Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Perendaman Rumput Laut Coklat Segar dalam Berbagai Larutan terhadap Mutu Natrium Alginat Darmawan, M.; Tazwir, Tazwir; Hak, Nurul
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 9, No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh perendaman rumput laut coklat segar dalam berbagai larutan terhadap mutu natrium alginat telah dilakukan. Terdapat empat perlakuan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu perendaman rumput laut coklat segar dalam larutan KOH 0,1 % selama 60 menit, larutan HCl 0,33 % selama 60 menit, larutan KOH 0,1 % selama 60 menit dan dilanjutkan dalam larutan HCl 0,33 % selama 60 menit dan perlakuan tanpa perendaman (kontrol). Parameter-parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu, viskositas dan rendemen natrium alginat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar abu dan rendemen natrium alginat yang dihasilkan, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata  terhadap kadar air dan viskositas natrium alginat yang dihasilkan. Perlakuan yang terbaik diperoleh dari perendaman rumput laut coklat segar dalam larutan KOH 0,1 % selama 60 menit dengan mutu fisiko-kimia yang dihasilkan adalah kadar air 14,8 %, kadar abu 23,8 %, viskositas 981 cps dan rendemen sebesar 4,2 %.Kata kunci: natrium alginat, perendaman, dan rumput laut coklat segar.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR DAN KEPADATAN IKAN NILA TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN SAWI (Brassica juncea) DENGAN SISTEM AKUAPONIK Darmawan, M.; Nur, Jabal
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 1 No 2 (2017): Journal of Agritech Science (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.717 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v1i2.128

Abstract

Ikan nila merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikomsumsimasyarakat. Ikan nila mengandung asam lemak omega-6 yang tinggi tetapi asam omega-3yang rendah. Tubuh ikan nila mengandung protein dan air cukup tinggi serta mempunyai pHtubuh mendekati netral sehingga menjadi media baik untuk pertumbuhan bakteri perombak.Selain itu, sumber mineral dan vitamin lainnya pada tanaman sayur-sayuran, salah satunyaadalah tanaman sawi. Tanaman sawi mengandung senyawa nutrient yang tinggi danglukosinolat yang bias dimanfaatkan sebagai obat kangker. Di Indonesia pembudidayaansawi sudah lama dilakukan, namun gagal untuk memperoleh hasil yang tinggi, disebabkanoleh serangan hama dan penyakit. Kualitas produksi tanaman sawi tergantung interaksi antarapertumbuhan tanaman dan kondisi lingkungannya. Salah satu teknik budidaya yangdiharapkan dapat meningkatakan kualitas dan produksi tanaman sawi adalah dengan teknikaquaponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman sawi dan ikannila terhadap perlakuan pupuk organic cair dan untuk mengetahui interaksi antara ikan niladan pupuk organic cair terhadap pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian ini menunjukanbahwa perlakuan pemberian pupuk cair organik memberikan pengaruh pada fase vegetatifpada setiap parameter pengamatan namun pada faktor kepadatan ikan nila pada kolam tidakmenunjukan pengaruh pada setiap paramater.
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN DASAR BATANG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL.) Laginda, Yakop S.; Darmawan, M.; Syah, Ikrar Taruna
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v6i2.219

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan sayuran buah yang tergolong tanaman semusim dan banyak mengandung vitamin dan mineral. Batang pisang yang selama ini dianggap sebagai sampah dan berbau, ternyata banyak mengandung unsur kimia yaitu kalium, fosfor dan kalsium yang berpotensi untuk dijadikan pupuk. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan berupa Pupuk Batang Pisang (P). Pemupukan terdiri dari empat perlakuan, yaitu P0 (0 ml/aplikasi), P1 (350 ml/aplikasi), P2 (500 ml/aplikasi) dan P3 (650 ml/aplikasi). Tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 16 unit pengamatan. Pertumbuhan tanaman tomat dengan nilai tertinggi pada tinggi tanaman dan jumlah daun diperoleh pada perlakuan 650 ml/aplikasi. Sedangkan pada masa generatif perlakuan 650 ml/aplikasi juga menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap jumlah buah, berat buah pertanaman, dan berat buah perbedengan.
Aplikasi Pupuk Organik Cair Urin Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Darmawan, M.
Jurnal Pertanian Presisi Jurnal Pertanian Presisi Volume 1, Nomor 1, 2017
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.234 KB)

