Reaction Mechanism, Theories of Reaction Rate, Factors Affecting Reaction Rate. Hasil validasi isi dari ahli materi diperoleh nilai rata-rata 3,56 dari rentang skor 1-4 dengan kriteria valid/baik/layak. Hasil uji terbatas pada siswa SMA RSBI diperoleh nilai rata-rata 3,35 dari rentang skor 1-4 dengan kriteria valid/baik/layak. Hasil uji penggunaan bahan ajar diperoleh skor sebesar 77,8. Skor ini diatas SKM (Skor Kelulusan Minimal) yaitu 75 sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar telah layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas.