p-Index From 2014 - 2019
1.704
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Gravitasi
Darmawati Darwis
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

The effect of the addition of coconut fiberto compressive strength and flexural strength on brick. Hajrah, Sitti; darwis, darmawati; Ulum, M. syahrul
Gravitasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.017 KB)

Abstract

A study on the effect of the addition of coconut fiber on brick with various fiber lengths has been conducted. This study aims to determine the effect of coco fiber length to compressive strength and flexural strength on brick. These strengths were tested using Hydraullics Concrete Beam Testing equipment.Material used in this study were sand, cement and the coco fiber with length of 1 cm, 4 cm, 7 cm, 10 cm, 13 cm and 15 cm. A mixture of sand and cement composition was 4:1 and coconut coir fiber with a fixed volume of 10% of sand. Results of this study show that there was an influence of coco fiber length of those strengths on brick. Compressive strengths obtained without coconut fiber and addition variation of coconut fiber length were 2.22 x 106 N/m2, 1.28 x 106 N/m2, 2.17 x 106 N/m2, 2.41 x 106 N/m2, 5.24 x 106 N/m2, 6.98 x 106 N/m2, and 5.23 x 106 N/m2,respectively. Similarly, the flexural strength obtained without coconut fiber and addition variation of coconut fiber were 2.56 x 106 N/m2, 2.81 x 106 N/m2, 2.59 x 106 N/m2, 3.74 x 106 N/m2, 2.89 x 106 N/m2, 3.23 x 106 N/m2, and 2.79 x 106 N/m2, respectively. The maximum compressive strength of concrete blocks obtained on the coco fiber length of 13 cm was 6.98 x 106 N/m2. The flexural strength on this fiber length was 3,23 x 106 N/m2. The maximum flexural strength obtained on the coco fiber length of 7 cm was 3,74 x 106 N/m2. For this fiber length, compressive strength value obtained was 2.41 x 106 N/m2. Keywords:Compressive strength, flexural strength, coconut fiber, variation of fiber length
PEMURNIAAN DAN KARAKTERISASI SENYAWA SiO2 BERBASIS PASIR KUARSA DARI DESA PENDOLO KECAMATAN PAMONA SELATAN KABUPATEN POSO Metungku, Nofrita Angelina; Darwis, Darmawati; Sesa, Elisa
Gravitasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.513 KB)

Abstract

ABSTRAK Pemurnian pasir kuarsa Desa Pendolo Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso telah dilakukan pada penelitian ini. Proses pemurnian bahan menggunakan metode kopresipitasi. Larutan silika dititrasi dengan HCl 2 M hingga pH 7 (netral). Hasil pemurnian dikalsinasi pada suhu 900°C dan 1000°C selama 1 jam. Selanjutnya, sampel dikarakterisasi dengan menggunakan XRF dan XRD. Kandungan unsur Si (Silika) berdasarkan hasil analisis XRF setelah pemurniaan yaitu 97.69%. Pencocokan hasil analisis XRD dengan software Search Match memperlihatkan bahwa sampel pemurniaan SiO2 memiliki sistem kristal trigonal (heksagonal axes) dengan nilain konsatanta kisi a=b=4.9134 Å dan c=5.405 Å.  Konstanta kisi untuk sampel yang dikalsinasi pada suhu 900°C yaitu a=b=4.9134 Å dan c=5.4038 Å. Untuk sampel yang dikalsinasi pada suhu 1000°C diperoleh a=b=4.9000 Å dan c=5.4000 Å. Grup ruang pada sampel setelah pemurnian dan dikalsinasi pada suhu 900°C yaitu P 32 21 (154) dan dikalsinasi pada suhu 1000°C yaitu P 32 2 S (-1) dan bidang difraksi [011]. Katakunci: Metode kopresipitasi, SiO2, XRF, XRD, software Search Match, sistem kristal heksagonal, konstanta kisi, grup ruang dan bidang difraksi.
