Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Molekuler Profil Protein Pilli untuk Mengungkap Hubungan Similaritas 26 Strain Salmonella typhi Isolat Jawa

PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2012: SEMINAR NASIONAL HASIL PENELITIAN 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.181 KB)

Abstract

Variasi dan hubungan similaritas 26 strain Salmonella typhi Isolat Jawa merupakanawal untuk melacak protein sub unit pilli spesifik yang memiliki aktivitas hemaglutinasi.Tujuan penelitian analisis molekuler profil protein pilli untuk mengungkap hubungansimilaritas 26 Strain S. typhi Isolat Jawa.Analisis dilakukan terhadap 26 strain yang berasal dari Surabaya, Madiun,Malang, Salatiga, Magelang, Bandung, Bogor, Jakarta, Yogyakarta dengan elektroforesisSDS-PAGE. Analisis hubungan similaritas digunakan program MVSP, untukmengkonstruksi dendogram yang mencerminkan klasifikasi dari 26 strain S. typhi IsolatJawa berdasarkan nilai indeks similaritas (S SM ) dengan algoritma UPGMA.Hasil analisis profil protein pili menunjukkan (1) Jumlah pita protein sub unitpilli bervariasi : 8-17 pita, BM tertinggi 200 kD, terendah 10 kD, dengan 20 karakter. (2)Protein 100 kD, 50 kD, 45 kD dan 40 kD adalah protein sub unit pilli yang dimiliki oleh26 strain S. typhi Isolat Jawa. (3) Dari 26 strain S. typhi Isolat Jawa terdiri dari duakelompok besar yang mempunyai indeks similaritas 61,2%. Kelompok pertama adalahstrain S. typhi Isolat Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan kelompok ke dua adalah strain S.typhi Isolat Jawa Barat dan DKI. Pita 14 (12,5 kD) dan 15 (78kD) dari protein sub unitpilli hanya dimiliki strain S. typhi dari Surabaya. Pita 18(35kD) dan 20 (72kD) dariprotein sub unit pilli hanya dimiliki oleh Strain S. typhi dari DKI Jakarta.

IDENTIFIKASI DAN HITUNG JUMLAH BAKTERI KONTAMINAN PADA LALAT Masca domestica BERDASARKAN LOKASI PENANGKAPAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SEMARANG

JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2, No 2 (2005): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA
Publisher : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Lalat, khususnya lalat rumah (Musca domestica) merupakan salah satu vektor mekanis beberapa jenis penyakit. Aktivitas berkembang biak pada sampah dan mencari makan pada makanan manusia berpotensi menimbulkan kontaminasi bakteri pada makanan dan minuman. Di lingkungan rumah sakit, hal ini sangatpenting untuk diperhatikan. Tujuan: mengidentifikasi bakteri dan menghitung jumlah bakteri kontaminan yang terdapat pada tubuh lalat.Musca domesetica. Metode: Jenis penelitian ekplanatori, dengan rancangan cross sectional dan pendekatan observasional. Populasi penelitian adalah lalat Musca domestica yang berada di lingkungan rumah sakit Bhayangkara Semarang. Sampel diambil secara accidental (kebetulan). Lalat ditangkap dengan jaring penangkap lalat. Variabel bebas, yaitu tempat (terdiri dari 3 lokasi), dan variabel terikat adalahjumlah bakteri kontaminan pada tubuh. Jumlah bakteri dihitung dengan metod Standart Plate Count (SPC). Data diolah dengan program komputer dan dianalisis secara diskriptif dan analitik. Analisis analitik menggunakan uji Analisa Varians Satu Jalan (One Way Anova). Hasil; Hasil identifikasi ditemukan, lima jenis bakteri kontaminan adalah Providencia rettgeri, Providencia stuartii, Enterobacter aerogenes, Citrobacter freundii, dan Bacillus sp., rerata jumlah bakteri pada lalat yang ditangkap di dapur adalah 1,85 x 104 sel batkteri/ekor, di TPS 7,4 x  103sel bakteri/ekor dan di bangzaal perqwatan 1,93 x 103 sel bakteri/ekor, hasil uji Anova menunjukkun nilai F = 1,142 dan p : 0,336. Simpulan: Ada lima jenis bakteri kontaminan yang ditemukan pada tubuh lalat di lingkungan rumah sakit Bhayangkara Semarang, tidak ditemukan bakteri Salmonella sp, dan tidak ada perbedaan jumlah bakteri secara signifikan menurut tempat penangkapan lalat.Kata kunci: Musca domestica, bakteri kontaminan, rumah sakit

