I Wayan Darmadi
Unknown Affiliation

Published : 39 Documents
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Konsepsi Siswa Pada Konsep Kinematika Gerak Lurus Pujianto, Agus; Nurjannah, Nurjannah; Darmadi, I Wayan
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsepsi siswa pada konsep kinematika gerak lurus. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini dipilih subjek penelitian sebanyak 24 siswa. Data dikumpulkan menggunakan tes konsepsi berbentuk pilihan ganda sebanyak 10 nomor dengan lembar jawaban yang disertai Certainity Response Indeks (CRI) dan wawancara. Tes digunakan untuk mengungkap konsepsi siswa, wawancara digunakan untuk menegaskan hasil tes konsepsi siswa secara lebih dalam mengenai konsep kinematika gerak lurus. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsepsi yang dialami siswa kelas X SMA Negeri 6 Palu pada konsep kinematika gerak lurus adalah sebesar 50,00% mengarah ke miskonsepsi dan siswa dengan pemahaman konsep kinematika gerak lurus yang baik hanya sebesar 21,67%.  Sedangkan siswa yang menjawab benar dengan menebak dan kurang pengetahuan masing-masing sebesar 10,42% dan 17,50%. Hasil wawancara diketahui bahwa salah satu faktor penyebab konsepsi siswa lebih besar mengalami miskonsepsi tersebut adalah pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan Metode Stop Think Do Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika pada Siswa Kelas Xb SMA Negeri 2 Dolo Erlin, Erlin; Darmadi, I Wayan; Haeruddin, Haeruddin
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 1 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak – Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika pada siswa SMA Negeri 2 Dolo dengan menerapkan metode Stop Think Do Learning di kelas XB. Desain penelitian ini mengikuti model Kemmis dan Mc. Taggart dengan subyek melibatkan 25 orang siswa. Materi penelitian untuk siklus I yaitu suhu dan pemuaian, dan untuk siklus II yaitu kalor dan perubahan wujud, dan perpindahan kalor. Data yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari dua jenis yaitu, data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian pada siklus I didapatkan ketuntasan klasikal sebesar 72,00% dan daya serap klasikal 72,80%, aktivitas guru berada pada kategori baik yaitu dengan  persentase 80,00% dan aktivitas siswa berada pada kategori cukup yaitu dengan persentase 70,00%. Pada siklus II ketuntasan belajar klasikal sebesar 92,00% dan daya serap klasikal sebesar 82,76%, aktivitas guru berada pada kategori sangat baik  dengan persentase 92,50% dan aktivitas siswa berada pada kategori sangat baik dengan persentase 91,25%. Berdasarkan indikator kinerja, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Stop Think Do Learning dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas XB SMA Negeri 2 Dolo. Kata Kunci: Metode Stop Think Do Learning; Hasil Belajar Fisika
Pengaruh Model Pembelajaran Predict, Observe And Explain terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas X Sma Negeri 1 Balaesang Zulaeha, Zulaeha; Darmadi, I Wayan; Werdhiana, Komang
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Predict, Observe and Explain (POE) keterampilan proses sains siswa pada materi kalor yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran POE dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain The Non Equivalen Pretest-Posttest Design dengan menggunakan teknik purposive sampling diperoleh kelas XA sebagai kelas eksperimen dan kelas XB sebagai kelas kontrol.  Instrumen yang digunakan berupa tes keterampilan proses sains dalam bentuk tes esai berjumlah 8 soal. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik uji-t satu pihak untuk menguji perbedaan rerata skor keterampilan proses sains siswa dengan signifikansi α = 0,05 dengan kriteria pengujian terima H0 jika thitung < ttabel untuk harga t lainya H0 ditolak. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai hasil thitung = 1,71 > ttabel = 1,66. Ini berarti bahwa nilai thitung berada di luar daerah penerimaan H0. Dengan demikian disimpulkan bahwa, terdapat pengaruh keterampilan proses sains  antara kelas yang mendapatkan pembelajaran menggunakan model pembelajaran POE dengan kelas yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Kata Kunci: Model POE,  Keterampilan proses sains
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIIA SMP Negeri 1 Tomini pada Konsep Gerak Mikran, Mikran; Pasaribu, Marungkil; Darmadi, I Wayan
