Retno Wulan Damayanti
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

PEMODELAN PERSAMAAN NEWTON-EULER PADA PENGEMBANGAN PROSTHETIC TANGAN KOSMETIK DALAM MENENTUKAN BESARNYA DAYA PADA SISTEM KABEL EXTERNAL Herdiman, Lobes; Damayanti, Retno Wulan; Suletra, I Wayan
J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Volume 4, No. 3, September 2009
Publisher : Departement of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.928 KB)

Abstract

Pengembangan  komponen telapak tangan prosthetic terdiri dari metacarpal, metacarpal pollicis, dan jari tangan. Bahan yang digunakan yaitu nylon, jumlah komponen sebanyak 87 dan berat 175 gram. Kemampuan ibu jari dan jari telunjuk memegang peranan penting dalam melakukan 6 model gerakan. Posisi ujung phalanx media-distalis ibu jari dan jari telunjuk bertemu pada satu titik, sehingga mampu melakukan gerakan dasar tangan. Pengujian dengan eksperimen empiris pada pengembangan prosthetic tangan kosmetik dilakukan untuk mengetahui rotasi dari titik koordinat pada sendi pada saat aktivitas pemegangan. Sumbu koordinat ruang dan sistem dimana sumbu x, y, dan z, dengan titik nol ditetapkan pada pangkal poros utama. Model mekanisme prosthetic tangan kosmetik dengan sistem penarikan pada kendali kabel eksternal. Pengukuran tekanan pada ibu jari dengan jari telunjuk sebesar 493 gram yang dilakukan dengan alat dial indicator, pengukuran tekanan ibu jari dengan jari tengah sebesar 487 gram. Pengujian beban tarikan kabel untuk membuka jari menjadi terbuka penuh sebesar 4.291 gram dengan alat force gauge. Persamaan Newton-Euler menghasilkan besarnya torsi melalui persamaan forward (maju) dan backward (mundur). Rotasi matriks yang disimbolkan xRx+1, dengan x adalah titik mulai dan x+1 adalah titik tujuan. Titik koordinat pada tiap ruas sebagai degree of freedom pada tiga titik, yaitu titik 0, titik 1, dan titik 2. Perhitungan matriks rotasi menggunakan titik awal (origin) dan titik tujuan (destination). Titik 0 jari ditentukan pada sendi metacarpophalangeal, titik 1 pada sendi interphalangeal proximalis, dan titik 2 pada ujung komponen phalanx media-distalis sebagai end effector dimana ω0 = v0 = 0 dan gravitasi g = 9,8062 m/s2. Besarnya torsi maksimal dicapai pada gerakan spherical sebesar 10,00449 N.m, dengan mengkonversikan besaran torsi ke daya maka dicapai sebesar untuk gerakan spherical sebesar 12,5046 watt, dan daya terkecil pada gerakan lateral dan tip sebesar 12,5041 watt. Daya yang dihasilkan dapat digunakan sebagai dasar menentukan spesifikasi motor. Spesifikasi motor yaitu tipe motor servo dengan seri PTSV4835 atau SV4835, rpm 55,1, volt (12,13 V), I (4.27 amp), input (51,82 watt), torque ( 47 kg-cm), output (26,60 watt) dan efficiency sebesar 51,33%. Kata kunci: Prosthetic tangan kosmetik, functional requirements, 6 model gerakan dasar, Newton Euler, tosi, daya Abstract   Development of Prosthetic hand component consists of the metacarpal, metacarpal pollicis, and fingers. The material used is nylon, the number of components of 87 and 175 grams weight. Ability thumb and index finger an important role in the movement to 6 models. The position of the tip-media Phalanx distalis thumb and index finger meet at one point, so that they can perform the basic hand movements. Testing with empirical experiments on the development of cosmetics Prosthetic hand performed to determine the rotation of the coordinate points on the joints during activities of holdings. Coordinate axis and space axis system where x, y, and z, with zero point set at the base of the main shaft. Model mechanism cosmetics Prosthetic hand with withdrawal system to control an external cable. Measurement of