Deddy Chrismianto
Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro - Semarang
Articles
46
Documents
Pengembangan Software Berbasis Sistem Penunjang Keputusan untuk Efektifitas Sistem Akurasi Dimensi Pembuatan Badan Kapal

PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2004: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8284.1 KB)

Abstract

Dalam proses pembangunan badan kapal yang berorientasi pada produk  antara (interim  product) sebagian besar galangan kapal telah menerapkan Sistem Accuracy Control, namun seringkali jika terjadi  penyimpangan  ukuran/dimensi  tersebut  baru diketahui  pada  saat  masuk  tahap  erection, dan  ini  merugikan  bagi sebuah  galangankapal, baik dari  segi  waktu maupun  biaya.  Penggunaan  komputer  sebagai  Sistem Penunjang Keputusan merupakan cara untuk mengatasi  masalah  tersebut.Perancangan database dan modelbase merupakan persyaratan dalam  membuat sebuah Sistem Penunjang  Keputusan  berbasis  komputer.  Dimana  pemilihan MS-  SQL Server 7 akan mampu mendukung pelayanan informasi yang bersifat multi-user, dan penggunaan Control Chart sebagai  model  base  dapat digunakan untuk memonitor hasilproses produksi secara  kontinyu  sehingga  tercapai perbaikan proses.  Kemudian untuk melihat kemampuan kinerja dari software perlu dilakukan proses  validasi.

KAJIAN TEKNIS PENGGUNAAN METODE FULL OUTFITTING BLOCK SYSTEM (FOBS) PADA PRODUKSI PEMBANGUNAN KAPAL BOX SHAPE BLOCK CARRIER (BSBC) M 229/230 KAPASITAS 50.000 DWT DI PT. PAL INDONESIA

KAPAL Vol 5, No 1 (2008): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.315 KB)

Abstract

PT. PAL Indonesia used Full Outfitting Block System (FOBS) methods to abridge ship construction time. But, production accomplishment still frequent to late, so, implementation of those methods at PT. PAL Indonesia in the production of Box Shape Bulk Carrier (BSBC) M 229/230 ship construction or known as STAR 50 need to investigated. The data interpretations were done by doing observation, gather planning data, and monthly production report of Box Shape Bulk Carrier ship between Februarys 2007- April 2008 periods. Then, calculating percentage of FOBS implementation at PT. PAL Indonesia with constrains factor from the data’s. The conclusions based on the analysis and discussions from this research are percentage of FOBS implementation method at PT. PAL Indonesia is 71,633 %, constrain factors of FOBS implementation method at PT. PAL Indonesia are material overdue (6,122%), human resources (4,246%), design (3,954%), production facility (2.820%), and experience (1,244%)

PENGEMBANGAN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN BERBASIS KOMPUTER UNTUK PENINGKATAN EFEKTIFITAS SISTEM AKURASI DIMENSI PADA PROSES PEMBUATAN BADAN KAPAL

Jurnal Informatika Vol 6, No 2 (2005): NOVEMBER 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most of docks have applied Accuracy Control system in the ship body construction process that is interim product oriented. However, size/dimension deviation is often detected in the erecton stage which makes the docks suffer a financial and time loss. The use of computers as a Decision Support System is a way to solve the problem. Database and modelbase design is a requirement to make a computer-based Decision Support System. Ms-SQL Server 7 will support multi-user information system and Control Chart as a model base can be used to monitor production result continually so that the process can be improved, both from manufacture workshop and assembly workshop. The validation process is also important to review the performance of the software. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam proses pembangunan badan kapal yang berorientasi pada produk antara (interim product) sebagian besar galangan kapal telah menerapkan Sistem Accuracy Control, namun seringkali jika terjadi penyimpangan ukuran/dimensi tersebut baru diketahui pada saat masuk tahap erection, dan ini merugikan bagi sebuah galangan kapal , baik dari segi waktu maupun biaya. Penggunaan komputer sebagai Sistem Penunjang Keputusan merupakan cara untuk mengatasi masalah tersebut. Perancangan database dan modelbase merupakan persyaratan dalam membuat sebuah Sistem Penunjang Keputusan berbasis komputer. Dimana pemilihan MS- SQL Server 7 akan mampu mendukung pelayanan informasi yang bersifat multi-user, dan penggunaan Control Chart sebagai model base dapat digunakan untuk memonitor hasil proses produksi secara kontinyu sehingga tercapai perbaikan proses, baik dari bengkel fabrikasi maupun assembly. Kemudian untuk melihat kemampuan kinerja dari software perlu dilakukan proses validasi. Kata kunci: penyimpangan ukuran/dimensi, Sistem Penunjang Keputusan berbasis komputer, database, modelbase, control chart.