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak –Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA fisika siswa Kelas VIIA SMP Negeri 1 Tomini pada konsep gerak. Masalah yang diselidiki adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Fisika. Pembelajaran kooperatif make a match diimplementasikan sebagai alternatif pemecahan masalah. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam dua siklus dan subjek penelitian Kelas VIIA yang jumlah seluruhnya 32 orang. Penelitian ini menggunakan penilitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan materi pokok tentang gerak. Setiap siklus meliputi 4 tahap: (i) perencanaan (ii) pelaksanaan tindakan (iii) 0bservasi (iv) refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif make a match dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Tomini. Untuk hasil belajar siklus I diperoleh nilai ketuntasan belajar klasikal sebesar 72% dan daya serap klasikal sebesar 72%. Sedangkan pada siklus II diperoleh nilai ketuntasan belajar klasikal sebesar 94% dan daya serap klasikal sebesar 82%. Hal ini menunjukan bahwa siswa sudah melewati standar ketuntasan klasikal yang dipersyaratkan. Untuk hasil observasi aktivitas siswa dan guru pada siklus I berada pada kategori kurang dan cukup, sedangkan pada siklus II berada pada kategori baik dan sangat baik. Kata Kunci: Penerapan, Pembelajaran Kooperatif Make A Match, Hasil Belajar Siswa
Model Pembelajaran Guided Discovery dan Direct Instruction Berbasis Keterampilan Proses Sains Siswa SMA Negeri 4 Palu Yurahly, Dian; Darmadi, I Wayan; Darsikin, Darsikin
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak-Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar fisika siswa yang mengikuti model pembelajaran guided discovery berbasis keterampilan proses sains dan direct instruction berbasis keterampilan proses sains. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan desain nonequivalent pretest-posttest group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 4 Palu. Teknik sampling dalam penelitian menggunakan purposive sampling dengan sampel penelitian adalah kelas X MIA 6 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X MIA 2 sebagai kelompok kontrol. Instrumen hasil belajar fisika berupa tes pilihan ganda yang telah divalidasi melalui validitas ahli dan validitas tes. Tes hasil belajar fisika yang diperoleh menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi 6,7% dari kelas kontrol. Uji hipotesis uji t (dua pihak), diperoleh thitung = 2,49 dan ttabel(0,975)(52) = 2,00 pada taraf nyata  = 0,05 dengan kriteria penerimaan Ho adalah jika  -t(1-0.5 ) < t < t(1-0.5 ) dan terima H1 dalam hal lain, berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh bahwa harga thit tidak berada di dalam daerah penerimaan H0 sehingga H1 di terima pada taraf nyata α = 0,05. Disimpulkan bahwa ada
Identifikasi Model Mental Siswa Pada Materi Perpindahan Kalor di SMA Negeri 5 Palu Yudani, Ni Wayan; Pasaribu, Marungkil; Darmadi, I Wayan
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 4, No 1 (2016): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.22487/j25805924.2016.v4.i1.5423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model mental yang digunakan siswa dalam menjelaskan konsep perpindahan kalor di SMAN 5 Palu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMAN 5 Palu. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 3 sebanyak 54 orang yang diberikan tes diagnostik 2 tingkat (two tier). Tingkat I untuk mengetahui pemahaman siswa, tingkat II untuk mengidentifikasi model mental. Responden dipilih sebanyak 9 orang yang diperoleh berdasarkan hasil tes diagnostik tingkat I untuk diwawancarai lebih mendalam guna mempertegas jawaban siswa pada tes diagnostik 2 tingkat. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kemampuan dengan kategori tinggi kecendrungan menggunakan model konveksi berbasis difusi, model konveksi berbasis difusi (beratap panas I), model konveksi berbasis difusi (beratap panas II), model konveksi arus bersepeda, model konveksi arus bersepeda (perbedaan massa jenis), model konveksi arus bersepeda (suhu didistribusikan merata), dan model konveksi fluida bergerak. Siswa yang memiliki kemampuan dengan kategori sedang kecendrungan menggunakan model konveksi fluida bergerak, model konveksi arus bersepeda, model konveksi arus bersepeda (perbedaan massa jenis), konveksi arus bersepeda (tahapan meluasnya konveksi), model konveksi fluida bergerak, dan model lain. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan dengan kategori rendah kecendrungan menggunakan model konveksi arus bersepeda (perbedaan massa jenis), model konveksi fluida bergerak, dan model lain.   Kata Kunci : Model Mental; Perpindahan Kalor
PENGARUH PROBLEM-BASED LEARNING DENGAN METODE SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMK NEGERI 3 PALU Sulasmini, Sulasmini; Darmadi, I Wayan; Haeruddin, Haeruddin
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 3, No 1 (2015): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.22487/j25805924.2015.v3.i1.2760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh problem-based learning dengan metode snowball throwing terhadap hasil belajar fisika siswa SMK Negeri 3 Palu. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 3 Palu. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Kelas X TGB A sebagai kelas eksperimen dan kelas X TGB B sebagai kelas kontrol. Instrumen tes hasil belajar berupa tes essay yang telah divalidasi oleh validator. Hasil peningkatan rata-rata N-gain yang mengikuti model problem-based learning dengan metode snowball throwing adalah 48,28% yang berkategori sedang dan peningkatan rata-rata yang mengikuti model pembelajaran konvensional adalah 32,47% yang berkategori sedang. Hasil perhitungan statistik dari uji perbedaan rata - rata menggunakan uji-t didapatkan harga thitung > ttabel dengan nilai thitung 3,54 dan ttabel pada taraf signifikansi 5% dan dk = 56 adalah 1,67. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata – rata peningkatan hasil belajar antara siswa yang mendapatkan pembelajaran problem-based learning dengan metode snowball throwing lebih tinggi dari model pembelajaran konvensional. Kata Kunci:     Problem-Based Learning, Snowbal Throwing, Hasil belajar 