pressure on the thumb with the index finger of 493 grams which is done by means of a dial indicator, measuring the pressure with the thumb middle finger for 487 grams. Load Testing pull cable to open the fingers to be fully open by 4291 grams with a force gauge. Newton-Euler equations to produce the amount of torque through the equation forward (forward) and backward (backward). Rotation matrix symbolized xRx +1, with x is the starting point and x +1 is the destination point. Point coordinates on each segment as a degree of freedom on three points, namely the point 0, point 1 and point 2. Rotation matrix calculation using the starting point (origin) and the destination point (destination). Fingers 0 points specified in the metacarpophalangeal joints, point 1 on the interphalangeal joints proximalis, and point 2 at the end of the media components of Phalanx distalis as end-effector where ω0 = v0 = 0 and the gravity g = 9.8062 m/s2. The amount of the maximum torque is achieved on the movement of spherical 10.00449 Nm, with the amount of torque to convert the power to achieve registration to the movement of spherical 12.5046 watts, and the smallest at lateral movement and the tip of 12.5041 watts. The resulting power can be used as the basis for determining the motor specifications. Specification of the type of motor servo motor with PTSV4835 or SV4835 series, 55.1 rpm, volts (12.13 V), I (4:27 amp), the input (51.82 watts), torque (47 kg-cm), output (26.60 watts) and the efficiency of 51.33%. Keywords: Prosthetic hand cosmetics, functional requirements, the basic motion model 6, Newton Euler, Tosi, power
PEMANFAATAN LIMBAH PDAM UNTUK LAPISAN ATAS PAVING BLOCK MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI DAN RSM BERBASIS SNI NO. 03-0691-1996 Rosyidi, Cucuk Nur; Damayanti, Retno Wulan; Winarno, Winarno
JURNAL STANDARDISASI Vol 14, No 2 (2012): Vol. 14(2) 2012
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solo selain memberikan pelayanan air bersih juga memberikan pelayanan pengelolaan air limbah rumah tangga, instansi, dan komersial. Pelayanan pengelolaan air limbah tersebut dilakukan oleh PDAM menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Lumpur buangan hasil pengolahan limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Dalam penelitian ini dilakukan pemanfaaatan limbah lumpur IPAL PDAM sebagai campuran pembuatan lapisan atas paving block. Metode Taguchi digunakan dalam penelitian ini untuk menentukan setting faktor optimal yang mempengaruhi karakteristik kualitas paving block. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 03-0691-1996, terdapat tiga karakteristik kualtas paving block yaitu kuat tekan, daya serap air, dan laju keausan. Selain itu, digunakan response surface methodology (RSM) untuk membantu menentukan hubungan antara karakteristik kualitas dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil eksperimen menunjukkan setting level optimal diperoleh pada faktor ukuran maksimum agregat 10 mm, faktor air semen 0,3 dan 0,35 serta jumlah persentase lumpur yang digunakan sebesar 10%. Pemanfaatan lumpur IPAL PDAM Semanggi Solo dapat menghasilkan paving block dengan kualitas C Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 03-0691-1996 untuk kuat tekan dan mutu A untuk segi serapan air dan laju keausan.
PENENTUAN KONSEP PERANCANGAN ALAT PENGERING SIMPLISIA JAHE MENGGUNAKAN SUMBER PANAS SINAR MATAHARI DENGAN BACKUP PANAS KOMPOR BIOMASSA Agassi, Ereika Ari; Damayanti, Retno Wulan; Cahyono, Sukmaji Indro
J@TI (JURNAL TEKNIK INDUSTRI) Volume 10, No. 3, September 2015
Publisher : Department of Industrial Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.592 KB)

