p-Index From 2014 - 2019
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AGROEKOTEKNOLOGI
Charloq Charloq
Universitas Sumatera Utara

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS KEDELAI ( Glycine max L.Merrill ) PADA BERBAGAI TINGKAT PENAUNGAN TAHAP KEDUA

AGROEKOTEKNOLOGI Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara-Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.83 KB)

Abstract

This research aims to know the growth and production various types of soy beans in the second stage various levels of shade. This research was done on Faculty of Agriculture field Universitas Sumatera Utara. On July until October 2011 in Medan. This research was used split plot design  factorial  methods with two factors, shade (0%, 20%, 40%, 60%) as the main plot and varieties (Anjasmoro, Pangrango, Tanggamus, Nanti) as subplot. The result showed that the shades to significant effect against plant height, the number of branches on the main stem, number of beans per plant, number of seeds per plant, production per plot, weight of 100 seeds. Varieties  factor gave significant  effect to percentage of germination, number of seeds per plant, weight of 100 seeds. interaction shading and varieties was significant effect to percentage of germination. ________________________________________________________________________________ Key words: shade, varieties,and  soybean

RESPONS MORFOLOGI BENIH KARET (Hevea brasiliensis Muell Arg.) TANPA CANGKANG TERHADAP PEMBERIAN PEG 6000 DALAM PENYIMPANAN PADA DUA MASA PENGERINGAN

AGROEKOTEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara-Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.704 KB)

Abstract

ABSTRACTMorphological response of shelled rubber seed (Hevea brasilliensis Muell Arg.) by givingPolyethylene Glycol (PEG) 6000 in storage at two drying period. Rubber seeds arerecalcitrant seeds that have a high water content so it can not be stored longer because rapiddeteriorated so it needs special handling to increase storability. PEG 6000 is a compound thatcan help maintain seed viability in storage because has the potential osmoticum, which canlimit the imbibition and diffusion processes. Research purposes was to determine theconcentration of PEG and seed drying time appropriate to improve storability the seeds.Research conducted in the Seed Technology Laboratory, Agricultural Faculty, SumateraUtara University in January to March 2012. Nested factorial experiment was arranged in atwo-stage nested design namely time drying as nested factor (drying time at 00:00 am to06:00 am and 6:00 am to 12:00 am) and PEG 6000 (w/v) concentration factor as sub nest(0%, 15%, 30%, 45% ). Parameters namely observed in seed storage fungal andrecapitulation seeds germinated after storage. The results showed that fungal seeds in storageat a concentration of 15% PEG can reduce up to 13,33% with seed germination to 87,13 %and fungal seeds in storage at drying time at 06:00 am to 12:00 am can reduce up to 6.83%with recapitulation seed germination after storage to 93,74%.Key words: rubber seeds, time drying, PEG 6000

RESPONS PERTUMBUHAN STUM MATA TIDUR KARET (Hevea brasiliensis Muell Arg.) DENGAN PEMBERIAN AIR KELAPA DAN PUPUK ORGANIK CAIR

AGROEKOTEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara-Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the problem encountered in rubber cultivation by rubber budded stump is high deathpercentage of stum in field. The research aim was to obtain useful rubber germ by cococut water soakand liquid organic fertilizer. The research was conduted at Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru,Kecamatan East Medan (+ 25 meter above sea level) on June to October 2012.Completely randomized design with two factors and three replications. The first factor isthe duration coconut water soak (0, 12, 24 hour) and the second factor is liquid organic fertilizer(0, 20, 40, and 60 cc/plant). Parameters observated were percentage of break bud in field, time of brekbud, height of bud, diameter of bud, amount of leaf, root drived weight, shoot drived weight andpercentage of amount the death of stump at field. The result showed that period of coconut watersoak significantly affect the to percentage of broken bud 2 weeks after plant and the time of brek therubber bedded stump. The liquid organic fertilizer significantly affect to time of break stump, heightof bud, and shoot drived weight. Interaction of coconut water and liquid organic ferlilizer was notsignificantly effect to all paremeters. The best sit of coconut water is 12 hour and dose of liquidorganic fertilizer is 60 cc/plant.Key word : rubber budded stump, coconut water, liquid organic water, growth