ANALISIS PROTEIN PILLI Salmonella typhi lsolat RS. Kariadi Semarang DENGAN ELEKTROFORESIS SDS-PAGE

JURNAL LITBANG Vol 2, No 3 (2005): Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian
Publisher : JURNAL LITBANG

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Salmonella typhi is bacteria which causes typhoid fever. Typhoid fever is severally serious, infectious decease and is endemic decease in Indonesia with relatively high frequency rate around 358-810/100.000 people each year This decease is usually spreading along with many kinds of decease which also have relatively high mortality rate, that is 1-5% of the sufferers (Punjabi, NH. , 2 004) . The infection process of bacteria into human body is signified with bacteria Cell adhering in mucosa intestinal surface. Pilli is structured by pilli protein consisting of Several sub units of pilli protein Objective: conducting pilli protein Salmonella typhi isolate Kariadi Hospital Semarang Analysis through electrophoreses SDS-PAGE, so that take amount of sub unit of pilli protein with each its molecule weight can be found out. Method : This research is conducted through three stages; firstly, bacteria cultivation with Biphasic media (BHI Agar and broth BHI ); secondly, pilli isolation with Ehara method (/956); Thirdly, sub unit of pilli protein separation with I 2% SDS-PAGE based on Lemmli method (1970). Result: There are four major sub units of protein in pilli, that is, 36kDa; 26,5 kDa; 22,2kDa; 18,6lrDq and there are also four minor sub units of protein pilli, that is, 116 kDa; 62,3kDa;45kDa;20,9kDa,andseveral other minor sub units of protein with every thin band. Keywords : Salmonella and Electrophoresis

PERBEDAAN VARIASI LAMA SIMPAN TELUR AYAM PADA PENYIMPANAN SUHU ALMARI ES DENGAN SUHU KAMAR TERHADAP TOTAL MIKROBA

JURNAL KESEHATAN Vol 2, No 1 (2009): Pengembangan Ilmu-Ilmu Kesehatan
Publisher : JURNAL KESEHATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Background; Chickens Egg is one of animal producl coming from poultry livestock and well-known as food materials with high protein source and many people consume it. Chickens egg quality can be in Influenced by keeping place, temperature, dampness, dirt at handling technique and eggshell. Egg can be hit by microbe pollution coming from pollution result both direct and indirect contamination. Habit of keeping chickens egg forfew dalts al room temperature can cause the egg is easy lo be contaminated by microbe, so lhat the egg quality is easy to destroy or decay. Besides il is oflen done of keeping egg in refrigerator, expected the egg will be more durable.This research aim stok now the diffirence of keeping variation long that is0,6, l2, and l8 drys at refrigerator lemperature with room lemperature to total microbe. Method : This research is pure experiment using device of One Group Pretest - Postest. Research object counted 42 chickens eggfor pretest is 0 day with restaling one egg so it needs 6 eggs, then as postest is 3 keeping treatment (6, 12, and l8 days), 2 measurement of lemperature (refrigerator temperature mean 40C with room temperature mean 290C) and 6 times restating. Independen variable is long save variation and temperature, dependent variable is total mikkrobe, Statistic calculation is done with SPSS l4/3 windows program Version 11 .0 using factorial test or Two Way Anova with d 0,05. Result : Mean total of microbe al refrigerator temperature with room temperature depend on keeping variation long to experience of significant dffirence to lolal microbe, P<0,05 depend on value of p seen there is significant difference al keeping variation long of chickens egg at refrigerator temperature with room temperature to total microbe. Conclusion : Total microbe al keeping varialion long 0, 6, 12, and 18 days progressively increase signiftcantly both at refrigerator or room temperature

Penggunaan self cleaning Fotokatalis Tio2 dalam Mendegradasi Ammonium (NHd) Berdasarkan lama waktu penyinaran

