Articles
30
Documents
Analisis Konsepsi Siswa Pada Konsep Kinematika Gerak Lurus

Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.173 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsepsi siswa pada konsep kinematika gerak lurus. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini dipilih subjek penelitian sebanyak 24 siswa. Data dikumpulkan menggunakan tes konsepsi berbentuk pilihan ganda sebanyak 10 nomor dengan lembar jawaban yang disertai Certainity Response Indeks (CRI) dan wawancara. Tes digunakan untuk mengungkap konsepsi siswa, wawancara digunakan untuk menegaskan hasil tes konsepsi siswa secara lebih dalam mengenai konsep kinematika gerak lurus. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsepsi yang dialami siswa kelas X SMA Negeri 6 Palu pada konsep kinematika gerak lurus adalah sebesar 50,00% mengarah ke miskonsepsi dan siswa dengan pemahaman konsep kinematika gerak lurus yang baik hanya sebesar 21,67%.  Sedangkan siswa yang menjawab benar dengan menebak dan kurang pengetahuan masing-masing sebesar 10,42% dan 17,50%. Hasil wawancara diketahui bahwa salah satu faktor penyebab konsepsi siswa lebih besar mengalami miskonsepsi tersebut adalah pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan Metode Stop Think Do Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika pada Siswa Kelas Xb SMA Negeri 2 Dolo

Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 1 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.909 KB)

Abstract

Abstrak – Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika pada siswa SMA Negeri 2 Dolo dengan menerapkan metode Stop Think Do Learning di kelas XB. Desain penelitian ini mengikuti model Kemmis dan Mc. Taggart dengan subyek melibatkan 25 orang siswa. Materi penelitian untuk siklus I yaitu suhu dan pemuaian, dan untuk siklus II yaitu kalor dan perubahan wujud, dan perpindahan kalor. Data yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari dua jenis yaitu, data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian pada siklus I didapatkan ketuntasan klasikal sebesar 72,00% dan daya serap klasikal 72,80%, aktivitas guru berada pada kategori baik yaitu dengan  persentase 80,00% dan aktivitas siswa berada pada kategori cukup yaitu dengan persentase 70,00%. Pada siklus II ketuntasan belajar klasikal sebesar 92,00% dan daya serap klasikal sebesar 82,76%, aktivitas guru berada pada kategori sangat baik  dengan persentase 92,50% dan aktivitas siswa berada pada kategori sangat baik dengan persentase 91,25%. Berdasarkan indikator kinerja, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Stop Think Do Learning dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas XB SMA Negeri 2 Dolo. Kata Kunci: Metode Stop Think Do Learning; Hasil Belajar Fisika

Pengaruh Model Pembelajaran Predict, Observe And Explain terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas X Sma Negeri 1 Balaesang

Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.725 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Predict, Observe and Explain (POE) keterampilan proses sains siswa pada materi kalor yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran POE dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain The Non Equivalen Pretest-Posttest Design dengan menggunakan teknik purposive sampling diperoleh kelas XA sebagai kelas eksperimen dan kelas XB sebagai kelas kontrol.  Instrumen yang digunakan berupa tes keterampilan proses sains dalam bentuk tes esai berjumlah 8 soal. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik uji-t satu pihak untuk menguji perbedaan rerata skor keterampilan proses sains siswa dengan signifikansi α = 0,05 dengan kriteria pengujian terima H0 jika thitung < ttabel untuk harga t lainya H0 ditolak. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai hasil thitung = 1,71 > ttabel = 1,66. Ini berarti bahwa nilai thitung berada di luar daerah penerimaan H0. Dengan demikian disimpulkan bahwa, terdapat pengaruh keterampilan proses sains  antara kelas yang mendapatkan pembelajaran menggunakan model pembelajaran POE dengan kelas yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Kata Kunci: Model POE,  Keterampilan proses sains

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 1 Tomini pada Konsep Gerak

Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.189 KB)

