Articles

Found 16 Documents
Search

PRAKTEK TRAFFICKING TERHADAP PEREMPUAN DALAM BISNIS PENGERAHAN BURUH MIGRAN INDONESIA

MEDIA EKONOMI Vol 8, No 2 (2008)
Publisher : MEDIA EKONOMI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perdagangan manusia trafficking berarti perekrutan, transportasi, pembelian, penjualan, pemindahan, penyembunyian, atau penerimaan orang dengan ancaman, penggunaan kekerasan, penculikan, pemaksaan, penipuan, pemaksaan dengan kekerasan (termasuk penyalahgunaan wewenang), jeratan hutang untuk tujuan menempatkan atau menahan orang tertentu, apakah dibayar atau tidak, dalam kerja paksa, atau praktek-praktek seperti perbudakan Globalisasi ekonomi telah mengubah pola perburuhan dan perdagangan di seluruh dunia.Kecenderungan yang berkembang dalam menuju perdagangan bebas, kondisi ini membuka peluang dan terbukanya lalu lintas arus barang, jasa, dan tenaga kerja sehingga lebih terbuka peluang bagi buruh untuk bermigrasi kerja ke Negara dengan ekonomi yang lebih maju.Trafficking merupakan komponen dalam kontinum perpindahan penduduk atau migrasi yang kompleks dan bisa berubah-ubah setiap saat. Artinya bahwa migrasi tenaga kerja pada suatu titikbisa berlangsung secara sukarela untuk jangka pendek dan bisa berubah menjadi migrasi secara paksa. Yang sukarela bisa menjadi tetap, sedangkan yang tetap bisa menjadi illegal.Motif utama mereka untuk berpindah adalah motif ekonomi. Gambaran tersebut menghancurkan mitos tentang adanya hambatan budaya bagi perempuan yang bermigrasi meninggalkan kampung halamannya untuk mencari penghidupan, karena hal ini dianggap menyalahi peran gendernya. Perempuan yang dianggap sebagai makhluk (sebab itu puladilindungi) tidak didorong untuk pergi jauh-jauh. Pertanyaan yang sering berkembang di masyarakat adalah mengapa praktek trafficking terhadap Buruh Migran Perempuan Indonesia ini terus terjadi. Persoalan adalah Buruh Migran Perempuan Indonesia tidak lepas dari kekuatan laindi luar ketidak berdayaan dirinya. Secara ekonomis, Perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) akan mendapatkan keuntungan dari rekruiting fee dari majikan yang lebihbesar disbanding Buruh Migran Laki-Laki. Persoalan gender dan diskriminasi sosial telah memposisikan perempuan sebagai seorang yang penurut, dan mudah diatur (termasuk ditipu dan dieksploitasi). Sehingga dengan sedikit tipuan para pengerah akan mudah merekrutnya.Kebutuhan Buruh Migran Perempuan banyak didominasi untuk criteria unskill dengan upah murah, Indoensia adalah gudangnya.

POTENSI PARTISIPASI ANGGOTA PADA KOPERASI KARYAWAN “SEJAHTERA” UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

MEDIA EKONOMI Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : MEDIA EKONOMI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengambil judul Potensi Partisipasi Anggota pada KoperasiKaryawan ”Sejahtera” Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Jenis penelitian iniadalah studi empiris, permasalahan yang dapat dirumuskan dalam penelitian iniadalah sejauhmana hubungan faktor-fakyor potensi interaksi dalam organisasi denganfaktor-faktor partisipasi anggota pada koperasi karyawan sejahtera UniversitasMuhammadiyah Purwokerto, sedangkan alat analisis statistik yang digunakan adalahanalisis statistik Chi Square.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa potensi interaksi dalamorganisasi berupa pengalaman, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, bebantanggungan keluarga, dan refrensi grup pada KOPKAR Sejahtera UMP mempunyaihubungan yang signifikan dengan partisipasi berupa menyumbangkan ide, ikut sertamengawasi, dan menyumbang modal maupun partisipasi dalam memanfaatkanpelayanan.