PERANCANGAN KAPAL GENERAL CARGO 1500 DWT RUTE PELAYARAN JAKARTA-SURABAYA

KAPAL Vol 10, No 2 (2013): JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.018 KB)

Abstract

Kapal general cargo  adalah kapal yang mengangkut bermacam-macam muatan berupa barang.Barang yang diangkut biasanya merupakan barang yang sudah dikemas.Kapal general cargo dilengkapi dengan crane pengangkut barang untuk memudahkan bongkar-muat muatan. Pada penelitian ini direncanakan desain lambung kapal. Ukuran utama kapal didapatkan dengan menggunakan metode regresi yang didasarkan pada data 5 kapal pembanding. Dari ukuran utama yang didapat kemudian dilakukan pembuatan rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, analisa stabilitas dan analisa olah gerak kapal yang sesuai dengan standar IMO. Setelah dilakukan analisa dengan menggunakan metode regresi yang didasarkan pada data 5 kapal pembanding yang diambil dari Register Of Ship2002-03LR (Lloyd’s Register) dihasilkan alternatif ukuran utama kapal, yaitu dengan panjang kapal keseluruhan (Loa) = 62,46 m, panjang kapal (Lpp) = 57,95 m, lebar kapal (B) = 12,26 m, tinggi kapal (H) = 6,49 m, sarat kapal (T) = 3,85 m, dan kecepatan kapal (Vd) = 11 knot. Pada kecepatan maksimal 11 knot hambatan yang di terima sebesar = 66,76 KN dan power sebesar 506,3667 Hp. Nilai GZ  maksimum kapal = 3,369 m.deg dan nilai GM awal = 4,021 m.Gerakan heaving maksimum = 1,086 m, gerakan rolling maksimum =14,15°, dan gerakan pitching maksimum = 3,02°

ANALISA PENGARUH MODIFIKASI BENTUK HALUAN KAPAL TERHADAP HAMBATAN TOTAL DENGAN MENGGUNAKAN CFD

KAPAL Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.591 KB)

Abstract

Hambatan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi dalam perancangan sebuah kapal. Kapal dengan bentuk haluan yang baik akan memberikan efisiensi hambatan yang dihasilkan sehingga operasional kapal dan pergerakan kapal lebih baik dan efisien pula. Pada penelitian ini diselidiki bentuk haluan yang menghasilkan hambatan total paling kecil dengan menggunakan program Computational Fluid Dynamic (CFD) dengan menggunakan program komputer berbasis CFD. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan menggunakan CFD didapatkan nilai hambatan yang lebih kecil dibandingkan nilai hambatan pada model asli kapal. Nilai hambatan total terkecil pada kondisi kecepatan menggunakan fn 0,26 dari model 5 adalah 208,534 KN. Selisihnya 2,127 KN lebih kecil 1,01 % hambatan totalnya dibandingkan model originalnya yaitu 210,661 KN. Kemudian Nilai hambatan total terkecil pada kondisi kecepatan menggunakan fn 0,22 didapatkan nilai hambatan total 184,804 KN pada simulasi model 5 dan hasil hambatan total dari model original adalah 190.243 KN. Selisihnya 5,439 KN lebih kecil 2,86 % hambatan totalnya dibandingkan model original. Lalu nilai hambatan total terkecil pada kondisi kecepatan menggunakan fn 0,30 didapatkan nilai hambatan total 271,903 KN pada simulasi model 3 dan hasil hambatan total dari model original adalah 331.665 KN. Selisihnya 59,762 KN lebih kecil 18,02 % hambatan totalnya dibandingkan model original.