PEMANFAATAN LIMBAH SERAT BATANG SAGU UNTUK PEMBUATAN BATAKO Darwis, Darmawati; Astriana, Astriana; Ulum, M. Syahrul
Gravitasi Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.298 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan limbah serat batang sagu untuk pembuatan batako. Produk batako yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan seperti dinding rumah. Bahan dasar pembuatan batako ini adalah semen dan pasir dengan komposisi campuran 1 : 7 dan serat batang sagu dengan panjang tetap yaitu 5 mm. Dimana dalam hal ini serat batang sagu ditambahkan dalam jumlah tertentu, yaitu 0% (tanpa penambahan serat batang sagu), 5%, 10% dan 15%. Sampel batako yang telah dibuat dikeringkan selama 1 bulan. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, diperoleh nilai kuat tekan optimal pada penambahan serat batang sagu dengan komposisi 10% dengan nilai kuat tekan 2,03 N/mm2. Pada komposisi ini, nilai maksimum kuat lentur yang diperoleh yaitu sebesar 3,02 N/mm2. Nilai kuat tekan ini memenuhi SNI-3-0349-1989 dengan kelas batako mutu IV.Kata Kunci : Serat batang sagu, kuat tekan, kuat lentur
SINTESA HIDROKSIAPATIT (Ca10(PO4)6(OH)2) DARI LIMBAH CANGKANG TELUR AYAM DENGAN METODE PRESIPITASI, VARIASI SUHU KALSINASI DAN KARAKTERISASI MENGGUNAKAN XRD Nayoan, Metallica Putri; Sesa, Elisa; Darwis, Darmawati
Gravitasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.171 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian terhadap limbah cangkang telur yang disintesa menjadi hidroksiapatit menggunakan metode presipitasi dan variasi suhu kalsinasi. Proses karakterisasi dilakukan dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui pengaruh suhu pemanasan terhadap  ukuran kristal, parameter kisi dan derajat kristalin dari sampel yang terbentuk. Analisis XRD dan perhitungan yang dilakukan memperlihatkan bahwa peningkatan suhu kalsinasi berpengaruh terhadap ukuran kristal, parameter kisi, dan derajat kristalin, tetapi tidak memiliki trend yang spesifik. Ukuran kristal pada suhu 850oC,  900oC, 950oC dan 1000oC berturut-turut adalah 5, 49 nm, 5,29 nm, 5,56 nm dan 6,49 nm. Nilai parameter kisi pada suhu kalsinasi 850oC, 900 oC, 950 oC dan 1000 oC semuanya berada disekitar nilai yang ada pada literatur yaitu sebesar a = 9,42 Ǻ dan c = 6,87 Ǻ. Sedangkan nilai derajat kristalin yang dihasilkan berkisar antara 85% sampai dengan 91%, nilai ini dipengaruhi oleh banyak sedikitnya amorf yang ada pada suatu sampel.Kata Kunci :   Cangkang Telur, Hidroksiapatit, Metode Variasi Suhu,  Presipitasi, XRD
PENGAWETAN KLOROFIL DAUN KATUK SEBAGAI ZAT PEWARNA UNTUK BAHAN DSSC (DYE SENSITIZED SOLAR CELL) DENGAN MENGGUNAKAN FREEZE DRYING Darwis, Darmawati; Basri, Sri Ayuni; Mustamin, Muhammad Iqbal
Gravitasi Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.398 KB)

