. Darmanto
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI PROTEIN PADA PELUMAS TERHADAP KEAUSAN ULTRA HIGH MOLECULAR WEIGHT POLYETHELENE (UHMWPE) UNTUK APLIKASI SENDI LUTUT TIRUAN

Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polimer UHMWPE telah digunakan secara luas sebagai komponen tibial berpasangan dengan titanium alloy, stainless steel(SS), cobalt chrom alloy dan ceramic sebagai komponen femoral pada sendi lutut tiruan. Bovine Serum(BS) digunakan sebagai pelumas karena memiliki karakter yang mirip dengan pelumas sendi. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh konsentrasi protein dalam BS sebagai pelumas pada sendi lutut tiruan terhadap keauasan UHMWPE yang bergesekan dengan SS 316L. Penelitian ini menggunakan bahan UHMWPE virgin dan SS 316L yang diimplantasi dengan ion nitrogen dengan energi 100 KeV, arus 100 μA, waktu implantasi 90 menit. Pengujian menggunakan mesin undirectional pin on flat (POF) dengan kecepatan 70 mm/s, beban 180 N dan volume pelumas 15 ml selama 360 jam. BS sebagai pelumas divariasikan konsentrasi proteinnya 30 g/l dan 50 g/l ditambahkan sodium azide(NaN3) 0,2% - 0,3% g/l sebagai anti bakteri. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa faktor keausan UHMWPE virgin berpasangan dengan SS 316L implantasi tidak menunjukkan perbedaan yaitu 6,59 x 10-8 mm3/Nm pada konsentrasi protein 30 g/l dan 50 g/l. Kata kunci : UHMWPE, SS 316L, Bovine serum, faktor keausan

PEMANFAATAN SUSU SAPI PERAH MELALUI DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN MENJADI SABUN MANDI SUSU (IPTEKS BAGI MASYARAKAT PETANI-PETERNAK DI DESA TERWIDI GUNUNG PATI SEMARANG)

Techno Jurnal Ilmu Teknik Vol 16, No 1 (2015): Jurnal Techno Volume 16 No.1 April 2015
Publisher : UMP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan solusi bagi permasalahan mitra kelompok tani ternak sapi perah yakni: (i) memperbaiki proses produksi berupa aplikasi alat perajang/pencacah rumput dan singkong, (ii) memberikan pelatihan produksi diversifikasi produk susu sapi yakni sabun susu sapi disertai dengan aplikasi alat mixer yang digunakan dalam proses produksi sabun susu sapi, (iii) memberikan pelatihan desain kemasan, (iv) memberikan pelatihan manajemen usaha kecil, dan (v) memberikan pelatihan perijinan. Adapun target kegiatan adalah perbaikan proses produksi melalui aplikasi mesin perajang rumput dan singkong, pelatihan proses produksi sabun susu sapi, penggunaan alat mixer pada proses produksi sabun susu sapi, pelatihan desain kemasan sabun susu sapi, pelatihan manajemen usaha, dan pelatihan perijinan. Metode yang digunakan guna mencapai tujuan adalah sebagai berikut: (i) perbaikan proses produksi akan dilakukan dengan merancang, mempabrikasi alat perajang rumput oleh tim pengusul bersama mitra serta menguji coba alat. Pabrikasi dilakukan di Workshop tim pengusul, (ii) pelatihan proses produksi sabun susu sapi  dilakukan dengan tahapan berupa pelatihan, uji coba alat dan pendampingan yang dilaksanakan melalui ceramah, diskusi dan praktek;  (iii) pelatihan desain kemasan akan dilakukan hingga mendapatkan prototype desain kemasan sabun susu sapi yang baik dan menarik. Pelatihan dilaksanakan melalui ceramah, diskusi dan praktek; (iv) pelatihan manajemen usaha akan dilakukan guna memberikan dasar-dasar manajemen usaha dan strategi pemasaran. Pelatihan dilaksanakan melalui ceramah, diskusi dan praktek; dan (v) pelatihan perijinan  dilakukan melalui ceramah dan diskusi sehingga mitra memahami prosedur permohonan ijin suatu produk. Kata kunci : ipteks, sabun, susu, sapi