STUDI PERANCANGAN SEMI-SUBMERSIBLE CATAMARAN SEBAGAI KAPAL PARIWISATA DI KABUPATEN RAJA AMPAT

Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 1 (2014): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Raja Ampat merupakan sebuah kabupaten yang memiliki potensi pariwisata yang sangat besar khususnya potensi pariwisata bawah laut. Oleh karena itu, transportasi kapal yang dimanfaatkan sebagai alat transportasi utamanya. Masih sedikit kapal pariwisata di Kabupaten Raja Ampat yang dapat digunakan untuk menikmati keindahan bawah laut untuk para wisatawan yang tidak memiliki izin untuk menyelam. Maka sebuah kapal Semi-Submersible mungkin dapat membantu para wisatawan untuk dapat menikmati keindahan bawah laut tanpa harus memiliki izin menyelam.Penelitian ini dilakukan dengan melakukan beberapa langkah dari desain, yang merupakan perhitungan dimensi utama kapal, membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik kapal, analisis stabilitas, dan olah gerak kapal. Perencanaan lambung yang dipilih adalah jenis Catamaran (Twin Hull). Sistem pelayaran kapal memiliki 2 (dua) mode pelayaran yaitu, Catamaran Mode dan Submerge Mode. Semi-Submersible Catamaran merupakan perpaduan antara sub marine, yacht, dan home a float. Dengan menggunakan metode perancangan perbandingan optimasi dari kapal pembanding, didapatkan ukuran utama kapal yaitu Loa= 27,60 m, Lwl = 24,40 B = 9,80 m, H = 3,55 m, T = 1,50 m, Displacement = 79,00 ton LWT = 51,50 ton, DWT = 27,50 ton, Vdinas = 30 knot, Vmax = 35 knot, Vsub = 10 knot. Dan untuk hasil perhitungan hidrostatik, kapal memiliki coeffisien block (Cb) = 0,526 coeffisien midship (Cm) = 0,625 coeffisien water plan (Cwl) = 0,912 coeffisien prismatic (Cp) = 0,842 dan letak LCB = 10,73 m atau -3,07 m (dari midship). Nilai resistance yang dialami kapal sebesar 86,99 kN dan power sebesar 1648,71 kW. Nilai GZ terbesar pada Catamaran mode terjadi pada kondisi 6 sebesar 2,48 m dengan nilai GM terbesar pada kondisi 5 sebesar 12,51 m, sedangkan pada saat Submerge mode terjadi pada kondisi 4 sebesar 2,58 m dengan nilai GM terbesar pada kondisi 4 sebesar 7,27 m. 

STUDI PENGARUH VARIABEL-VARIABEL DALAM CFD UNTUK MENGHITUNG KOEFISIEN TAHANAN KAPAL

TEKNIK Volume 34, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.073 KB)

Abstract

Commonly, the Computational Fluid Dynamic (CFD) analysis using the finite volume method, solid modeling is usually used in the early stage in order to prepare a mesh process before the computational process is executed. In this paper the CFD analysis must be executed to obtain a resistance coefficient value, and the verification should be done to ensure a result is close to experimental data. In the CFD analysis, some parameters have been taken into account, including the variation of domain dimensions, variation of mesh sizes, and variation of boundary conditions, in which the comparison between the numerical analysis and experimental data showed good agreement in general. The result of the case no.1 has a smaller difference of the resistance coefficients to the experimental data than other cases, in which the total resistance coefficient (Ct) has a difference about 1.95% of experimental data, the friction resistance (Cf) has a difference about 0.83% of experimental data, and there is a difference about 6.30% of experimental data for the residual resistance (Cr).

