Darnas Dana
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia

Resistensi Terhadap Stres dan Respons Imunitas Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy, Lac.) Yang Diberi Pakan Mengandung Kromium-Ragi Hastuti, Sri; Mokoginta, Ing; Dana, Darnas; Sutardi, Toha
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2004): Juni 2004
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.819 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kromium optimum yang dapat meningkatkan resistensi terhadap stres dan mengkaji peran kromium dalam meningkatkan respons imunitas ikan gurami (Osphronemus gouramy, Lac.). Empat macam ransum isoprotein dan isokalori dengan kandungan kromium Cr+3-ragi sebesar 0.0 ppm (pakan A), 1.5 ppm (pakan B), 3.0 ppm (pakan C) dan 4.5 ppm (pakan D) diberikan pada ikan contoh dengan bobot 25±2.18 g selama 40 hari. Pada akhir pemeliharaan, ikan diberi perlakuan stres suhu dingin ? -9ºC selama 5 menit untuk mengetahui resistensinya terhadap stres. Contoh darah diambil pada jam ke 0, 0.6, 2, 3, 4, 5, 7, 9, dan 18 pasca stres. Kadar glukosa darah meningkat dan mencapai nilai puncak 100.00, 58.31, 58.86 and 88.43 mg/dl masing-masing untuk perlakuan A, B, C dan D. Kadar kortisol plasma darah pada perlakuan A, B, C dan D masing- masing adalah 53.22, 20.65, 31.67, 40.57 μg/dl. Ikan sisa sebanyak 20 ekor, diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophyla 0.1 ml dengan kepadatan 106 cfu/ml, dipelihara selama 14 hari  untuk mengetahui respons imunitasnya. Perubahan total  leukocyte dan total immunoglobuline pada perlakuan B masing- masing mencapai 272% dan 10.11 μg/dl, sedangkan nilai  hematocrite pada sebelum dan sesudah infeksi adalah 51.87 dan 44.77% dengan jumlah erytrosite mencapai 399 500 dan 239 500 sel/ mm3. Perlakuan B disarankan dapat digunakan untuk menghasilkan ikan yang paling resisten terhadap stres dan yang dapat meningkatkan respons imunitasnya.Kata kunci: Kromium, glukosa darah, stres, imunitas, ikan gurami.
Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup dan Kualitas Larva Udang Windu (Penaeus monodon Fab) Riani, Etty; Dana, Darnas
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 10, No 1 (2003): Juni 2003
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1564.561 KB)

Abstract

Udang windu merupakan hewan air yang bersifat nokturnal, sehingga pertumbuhannya di ruangan yang gelap akan lebih baik dibangidngkan di ruangan yang terang benderang. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan, derajat kelangsungan hidupnya serta pengaruhnya terhadap kualitas larva.
Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup dan Kualitas Larva Udang Windu (Penaeus monodon Fab) Riani, Etty; Dana, Darnas
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 10, No 1 (2003): Juni 2003
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1564.561 KB)

Abstract

Udang windu merupakan hewan air yang bersifat nokturnal, sehingga pertumbuhannya di ruangan yang gelap akan lebih baik dibangidngkan di ruangan yang terang benderang. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan, derajat kelangsungan hidupnya serta pengaruhnya terhadap kualitas larva.
Resistensi Terhadap Stres dan Respons Imunitas Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy, Lac.) Yang Diberi Pakan Mengandung Kromium-Ragi Hastuti, Sri; Mokoginta, Ing; Dana, Darnas; Sutardi, Toha
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2004): Juni 2004
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.819 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kromium optimum yang dapat meningkatkan resistensi terhadap stres dan mengkaji peran kromium dalam meningkatkan respons imunitas ikan gurami (Osphronemus gouramy, Lac.). Empat macam ransum isoprotein dan isokalori dengan kandungan kromium Cr+3-ragi sebesar 0.0 ppm (pakan A), 1.5 ppm (pakan B), 3.0 ppm (pakan C) dan 4.5 ppm (pakan D) diberikan pada ikan contoh dengan bobot 25±2.18 g selama 40 hari. Pada akhir pemeliharaan, ikan diberi perlakuan stres suhu dingin ? -9ºC selama 5 menit untuk mengetahui resistensinya terhadap stres. Contoh darah diambil pada jam ke 0, 0.6, 2, 3, 4, 5, 7, 9, dan 18 pasca stres. Kadar glukosa darah meningkat dan mencapai nilai puncak 100.00, 58.31, 58.86 and 88.43 mg/dl masing-masing untuk perlakuan A, B, C dan D. Kadar kortisol plasma darah pada perlakuan A, B, C dan D masing- masing adalah 53.22, 20.65, 31.67, 40.57 μg/dl. Ikan sisa sebanyak 20 ekor, diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophyla 0.1 ml dengan kepadatan 106 cfu/ml, dipelihara selama 14 hari  untuk mengetahui respons imunitasnya. Perubahan total  leukocyte dan total immunoglobuline pada perlakuan B masing- masing mencapai 272% dan 10.11 μg/dl, sedangkan nilai  hematocrite pada sebelum dan sesudah infeksi adalah 51.87 dan 44.77% dengan jumlah erytrosite mencapai 399 500 dan 239 500 sel/ mm3. Perlakuan B disarankan dapat digunakan untuk menghasilkan ikan yang paling resisten terhadap stres dan yang dapat meningkatkan respons imunitasnya.Kata kunci: Kromium, glukosa darah, stres, imunitas, ikan gurami.