Abstract

Pengawetan klorofil daun katuk sebagai zat pewarna untuk bahan DSSC dengan menggunakan freeze drying telah dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas klorofil untuk dijadikan zat pewarna pada bahan DSSC. Larutan klorofil yang diujikan diencerkan menggunakan etanol (96%) dengan kosentrasi 20 %. Klorofil hasil pengenceran diuji serapan cahaya dan konduktivitas listriknya pada kondisi gelap dan terang. Hasil pengujian menunjukkan serapan cahaya larutan klorofil memiliki puncak spektrum serapan dengan nilai tertinggi sebesar 2,508 au sebelum diawetkan dan 2,710 au setelah diawetkan. Konduktivitas lisriknya sebelum diawetkan sebesar 42,5 µS/m pada kondisi terang dan 38,6 µS/m pada kondisi gelap, untuk konduktivitas listrik setelah diawetkan sebesar 42,5 µS/m pada kondisi terang dan 38,6 µS/m pada kondisi gelap. Hasil pengukuran sifat optik dan listrik menunjukkan bahwa pengawetan klorofil dapat mempertahankan kualitas klorofil dari daun katuk.Kata Kunci: Klorofil, DSSC, daya serap, konduktivitas.
ANALISIS SIFAT-SIFAT FISIK KERAMIK BERBAHAN LEMPUNG DAN ABU JERAMI PADI Dawi, Novita Dewi; Darwis, Darmawati; Ulum, Syahrul
Gravitasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.171 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui sifat-sifat fisik keramik yang terbentuk dari variasi campuran lempung dan abu jerami padi. Persentase abu jerami padi terhadap lempung adalah 0%, 5%, 10%, dan 15%. Dalam penelitian ini, suhu dan lama pembakaran berturut-turut adalah 600°C dan 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi terbaik adalah 5% yang memiliki karakteristik kuat tekan, susut kering, susut bakar dan daya serap air adalah berturut-turut 11,83 Mpa, 0,6%, 1,3%, dan 11,7%. Kata kunci: Tanah lempung, abu jerami padi, sifat-sifat fisik.
STUDI AWAL BUAH KAKTUS PIR (Opuntia Ficus Indica) SEBAGAI ZAT PEWARNA UNTUK BAHAN AKTIF DYE SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC Niska, Ayu; Darwis, Darmawati; Ulum, Syahrul
Gravitasi Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi buah kaktus pir (Opuntia Ficus Indica) sebagai bahan aktif dalam pembuatan sel surya tersensitisasi zat pewarna. Potensi yang dimaksud adalah sifat optik, sifat listrik dan kandungan antosianin. Buah kaktus diekstraksi menggunakan metode maserasi. Pengukuran sifat optik menggunakan spektrofotometer dan sifat listrik diukur menggunakan multimeter. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada setiap penambahan 1 gr/ml buah kaktus mengandung antosianin sebesar 2,2 mg, konduktivitas listrik sebesar 2,79 S/cm (pada kondisi terang) dan 2,26 S/cm (pada kondisi gelap) dan daya serap sebesar 14,905 a.u pada panjang gelombang disekitar 500 nm.Kata kunci : Sel surya tersensitisasi zat pewarna, kaktus, spektrofotometer UV-vis, Konduktivitas listrik, daya serap.
PENENTUAN WAKTU KONTAK OPTIMUM DAN MASSA OPTIMUM ARANG AKTIF KULIT KAKAO SEBAGAI ADSORBEN ION TIMBAL (Pb) Tolumeko, Citra Lestari; Sesa, Elisa; Darwis, Darmawati
Gravitasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.931 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian untuk menentukan waktu kontak optimum, massa optimum dan isoterm adsorpsi telah dilakukan terhadap limbah kulit buah kakao yang digunakan sebagai adsorben larutan Pb dengan menggunakan Spektrofotometri Ultra Violet-Visible (UV-Vis). Preparasi arang kulit buah kakao dilakukan dengan cara karbonisasi secara tradisional. Aktivasi arang dilakukan dengan menggunakan furnace pada temperatur 600°C selama 15 menit. Nilai persentase adsorpsi larutan Pb dengan variasi waktu kontak 1800, 2400, 3000 dan 3600 sekon berturut-turut adalah 98,355%, 98,547%, 98,474% dan 98,462%. Nilai persentase adsorpsi larutan Pb dengan variasi massa arang aktif 0 gram, 0,5 gram, 1 gram dan 1,5 gram berturut-turut adalah 0,111%, 98,715%, 98,547% dan 98,047%. Kata Kunci: Kulit Kakao, Larutan Pb, Adsorpsi, Furnace, Spektrofotometri UV-Vis.
PENENTUAN UKURAN BUTIRAN KULIT PISANG HASIL VARIASI SUHU MENGGUNAKAN ANALISA XRD MELALUI PERSAMAAN SCHERRER Karel, Inggriet Sintha; Sesa, Elisa; Darwis, Darmawati
Gravitasi Vol 15, No 2 (2016)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian  dengan metode variasi suhu terhadap kulit pisang raja dengan menggunakan XRD dan persamaan Schrrer. Tujuan riset ini untuk mengetahui pengaruh suhu pemanasan terhadap ukuran butir kulit pisang raja. Analisis XRD menunjukkan bahwa peningkatan suhu pemanasan menyebabkan pelebaran puncak difraksi. Hal ini menyebabkan ukuran butir mengalami perubahaan. Ukuran butir yang diperoleh dengan persamaan Schrrer untuk tanpa pemanasan dan dengan pemanasan pada suhu 100˚C, 150˚C, 200˚C, 250˚C, dan 300˚C berturut-turut adalah 0,66 x 10-4 µm, 3,11 x 10-4 µm, 0,80 x 10-4 µm, 0,74 x 10-4 µm, 1,32 x 10-4 µm, dan 1,60 x 10-4 µm.Kata Kunci: Variasi Suhu, XRD, Ukuran Butiran
PENGARUH VARIASI PENCAMPURAN ABU TULANG SAPI PADA LEMPUNG TERHADAP SIFAT-SIFAT FISIK KERAMIK Darwis, Darmawati; Trisno, Eka Prasetya Dwi; Iqbal, Iqbal
Gravitasi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Gravitasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.171 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pencampuran abu tulang sapi pada lempung terhadap sifat-sifat fisik keramik. Variasi komposisi abu tulang sapi terhadap lempung adalah: 0%, 5%, 10%, dan 15% dengan suhu pembakaran 700°C selama 2 jam. Parameter pengujian yang dilakukan meliputi: kuat tekan, susut kering, susut bakar, dan daya serap air. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa keramik dengan variasi komposisi terbaik adalah 5% abu tulang sapi dari volume lempung. Pada komposisi tersebut, sampel yang dihasilkan memiliki karakteristik: kuat tekan 14,04 MPa, susut kering 10,3%, susut bakar 0,5%, dan daya serap air 12,3%. Nilai-nilai yang telah diperoleh memenuhi batas yang dipersyaratkan untuk pembuatan keramik yang baik.  Kata kunci: Tanah lempung, abu tulang sapi, sifat-sifat fisik..