ANALYSIS OF INFORMATION CONTENS AND STOCK LIQUIDITY ON THE COMPANIES WHICH SPLITTING THEIR STOCK: EXAMINATION TO SIGNALING AND TRADING RANGE ON JAKARTA STOCK EXCHANGE (Study on the companies splitting their stock on the year 2000-2003)

MEDIA EKONOMI Vol 7, No 2 (2007)
Publisher : MEDIA EKONOMI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was held to examine signaling hypothesis by comparing the growth of companies profit which splitting their stock and not splitting their stock, on the period before stock splits and comparing yearly profit increase over 4 years before stock splits on the companies which splitting their stock. This research also conducted to examine trading range hypothesis by comparing market stock price the companies which splitting their stock and not splitting their stock before stock split was done, and comparing trading volume 10 days before and after stock splits on the companies which splitting their stock on Jakarta Stock Exchange on the period  2000 - 2003. Two statistical analysis were used in this research, parametric statistic i.e. independent t test, paired t test, and the non parametric statistic i.e. Mann-Whitney U test. Normality and equality of variance were done to determine which analysis should be used. Sample size of this research consist of 28 companies which splitting their stock and 60 companies which not splitting their stock. Sample was chosen by simple random sampling. The result of this research shows that there is a signaling on profit growth differences in the year 2001, there is no signaling on yearly profit increase over 4 years before stock splits. On the other hand, there is a trading range on market stock price in the year 2000 and 2003, as well as trading volume. This research shows that there is a contradiction between signaling and trading range in Jakarta Stock Exchange. This result  suggest that the need future research to assert the consistency of this contradictory phenomenon.

PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI KATALISATOR MENUJU KEMAKMURAN BERSAMA DI ERA GLOBALISASI DAN OTONOMI DAERAH

MEDIA EKONOMI Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : MEDIA EKONOMI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses Globalisasi dan gerak riak otonomi daerah sudah menjadi urat nadi kehidupanbangsa Indonesia. Hampir setiap aspek kehidupan kita sebagai bangsa tidak terlepas dari duaproses tadi. Globalisasi dan otonomi daerah memiliki kesamaan visi, yaitu memberikankesempatan yang seluas-luasnya terhadap anggota masyarakat dalam mencapai kemakmuran.Semangat globalisasi dan otonomi ini tentunya memerlukan suatu proses kemandirianyang penuh dari para pelakunya. Perilaku kemandirian akan dapat dikembangkan melalui prosespendidikan seperti kewirausahaan. Kewirausahaan berarti setiap pelaku bersedia untuk selalubelajar dan bekerja untuk suatu tujuan yang telah ditetapkakan dengan semangat yang tinggi.Perilaku wirausaha/entrepreneur ini akan menghasilkan budaya/etos kerja yang tinggi pada setiapmasyarakat, sehingga proses pembangunan di Indonesia akan menjadi lebih cepat.Peper ini akan mengupas mengenai pendidikan kewirausahaan sebagai katalisator dalampercepatan proses pembangunan, melalui peran serta masyarakat yang telah memiliki jiwa dansemangat entrepreneur.kata kunci: globalisasi, otonomi, kemandirian, kewirausahaan

OPTIMALISASI BERBAGAI POLA TANAM MONOKULTUR PADA TANAMAN PANGAN SEMUSIM DI WILAYAH KECAMATAN KEMBARAN, KABUPATEN BANYUMAS

Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis optimalisasi usahatani pada berbagai pola tanam monokultur pada tanaman pangan semusim dan faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi usahatani. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif-kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan secara purposive di wilayah Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Pengambilan data dilakukan melalui survey, observasi dan wawancara menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan: 1). pola tanam 1 (padi – padi – jagung) dan pola tanam 5 (padi – jagung – bengkuang) adalah optimal dengan nilai MRPT (Marginal Rate of Product Transformation) masing masing 1,16 dan 1,03 2). Faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi usahatani tanaman pangan semusim adalah luas lahan, jumlah tenaga kerja, jumlah pupuk dan jumlah pestisida. Penggunaan faktor produksi pupuk tidak efisien sedangkan faktor produksi lainnya belum efisienKata Kunci: optimalisasi, pola tanam monokultur, tanaman pangan semusim

MACARANGIN, A GERANYLATED FLAVONOID AND ANTICANCER ACTIVE COMPOUND ISOLATED FROM ETHYL ACETAT FRACTION OF Macaranga gigantifolia LEAVES

INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 26 No 1, 2015
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.678 KB)

Abstract

Macaranga known locally as mahang-mahangan has uniquely ecological function, and also became a part of traditional medicine in Indonesia. Macaranga genus also known as a sources of terpenoid and phenolic (flavonoid) compounds which have biological activity as antioxidant and anticancer (cytotoxicity).There are few phytochemical investigations have been done on M. gigantifolia species. As a part of our continuing research of isolation anticancer compound from natural product, a geranylated flavonoid compound (macarangin) has been isolated from ethyl acetate fraction of Macaranga gigantifolia leaves using chromatography methods. The isolated compund (isolat MG) was elucidated to gain the chemical structure based on spectroscopic data (LC-MS and FT-NMR). Cytotoxicity test of this compound was tested against MCF 7 cell lines, showed that macarangin has a potential activity with IC50 value 119.12μg/mL. Key words: Macarangin, geranylated  flavonoid, Macaranga gigantifolia, MCF 7 cell lines.