JURNAL KESEHATAN Vol 3, No 1 (2010): Ilmu-Ilmu Kesehatan
Publisher : JURNAL KESEHATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ammonium is NH a ions thdt are not colored, smelly and dangerous to health, its concentrqtion determined by spectrophotometric method. Ammonium which is atkalini when exposed i tignt or heat will cause odor, because the smell of ammonia generated, needed a technologt to reiuce or eliiinate the levels of ammonium. Problems of this research is what percentage of degrqdalion of ammonium (NH4 +) with 20 mg of photocatalyst TiO 2 based on the exposure time?The general obiective of this research is to study the degradation of ammonium (NH 4 +) with TitaniumDiol<sida photocatalyst (TiO 4 20 mg based on exposureiime 30, 60: g0, 120, 240, 360, 480, 600, 900, 1500 minutes. Special purpose in this study are: Peiform initial optimization siudy is determine the optimum concentration of ammonium that can produce the mmimum percent ammonium degradation with the number of photocatalyst TiO 2 Titanium Dioxide 20 mg durig the time of 120 minutes. Doing degradation of ammonium with ammonium concentrqtion optimim withlhe number of photocatalyst TiO 2 2b mg for varying exposure time 30, 60, 90, 120, 240, 360, 480, 600, 900, I500 minures.The research object is a solution of ammonium produced in the chemical laboratory of the concentration of 100 ppm was reduced to 10, 20, i0, 40 ppm and then determined the optimui concentration of ammonium. Percent degradation of ammonium with an optimum concentration wiih the addition of titanium dioxide photocatalyst TiO 2 20 mg with varying exposure time 30, 60, 90, t 20, 240, 360, 480, 600,-900, t 500minutes each performed three times repetition.The results showed that the optimum concentration of ommonium NHr*) with photocatalytic TiO2 20 mg over 120 minutes is 30 ppm. Degradation of the ion (NHr) with the variation ofradiarion SO, AO, g0, 120, 240, 360, 180, 600, 900, and 1500 minutes with the optimum concentration of 3i ppm of ammonium and the number of photocatalyst TiO 2 20 mg is five consecutive, 66ok, 6.06%, 6.64%, Z.iZbZ, A.Otm, g.64%, g.5g%,10.52%o, ll.0B%, 11.40%. The longer the exposure time the greater the percent degradation of the ion (NH4 +)Keywords: Degradation of ammonium, Tio2 Photocatalyst, Irradiation time.

KELAINAN FUNGSI HATI DAN GINJAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus, L.) AKIBAT SUPLEMENTASI TAWAS DALAM PAKAN

JURNAL KESEHATAN Vol 2, No 2 (2009): Ilmu-Ilmu Kesehatan
Publisher : JURNAL KESEHATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Alum is used to improve the quality of food containing toxic heavy metal ions which can interfere with Aluminum enzymatic system, and tissue damage. Liver and kidney are the most used network is affected, because it is a detoxification organ. Liver and kidney damage can be detected by an enzyme concentration of SGOT, SGPT, Billirubin, Protein, Ureum and Creatinin in the blood This study aims to find out the effects of alum in a feed supplement for liver and kidney damage in a clinic conducted from May to Oclober 2007, at the Laboratory of the University Clinic Patologt Muhammadiyah Semarang. Sample studies of white rats (Rattus norvegicus, L.), aged 2 months with weight average of 200 grams. 0o/o dose treatment (without supplementation), 0.05%, 0.1%, 0.2%, 0.5%, 1% and 0% (without supplementation), and subsequent treatment with a dose of 2%, 3%, 4%, 5 % and 6% volum, who every day put into the stomach of rats l0 mL Clinical laboratory tests performed at the time before treatment (control), 4 weeks, 6 weeks and 8 weeks of exposure time. Examination AST and ALT with Ultra Violet Test methods, Total Billirubin with modifications Groff Jendrasik method, total protein Colorimetri method, U Berthelot method, Creatinin Jaffe method. Clinical chemistry tests showed that supplementation influence of alum on the concentration of Enzymes and other factors in the blood of mice associated with damage to liver and kidney tissue. Level of organ damage significant with alum in a feed supplement. The higher the concentration of alum disuplementasion and the longer exposure time resulted in damage to the liver and kidneys getting worse.