Abstract

Proses pengeringan rimpang jahe yang dilakukan petani Biofarmaka Karanganyar untuk memproduksi simplisia,  selama ini menggunakan sumber panas sinar matahari. Sinar matahari merupakan sumber energi yang terdapat bebas di alam namun tidak dapat dikontrol. Proses produksi simplisia terhambat apabila tidak terdapat panas matahari yaitu apabila cuaca mendung atau hujan. Hambatan proses produksi simplisia menjadi faktor yang penting mengingat daya tahan jahe segar yang rendah. Untuk itu, diperlukan adanya alternatif sumber energi panas yang murah dan dapat dikontrol untuk memproduksi simplisia jika sumber energi panas matahari tidak dapat digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep perancangan alat pengering simplisia jahe menggunakan sumber panas sinar matahari dengan backup panas kompor biomassa. Tahapan perancangan terdiri dari identifikasi kebutuhan pengguna, penyusunan spesifikasi produk, pengembangan konsep produk, dan pemilihan konsep produk. Penelitian ini menghasilkan 36 konsep produk untuk alat pengering simplisia jahe menggunakan sumber panas sinar matahari.   Kata kunci : alat pengering; simplisia; energi matahari; kompor biomassa   Abstract   The ginger drying process used by Biofarmaka farmers of Karanganyar to produce simplisia, used heat source from solar energy of the sunlight. Sunlight is a free source of energy that can be obtained in the universe but can not be controlled. Production of simplisia can be stopped or obstructed if there is no sunlight that gives solar energy for the drying process (cloudy or rainy). This obstacle of production process of simplisia becomes an important matter considering the low durability of fresh ingredients (ginger). This requires the presence of an additional source of heat energy which is cheap and can be controlled to produce simplisia if the heat source from solar energy of the sunlight can not be used. This study aims to construct concept of design solar dryer with a biomass stove for heat backup to produce ginger simplisia. The step of design are identification of user requirements, construction of product specifications, product concept development, and product concept selection. This study resulted in 36 product concept of the ginger solar dryer. Keywords : dryer; simplisia; solar energy; biomass stove
Kajian Biomekanika Untuk Jalan Cepat Terhadap Rancangan Knee Joint Sistem Energy Storing Mekanisme 2 Bar Pada Kaki Prosthetic Endoskeletal Bagi Amputee Transfemoral Herdiman, Lobes; Damayanti, Retno Wulan; Faiz, Zulfa Miftakhul
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 11, No 2 (2012): PERFORMA Vol. 11, No 2 September 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.897 KB)

Abstract

Endoskeletal prosthetic foot that was developed at the knee joint by storing energy systems 2 bar mechanism. This technology is analogous to a spring that can be stretched and loosened, store and release elastic potential energy. Storing energy systems to facilitate the activity of normal or brisk walking. 2 bar mechanism consists of two links and a joint with joint function as a link 2 link. Storing energy in the system design of knee joint using a gas spring with the principle of increasing the pressure causes compression of nitrogen gas in the tube and the more energy saved. This study involves a transfemoral amputee object, male gender, age 49 years, height 164 cm, and weight 67.5 kg (without a prosthetic foot). Kadaba's experimental protocol using a protocol with a prosthetic foot on the right and left foot on the normal road speed 0.7 m/s - 1.4 m/s. Study the biomechanics of gait cycle analysis for a brisk walk, torque (τ), style (Fx, Fy) and external work (Ew). Knee joint with energy storing mechanism of 2 bar to perform flexion and extension movements, swinging his legs no longer require a large force. This system has been storing energy and energy release in shaping the pattern of walking to be balanced at the moment pre swing and mid swing.
IPTEKS BAGI MASYARAKAT PEMBUDIDAYA JAMUR TIRAM DI BOYOLALI DAN SUKOHARJO JAWA TENGAH Damayanti, Retno Wulan; Priadythama, Ilham
Jurnal Abdimas Vol 18, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.53 KB)