Respon Pertumbuhan Stump Karet (Hevea brassiliensis Muell Arg.) terhadap Pemotongan Akar Tunggang pada Berbagai Komposisi Media Tanam

AGROEKOTEKNOLOGI Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara-Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.526 KB)

Abstract

Salah satu upaya untuk mengatasi tingginya persentase kematian stump yang diakibatkan terhambatnya pertumbuhan akar maka dilakukan pemotongan dan untuk mendukung permasalahan diatas media tanam juga penting untuk pertumbuhan tanaman. Ketersedian tanah subur untuk saat ini sudah sangat sulit karena penggunaan tanah secara terus menerus mengakibatkan adanya pilihan untuk membuka lahan pertanian pada lahan yang marginal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga November 2014 di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan stump karet terhadap pemotongan akar tunggang pada berbagai komposisi media tanam. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah pemotongan akar yaitu tanpa pemotongan akar tunggang, pemotongan ¼ dari akar dan pemotongan ½ dari ujung akar dan faktor kedua adalah media tanam yaitu topsoil : pasir 1:0, 1:1, 1:2, 1:3. Hasil penelitian diketahui bahwa pemotongan akar tidak nyata untuk meningkatkan pertumbuhan stump karet. Komposisi media tanam topsoil : pasir (1:2) menurunkan pertumbuhan stump karet secara tidak nyata. Pemotongan akar ¼ dari ujung akar dengan media topsoil menurunkan pertumbuhan stump karet secara tidak nyata.Kata kunci : Stump, Pemotongan akar, Media tanam

Pertumbuhan Stump Karet (Hevea brassiliensis Muell Arg.) Pada Berbagai Kedalaman dan Komposisi Media Tanam

AGROEKOTEKNOLOGI Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara-Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.57 KB)

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi pada pembibitan stump karet dilapangan ialah tingginya persentase kematian stump (sebesar 15-20%) yang diakibatkan oleh pertumbuhan akar dan tunas yang terhambat. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu penelitian untuk mengetahui pertumbuhan stump karet yang ditanam pada berbagai kedalaman penanaman dengan komposisi media tanam yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan stump karet pada berbagai kedalaman dan komposisi media tanam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga November 2014 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama adalah kedalaman (di tengah antara mata okulasi dengan pangkal batang, tepat dipangkal batang, di sepertiga dari pangkal batang) dan faktor kedua adalah perbandingan media tanam topsoil dan pasir (1:0, 1:1, 1:2, 1:3).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kedalaman penanaman stump meningkatkan persentase bertunas, kecepatan melentis, dan jumlah daun, sedangkan perlakuan media tanam meningkatkan kecepatan melentis, diameter tunas dan bobot segar tunas, serta interaksi kedua perlakuan meningkatkan persentase bertunas, panjang tunas, diameter tunas, dan bobot segar akar.Kata kunci : Stump karet, Kedalaman Tanam, Media Tanam

Respon Pertumbuhan Stump Karet (Hevea brassiliensis Muell Arg.) terhadap Pemberian Growtone Berbagai Komposisi Media Tanam

AGROEKOTEKNOLOGI Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara-Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.446 KB)

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam budidaya karet dengan stump adalah tingginya persentase kematian stump di lapangan yang diakibatkan terhambatnya pertumbuhan akar dan tunas. Sehingga untuk mempercepat pertumbuhan perakaran dapat dilakukan dengan pemberian Growtone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan stump karet terhadap pemberian Growtone pada berbagai komposisi media tanam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga November 2014 di lahan Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah Konsentrasi Growtone yaitu 0, 25, 50 dan 75 mg dan faktor kedua adalah perbandingan media tanam topsoil dan pasir yaitu 1:0, 1:1, 1:2, 1:3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Growtone tidak nyata meningkatkan pertumbuhan stump karet, pemberian media tanam topsoil : pasir (1:1) serta interaksi keduanya nyata meningkatkan pertumbuhan stump karet.Kata kunci : Stump, Growtone, Media tanam