Abstract

Abstrak –Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa Kelas VIIA SMP Negeri 1 Tomini pada konsep gerak. Masalah yang diselidiki adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Fisika. Pembelajaran kooperatif make a match diimplementasikan sebagai alternatif pemecahan masalah. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam dua siklus dan subjek penelitian Kelas VIIA yang jumlah seluruhnya 32 orang. Penelitian ini menggunakan penilitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan materi pokok tentang gerak. Setiap siklus meliputi 4 tahap: (i) perencanaan (ii) pelaksanaan tindakan (iii) 0bservasi (iv) refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif make a match dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Tomini. Untuk hasil belajar siklus I diperoleh nilai ketuntasan belajar klasikal sebesar 72% dan daya serap klasikal sebesar 72%. Sedangkan pada siklus II diperoleh nilai ketuntasan belajar klasikal sebesar 94% dan daya serap klasikal sebesar 82%. Hal ini menunjukan bahwa siswa sudah melewati standar ketuntasan klasikal yang dipersyaratkan. Untuk hasil observasi aktivitas siswa dan guru pada siklus I berada pada kategori kurang dan cukup, sedangkan pada siklus II berada pada kategori baik dan sangat baik. Kata Kunci: Penerapan, Pembelajaran Kooperatif Make A Match, Hasil Belajar Siswa

Model Pembelajaran Guided Discovery dan Direct Instruction Berbasis Keterampilan Proses Sains Siswa SMA Negeri 4 Palu

Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.295 KB)

Abstract

Abstrak-Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar fisika siswa yang mengikuti model pembelajaran guided discovery berbasis keterampilan proses sains dan direct instruction berbasis keterampilan proses sains. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan desain nonequivalent pretest-posttest group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 4 Palu. Teknik sampling dalam penelitian menggunakan purposive sampling dengan sampel penelitian adalah kelas X MIA 6 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X MIA 2 sebagai kelompok kontrol. Instrumen hasil belajar fisika berupa tes pilihan ganda yang telah divalidasi melalui validitas ahli dan validitas tes. Tes hasil belajar fisika yang diperoleh menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi 6,7% dari kelas kontrol. Uji hipotesis uji t (dua pihak), diperoleh thitung = 2,49 dan ttabel(0,975)(52) = 2,00 pada taraf nyata  = 0,05 dengan kriteria penerimaan Ho adalah jika  -t(1-0.5 ) < t < t(1-0.5 ) dan terima H1 dalam hal lain, berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh bahwa harga thit tidak berada di dalam daerah penerimaan H0 sehingga H1 di terima pada taraf nyata α = 0,05. Disimpulkan bahwa ada

Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Berbantuan Media Video Pembelajaran Fisika Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa di SMA Negeri 4 Palu

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT) Vol 5, No 1 (2017): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.019 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kreatif siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran discovery berbantuan media video pembelajaran fisika dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional di SMA Negeri 4 Palu. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan desain equivalent pretest-posttest. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 4 Palu. Teknik Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan sampel penelitian adalah kelas X MIA 2 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X MIA 4 sebagai kelompok kontrol. Instrumen keterampilan berpikir kreatif siswa berupa tes essai yang telah divalidasi oleh validator. Hasil perhitungan N-gain pada kelas eksperimen diperoleh sebesar 40,37 % dan untuk kelas kontrol sebesar 26,93 %. Hal ini menunjukan bahwa nilai N-gain pada kelas ekperimen termasuk dalam kategori sedang dan nilai N-gain pada kelas kontrol termasuk dalam kategori rendah. Hasil perhitungan statistik pengujian hipotesis menggunakan uji-t (dua pihak) diperoleh thitung = 2,52 dan ttabel(0.975)(64) = 2,00 pada taraf nyata α = 0,05. Hal ini berarti bahwa nilai  thitung  berada di luar daerah penerimaan Ho. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara kelas yang menggunakan model pembelajaran discovery berbantuan media video pembelajaran fisika dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional di SMA Negeri 4 Palu. Kata Kunci : Model Pembelajaran Discovery, Media Video, Keterampilan Berpikir Kreatif. 

PENGARUH PROBLEM-BASED LEARNING DENGAN METODE SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMK NEGERI 3 PALU

Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 3, No 1 (2015): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.4 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh problem-based learning dengan metode snowball throwing terhadap hasil belajar fisika siswa SMK Negeri 3 Palu. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 3 Palu. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Kelas X TGB A sebagai kelas eksperimen dan kelas X TGB B sebagai kelas kontrol. Instrumen tes hasil belajar berupa tes essay yang telah divalidasi oleh validator. Hasil peningkatan rata-rata N-gain yang mengikuti model problem-based learning dengan metode snowball throwing adalah 48,28% yang berkategori sedang dan peningkatan rata-rata yang mengikuti model pembelajaran konvensional adalah 32,47% yang berkategori sedang. Hasil perhitungan statistik dari uji perbedaan rata - rata menggunakan uji-t didapatkan harga thitung > ttabel dengan nilai thitung 3,54 dan ttabel pada taraf signifikansi 5% dan dk = 56 adalah 1,67. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata – rata peningkatan hasil belajar antara siswa yang mendapatkan pembelajaran problem-based learning dengan metode snowball throwing lebih tinggi dari model pembelajaran konvensional. Kata Kunci:     Problem-Based Learning, Snowbal Throwing, Hasil belajar 