ANALISA KERUGIAN PEMIPAAN AIR PADA SAMBUNGAN ELBOW

MOMENTUM Vol 1, No 1 (2005)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada sistem pemipaan tidak bisa terlepas dari kerugian akibat sistem  pemipaan itu sendiri. Analisa kerugian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kerugian yang ditimbulkan oleh sambungan elbow dalam sistem pemipaan air. Alat penelitian yang digunakan sistem tertutup dimana air disirkulasi dengan menggunakan pompa sentrifugal. Data output dari alat ini merupakan beda ketinggian level air  pada selang ukur sebelum dan sesudah melewati sambungan elbow. Dari data tersebut akan diperoleh head kerugian sambungan.   Kata kunci : Elbow, heat, kerugian

RANCANG BANGUN MESIN PENGERING KERUPUK UNTUK INDUSTRI KECIL KERUPUK

MOMENTUM Vol 1, No 1 (2005)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengeringan pada dasarnya merupakan usaha untuk mengurangi kandungan air yang ada pada obyek yang dikeringkan. Kandungan air yang ada telah menyatu dalam benda. Proses yang bisa digunakan untuk mengeluarkan kandungan air tersebut adalah proses penguapan. Proses ini dapat berlangsung apabila obyek yang dikeringkan diberi pemanasan, baik dengan memanfaatkan sinar matahari atau diberi sumber panas lain, baik secara elektrik maupun dengan menggunakan nyala api. Sumber pemanas yang menggunakan nyala api biasanya menggunakan nyala api dari kompor atau dari kayu bakar, tetapi kebanyakan dari mesin pengering  menggunakan nyala api kompor. Nyala api kompor merupakan sumber panas yang digunakan untuk seluruh pemanasan yang ada dalam sistim pengeringan kerupuk ini. Panas yang diakibatkan oleh nyala api kompor memanaskan udara disekeliling api, panas akan merambat naik ke atas melalui udara, Panas ini akan berpindah ke benda-benda yang dilaluinya yang mempunyai temperatur lebih rendah, termasuk dalam hal ini digunakan untuk memanasi plat stabilisator yang letaknya persis di atas nyala api  tersebut. Perpindahan panas dari nyala api kompor ke pelat yang ada di atasnya  berlangsung secara konveksi bebas dan besarnya laju perpindahan panas tergantung dari perbedaan temperatur udara panas dan temperatur permukaan plat stabilisator.   Kata kunci : Mesin pengering, plat stabilisator, konveksi bebas, laju perpindahan panas

PENGARUH IMPLANTASI ION NITROGEN PADA PERMUKAAN STAINLESS STEEL 316L TERHADAP KEAUSAN UHMWPE UNTUK APLIKASI SENDI LUTUT TIRUAN

MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polimer Ultra High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE) telah digunakan secara luas sebagai komponen tibial berpasangan dengan titanium alloy, stainless steel (SS), cobalt chrom alloy dan ceramic sebagai komponen femoral pada sendi lutut tiruan. Stainless steel memiliki ketahanan korosi dan bio-compatibility yang baik dan harganya relatif lebih murah dibandingkan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implantasi ion nitrogen pada permukaan SS 316L terhadap keausan UHMWPE. Penelitian ini menggunakan UHMWPE, SS 316L dan sebagai pelumas digunakan BS dengan konsentrasi 30 g/l dicampur dengan sodium azide(NaN3) 0,2% - 0,3% g/l sebagai anti bakteri. SS 316L diimplantasi dengan ion nitrogen dengan energi 100 KeV, arus 100 μA, waktu implantasi 90 menit Variabel tetap yang digunakan kecepatan 70 mm/s, beban 180 N, jarak tempuh 90 km, menggunakan mesin undirectional pin on plate. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor keausan UHMWPE oleh SS 316L dengan implantasi ion nitrogen terjadi penurunan 100% (6,59491 x 10-8 mm3/Nm). Sedangkan keausan UHMWPE oleh SS 316L tanpa implantasi sebesar 1,31898 x 10-7 mm3/Nm.Kata kunci : UHMWPE, SS 316L, Bovine serum, implantasi ion, faktor keausan