Abstract

Jamur tiram adalah jamur yang dapat dimakan, yang tidak hanya lezat dalam rasa tapi juga kaya akan nutrisi. Jamur Tiram merupakan komoditas utama di Sukoharjo. Permasalahannya adalah bagaimana menerapkan strategi bagi para pembudidaya untuk meningkatkan varietas produk jamur tiram. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengeringkan dan mengolahnya menjadi tepung jamur tiram. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, dilakukan perancangan dan penerapan alat pengering energi surya (solar dryer). Alat pengering energi surya yang diimplementasikan mampu mengeringkan 5-10 kg jamur tiram segar dalam waktu 50 -72 jam. Untuk memproses tepung jamur tiram, digunakan penggiling makanan (food grinder) yang telah terbukti efektif untuk industri skala kecil dan menengah (300 kg per bulan) dengan investasi yang rendah dan juga mudah digunakan. Untuk metode sosialisasi dan pelatihan pengeringan dan penepungan jamur tiram, disiapkan modul pelatihan dan video yang berisi Standar Prosedur Operasional (SOP) proses produkdi alat pengering surya, dan juga proses pengeringan serta penepungan jamur tiram.
Quality Award Untuk Mengevaluasi Pencapaian Implementasi Manajemen Kualitas Perusahaan (Studi Kasus: Evaluasi Implementasi Six Sigma di Perusahaan X) Damayanti, Retno Wulan
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 7, No 1 (2008): PERFORMA Vol. 7, No. 1 Maret 2008
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.781 KB)

Abstract

Company can utilize Quality Award model to measure and evaluate efficacy of its quality managementimplementation. Three model which is often used is Deming Prize (DP), Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA), and European Quality Award EQA). EQA is newest development model. Dutch Quality Award (DQA) is appreciation of quality in Dutch which its development follow EQA. Case Real how to measure quality management in company is given to describe way of utilizing Quality Award to measure and evaluate efficacy quality management implementation in company X .
Perbaikan Kualitas pada Proses Kiln Tegel Keramik Kode GE dengan Metode Six Sigma DMAIC (Studi Kasus PT. IKAD Tangerang) Liquiddanu, Eko; Damayanti, Retno Wulan; S, Febiyanto
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 6, No 1 (2007): PERFORMA Vol. 6, No. 1 Maret 2007
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.257 KB)

Abstract

PT. IKAD is a company that produces ceramic tile. Quality decreasing is occurred on some Critical To Quality (CTQ) in a part of kiln. Kiln process itself was the last process and the most vital in determining final output of ceramic tile. Realizing the importance to the quality of kiln process, hence needed a problem solving method to improve and control process which taking place in Department Plant 3 so the amount ofdefect product can be minimized to achieve zero defect. The method to solve the problem is Six Sigma method that consist of Define, Measure, Analyze, Improve, and Control (DMAIC) phase. DMAIC phase begins with identifying customer needs to determine priority ofCTQ. Then measuring the sigma level, stability and process capability ofpriority CTQ. On the analyze phase, cause effect diagram is used to find failure cause analysis of CTQ, and then Failure Modes Effect Analysis (FMEA) tool is used to analyze the failure. On the final phase, improvement plan and process control act is done for company. The result ofthis research from Define phase is dash away as the priority ofCTQ. On the Measure phase known that sigma level in the month of January 2006 equal to 3,46 sigma and decrease to 3,24 sigma in Februari 2006. At that both period, process condition is not stable but capable enough if seen from Cp and Cpk value. On the Analyze phase is obtained the information that many factors like process or method, man, material, measurement, mother-nature, also machine and equipments are supposed causing instability and incapability of kiln process. Improve suggestions for managerial and technical side are given and Control suggestions to guarantee the quality of kiln process are also given on the Improve and Control phase.
Perbaikan Proses Bisnis Pasang Baru Telepon Kabel di Wilayah Pemasangan Baru Surakarta dengan Metode Fault Tree Analysis Sutopo, Wahyudi; Damayanti, Retno Wulan
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 6, No 2 (2007): PERFORMA Vol. 6, No. 2 September 2007
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.022 KB)