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN DISKUSI KELOMPOK KELAS V

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.491 KB)

Abstract

Peningkatan Keterampilan Berbicara dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Diskusi Kelompok Kelas V bertujuan untuk perbaikan pembelajaran bahasa Indonesia dalam meningkatkan keterampilan berbicara dengan menggunakan metode diskusi kelompok di kelas V Sekolah Dasar Negeri 12 Sembatu Kabupaten Landak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Bentuk penelitian deskriftif yang digunakan adalah penelitian survey. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Rerata aktivitas Pra-Tindakan adalah 33,4 dan rerata setelah siklus III adalah 71,4. Maka dapat disimpulkan terdapat peningkatan keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa indonesia dengan metode diskusi kelompok pada siswa kelas V SDN 12 Sembatu.   Abstract : Speaking at the Learning Skills Improvement Indonesian with Class V Group Discussion SDN 12 Sembatu aims to improve the learning of Indonesian in improving speaking skills by using group discussion in class V 12 Sembatu Elementary School, Landak Regency. The method used in this research is descriptive method. The form used is descriptive research survey research. This research was classroom action research. The mean pre-action activities was 33.4 and the mean after the third cycle was 71.4. So we can conclude there is a growing skills in learning to speak Indonesian with the method of group discussion in class V SDN 12 Sembatu.   Kata Kunci : Keterampilan Berbicara, Penelitian Tindakan Kelas, pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

KEANEKARAGAMAN SPESIES BAKTERI PADA KULTUR DARAH WIDAL POSITIF ASAL KOTA SEMARANG BERDASARKAN KARAKTER FENOTIPIK

Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.083 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini untuk menentukan keanekaragaman spesies bakteri pada kultur darah Widal positif  Asal kota Semarang berdasrkan karakter fenotipik. Sampel darah yang dikultur sebanyak 136 sampel berasal dari pasien rawat inap dan rawat jalan di 4 rumah sakit serta 2 puskesmas di kota Semarang (RSUD Kota Semarang, RSUD Tugurejo, RS. Islam Sultan Agung,  dan 2 Puskesmas yaitu Kedungmundu dan Bangetayu.  Kultur darah digunakan medium BacT/Alert FAN blood culture bottles (Biomerieux), subkultur digunakan medium Blood Agar Plate (BAP, OXOID) dan Mac Conkey (MC, OXOID), dilanjutkan  uji biokimia digunakan medium API 20E dan API 50CHB/E untuk identifikasi strain anggota familia Enterobacteriaceae serta APIStap (Biomerieux) untuk identifikasi spesies anggota Staphylococcus. Kultur darah positif sebanyak 59 sampel (43.4%) terdiri dari 44 sampel (32,4%) positif Staphylococcus sp. (S. aureus, S. saprophyticus, S. xylosus, S. warnei, S. hominis, S. cohnii) dan 15 sampel (11%) positif bakteri batang gram negatif anggota familia Enterobacteriaceae yaitu Enterobacter cloacae, S. typhi, Serratia marcescens, Escherichia coli, Salmonella ssp., Klebsiella pneumoniae ssp. Ozanae. Berdasarkan karakter fenotipik  bakteri batang gram negatif dapat dikelompokkan menjadi 4 kluster, kluster pertama beranggotakan S. typhi , kluster kedua beranggotakan E. coli dan Salmonella ssp., kluster ketiga beranggotakan Ser. Marcescens dan kluster keempat beranggotakan Enterobacter cloacae dan Kleb. pneumoniae ssp. Ozaenae. Bakteri kokus gram positif berdasarkan karakter fenotipiknya dapat dikelompokkan menjadi 6 kluster  yang tampak sangat bervariasi   Kata kunci:  Widal, Kultur darah, BacT/Alert FAN, API 20E, API 50 CHB/E, API Stap

ANALISIS MOLEKULER PROFIL PROTEIN PILLI UNTUK MENGUNGKAP HUBUNGAN SIMILARITAS 26 STRAIN Salmonella typhi ISOLAT JAWA

PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2010: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.167 KB)