PENGARUH IMPLANTASI ION NITROGEN PADA PERMUKAAN STAINLESS STEEL 316L TERHADAP KEAUSAN UHMWPE UNTUK APLIKASI SENDI LUTUT TIRUAN

MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polimer Ultra High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE) telah digunakan secara luas sebagai komponen tibial berpasangan dengan titanium alloy, stainless steel (SS), cobalt chrom alloy dan ceramic sebagai komponen femoral pada sendi lutut tiruan. Stainless steel memiliki ketahanan korosi dan bio-compatibility yang baik dan harganya relatif lebih murah dibandingkan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implantasi ion nitrogen pada permukaan SS 316L terhadap keausan UHMWPE. Penelitian ini menggunakan UHMWPE, SS 316L dan sebagai pelumas digunakan BS dengan konsentrasi 30 g/l dicampur dengan sodium azide(NaN3) 0,2% - 0,3% g/l sebagai anti bakteri. SS 316L diimplantasi dengan ion nitrogen dengan energi 100 KeV, arus 100 μA, waktu implantasi 90 menit Variabel tetap yang digunakan kecepatan 70 mm/s, beban 180 N, jarak tempuh 90 km, menggunakan mesin undirectional pin on plate. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor keausan UHMWPE oleh SS 316L dengan implantasi ion nitrogen terjadi penurunan 100% (6,59491 x 10-8 mm3/Nm). Sedangkan keausan UHMWPE oleh SS 316L tanpa implantasi sebesar 1,31898 x 10-7 mm3/Nm.Kata kunci : UHMWPE, SS 316L, Bovine serum, implantasi ion, faktor keausan

ANALISA KEAUSAN STEADY STATE PADA KONTAK PIN-ON-DISC DENGAN SIMULASI ELEMEN HINGGA

MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mekanisme kontak antara komponen yang satu dengan yang lain dapatterjadi dalam komponen mesin. Hal ini akan mengakibatkan berbagaimasalah, diantaranya adalah keausan. Dalam kontak sliding, para penelitimembagi keausan menjadi tiga fase, yaitu: running-in, steady state (fasetunak) dan wear out. Pada fase steady state, penyesuaian laju keausan,tekanan kontak, kekasaran permukaan, dan konformalitas permukan yangsaling kontak telah mencapai kondisi yang stabil Analisa keausan pin-ondiscantara baja dengan baja dimodelkan dengan metode elemen hingga(FEM). Kontak sliding disederhanakan menjadi model asperity 2D denganinput sifat-sifat material menggunakan software ABAQUS. Hasil simulasiberupa tekanan kontak rata-rata digunakan untuk menghitung keausanModel Archard. Updating geometry dilakukan untuk mengetahui besarnyakeausan yang terjadi pada pin. Hasil pemodelan menunjukkan jari-jarikontak dan keausan mengalami peningkatan sangat signifikan pada tahapawal, kemudian mencapai kestabilan seiring dengan bertambahnya jaraksliding. Kestabilan tercapai setelah menempuh jarak sliding 38125 mm.Fenomena kestabilan aus ini memperlihatkan bahwa sistem telah beradadalam fase steady state setelah melewati running-in dalam aplikasipemesinan.Kata kunci : keausan, pin-on-disc, steady state, ABAQUS, metodeelemen hingga

ANALISIS PENGARUH KECEPATAN PUTAR DAN KECEPATAN PEMAKANAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL FCD 40 PADA MESIN BUBUT CNC

MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan perkembangannya teknologi CNC (Computer NumericalControl), sebuah industri yang bergerak dibidang engineering yangmemerlukan tingkat kepresisian dimensi dengan toleransi yang kritis dalammembuat sebuah produk, maka CNC lebih dipilih untuk mencapai maksuddan tujuan tersebut karena CNC lebih mempunyai keunggulan daripadamesin konvensional karena CNC tidak banyak seting, tool bergerak secaraotomatis ,pergerakan mesin dapat dimonitor, sehingga dalam pengerjaansebuah material dengan variasi kecepatan pemakanan dan variasi kecepatanputar (rpm) dapat dikontrol melalui monitor.Berkenaan dengan ini penulis mencoba melakukan analisis terhadapkekasaran permukaan material FCD 40 dengan melakukan pembubutan 5spesimen dengan variasi feeding (0,05; 0,10; 0,10; 0,20 dan 0,25mm/rev)dengan diameter 30 mm dan 5 spesimen dengan variasi rpm (700, 800, 900,1000 dan 1100) dengan diameter 25 mm, sedangkan pahat yang digunakaninsert CNMG 120408N-UX tanpa pendingin.Pengukuran kekasaran material menggunakan alat surface testerTR100 dengan mengambil 12 titik daerah pengecekan yang berbeda perspesimen, data yang didapat adalah hasil rata-rata dari harga Ra danRt/Rz.Kesimpulan yang didapat bahwa terjadi peningkatan harga Ra danRt/Rz lebih dari 10% dengan penambahan 0.05rev/min pada variasi feeding,sedangkan pada variasi rpm terjadi penurunan akan tetapi tidak lebih dari10% per 100 rpm.Kata kunci: kekasaran permukaan, feeding, FCD40

ANALISA PENGARUH BAHAN DASAR PELUMAS TERHADAP VISKOSITAS PELUMAS DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR

MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontak mekanik adalah hal yang tidak bisa dihindari pada permesinan,meminimalkan keausan akibat kontak adalah dengan cara memberikanpelumas pada sistem tersebut. Ketahanan viskositas pelumas terhadaptemperatur sangat dipengaruhi oleh jenis bahan dasar pelumas. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui pengaruh bahan dasar pelumas terhadapviskositas dan konsumsi bahan bakar. Pada penelitian ini menggunakan jenispelumas mineral, semi sintetik dan sintetik. Pengukuran dilakukan padasetiap jarak tempuh 500 km dengan jarak total 2000 km. Hasil penelitian inimenunjukan bahwa pelumas sintetik mempunyai kesetabilan viskositaspaling baik, pada temperatur kerja maupun kamar, pelumas mineral palingrendah kesetabian viskositanya baik pada suhu kerja maupun suhu kamar,kesetabilan viskositas pada temperatur kerja cendrung lebih baik jikadibandingkan pada temperatur kamar untuk semua jenis pelumas dankonsumsi bahan bakar paling irit pada pemakaian pelumas sintetik.Kata kunci: pelumas,viscositas,gesekan,temperatur

ANALISA KEAUSAN STEADY STATE PADA KONTAK PIN-ON-DISC DENGAN SIMULASI ELEMEN HINGGA

MOMENTUM Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mekanisme kontak antara komponen yang satu dengan yang lain dapat terjadi dalam komponen mesin. Hal ini akan mengakibatkan berbagai masalah, diantaranya adalah keausan. Dalam kontak sliding, para peneliti membagi keausan menjadi tiga fase, yaitu: running-in, steady state (fase tunak) dan wear out. Pada fase steady state, penyesuaian laju keausan, tekanan kontak, kekasaran permukaan, dan konformalitas permukan yang saling kontak telah mencapai kondisi yang stabil Analisa keausan pin-on- disc antara baja dengan baja dimodelkan dengan metode elemen hingga (FEM). Kontak sliding disederhanakan menjadi model asperity 2D dengan input sifat-sifat material menggunakan software ABAQUS. Hasil simulasi berupa tekanan kontak rata-rata digunakan untuk menghitung keausan Model Archard. Updating geometry dilakukan untuk mengetahui besarnya keausan yang terjadi pada pin. Hasil pemodelan menunjukkan jari-jari kontak dan keausan mengalami peningkatan sangat signifikan pada tahap awal, kemudian mencapai kestabilan seiring dengan bertambahnya jarak sliding. Kestabilan tercapai setelah menempuh jarak sliding 38125 mm. Fenomena kestabilan aus ini memperlihatkan bahwa sistem telah berada dalam fase steady state setelah melewati running-in dalam aplikasi pemesinan. Kata kunci : keausan, pin-on-disc, steady state, ABAQUS, metode elemen hingga