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP PERUBAHAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 1 MARAWOLA PADA KONSEP USAHA DAN ENERGI

Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 3, No 1 (2015): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.811 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok terhadap perubahan konsep fisika siswa pada konsep Usaha dan energi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian prates-pascates kelompok kontrol tanpa acak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Marawola, dengan sampel penelitian kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 20 orang, dan kelas XI MIA 2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 18 orang. Instrumen yang digunakan berupa tes miskonsepsi berbentuk pilihan ganda. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh rerata skor tes awal fisika di kelas eksperimen yaitu 9,22 dan tes akhir siswa yaitu 18,30. Sedangkan rerata skor di awal fisika siswa kelas kontrol yaitu 8,80 dan tes akhir siswa yaitu 14,78. Analisis data tes dilakukan dengan teknik statistik uji-t dua pihak (uji perbedaan rata-rata) dan analisis rata-rata perubahan konsep fisika siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai hasil thitung = 2,72 dan ttabel = 2,02. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Sedangkan rata-rata perubahan konsep fisika siswa pada kelas ekseperimen = 7,40 dan kelas kontrol = 4,72. Berdasarkan hasil uji perbedaan rata-rata dan rata-rata perubahan konsep, maka dapat dilihat bahwa perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok yang dilakukan di kelas eksperimen lebih berpengaruh terhadap perubahan konsep siswa dibandingkan dengan pembelajaran inkuiri yang diberikan di kelas kontrol. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok terhadap perubahan konsep fisika siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 1 Marawola. Kata Kunci     : Model Pembelajaran kooperatif tipe investigasi kelompok, perubahan konsep.

Analisis Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X dalam Pokok Bahasan Dinamika Partikel

Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 4 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.032 KB)

Abstract

Abstrak - Tujuan penelitin ini untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kreatif siswa kelas X dalam pokok bahasan dinamika partikel. Subyek penelitian ini terdiri dari 25 orang siswa SMA. Data diperoleh dari tes awal, tes keterampilan berpikir kreatif dan wawancara. Tes awal terdiri dari 25 butir pertanyaan. Tes keterampilan berpikir kreatif terdiri atas 8 butir pertanyaan yang masing-masing mengandung aspek keterampilan berpikir kreatif yaitu kelancaran, kebaruan, keluwesan dan elaborasi yang diikuti dengan wawancara. Data penelitian dianalisis melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa, aspek kebaruan dan kelancaran yang diperoleh dari nilai rata-rata per soal siswa berada pada kategori tinggi, dan aspek keluwesan serta elaborasi berada pada kategori sedang. Kata Kunci: Analisis, Keterampilan, Berpikir kreatif, Dinamika Partikel

PENERAPAN PENDEKATAN CTL BERBASIS PENILAIAN KINERJA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMK NEGERI 3 PALU

Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 4 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.379 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar fisika melalui penerapan pendekatan CTL pada siswa SMK N 3 Palu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi dengan rancangan One Group Preetest Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 3 Palu. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling kelas X RPL A sebagai kelas eksperimen. Instrumen tes hasil belajar berupa tes essay yang telah divalidasi oleh validator. Data yang dikumpulkan adalah kinerja siswa dan hasil belajar. Hasil peningkatan rata-rata N-gain yang mengikuti pendekatan CTL berbasis penilaian kinerja adalah 37,88 %. Hasil perhitungan statistik dari uji beda rata-rata menggunakan uji-t didapatkan harga thitung sebesar 22,7 dan ttabel pada taraf signifikansi 5% dan dk = 54 adalah 1,7. Hasil rata-rata penilaian kinerja untuk rubrik diskusi kelompok dan rubrik eksperimen adalah 4 dan 80. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar fisika meningkat terhadap siswa yang diberikan pendekatan kontekstual berbasis penilaian kinerja dengan menggunakan rubrik eksperimen dan rubrik diskusi kelompok. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar fisika melalui pendekatan kontekstual berbasis penilaian kinerja pada siswa kelas X SMK N 3 Palu. Kata Kunci:     pendekatan kontekstual, penilaian kinerja, Hasil belajar