ANALISA STABILITAS DAN EQUILIBRIUM KAPAL SELAM MIDGET 150 UNTUK PERAIRAN INDONESIA

Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MIDGET 150 adalah kapal selam dari korea selatan yang termasuk  kapal selam kelas changbogo yang mampu menyelam hingga 150 m di bawah permukaan air laut. Sesuai dengan spesifikasi kapal selam tersebut maka Indonesia akan bekerjasama dengan korea selatan dalam pembuatan kapal selam. Jadi kapal selam MIDGET 150 adalah salah satu kapal selam yang akan di kembangkan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai stabilitas dan pembuatan polygon equilibrium kapal selam MIDGET 150 sebelum dan sesudah diubah penataan tangkinya. Sehingga hasilnya mendapatkan nilai stabilitas ,dan polygon equilibrium saat terjadi perubahan penempatan tangki dan sebelum terjadi perubahan. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah menggunakan software komputasi numerik atau software perkapalan untuk membantu perhitungan pada hidrostatik, stabilitas dan equilibrium. Untuk Analisa stabilitas dilakukan melalui perhitungan nilai stabilitas terhadap kurva stabilitas pada sudut kemiringan 0 – 90o.Analisis menggunakan pedoman standar  stabilitas yang dikeluarkan oleh IMO.Analisa Equilibrium kapal selam dilakukan  menggunakan sofware perkapalan di mulai dari pembuatan batas polygon equilibrium dan perhitungan manual untuk kondisi pembebanan kapal selam.Hasil analisa stabilitas menggunakan aturan IMO (International Maritim Organization) Dalam perhitungannya, MIDGET 150 telah memenuhi semua kriteria IMO dalam 6 kondisi berbeda dan diperoleh hasil, kapal selam tersebut memiliki stabilitas yang baik dan dalam pembuatan equilibrium polygon yang mengacu pada peletakan tangki sebelum dan sesudah di ubah. maka tangki kapal selam sebelum diubah letaknya memiliki equilibrium yang baik dan setelah diubah letaknya equilibrium kapal selam dinyatakan tidak baik.  sehingga  peletakan tangki-tangki pada kapal selam sangat berpengaruh terhadap equilibrium kapal selam tersebut. 

PENGARUH VARIASI BENTUK HULL KAPAL CATAMARAN TERHADAP BESAR HAMBATAN TOTAL MENGGUNAKAN CFD

Kapal Vol 11, No 2 (2014): Juni
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.666 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konfigurasi kapal katamaran dengan variasi bentuk dan lebar lambung yang memiliki hambatan paling kecil dengan menggunakan pendekatan Computational Fluid Dynamic (CFD). Dalam melaksanakan penelitian dilakukan perhitungan hambatan total pada beberapa model 3D menggunakan CFD dengan variasi bentuk lambung dengan menggunakan tipe symetri; inner flat; outer flat, dan variasi lebar lambung (BHull =  2,50m; 3,00m; 3,50m) dengan kecepatan dinas 16, 20, 24 knot. Dari hasil analisa didapatkan nilai hambatan dengan CFD untuk model lambung dengan variasi lebar untuk kecepatan 16knot bervariasi antara 20,401 kN sampai 54,445 kN. Pada kecepatan 20 knot antara 31,829 kN sampai 84,962 kN. Sementara untuk kecepatan 24 knot antara 45,938 kN sampai dengan 122,623 kN.

PENGARUH VARIASI BENTUK BURITAN KAPAL TERHADAP HAMBATAN TOTAL MENGGUNAKAN METODE CFD

Kapal Vol 11, No 3 (2014): Oktober
Publisher : Teknik Perkapalan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.321 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan model 3D pada berbagai variasi bentuk buritan menggunakan CFD (Computational Fluid Dynamic).Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan didapatkan hambatan total yang terkecil menggunakan CFD untuk berbagai variasi bentuk buritan kapal, dengan studi kasus pada type KCS (Kriso Container Ship). Hambatan total terkecil pada kondisi kecepatan fn 0.22 adalah 646.57 KN yaitu pada model 1, kemudian hambatan total terkecil pada kondisi kecepatan fn 0.26 adalah 2608.57 KN yaitu pada model original (asli), dan hambatan total terkecil pada kondisi kecepatan fn 0.30 adalah 4042.07 KN pada model 7.