Analisis Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X dalam Pokok Bahasan Dinamika Partikel Hermawati, Rika; Haeruddin, Haeruddin; Darmadi, I Wayan
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 4 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak - Tujuan penelitin ini untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kreatif siswa kelas X dalam pokok bahasan dinamika partikel. Subyek penelitian ini terdiri dari 25 orang siswa SMA. Data diperoleh dari tes awal, tes keterampilan berpikir kreatif dan wawancara. Tes awal terdiri dari 25 butir pertanyaan. Tes keterampilan berpikir kreatif terdiri atas 8 butir pertanyaan yang masing-masing mengandung aspek keterampilan berpikir kreatif yaitu kelancaran, kebaruan, keluwesan dan elaborasi yang diikuti dengan wawancara. Data penelitian dianalisis melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa, aspek kebaruan dan kelancaran yang diperoleh dari nilai rata-rata per soal siswa berada pada kategori tinggi, dan aspek keluwesan serta elaborasi berada pada kategori sedang. Kata Kunci: Analisis, Keterampilan, Berpikir kreatif, Dinamika Partikel
PENERAPAN PENDEKATAN CTL BERBASIS PENILAIAN KINERJA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMK NEGERI 3 PALU Amelia, Rizki Nur; Darmadi, I Wayan; Syamsu, Syamsu
Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako Vol 2, No 4 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Ejurnal Pendidikan Fisika Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar fisika melalui penerapan pendekatan CTL pada siswa SMK N 3 Palu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi dengan rancangan One Group Preetest Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 3 Palu. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling kelas X RPL A sebagai kelas eksperimen. Instrumen tes hasil belajar berupa tes essay yang telah divalidasi oleh validator. Data yang dikumpulkan adalah kinerja siswa dan hasil belajar. Hasil peningkatan rata-rata N-gain yang mengikuti pendekatan CTL berbasis penilaian kinerja adalah 37,88 %. Hasil perhitungan statistik dari uji beda rata-rata menggunakan uji-t didapatkan harga thitung sebesar 22,7 dan ttabel pada taraf signifikansi 5% dan dk = 54 adalah 1,7. Hasil rata-rata penilaian kinerja untuk rubrik diskusi kelompok dan rubrik eksperimen adalah 4 dan 80. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar fisika meningkat terhadap siswa yang diberikan pendekatan kontekstual berbasis penilaian kinerja dengan menggunakan rubrik eksperimen dan rubrik diskusi kelompok. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar fisika melalui pendekatan kontekstual berbasis penilaian kinerja pada siswa kelas X SMK N 3 Palu. Kata Kunci:     pendekatan kontekstual, penilaian kinerja, Hasil belajar
PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN AIR (AUDITORY, INTELLECTUALY, REPETITION) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 BIROMARU Selviana, Selviana; Darmadi, I Wayan; Muslimin, Muslimin
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 2, No 3 (2014): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.22487/j25805924.2014.v2.i3.4380

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang menggunakan model pembelajaran AIR dengan model pembelajaran konvensional. Adapun desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu the non equivalen, Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Biromaru, dengan sampel penelitian kelas X MIA 1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 26 orang dan kelas X MIA 2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 25 orang. Hasil analisa data yang diperoleh adalah hasil belajar fisika, pada kelas eksperimen skor rata-ratanya adalah 12,46 dengan standar deviasi 2,56 dan kelas kontrol skor rata-ratanya adalah 9,44 dengan standar deviasi 2,34. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh t hitung = 1,78 sedangkan untuk t tabel = 1,67. Hal ini berarti bahwa hasil pengujian hipotesis berada diluar kriteria penerimaan Ho. Terima Ho jika  -1,67 < t < 1,67 dan tolak Ho dalam hal lainnya. Jelas bahwa t hitung = 1,78 berada diluar Ho. Jadi dengan demikian Ho ditolak dengan taraf nyata α = 0,05 dengan dk= 49. Sehingga H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang menggunakan model pembelajaran AIR dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci: Model pembelajaran AIR, Model pembelajaran konvensional, hasil belajar fisika.