Irawan Danismaya
STIKES Kota Sukabumi

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI YOGA TERHADAP FATIQUE PENDERITA KANKER PASCA KEMOTERAPI DI R. S. HASAN SADIKIN BANDUNG Danismaya, Irawan
GASTER Vol 5, No 1 (2009): Februari
Publisher : GASTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.041 KB)

Abstract

Kelelahan atau fatique adalah keluhan subyektif yang lazim dialami penderita kanker yang semakin bertambah kualitas kelelahannya ketika menjalani program kemoterapi. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh teknik relaksasi Yoga terhadap tingkat fatique pada penderita kanker pasca kemoterapi di RS Hasan Sadikin Bandung. Perubahan tingkat fatique pada kelompok intervensi yang telah melakukan teknik relaksasi Yoga dibandingkan dengan perubahan dalam kelompok kontrol. Responden 40 orang ditetapkan dengan simple random sampling yang dibagi menjadi 20 orang kelompok intervensi dan 20 orang kelompok kontrol, yang terbagi secara random permuted blocks. Tingkat fatique adalah keluhan subyektif penderita kanker setelah menjalani kemoterapi yang meliputi 4 dimensi kuantitatif Fatique dari Skala Piper yaitu severity, afektif, sensory dan kognitif yang diukur setiap hari sampai hari ke-5 sesudah melakukan teknik relaksasi Yoga. Nilai mean tingkat fatique pada kelompok intervensi menunjukan selisih skala terbesar pada hari ke-5 yaitu 2.73409. Hal yang sama juga terjadi pada kelompok kontrol yaitu di hari ke-5 sebesar 0.75682.  Penurunan skala tingkat fatique terjadi setiap hari pada kedua kelompok, tapi pengaruh latihan relaksasi Yoga menunjukan perbedaan diantara kedua kelompok dengan nilai p 0.001 di hari ke-3, serta nilai p 0.000 di hari ke-4 dan ke-5 dalam 95 % tingkat kepercayaan. Teknik relaksasi Yoga disimpulkan mempunyai pengaruh untuk mengurangi keluhan fatique penderita kanker pasca kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sehingga teknik tersebut hendaknya dijadikan protap baku dalam pelayanan keperawatan di ruangan kemoterapi. Karena banyaknya faktor yang diketahui berkontribusi terhadap kualitas fatique maka penelitian lanjutan direkomendasikan agar dilakukan dengan jumlah sampel yang lebih banyak dengan metodologi penelitian yang lebih beragam.   Kata Kunci: Kanker, Kemoterapi, Fatique, Teknik Relaksasi Yoga
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI YOGA TERHADAP FATIQUE PENDERITA KANKER PASCA KEMOTERAPI DI R. S. HASAN SADIKIN BANDUNG Danismaya, Irawan
Gaster : Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2009): FEBRUARI
Publisher : P3M STIKES Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.041 KB)

Abstract

Kelelahan atau fatique adalah keluhan subyektif yang lazim dialami penderita kanker yang semakin bertambah kualitas kelelahannya ketika menjalani program kemoterapi. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh teknik relaksasi Yoga terhadap tingkat fatique pada penderita kanker pasca kemoterapi di RS Hasan Sadikin Bandung. Perubahan tingkat fatique pada kelompok intervensi yang telah melakukan teknik relaksasi Yoga dibandingkan dengan perubahan dalam kelompok kontrol. Responden 40 orang ditetapkan dengan simple random sampling yang dibagi menjadi 20 orang kelompok intervensi dan 20 orang kelompok kontrol, yang terbagi secara random permuted blocks. Tingkat fatique adalah keluhan subyektif penderita kanker setelah menjalani kemoterapi yang meliputi 4 dimensi kuantitatif Fatique dari Skala Piper yaitu severity, afektif, sensory dan kognitif yang diukur setiap hari sampai hari ke-5 sesudah melakukan teknik relaksasi Yoga. Nilai mean tingkat fatique pada kelompok intervensi menunjukan selisih skala terbesar pada hari ke-5 yaitu 2.73409. Hal yang sama juga terjadi pada kelompok kontrol yaitu di hari ke-5 sebesar 0.75682.  Penurunan skala tingkat fatique terjadi setiap hari pada kedua kelompok, tapi pengaruh latihan relaksasi Yoga menunjukan perbedaan diantara kedua kelompok dengan nilai p 0.001 di hari ke-3, serta nilai p 0.000 di hari ke-4 dan ke-5 dalam 95 % tingkat kepercayaan. Teknik relaksasi Yoga disimpulkan mempunyai pengaruh untuk mengurangi keluhan fatique penderita kanker pasca kemoterapi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sehingga teknik tersebut hendaknya dijadikan protap baku dalam pelayanan keperawatan di ruangan kemoterapi. Karena banyaknya faktor yang diketahui berkontribusi terhadap kualitas fatique maka penelitian lanjutan direkomendasikan agar dilakukan dengan jumlah sampel yang lebih banyak dengan metodologi penelitian yang lebih beragam.   Kata Kunci: Kanker, Kemoterapi, Fatique, Teknik Relaksasi Yoga
Efektifitas Model Active dalam Pembelajaran Praktek Tahap Profesi Ners di Stikes Sukabumi Danismaya, Irawan
Jurnal Smart Keperawatan Vol 5, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.793 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v5i1.160

Abstract

Pendidikan Ners Indonesia memiliki 2 tahap program pembelajaran yaitu Tahap akademik dan Tahap Profesi.Model pembelajaran praktek Tahap Profesi di perguruan tinggi Keperawatan sangat bervariasi tergantung pada profil lulusan yang diharapkannya. STIKES Sukabumi telah menerapkan model ACTIVE yang dievaluasi keefektifannya secara periodik. Variabel penelitian yaitu tingkat keterampilan menerapkan Proses Keperawatan, Proses Manajemen dan tingkat rasa aman mahasiswa. 99 mahasiswa yang tercatat pada tahun akademik 2016/2017 ditetapkan sebagai responden menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan 3 jenis kuisioner berskala Likert. Analisis data dilakukan untuk menemukan nilai tengah dan distribusi frekuensinya. Tahap Perumusan Diagnosis Keperawatan memiliki nilai tertinggi yaitu  81,82 % dan rata-rata tertinggi pada tahap Implementasi Keperawatan yaitu 3,16. Tahap Actuating memiliki nilai tertinggi yaitu 40,40 % dan rata-rata tertinggi pada tahap Communicatingyaitu 3,08.Tingkat rasa aman mahasiswa sebagian besar termasuk dalam kategori cemas ringan dengan nilai 83,84 %. Kesimpulan penelitian yaitu tingkat kompetensi mahasiswa dalam menerapkan Proses Keperawatan berada pada level New Beginner menuju Proficient.Tingkat keterampilan mahasiswa dalam menerapkan Proses Manajemen berada pada level New Beginner sampai Competent. Tingkat rasa aman saat menjalankan pembelajaran praktek sebagian besar pada kategori cemas ringan. Saran ditujukan kepada pihak pengelola lahan praktek, program studi dan Peneliti selanjutnya.Kata Kunci : Proses Keperawatan ; Proses Manajemen ; Rasa Aman; Tingkat kompetensi