Abstract

Mung bean was a commodity that is widely consumed and has a high nutrient, while the production of mung bean in Indonesia is not stable. One influencing factor is the lack of available nutrients for growth and mung bean production. Cow urine is one type of liquid organic fertilizer derived from cow dung. Generally, cow urine contains elements of N, P and K are high enough and can improve plant resistance. The aim of this research was to know the effect of cow urine as organic fertilizer to mung bean growth and production. This research was carried out in January until March 2016 at Toto Utara Village, Kabila District, Bone Bolango Regency, Gorontalo Province. The study was prepared using Group Randomized Design (GRD) consisting of four treatments and four replications so that there were 16 experimental units.The treatment was different doses of organic fertilizer from cow urine, i.e P0 (control), P1 (50 ml / l of water or 30 l / ha), P2 (150 ml / l water or 90 l / ha), P3 (250 ml / l water or 150 l / ha). The result of the research showed that P3 (150 l/ha) on plant height, the number of the leaf, the number of pods and the weight of seeds.
Pengaruh Perendaman Rumput Laut Coklat Segar dalam Berbagai Larutan terhadap Mutu Natrium Alginat Darmawan, M.; Tazwir, Tazwir; Hak, Nurul
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 9, No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v9i1.1001

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh perendaman rumput laut coklat segar dalam berbagai larutan terhadap mutu natrium alginat telah dilakukan. Terdapat empat perlakuan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu perendaman rumput laut coklat segar dalam larutan KOH 0,1 % selama 60 menit, larutan HCl 0,33 % selama 60 menit, larutan KOH 0,1 % selama 60 menit dan dilanjutkan dalam larutan HCl 0,33 % selama 60 menit dan perlakuan tanpa perendaman (kontrol). Parameter-parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu, viskositas dan rendemen natrium alginat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar abu dan rendemen natrium alginat yang dihasilkan, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata  terhadap kadar air dan viskositas natrium alginat yang dihasilkan. Perlakuan yang terbaik diperoleh dari perendaman rumput laut coklat segar dalam larutan KOH 0,1 % selama 60 menit dengan mutu fisiko-kimia yang dihasilkan adalah kadar air 14,8 %, kadar abu 23,8 %, viskositas 981 cps dan rendemen sebesar 4,2 %.Kata kunci: natrium alginat, perendaman, dan rumput laut coklat segar.
ANALYSIS OF LEGOWO ROW PLANTING SYSTEM AND SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) OF PADDY FIELD (ORYZA SATIVA L.) TOWARD GROWTH AND PRODUCTION Darmawan, M.
AgroTech Journal Vol 1, No 1 (2016): Agrotech Journal (ATJ)
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/atj.v1i1.202

Abstract

Rice is the main commodity crops in the province of Gorontalo, in addition to maize and pulses. One alternative technology to increase productivity is through application of Legowo cropping system that is engineered way of planting the tiles so that there is a spacious room extends to one direction between two rows of rice plants, while the other way seemed more tightly. In rice cultivation with system of transplanting, planting distance is one factor of production that is very important because it determines the productivity achieved. This research is expected to be a reference for farmers, especially in the province of Gorontalo to carry rice cultivation so as to increase the production of rice plants. The design of the study is a Randomized Complete Block Design by comparing between systems that are often used by farmers, namely row planting system tiles (S0), the system of row planting Legowo (2: 1) (S1), system of row planting Legowo (4: 1 ) (S2), planting system SRI (S3). The parameters of observations made were plant height, number of tillers, production (kg/plot), and observations of soil samplesman. The results showed treatment plant system of tiles provide number of tiller and height of plants that are best compared with other treatments. The best results for a number of productive tillers, the average production of grain/plot, grain weight of 1000 grain was in the treatment plant system Legowo row 2: 1.
Pertumbuhan Dan Produksi Padi Lokal Di Gorontalo Darmawan, M.; R, Asmuliani; Irmawati, Irmawati
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 3 No 2 (2019): Journal of Agritech Science (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v3i2.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui pertumbuhan dan hasil produksi dari beberapa varietas padi lokal yang ada di gorontalo, Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakuan 5 kultivar padi lokal yaitu : Panelo, Maraya, Bokungo, Buruna, dan Ponda.  Adapun perlakuan adalah Panelo (V1), Maraya (V2), Bokungo (V3), Buruna (V4), dan Ponda (V5).  Parameter pengamatan yang dilakukan adalah Tinggi tanaman (cm), dimana pengukuran dilakukan pada umur 28, 42, 70 dan 84 HST, dan Jumlah anakan, dimana perhitungan dilakukan pada umur 28, 42, 70 dan 84 HST.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan komponen pertumbuhan dan produksi beberapa padi lokal di gorontalo. Kultivar Ponda menunjukan respon pertumbuhan dan produksi terbaik pada parameter tinggi tanaman dan jumlah anakan.