Abstract

Variasi dan hubungan similaritas 26 strain Salmonella typhi Isolat Jawa merupakan awal untuk melacak protein sub unit pilli spesifik yang memiliki aktivitas hemaglutinasi. Tujuan penelitian analisis molekulerprofil protein pilli untuk mengungkap hubungan similaritas 26 Strain S. typhi Isolat Jawa. Analisis dilakukan terhadap 26 strain yang berasal dari Surabaya, Madiun, Malang, Salatiga, Magelang, Bandung, Bogor, Jakarta, Yogyakarta dengan elektroforesis SDS-PAGE. Analisis hubungan similaritasdigunakan program MVSP, untuk mengkonstruksi dendogram yang mencerminkan klasifikasi dari 26 strain S. typhi Isolat Jawa berdasarkan nilai indeks similaritas (S SM ) dengan algoritma UPGMA. Hasilanalisis profil protein pili menunjukkan (1) Jumlah pita protein sub unit pilli bervariasi : 8-17 pita, BM tertinggi 200 kD, terendah 10 kD, dengan 20 karakter. (2) Protein 100 kD, 50 kD, 45 kD dan 40 kD adalah protein sub unit pilli yang dimiliki oleh 26 strain S. typhi Isolat Jawa. (3) Dari 26 strain S. typhi Isolat Jawa terdiri dari dua kelompok besar yang mempunyai indeks similaritas 61,2%. Kelompok pertama adalah strain S. typhi Isolat Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan kelompok ke dua adalah strain S. typhi Isolat Jawa Barat dan DKI. Pita 14 (12,5 kD) dan 15 (78kD) dari protein sub unit pilli hanya dimiliki strain S. typhi dari Surabaya. Pita 18(35kD) dan 20 (72kD) dari protein sub unit pilli hanya dimiliki oleh Strain S. typhi dari DKI Jakarta.Kata kunci: Protein Pilli, Hubungan similaritas, Salmonella typhi

KEANEKARAGAMAN SPESIES BAKTERI PADA KULTUR DARAH WIDAL POSITIF ASAL KOTA SEMARANG BERDASARKAN KARAKTER FENOTIPIK

Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.083 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini untuk menentukan keanekaragaman spesies bakteri pada kultur darah Widal positif  Asal kota Semarang berdasrkan karakter fenotipik. Sampel darah yang dikultur sebanyak 136 sampel berasal dari pasien rawat inap dan rawat jalan di 4 rumah sakit serta 2 puskesmas di kota Semarang (RSUD Kota Semarang, RSUD Tugurejo, RS. Islam Sultan Agung,  dan 2 Puskesmas yaitu Kedungmundu dan Bangetayu.  Kultur darah digunakan medium BacT/Alert FAN blood culture bottles (Biomerieux), subkultur digunakan medium Blood Agar Plate (BAP, OXOID) dan Mac Conkey (MC, OXOID), dilanjutkan  uji biokimia digunakan medium API 20E dan API 50CHB/E untuk identifikasi strain anggota familia Enterobacteriaceae serta APIStap (Biomerieux) untuk identifikasi spesies anggota Staphylococcus. Kultur darah positif sebanyak 59 sampel (43.4%) terdiri dari 44 sampel (32,4%) positif Staphylococcus sp. (S. aureus, S. saprophyticus, S. xylosus, S. warnei, S. hominis, S. cohnii) dan 15 sampel (11%) positif bakteri batang gram negatif anggota familia Enterobacteriaceae yaitu Enterobacter cloacae, S. typhi, Serratia marcescens, Escherichia coli, Salmonella ssp., Klebsiella pneumoniae ssp. Ozanae. Berdasarkan karakter fenotipik  bakteri batang gram negatif dapat dikelompokkan menjadi 4 kluster, kluster pertama beranggotakan S. typhi , kluster kedua beranggotakan E. coli dan Salmonella ssp., kluster ketiga beranggotakan Ser. Marcescens dan kluster keempat beranggotakan Enterobacter cloacae dan Kleb. pneumoniae ssp. Ozaenae. Bakteri kokus gram positif berdasarkan karakter fenotipiknya dapat dikelompokkan menjadi 6 kluster  yang tampak sangat bervariasi   Kata kunci:  Widal, Kultur darah, BacT/Alert FAN, API 20E, API 50 CHB/E, API Stap