A Flavonoid Glycoside Compound Isolated from Macaranga gigantifolia Merr Leaves

The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Vol 6, No 1 (2017): Edition of January - April 2017
Publisher : Chemistry Department, The University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apigenin-8-C-glycoside (1), a flavonoid glycoside compound has been isolated from the leaves of Macaranga gigantifolia Merr. Isolation and purification conducted by chromatography methods and chemical structure characterization carried out by spectroscopic methods. Cytotoxicity of Apigenin-8-C-glycoside has been tested against Murine leukemia P-388 cell lines and has moderate activity with IC50 values 55.4 μg/mL.

Apigenin, an Anticancer Active Compound Isolated from Macaranga gigantifolia Leaves

Journal of Tropical Life Science Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apigenin, a flavonoid compound has been isolated from the ethyl acetate fraction of methanol extract of Macaranga gigantifolia leaves. Isolation and purification of apigenin conducted using chromatographic method, and chemical structure characterized based on spectroscopic data. In vitro anticancer activity test against murine leukemia P-388 cell line showed potential activity with IC50 14.13 μg/mL.Key words: apigenin, flavones, Macaranga gigantifolia, anticancer, murine leukemia P-388 cell line.

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN BIOAKTIVITAS IN VITRO EKSTRAK AIR DAN EKSTRAK ETANOL DAUN DAN RANTING BENALU Macrosolen cochinchinensis (Lour.) van Tiegh. PADA INANG NANGKA ( Artocarpus heterophyllus)

Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 11, No 2 (2009)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4264.483 KB)

Abstract

Study on antioxidant activity and bioactivity of water and ethanol extracts from the leaves and twigs of mistletoe (Macrosolen cochinchinensis (Lour.) Van Tiegh) that grew on jackfruit (Artocarpus heterophyllus) tree as the host have been conducted. Water extracts of the M. cochinchinensis leaves andtwigs were active as antioxidant with IC50 23.08 ug/mL dan 21.56 ug/mL respectively. Whereas the ethanol extracts of both leaves and twigs was not active because the ICso higher than 100 ug/mL (not active as antioxidant against DPPH). Both water and ethanol extracts of M. cochinchinensis leaves and twigs did not showed bioactivity against Artemia salina Leach brine shrimp with each extracts has LCso higher than 1000 pg/mL.Key words Antioxidant, Bioactivity, Macrosolen cochinchinensi (Lour.) van Tiegh., Artocarpus heterophyllus. Artemiasalina Leach.

In Vitro Antidiabetic Activities of Extract and Isolated Flavonoid Compounds from Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg

Indonesian Journal of Chemistry Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The antidiabetic activity test through a mechanism of inhibition of α-glucosidase enzyme was studied against ethanol, n-hexane, ethyl acetate and n-butanol fractions of ethanol extract of Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg (Moraceae) leaves and four flavonoid compounds isolated from ethyl acetate extracts of A. altilis. Ethyl acetate fraction has strongest antidiabetic activity compared to ethanol, n-hexane, and n-butanol fractions with IC50values5.98,6.79, 440.18and14.42μg/mL, respectively. Four flavonoid compounds (1-(2,4-dihydroxyphenyl)-3-[8-hydroxy-2-methyl-2-(4-methyl-3-pentenyl)-2H-1-benzopyran-5-yl]-1-propanone (AC-31), 2-geranyl-2,3,4,4-tetrahydroxy dihydrochalcone (AC-51), 8-geranyl-4,5,7-trihydroxyflavone (AC-33) andcyclocommunol (AA-3), have been isolated from ethylacetate fraction. AC-31 was the strongest antidiabetic compound compared to AC-51, AC-33 and cyclocommunolwithIC50values are 15.73, 24.41,49.49,and72.20μg/mL. Kineticstudies of AC-31 using Lineweaver-Burk method showed that inhibition mechanism of enzymeα-glucosidase was anon-competitivetype.