Abstract

TELKOM always make an effort to fulfill the society need upon products and services of fixed phon. The effort of TELKOM such as repair the old network (existing) and add the new network in certain area that have high potency of demand, such as in Gentan, Purbayan, Colomadu, Jaten and Kaliyoso. Those reparation and increament of the network give chances to customer of TELKOM who want to have a new installation of fixed phone (PSB). Process of PSB fixed phone in existing area is different with new network area. In new network area, TELKOM not yet had standard business process, and this is stimulate some problems, such as delayed activation, untidy network, lack of access of network and escalation (fatal cancel).Evaluation and improvement of business process are required in order to prevent and to reduce some problems. Evaluation and improvement of business process are conducted using the method of Fault Tree Analysis (FTA) and Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA). Based on the result of FTA and MBNQA, there is improvement on business process new installation (PSB) of fixed phone in new network area by adding Drop Wire withdrawl in early stage.
Budaya Kualitas Pada Organisasi Yang Berkualitas Damayanti, Retno Wulan
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 6, No 1 (2007): PERFORMA Vol. 6, No. 1 Maret 2007
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.858 KB)

Abstract

One of the biggest barier which faced by company to apply total quality is cultural barricade. Many company try to implement total quality , entangling employees at all level with providing training to guarantee employees to be skilled, where this matter is done just to flatten their ability. There is no effort to make a freshment in doing something. In other words, there is no effort to change company culture.
Perancangan Alat Ukur Evaluasi Kinerja Dosen sebagai Dasar Penyusunan Kebijakan Jurusan Teknik Industri UNS dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Fahma, Fakhrina; Damayanti, Retno Wulan; Lestari, Ani
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 10, No 2 (2011): PERFORMA Vol. 10 No 2, September 2011
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.082 KB)

Abstract

Alat ukur ini diharapkan dapat digunakan untuk evaluasi kinerja dosen sebagai dasar penyusunan kebijakan jurusan TI UNS dalam pengembangan sumber daya manusia. Atribut awal mengacu pada butirbutir BAN-PT (Borang), portofolio dosen dan Ekivalen Waktu Mengajar Penuh (EWMP). Pentingnya alat ukur kinerja dosen akan menjadi alat evaluasi jurusan dan dapat digunkan sebagai perbaikan internal serta realisasi penjaminan mutu jurusan TI UNS. Penelitian ini terdiri dari lima tahap : (1). identifikasi atribut, (2). pengelompokan atribut (3). penetapan atribut dengan Focus Group Discussion (FGD), (4) desain alat ukur. Dari identifikasi atribut diperoleh 22 atribut (studi pustaka) dan 14 atribut (masukan dosen). Pengelompokan atribut dilakukan berdasarkan atribut terukur dan tidak terukur. Atribut terukur ini akan digunakan pada tahap selanjutnya karena supaya dalam perancangan alat ukur memiliki atribut penyusun yang jelas tingkat pengukurnya sehingga penilaiannya tidak bersifat subjektif dan berdasarkan bukti. Dari FGD menetapkan 2 atribut yang tereliminasi. Penelitian ini menghasilkan alat ukur yang tersusun atas 4 bidang dengan total 29 atribut, yaitu: (1) pendidikan dan pengajaran terdiri dari 16 atribut, (2) penelitian dan pengembangan karya ilmiah terdiri dari 7 atribut, (3) pengabdian kepada masyarakat terdiri dari 2 atribut, serta (4) kegiatan penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri dari 4 atribut. Berdasarkan uji coba alat ukur nilai performance dosen TI UNS pada bidang penelitian dan kegiatan penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi mendapatkan skor 2 yang artinya masih dalam level cukup. Oleh karena itu diharapkan pihak TI UNS lebih mengarahkan atau memberikan kebijakan pada kegiatan yang berkaitan dengan penelitian yang masih memiliki nilai yang kurang dalam hal karya yang dihasilkan dalam bentuk buku ber ISBN, Kegiatan riset dosen yang digunakan industri, dan Karya-karya yang dipatenkan serta kegiatan penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam hal mengikuti organisasi profesi dan prestasi dosen dalam mendapatkan penghargaan.